Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

RONA

24 karya publik ditemukan.

2026: 32025: 62024: 32023: 42022: 8

Studi Pemanfaatan Cangkang Kerang Kapah (Meretrix sp.) Sebagai Filter Air Tanah Di Kota Tarakan

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kota Tarakan memiliki potensi air tanah untuk kebutuhan air bersih. Namun untuk pemanfaatannya perlu dilakukan perlakuan terlebih dahulu agar kualitasnnya sesuai dengan baku mutu yang dipersyaratkan. Diantaranya melalui teknologi filtrasi dengan memanfaatkan limbah cangkang Kerang Kapah (Meretrix sp). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektifitas dari penggunaan cangkang Kerang Kapah sebagai filter air tanah di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL), dengan tiga kali ulangan. Bahan yang digunakan adalah cangkang kerang kapah dengan level filter 30, 60 dan 100 Cm dengan kombinasi penggunaan arang aktif, pasir kuarsa dan kerikil untuk menentukan komposisi terbaik. Parameter yang diuji adalah menurut peraturan Menteri Kesehatan No.32 Tahun 2017 (Standar Baku Mutu Air untuk Kebutuhan Higiene Sanitasi) yaitu kekeruhan, warna, bau, pH, suhu, TSS, TDS, nitrat, nitrit, Fe dan mangan (Mn). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas filter untuk masing-masing parameter berbeda-beda. Untuk parameter mangan efektif pada level filter 30 cm yaitu 36%. pH, TDS, dan Warna efekif pada level 60 cm dengan nilai berturut-turut 61, 42 dan 17%. Parameter nitrit, nitrat, TSS dan kekeruhan efektif pada level filter 100 cm yaitu, 95, 97, 84 dan 76%. Penggunaan kerang kapah sebagai filter air tanah efektif meningkatkan kualitas air baku terutama secara fisik dan memenuhi persyaratan sesuai baku mutu yang digunakan.

Perlindungan Hukum Korban Tindak Pidana Pelecehan dan Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan di Kota Tarakan

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pelecehan dan kekerasan seksual terhadap perempuan sebagai korban, merupakan suatu tindak kejahatan seksual yang merusak psikis/mental serta kondisi fisik korban. Tindak pidana pelecehan dan kekerasan seksual terhadap perempuan setiap tahunnya mengalami peningkatan, serta masih sangat rendahnya cakupan layanan yang diberikan kepada perempuan sebagai korban. Penelitian ini bermaksud untuk menjawab dua pertanyaan terkait perlindungan hukum korban tindak pidana pelecehan dan kekerasan seksual terhadap perempuan di Kota Tarakan. Pertama bagaimana perlindungan hukum dalam pemenuhan hak-hak terhadap korban pelecehan dan kekerasan seksual di Kota Tarakan, dan yang kedua bagaimana peranan pemerintah atau dinas terkait dalam pendampingan korban kejahatan pelecehan dan kekerasan seksual di Kota Tarakan. Skripsi ini merupakan penelitian secara empiris yang dilakukan secara langsung dilapangan, serta data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Data primer adalah dataa yang didapatkan dari hasil wawancara dari beberapa narasumber yakni, dari Unit Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tarakan, Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kota Tarakan dan Sat Reskrim Polres Kota Tarakan. Kemudian untuk data sekundernya berupa Undang-Undang, Peraturan Perundang-undangan, Dokumen Resmi, Buku, Jurnal, Artikel, dan data pendukung lainnya. Perlunya keadilan kepada korban dalam perlindungan hukum serta pendampingan secara komperhensif terhadap perempuan sebagai korban pelecehan dan kekerasan seksual yang ada di Kota Tarakan.

Perlindungan Hukum Korban Tindak Pidana Pelecehan dan Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan di Kota Tarakan

2022 · Thesis ·

Pelecehan dan kekerasan seksual terhadap perempuan sebagai korban, merupakan suatu tindak kejahatan seksual yang merusak psikis/mental serta kondisi fisik korban. Tindak pidana pelecehan dan kekerasan seksual terhadap perempuan setiap tahunnya mengalami peningkatan, serta masih sangat rendahnya cakupan layanan yang diberikan kepada perempuan sebagai korban. Penelitian ini bermaksud untuk menjawab dua pertanyaan terkait perlindungan hukum korban tindak pidana pelecehan dan kekerasan seksual terhadap perempuan di Kota Tarakan. Pertama bagaimana perlindungan hukum dalam pemenuhan hak-hak terhadap korban pelecehan dan kekerasan seksual di Kota Tarakan, dan yang kedua bagaimana peranan pemerintah atau dinas terkait dalam pendampingan korban kejahatan pelecehan dan kekerasan seksual di Kota Tarakan. Skripsi ini merupakan penelitian secara empiris yang dilakukan secara langsung dilapangan, serta data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Data primer adalah dataa yang didapatkan dari hasil wawancara dari beberapa narasumber yakni, dari Unit Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tarakan, Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kota Tarakan dan Sat Reskrim Polres Kota Tarakan. Kemudian untuk data sekundernya berupa Undang-Undang, Peraturan Perundang-undangan, Dokumen Resmi, Buku, Jurnal, Artikel, dan data pendukung lainnya. Perlunya keadilan kepada korban dalam perlindungan hukum serta pendampingan secara komperhensif terhadap perempuan sebagai korban pelecehan dan kekerasan seksual yang ada di Kota Tarakan.

STUDENTS' SPEAKING PROBLEM IN LEARNING ENGLISH AT THE EIGHTH STUDENTS OF SMPN 9 TARAKAN

2022 · Thesis ·

Dalam penelitian ini, peneliti mendeskripsikan masalah kemampuan berbicara siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris pada siswa kelas delapan SMPN 9 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian mixed methods. Dalam penelitian ini, peneliti memilih seluruh kelas VIII sebagai sampel yang terdiri dari 285 siswa. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan observasi, wawancara dan angket sebagai instrumen penelitian. Peneliti menggunakan tiga fase utama dalam menganalisis data penelitian yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi penarikan kesimpulan. Dari analisis data, peneliti menemukan masalah siswa dan penyebab permasalahan dalam pembelajaran bahasa Inggris kelas VIII SMPN 9 Tarakan, yaitu masalah keterampilan berbicara bahasa Inggris yang dihadapi siswa dalam aspek linguistik adalah kurangnya kosakata (61%), tata bahasa yang buruk (69%) dan pengucapan yang buruk (64%). Karena masalah tersebut, siswa enggan untuk berbicara bahasa Inggris di kelas. Selanjutnya dari aspek nonlinguistik, permasalahan yang dihadapi siswa adalah takut membuat kesalahan (65%), kurang percaya diri (67%) dan takut akan evaluasi dari guru dan teman (63%). Berdasarkan beberapa masalah di atas, peneliti menyimpulkan bahwa, penyebab terbesar siswa sulit berbicara dalam bahasa Inggris adalah takut dan kurang percaya diri untuk berbicara bahasa Inggris di kelas.