Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: Koneksi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS DITINJAU DARI SELF CONFIDENCE PESERTA DIDIK KELAS XI SMK NEGERI 1 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis peserta didik kelas XI SMK Negeri 1 Tarakan ditinjau dari self confidence. Kemampuan koneksi matematis merupakan kemampuan menghubungkan konsep matematika dengan konsep lain, bidang pengetahuan lain, dan kehidupan sehari-hari yang dipengaruhi oleh self confidence peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian meliputi tiga peserta didik kelas XI Akuntansi dan Keuangan Lembaga-1 yang ditentukan melalui teknik purposive sampling yang mewakili tingkat self confidence tinggi, sedang, dan rendah dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner self confidence dan wawancara semi terstruktur. Analisis data menggunakan model Creswell dengan enam tahap. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi, member checking, dan deskripsi kaya dan padat. Hasil penelitian menunjukkan tingkat self confidence peserta didik sebagian besar kategori sedang (68,75%). Peserta didik dengan self confidence tinggi mampu menunjukkan kemampuan koneksi matematis pada ketiga indikator dengan memberikan berbagai contoh dan sikap positif terhadap tantangan. Peserta didik dengan self confidence sedang menunjukkan kemampuan koneksi matematis yang cukup memadai pada sebagian besar indikator meskipun mengalami kesulitan pada materi tertentu. Sementara itu, peserta didik dengan self confidence rendah cenderung mengalami kesulitan dalam menjukkan kemampuan koneksi matematis pada ketiga indikator. Terdapat keterkaitan antara self confidence dengan kemampuan koneksi matematis, yang juga dipengaruhi oleh pengalaman belajar dan dukungan sosial. Temuan dalam penelitian ini yaitu pemanfaatan matematika dalam kehidupan sehari-hari, self confidence dan persepsi terhadap matematika, hubungan matematika dengan akuntansi, hubungan antar konsep matematika, dan strategi mengatasi kesulitan matematika.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perancangan Interkoneksi sistem PT.PLN (Persero) wilayah Malinau Dan Sebuku

2024•

.Untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap penyediaan energi listrik khususnya di wilayah Provinsi Kalimantan Utara, salah satu upaya yang dilakukan oleh PT PLN adalah dengan menghubungkan setiap sistem tenaga listrik yang bersifat isolated yang ada di Kaltara menjadi sistem interkoneksi. Pada penelitian ini, dua sistem isolated yaitu: Malinau dan Sebuku akan dihubungkan melalui jaringan distribusi 20 kV. Penelitian ini diawali dengan pengambilan data di Malinau dan Sebuku untuk dilakukan analisis aliran daya dengan tujuan untuk mendapatkan kondisi sistem saat ini (existing). Dalam penelitian ini, pemodelan dan analisis aliran daya dilakukan menggunakan software ETAP Powerstation dengan metode aliran daya yang dipilih adalah Newton-Raphson.Penelitian ini menghasilkan desain saluran interkoneksi yang menghubungkan Malinau dan Sebuku dengan spesifikasi saluran sebagai berikut: Saluran udara dari Bus PLTU Malinau ke Bus Tujung (saluran ujung PLN sebuku), menggunakan jenis AAAC (All Almunium Alloy Conductor) dengan diameter 240 〖mm〗^2 dan panjang kabel 86,6 km dan pada skenario sistem pembangkit sebuku tidak beroperasi, maka diperlukan penambahan kapasitor bank pada ujung saluran sistem sebuku sebesar 1200 kVAr,. Berdasarkan hasil simulasi aliran daya Pada skenario sistem pembangkit malinau dan sebuku beroperasi didapatkan nilai rugi-rugi daya aktif sebesar 2.361 kW dan dan rugi-rugi daya reaktif sebesar 7.802 kVAr. Sedangkan untuk tegangan paling rendah terdapat pada Bus (SBWK.115 dan SBWK.67) dan Bus (LSO.66) dengan nilai sebesar 18,961 kV dan 18,962 kV, dan pada skenario sistem pembangkit sebuku tidak beroperasi didapatkan nilai rugi-rugi daya aktif sebesar 2.991 kW dan rugi-rugi daya reaktif sebesar 9.719 kVar. Sedangkan untuk tegangan paling rendah terdapat pada Bus (TNP.34) dan Bus (NPT.35) dengan nilai sebesar 18.933 kV dan 18.935 kV.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perencanaan Koneksi Sistem Tenaga Listrik Desa Sekikilan dan Desa Sebulu dengan Integrasi PLTS Terpusat Desa Sebulu

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kebutuhan energi listrik mengalami peningkatan seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan gaya hidup masyarakat yang bergantung pada teknologi. Penelitian ini bertujuan membuat sebuah perencanaan penyediaan energi listrik menggunakan PLTS untuk solusi jangka pendek, sedangkan untuk jangka panjang dilakukan melaui interkoneksi Desa Sebulu dengan jaringan PLN terdekat yaitu: Desa Sekikilan, adapun perencanaan tersebut disimulasikan menggunakan software ETAP Powerstation. Berdasarkan hasil survei jumlah beban di Desa Sebulu sebesar 19.800 kW yang merupakan beban dari 43 rumah dan 1 fasilitas umum. Penelitian ini menggunakan tiga skenario simulasi yaitu: skenario 1 kondisi existing PT PLN Tulin Onsoi, skenario 2 kondisi PT PLN Tulin Onsoi terhubung dengan Desa Sebulu dan skenario 3 kondisi PT PLN Tulin Onsoi terhubung dengan Desa Sebulu yang terpasang PLTS. Hasil simulasi aliran daya sebagai berikut: beban siang pada skenario 1 didapatkan nilai rugi-rugi daya aktif sebesar 37,9 kW dan rugi-rugi daya reaktif sebesar 58,0 kVAr, pada skenario 2 didapatkan nilai rugi-rugi daya aktif sebesar 38,3 kW dan rugi-rugi daya reaktif sebesar 59,0 kVAr, pada skenario 3 didapatkan nilai rugi-rugi daya aktif sebesar 37,9 kW dan rugi-rugi daya reaktif sesbesar 58,0 kW. Selanjutnya, hasil simulasi aliran daya beban malam pada skenario 1 didapatkan nilai rugi-rugi daya aktif sebesar 38,8 kW dan rugi rugi daya reaktif sebesar 67,2 kVAr, pada skenario 2 didapatkan nilai rugi-rugi daya aktif sebesar 39,2 kW dan rugi-rugi daya reaktif sebesar 68,5 kVAr, pada skenario 3 didapatkan nilai rugi-rugi daya aktif sebesar 40,6 kW dan nilai rugi-rugi daya aktif sebesar 71,0 kVAr. Adapun jatuh tegangan pada beban siang skenario 1 dan 3 adalah 7,77 kV dan skenario 2 adalah 7,9 kV. Sedangkan pada beban malam pada skenario 1 adalah 6,7 kV, skenario 2 adalah 6,89 kV dan skenario 3 adalah 9,45 kV.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perencanaan Interkoneksi Sistem PT. PLN Tarakan Dan PT. PLN Bunyu Melalui Jaringan Kabel Bawah Laut

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pulau Tarakan dan Pulau Bunyu memiliki jarak yang relatif dekat yaitu kurang lebih 22 km. Masing-masing Pulau tersebut memiliki sistem tenaga listrik yang beroperasi melayani masyarakat masing-masing. Penelitian ini mengusulkan pemasangan kabel bawah laut untuk menghubungkan (interkoneksi) kedua sistem tenaga listrik tersebut dengan tujuan untuk meningkatkan fleksibilitas penyaluran dan pelayanan daya listrik antara kedua Pulau. Pada penelitian ini, spesifikasi kabel bawah laut seperti: jenis kabel, diameter, panjang dan tegangan saluran ditentukan berdasarkan perhitungan terhadap kemampuan hantar arus yang didapatkan dari perhitungan arus maksimum yang dapat melewati kabel bawah laut tersebut. Spesifikasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Jenis penghantar Alumunium, isolasi XLPE, diameter 70 mm2 dan panjang saluran 22,5 km. Selanjutnya simulasi aliran daya dilakukan untuk melihat parameter sistem tenaga listrik setelah dilakukan interkoneksi sistem tenaga listrik antara PT. PLN Tarakan dan PT. PLN Bunyu. Hasil simulasi didapatkan nilai rugi-rgi daya aktif sebesar 1476 kW dan rugi-rugi daya reaktif sebesar 3384 kVAr. Sedangkan untuk nilai tegangan paling rendah terdapat pada bus 198 dan 200 dengan nilai sebesar 18,51 kV. Nilai rugi-rugi daya dan tegangan tersebut masih sesuai dengan Standar PLN (SPLN).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DAMPAK PROFITABILITAS DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PENGHINDARAN PAJAK DENGAN KONEKSI POLITIK SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA PERUSAHAAN INFRASTRUKTUR DI INDONESIA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak profitabilitas dan ukuran perusahaan terhadap penghindaran pajak dengan koneksi politik sebagai variabel moderasi pada perusahaan infrastruktur di Indonesia selama periode 2018-2022. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling yang diperoleh sebanyak 21 perusahaan sehingga mendapatkan 105 observasi dalam penelitian ini. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan SEM-PLS dengan aplikasi WarpPLS 8.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif terhadap penghindaran pajak dan ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap penghindaran pajak. Untuk uji moderasi koneksi politik dengan menggunakan analysis multy group dimana koneksi politik terdiri dari perusahaan yang memiliki koneksi politik dan perusahaan yang tidak memiliki koneksi politik. Hasil uji moderasi penelitian ini menunjukkan bahwa koneksi politik memoderasi dengan memperlemah pengaruh profitabilitas terhadap penghindaran pajak dan koneksi politik memoderasi dengan memperkuat pengaruh ukuran perusahaan terhadap penghindaran pajak. Implikasi teoritis penelitian ini mendukung teori agensi dan teori upper echelon dalam menjelaskan perilaku perusahaan terkait pengelolaan penghindaran pajak.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kemampuan Koneksi Matematis Siswa Kelas VI SD Dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Berdasarkan Gender

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan koneksi matematis dalam pembelajaran disekolah dan keingintahuan penulis untuk melihat seberapa besar peranan kemampuan koneksi dalam pembelajaran disekolah khususnya pembelajaran matematika. Serta terdapat fakta rendahnya koneksi matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis siswa kelas VI SD dalam menyelesaikan masalah matematika. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa hasil tes siswa dan hasil transkip wawancara. Subjek penelitian terdiri dari 2 siswa perempuan dan 2 siswa laki-laki. Hasil penelitian menunjukan bahwa koneksi matematis yang dilakukan subjek perempuan dan laki-laki memiliki hasil yang sama yaitu pada (1) hubungan antar konsep bangun ruang dapat dikatakan baik namun perlu penjelasan ulang untuk memperoleh jawaban yang baik lagi, (2) hubungan antar konsep bangun ruang dengan konsep lain di matematika subjek mampu menemukan informasi dalam soal dan mengaplikasikannya sesuai perintah soal, (3) hubungan matematika dalam kehidupan sehari-hari, subjek dapat menemukan informasi yang diberikan dan memahami mengaitkan indikator yang sesuai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING, EXTENDING (CORE) TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIKA SISWA KELAS XI MIPA SMA NEGERI 3 TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimential design dengan desain posttest only control design. Populasi penelian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA di SMA Negeri 3 Tarakan. Penarikan sampel menggunakan teknik simple random sampling dan diperoleh sampel penelitian, yaitu kelas XI MIPA 1 dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang seba gai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA 2 dengan jumlah siswa sebanyak 29 orang sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini, yaitu dengan tes kemampuan koneksi matematika siswa (posttest). Data dianalisis menggunakan analisis statistik dengan bantuan software SPSS versi 23.0 for windows. Hasil analisis statistika deskriptif menunjukkan bahwa skor rata-rata pencapaian kemampuan koneksi matematika siswa pada kelas eksperimen adalah 83,24 dan pada kelas kontrol adalah 61,20. Hasil analisis statistika inferensial untuk kemampuan koneksi matematika siswa menggunakan uji independent sampel t-test dengan taraf signifikan 5% (α = 0,05) diperoleh p-value sebesar 0,000 sehingga H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa skor rata-rata kemampuan koneksi matematika siswa yang diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) lebih tinggi secara signifikan dari skor rata-rata kemampuan koneksi matematika siswa yang diberikan penerapan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Tarakan atau model pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) berpengaruh terhadap kemampuan koneksi matematika. Abstract This current research was a quasi-experimental research with a posttest only control design. The population was all students of class XI MIPA at SMA Negeri 3 Tarakan. The simple random sampling technique was employed and was obtained class XI MIPA 1 with 30 students as the experimental class and class XI MIPA 2 with 29 students as the control class. The data were collected using mathematical connection ability test (posttest) and were then analyzed using statistical analysis with the help of SPSS software version 23.0 for windows. The results of the descriptive statistical analysis showed that the mean score of the students’ mathematical connection ability in the experimental class was 83.24 and that of in the control class was 61.20.The results of inferential statistical analysis for the students’ mathematical connection ability using in independent sample t-test at the level of significance 5% (α = 0.05) was obtained a p-value of 0.000, so that H0 was rejected. Thus, it was concluded that the students who were treated using the Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) learning model got significantly higher mean score of the mathematical connection ability than those who were taught using conventional learning model. In other words, the Connecting, Organizing, Reflecting, Extending ( CORE ) learning model effected the mathematical connection ability for the student of class XI MIPA at SMA Negeri 3 Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA KELAS V MATERI KECEPATAN DI SDN 017 TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jenis Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan di FKIP PGSD UBT. Penelitian ini berfokus pada proses kemampuan koneksi matematis siswa berdasarkan tingkat kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Sumber data dalam penelitian ini berupa sumber data primer dan sumber data sekunder dengan partisipan yaitu siswa kelas V SDN 017 Tarakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes, observasi, wawancara dan dokumentasi. Menggunakan teknis analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Siswa berkemampuan tinggi mampu mencapai semua indikator koneksi matematis yang digunakan peneliti akan tetapi dalam hal menuangkan gagasan yang diketahui kedalam bentuk model matematika masih kurang tepat dan kurang sistematis; 2) Siswa berkemampuan sedang memiliki pencapaian indikator yang berbeda yaitu terdapat siswa yang mampu menggunakan matematika untuk menyelesaikan persoalan pada bidang studi lain, terdapat siswa yang kurang mampu mencapai indikator-indikator yang digunakan peneliti serta terdapat siswa yang belum mampu memanfaatkan konsep matematika dengan baik sehingga terdapat beberapa persoalan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari yang belum mampu diselesaikan; 3) Siswa berkemampuan rendah belum mampu menguasai semua indikator kemampuan koneksi matematis yang digunakan oleh peneliti sehingga siswa hanya mampu mengidentifikasi gagasan yang ada namun belum mampu menghubungkan kedalam bentuk model matematika dalam menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan bidang lainnya serta yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. This study aimed to describe the mathematical connection ability of students on Speed lesson of the fifth grade students at the SD Negeri 017 Tarakan. This qualitative research focused on the process of students’ mathematical connection ability based on high, medium and low ability levels. It used primary and secondary data sources with participants consisted of the fifth grade students of SDN 017 Tarakan. Data were collected using tests, observation, interviews and documentation and analized using qualitative data analysis techniques through data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this study indicated that, first, highly skilled students were able to achieve all mathematical connection indicators, but in terms of pouring known ideas into the form of a mathematical model it was still not precise and less systematic. Second, students with the moderate ability had different achievement indicators, namely there were students who were able to use mathematics to solve problems in other fields of study, there were students who were less able to achieve the indicators used by researchers and there were students who had not been able to use mathematical concepts properly so that there were several problems related to daily life that were not able to be resolved. Third, low-ability students were not able to master all indicators of mathematical connection ability used by researchers so that students were only able to identify existing ideas but were not able to connect them into mathematical models in solving problems related to other fields and those related to everyday life.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 5 TARAKAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kemampuan koneksi matematis siswa pada materi matematika kelas VII. Penelitian ini dilaksanakan selama satu bulan, mulai tanggal 5 September 2019 – 5 Oktober 2019 di SMP Negeri 5 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII sebanyak enam orang yang dipilih menggunakan purposive sampling. Namun, setelah dilakukan penelitian yang lebih mendalam, maka ditemukan yang benar-benar memiliki kemampuan koneksi matematis yang bagus adalah empat siswa dengan kode A, B, C, dan D. Subjek A dan B selalu mendapatkan nilai yang bagus di kelas dan pandai berorganisasi, subjek C juga selalu mendapatkan nilai yang bagus dikelas tetapi C sangat pendiam, sedangkan subjek D selalu mendapatkan nilai yang bagus dalam mata pelajaran matematika maupun mata pelajaran yang lain dan D juga selalu aktif dikelas. Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh bahwa subjek D masuk dalam tiga kategori indikator yaitu kemampuan koneksi matematis dengan indikator kemampuan koneksi matematis antar topik matematis, kemampuan koneksi matematis dengan bidang lain (IPA), dan kemampuan koneksi matematis dengan kehidupan sehari-hari. Subjek A dan B masuk dalam dua kategori indikator yaitu kemampuan koneksi matematis dengan indikator kemampuan koneksi matematis antar topik matematis dan kemampuan koneksi matematis dengan kehidupan sehari-hari. Sedangkan subjek C masuk dalam satu kategori indikator yaitu kemampuan koneksi matematis dengan indikator kemampuan koneksi matematis antar topik matematis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail