Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

SUPIAN

8 karya publik ditemukan.

2026: 42025: 22020: 2

PENEGAKAN HUKUM PIDANA ADAT TERHADAP TINDAK PIDANA PENCURIAN KAYU GAHARU DI KAWASAN HUTAN ADAT (KECAMATAN MENTARANG HULU)

2026 · Book ·

ABSTRAK Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis Penegakan Hukum Pidana Adat Dalam Pencurian Kayu Gaharu di Dalam Kawasan Hutan Adat (Kecamatan Mentarang Hulu). Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalah masalah perlindungan Kayu Gaharu dalam hutan adat oleh masyarakat hukum adat dan penegakan hukum pidana Adat terhadap pelaku pencurian di kawasan hutan Adat Mentarang Hulu. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Berdasarkan hasil penelitian, perlindungan kayu gaharu di hutan adat Kecamatan Mentarang Hulu dilakukan melalui aturan adat yang ketat dan diwariskan turun-temurun oleh masyarakat hukum adat seperti suku Dayak Lundayeh dan Punan. Pengambilan gaharu harus seizin kepala adat dan hanya untuk kebutuhan penting, bukan komersial. Pelanggaran dikenai sanksi adat. Masyarakat juga menerapkan pemanfaatan lestari dengan tidak menebang pohon secara utuh, serta menjaga regenerasi melalui penanaman kembali. Perempuan dan generasi muda turut berperan dalam menjaga hutan, sementara kerja sama dengan LSM dan pemerintah mendukung penguatan hak kelola adat dan konservasi gaharu. Penegakan hukum pidana adat terhadap pelaku pencurian di Hutan Adat Mentarang Hulu dilakukan melalui mekanisme musyawarah adat yang dipimpin oleh tokoh adat. Jika terbukti bersalah, pelaku dikenai sanksi seperti ganti rugi, denda, atau pengucilan sosial. Sistem ini menekankan pemulihan kerugian dan keharmonisan sosial, bukan sekadar hukuman. Meski bersifat non-formal, hukum adat ini diakui negara dan berfungsi menjaga kelestarian hutan serta keadilan komunitas.

PENEGAKAN HUKUM PIDANA ADAT TERHADAP TINDAK PIDANA PENCURIAN KAYU GAHARU DI KAWASAN HUTAN ADAT (KECAMATAN MENTARANG HULU)

2026 · Thesis ·

ABSTRAK Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis Penegakan Hukum Pidana Adat Dalam Pencurian Kayu Gaharu di Dalam Kawasan Hutan Adat (Kecamatan Mentarang Hulu). Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalah masalah perlindungan Kayu Gaharu dalam hutan adat oleh masyarakat hukum adat dan penegakan hukum pidana Adat terhadap pelaku pencurian di kawasan hutan Adat Mentarang Hulu. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Berdasarkan hasil penelitian, perlindungan kayu gaharu di hutan adat Kecamatan Mentarang Hulu dilakukan melalui aturan adat yang ketat dan diwariskan turun-temurun oleh masyarakat hukum adat seperti suku Dayak Lundayeh dan Punan. Pengambilan gaharu harus seizin kepala adat dan hanya untuk kebutuhan penting, bukan komersial. Pelanggaran dikenai sanksi adat. Masyarakat juga menerapkan pemanfaatan lestari dengan tidak menebang pohon secara utuh, serta menjaga regenerasi melalui penanaman kembali. Perempuan dan generasi muda turut berperan dalam menjaga hutan, sementara kerja sama dengan LSM dan pemerintah mendukung penguatan hak kelola adat dan konservasi gaharu. Penegakan hukum pidana adat terhadap pelaku pencurian di Hutan Adat Mentarang Hulu dilakukan melalui mekanisme musyawarah adat yang dipimpin oleh tokoh adat. Jika terbukti bersalah, pelaku dikenai sanksi seperti ganti rugi, denda, atau pengucilan sosial. Sistem ini menekankan pemulihan kerugian dan keharmonisan sosial, bukan sekadar hukuman. Meski bersifat non-formal, hukum adat ini diakui negara dan berfungsi menjaga kelestarian hutan serta keadilan komunitas.

Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Tentang Tablet Tambah Darah Di SMP Negeri 1 Tanjung Selor

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Anemia merupakan masalah kesehatan utama yang terjadi di masyarakat dan banyak dialami oleh remaja putri. Prevelensi anemia remaja putri umur 13-18 tahun di Indonesia mencapai 23%. Anemia terjadi pada remaja putri karena adanya gangguan menstruasi, mengalami masa pertumbuhan serta asupan makanan yang rendah zat besi. Anemia dapat dicegah dengan asupan kaya akan zat besi seperti makanan sumber zat besi hewani, sumber pangan nabati dan suplemen tablet tambah darah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri tentang tablet tambah darah di SMP Negeri 1 Tanjung Selor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Jumlah sampel 197 remaja putri dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil penelitian didapatkan remaja putri memiliki pengetahuan baik 50,3% dan sikap cukup 65,5%. Kesimpulan hasil dari penelitian ini sebagian besar remaja putri di SMP Negeri 1 Tanjung Selor berpengetahuan cukup dan sikap cukup tentang tablet tambah darah. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun pengetahuan sudah relatif baik, sikap terhadap konsumsi tablet tambah darah masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, sekolah dan tenaga kesehatan perlu memperkuat edukasi dan promosi kesehatan tentang pentingnya konsumsi tablet tambah darah secara rutin untuk mencegah anemia pada remaja putri.

Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Tentang Tablet Tambah Darah Di SMP Negeri 1 Tanjung Selor

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anemia merupakan masalah kesehatan utama yang terjadi di masyarakat dan banyak dialami oleh remaja putri. Prevelensi anemia remaja putri umur 13-18 tahun di Indonesia mencapai 23%. Anemia terjadi pada remaja putri karena adanya gangguan menstruasi, mengalami masa pertumbuhan serta asupan makanan yang rendah zat besi. Anemia dapat dicegah dengan asupan kaya akan zat besi seperti makanan sumber zat besi hewani, sumber pangan nabati dan suplemen tablet tambah darah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri tentang tablet tambah darah di SMP Negeri 1 Tanjung Selor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Jumlah sampel 197 remaja putri dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil penelitian didapatkan remaja putri memiliki pengetahuan baik 50,3% dan sikap cukup 65,5%. Kesimpulan hasil dari penelitian ini sebagian besar remaja putri di SMP Negeri 1 Tanjung Selor berpengetahuan cukup dan sikap cukup tentang tablet tambah darah. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun pengetahuan sudah relatif baik, sikap terhadap konsumsi tablet tambah darah masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, sekolah dan tenaga kesehatan perlu memperkuat edukasi dan promosi kesehatan tentang pentingnya konsumsi tablet tambah darah secara rutin untuk mencegah anemia pada remaja putri.

PENGARUH BIG FIVE PERSONALITY TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA AKADEMI KEPERAWATAN KALTARA

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

PENGARUH BIG FIVE PERSONALITY TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA AKADEMI KEPERAWATAN KALTARA ABSTRAK Supian, 2020, “Pengaruh Big Five Personality Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Akademi Keperawatan Kaltara. Program Studi Bimbingan Dan Konseling Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pedidikan Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing oleh Siti Rahmi, S.Sos.I.,M.pd. motivasi belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor yang ada dalam diri mahasiswa maupun di luar diri mahasiswa. Salah satu yang terkait dengan motivasi belajar mahasiswa adalah kepribadian mahasiswa, big five personality yang mencakup lima dimensi kepribadian, yaitu Neuroticims, Ekstraversi, Keterbukaan, Kesepakatan, dan kegigihan. Di perguruan tinggi mahasiswa dituntut untuk lebih rajin dan bisa memanfaatkan sumber-sumber belajar yang tersedia seperti perpustakaan, laboratorium, studi lapangan, diskusi dan seminar. Mahasiswa tidak hanya tergantung pada sajian pelajaran diruang kuliah melainkan harus digali dan dipelajari dari berbagai sumber yang ada sehingga mereka dapat bersikap obyektif, berfikir logis, kritis, sistematis dan kontruktif.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh big five personalty terhadap motivasi belajar mahasiswa akademi keperawatan Kalimantan Utara. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan pendekatan survey, populasi penelitian ini sebanyak 88 mahasiswa dan sampel 43 mahasiswa angkatan 2017 dan 45 mahasiswa angkatan 2018 akademi keperawatan kaltara. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan SPSS 24 for windows. Berdasarkan hasil analisis regresi uji t, dimana nilai thitung keseluruhan variabel independen lebih besar dari nilai ttabel (2,015) dan nilai signifikansi seluruh variabel independen lebih kecil dari (0,05). Maka ada pengaruh openness to experience, conscientiousness, extraversion, dan neuroticism yang signifikan pada motivasi belajar, dan tetapi tidak ada pengaruh agreeableness pada mahasiswa akademi keperawatan Kalimantan Utara.

PENGARUH BIG FIVE PERSONALITY TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA AKADEMI KEPERAWATAN KALTARA

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH BIG FIVE PERSONALITY TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA AKADEMI KEPERAWATAN KALTARA ABSTRAK Supian, 2020, “Pengaruh Big Five Personality Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Akademi Keperawatan Kaltara. Program Studi Bimbingan Dan Konseling Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pedidikan Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing oleh Siti Rahmi, S.Sos.I.,M.pd. motivasi belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor yang ada dalam diri mahasiswa maupun di luar diri mahasiswa. Salah satu yang terkait dengan motivasi belajar mahasiswa adalah kepribadian mahasiswa, big five personality yang mencakup lima dimensi kepribadian, yaitu Neuroticims, Ekstraversi, Keterbukaan, Kesepakatan, dan kegigihan. Di perguruan tinggi mahasiswa dituntut untuk lebih rajin dan bisa memanfaatkan sumber-sumber belajar yang tersedia seperti perpustakaan, laboratorium, studi lapangan, diskusi dan seminar. Mahasiswa tidak hanya tergantung pada sajian pelajaran diruang kuliah melainkan harus digali dan dipelajari dari berbagai sumber yang ada sehingga mereka dapat bersikap obyektif, berfikir logis, kritis, sistematis dan kontruktif.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh big five personalty terhadap motivasi belajar mahasiswa akademi keperawatan Kalimantan Utara. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan pendekatan survey, populasi penelitian ini sebanyak 88 mahasiswa dan sampel 43 mahasiswa angkatan 2017 dan 45 mahasiswa angkatan 2018 akademi keperawatan kaltara. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan SPSS 24 for windows. Berdasarkan hasil analisis regresi uji t, dimana nilai thitung keseluruhan variabel independen lebih besar dari nilai ttabel (2,015) dan nilai signifikansi seluruh variabel independen lebih kecil dari (0,05). Maka ada pengaruh openness to experience, conscientiousness, extraversion, dan neuroticism yang signifikan pada motivasi belajar, dan tetapi tidak ada pengaruh agreeableness pada mahasiswa akademi keperawatan Kalimantan Utara.