Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

OKTAVIANUS

13 karya publik ditemukan.

2026: 22025: 82024: 22022: 1

PENGEMBANGAN MATERI AJAR BERBENTUK HANDOUT BERBASIS KEARIFAN LOKAL KALIMANTAN UTARA PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS IV SEKOLAH DASAR

2025 · Book ·

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berbentuk handout berbasis kearifan lokal Kalimantan Utara pada mata pelajaran IPAS untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. Selain itu, penelitian ini juga ditujukan untuk mengetahui tingkat kelayakan media yang dikembangkan melalui hasil validasi dari ahli desain, ahli bahasa, dan ahli materi, serta menilai tingkat ketertarikan berdasarkan angket respon siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup lima tahapan, yaitu: Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Instrumen yang dipakai untuk mengumpulkan data meliputi observasi, wawancara, lembar validasi, angket respon siswa, serta dokumentasi. Hasil validasi menunjukkan bahwa penilaian dari ahli desain sebesar 94%, dari ahli bahasa sebesar 85,7% kategori “sangat layak”, dan dari ahli materi sebesar 80% kategori “layak”. Uji coba terbatas memperoleh persentase 81,79%, sedangkan uji coba lapangan mencapai 82,79%, keduanya termasuk kategori sangat menarik. Berdasarkan hasil validasi dan respon siswa, pengembangan materi ajar berbentuk handout berbasis kearifan lokal Kalimantan Utara dinyatakan sangat layak serta menarik untuk digunakan dalam pembelajaran IPAS kelas IV Sekolah Dasar

PENGEMBANGAN MATERI AJAR BERBENTUK HANDOUT BERBASIS KEARIFAN LOKAL KALIMANTAN UTARA PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS IV SEKOLAH DASAR

2025 · Thesis ·

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berbentuk handout berbasis kearifan lokal Kalimantan Utara pada mata pelajaran IPAS untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. Selain itu, penelitian ini juga ditujukan untuk mengetahui tingkat kelayakan media yang dikembangkan melalui hasil validasi dari ahli desain, ahli bahasa, dan ahli materi, serta menilai tingkat ketertarikan berdasarkan angket respon siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup lima tahapan, yaitu: Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Instrumen yang dipakai untuk mengumpulkan data meliputi observasi, wawancara, lembar validasi, angket respon siswa, serta dokumentasi. Hasil validasi menunjukkan bahwa penilaian dari ahli desain sebesar 94%, dari ahli bahasa sebesar 85,7% kategori “sangat layak”, dan dari ahli materi sebesar 80% kategori “layak”. Uji coba terbatas memperoleh persentase 81,79%, sedangkan uji coba lapangan mencapai 82,79%, keduanya termasuk kategori sangat menarik. Berdasarkan hasil validasi dan respon siswa, pengembangan materi ajar berbentuk handout berbasis kearifan lokal Kalimantan Utara dinyatakan sangat layak serta menarik untuk digunakan dalam pembelajaran IPAS kelas IV Sekolah Dasar

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN TONSILOFARINGITIS AKUT (TFA) DI RUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

2025 · Book ·

Tonsilofaringitis Akut (TFA) merupakan infeksi saluran napas atas yang umum terjadi pada anak-anak dan sering menjadi alasan kunjungan ke fasilitas kesehatan. Penyebabnya bisa berupa infeksi virus maupun bakteri, dengan gejala seperti demam, nyeri tenggorokan, batuk, dan gangguan makan. Berdasarkan data BPS Kalimantan Utara (2024), terdapat peningkatan kasus TFA pada anak, dari 93 kasus pada tahun 2022 menjadi 145 kasus pada 2023, dan mencapai 178 kasus pada tahun 2024. Peningkatan ini menunjukkan perlunya penanganan keperawatan yang efektif untuk mencegah komplikasi dan mempercepat pemulihan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan asuhan keperawatan pada pasien anak dengan TFA, mencakup pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada dua pasien laki-laki berusia 7 dan 4 tahun yang dirawat di RSU Kota Tarakan. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif.Hasil pengkajian menunjukkan kedua pasien mengalami demam dan nyeri tenggorokan, dengan gejala tambahan batuk berdahak pada pasien pertama dan gangguan makan pada pasien kedua. Diagnosis keperawatan meliputi nyeri akut dan hipertermia pada keduanya, serta bersihan jalan napas tidak efektif dan risiko defisit nutrisi pada masing-masing pasien. Intervensi dilakukan berdasarkan SIKI, termasuk manajemen nyeri, pemantauan suhu tubuh, pemberian cairan, dan dukungan nutrisi.Evaluasi menunjukkan adanya perbaikan kondisi klinis setelah tiga hari perawatan. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa asuhan keperawatan yang tepat dan menyeluruh berperan penting dalam mempercepat penyembuhan pasien TFA. Dukungan orang tua dan pendekatan individual terbukti meningkatkan efektivitas intervensi keperawatan.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN TONSILOFARINGITIS AKUT (TFA) DI RUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tonsilofaringitis Akut (TFA) merupakan infeksi saluran napas atas yang umum terjadi pada anak-anak dan sering menjadi alasan kunjungan ke fasilitas kesehatan. Penyebabnya bisa berupa infeksi virus maupun bakteri, dengan gejala seperti demam, nyeri tenggorokan, batuk, dan gangguan makan. Berdasarkan data BPS Kalimantan Utara (2024), terdapat peningkatan kasus TFA pada anak, dari 93 kasus pada tahun 2022 menjadi 145 kasus pada 2023, dan mencapai 178 kasus pada tahun 2024. Peningkatan ini menunjukkan perlunya penanganan keperawatan yang efektif untuk mencegah komplikasi dan mempercepat pemulihan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan asuhan keperawatan pada pasien anak dengan TFA, mencakup pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada dua pasien laki-laki berusia 7 dan 4 tahun yang dirawat di RSU Kota Tarakan. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif.Hasil pengkajian menunjukkan kedua pasien mengalami demam dan nyeri tenggorokan, dengan gejala tambahan batuk berdahak pada pasien pertama dan gangguan makan pada pasien kedua. Diagnosis keperawatan meliputi nyeri akut dan hipertermia pada keduanya, serta bersihan jalan napas tidak efektif dan risiko defisit nutrisi pada masing-masing pasien. Intervensi dilakukan berdasarkan SIKI, termasuk manajemen nyeri, pemantauan suhu tubuh, pemberian cairan, dan dukungan nutrisi.Evaluasi menunjukkan adanya perbaikan kondisi klinis setelah tiga hari perawatan. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa asuhan keperawatan yang tepat dan menyeluruh berperan penting dalam mempercepat penyembuhan pasien TFA. Dukungan orang tua dan pendekatan individual terbukti meningkatkan efektivitas intervensi keperawatan.

ANALISA VARIASI BENTUK PIPA ELBOW 90° SEBAGAI SUDU TERHADAP KINERJA TURBIN PELTON

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kalimantan Utara kaya akan sungai yang berpotensi menjadi sumber energi bersih dan berkelanjutan. Salah satu cara untuk memanfaatkannya adalah melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Namun, agar sistem ini bekerja secara optimal, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut, khususnya pada penggunaan turbin pelton yang berperan dalam mengubah energi air menjadi listrik. Penelitian ini bertujuan mencari cara terbaik untuk meningkatkan efisiensi turbin pelton dengan membandingkan dua jenis desain sudu, yaitu satu rangkap dan dua rangkap, yang dibuat dari pipa elbow 90° berdiameter ¾ inci. Hasilnya menunjukkan bahwa sudu dua rangkap memberikan performa terbaik, menghasilkan daya listrik hingga 0,834 Watt dengan efisiensi sistem sebesar 5%. Sebaliknya, sudu satu rangkap hanya menghasilkan daya 0,414 Watt dengan efisiensi 3%. Peningkatan kinerja turbin pelton pada penggunaan sudu dua rangkap disebabkan oleh semprotan air dari nosel yang mengenai bagian tengah sudu, membagi pancaran air ke kedua sisi sudu sehingga, daya air (P_a) dapat diserap dengan maksimal oleh sudu, yang mengakibatkan meningkatnya gaya impuls (dorong) masing-masing sudu dua rangkap. Selain itu, penggunaan nosel berdiameter 4 mm terbukti lebih efektif dalam meningkatkan daya listrik dan efisiensi sistem.

ANALISIS VARIASI BENTUK PIPA ELBOW 90° SEBAGAI SUDU TERHADAP KINERJA TURBIN PELTON

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Provinsi Kalimantan Utara memiliki potensi besar dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) karena banyaknya sungai yang dapat dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi bentuk sudu pipa elbow 90° terhadap kinerja turbin Pelton skala mikro hidro. Metode eksperimen digunakan untuk mengetahui hubungan sebab-akibat antara faktor-faktor yang berkaitan. Variasi bentuk sudu yang digunakan adalah sudu satu rangkap dan sudu dua rangkap dari pipa elbow 90° berdiameter ¾ inci. Pengujian dilakukan dengan variasi diameter nosel 4 mm, 6 mm dan 7 mm, dan nosel 4 mm dipilih karena menghasilkan daya generator dan efisiensi sistem terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa turbin Pelton dengan sudu dua rangkap menghasilkan daya output generator tertinggi yakni 0,834 W pada putaran turbin dan generator masing-masing 2609 Rpm dan 1769 Rpm, serta efisiensi sistem sebesar 5%. Sebaliknya, turbin Pelton dengan sudu satu rangkap menghasilkan daya output generator terendah yakni 0,407 W pada putaran turbin dan generator masing-masing 1838 Rpm dan 1617 Rpm, serta efisiensi sistem terendah 3%. Peningkatan kinerja turbin dengan sudu dua rangkap disebabkan oleh pembagian aliran air yang lebih optimal, sehingga energi air dari nosel dapat diserap secara maksimal oleh sudu. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa bentuk sudu turbin sangat mempengaruhi kinerja turbin Pelton, dan sudu dua rangkap terbukti lebih efisien dibandingkan sudu satu rangkap. Meskipun demikian, efisiensi sistem masih perlu ditingkatkan dengan menggunakan spesifikasi generator DC yang lebih besar atau menambahkan alat DC Boost Converter.

PERAN MODERASI PARTISIPASI MASYARAKAT PADA TRANSPARANSI KEUANGAN, AKUNTABILITAS KEUANGAN ALOKASI DANA DESA DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT (Studi pada Desa Pulau Sapi Kabupaten Malinau)

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Transparansi Keuangan, Akuntabilitas Keuangan, dan Pemberdayaan Masyarakat terhadap Kesejahteraan Masyarakat, serta mengevaluasi peran moderasi Partisipasi Masyarakat dalam hubungan antar variabel tersebut di Desa Pulau Sapi, Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert dari 322 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Transparansi Keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kesejahteraan Masyarakat (koefisien 0,269, t-statistic 6,859, p-value 0,000). Akuntabilitas Keuangan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kesejahteraan Masyarakat, meskipun dengan pengaruh yang lebih kecil (koefisien 0,121, tstatistic 2,624, p-value 0,009). Pemberdayaan Masyarakat memberikan pengaruh positif paling kuat terhadap Kesejahteraan Masyarakat (koefisien 0,435, t-statistic 8,535, p-value 0,000), menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan faktor utama dalam meningkatkan kesejahteraan. Dalam peran moderasi, Partisipasi Masyarakat menunjukkan pengaruh signifikan pada hubungan antara Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Masyarakat (koefisien 0,133, tstatistic 2,883, p-value 0,004). Namun, pada hubungan Transparansi Keuangan dengan Kesejahteraan Masyarakat (koefisien -0,003, t-statistic 0,098, p-value 0,922) dan Akuntabilitas Keuangan dengan Kesejahteraan Masyarakat (koefisien 0,028, t-statistic 0,680, p-value 0,497), partisipasi masyarakat tidak menunjukkan pengaruh moderasi yang signifikan

PERAN MODERASI PARTISIPASI MASYARAKAT PADA TRANSPARANSI KEUANGAN, AKUNTABILITAS KEUANGAN ALOKASI DANA DESA DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT (Studi pada Desa Pulau Sapi Kabupaten Malinau)

2025 · Thesis ·

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Transparansi Keuangan, Akuntabilitas Keuangan, dan Pemberdayaan Masyarakat terhadap Kesejahteraan Masyarakat, serta mengevaluasi peran moderasi Partisipasi Masyarakat dalam hubungan antar variabel tersebut di Desa Pulau Sapi, Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert dari 322 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Transparansi Keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kesejahteraan Masyarakat (koefisien 0,269, t-statistic 6,859, p-value 0,000). Akuntabilitas Keuangan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kesejahteraan Masyarakat, meskipun dengan pengaruh yang lebih kecil (koefisien 0,121, tstatistic 2,624, p-value 0,009). Pemberdayaan Masyarakat memberikan pengaruh positif paling kuat terhadap Kesejahteraan Masyarakat (koefisien 0,435, t-statistic 8,535, p-value 0,000), menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan faktor utama dalam meningkatkan kesejahteraan. Dalam peran moderasi, Partisipasi Masyarakat menunjukkan pengaruh signifikan pada hubungan antara Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Masyarakat (koefisien 0,133, tstatistic 2,883, p-value 0,004). Namun, pada hubungan Transparansi Keuangan dengan Kesejahteraan Masyarakat (koefisien -0,003, t-statistic 0,098, p-value 0,922) dan Akuntabilitas Keuangan dengan Kesejahteraan Masyarakat (koefisien 0,028, t-statistic 0,680, p-value 0,497), partisipasi masyarakat tidak menunjukkan pengaruh moderasi yang signifikan

ASPEK HUKUM PENERAPAN INAPORTNET DALAM SISTEM PELAYANAN KAPAL DAN BARANG DI PELABUHAN

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui Aspek Hukum Penerapan Inaportnet Dalam Sistem Pelayanan Kapal dan Barang di Pelabuhan. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalah, prinsip-prinsip hukum pelayaran yang mendasari penerapan inaportnet dalam sistem pelayanan kapal dan barang di pelabuhan dan Efektivitas Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 8 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pelayanan Kapal Melalui Inaportnet dengan mengambil studi pada KSOP Pelabuhan Klas III Tarakan. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan studi Kasus (case approach). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Prinsisp-prinsip Penerapan Inaportnet di Pelabuhan dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 154 tahun 2015 tentang Surat Persetujuan Syahbandar (SPS) On line di pelabuhan dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 8 tahun 2022 tentang Tata Cara Pelayanan Kapal Melalui Inaportnet merupakan pengganti atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 192 Tahun 2015 Perubahan atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 157 tahun 2015 tentang Penerapan Inaportnet untuk pelayanan kapal dan barang di Pelabuhan yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan kelancaran arus barang di pelabuhan, memangkas waktu pelayanan menjadi lebih cepat dan efisien, menurunkan biaya logistic dan sebagai langkah transparansi pelayanan di pelabuhan. Sedangkan Efektfitas Penggunaan sistem Inaportnet dalam pelayanan kapal dan barang dipelabuhan sudah cukup baik, namun belum sepenuhnya optimal karena dalam pelaksanaannya masih ditemukan kendala-kendala teknis. Harus ada evaluasi dalam pengunaan sistem inaportnet guna untuk meminimalisir terjadinya error service dalam penerapan system inaportnet dan inaportnet sebagai wadah online dalam pelayanan di kantor KSOP Kelas IIII Kota Tarakan merupakan upaya untuk mempermudah pelayanan kapal sehingga menjadi teratur dam efisien dalam pelayanannya.

ASPEK HUKUM PENERAPAN INAPORTNET DALAM SISTEM PELAYANAN KAPAL DAN BARANG DI PELABUHAN

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui Aspek Hukum Penerapan Inaportnet Dalam Sistem Pelayanan Kapal dan Barang di Pelabuhan. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalah, prinsip-prinsip hukum pelayaran yang mendasari penerapan inaportnet dalam sistem pelayanan kapal dan barang di pelabuhan dan Efektivitas Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 8 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pelayanan Kapal Melalui Inaportnet dengan mengambil studi pada KSOP Pelabuhan Klas III Tarakan. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan studi Kasus (case approach). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Prinsisp-prinsip Penerapan Inaportnet di Pelabuhan dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 154 tahun 2015 tentang Surat Persetujuan Syahbandar (SPS) On line di pelabuhan dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 8 tahun 2022 tentang Tata Cara Pelayanan Kapal Melalui Inaportnet merupakan pengganti atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 192 Tahun 2015 Perubahan atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 157 tahun 2015 tentang Penerapan Inaportnet untuk pelayanan kapal dan barang di Pelabuhan yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan kelancaran arus barang di pelabuhan, memangkas waktu pelayanan menjadi lebih cepat dan efisien, menurunkan biaya logistic dan sebagai langkah transparansi pelayanan di pelabuhan. Sedangkan Efektfitas Penggunaan sistem Inaportnet dalam pelayanan kapal dan barang dipelabuhan sudah cukup baik, namun belum sepenuhnya optimal karena dalam pelaksanaannya masih ditemukan kendala-kendala teknis. Harus ada evaluasi dalam pengunaan sistem inaportnet guna untuk meminimalisir terjadinya error service dalam penerapan system inaportnet dan inaportnet sebagai wadah online dalam pelayanan di kantor KSOP Kelas IIII Kota Tarakan merupakan upaya untuk mempermudah pelayanan kapal sehingga menjadi teratur dam efisien dalam pelayanannya.

ANALISIS PENDAPATAN DAN PEMASARAN CABAI RAWIT DI KELURAHAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstract Cayenne pepper is one of the potential commodities in Juata Laut Tarakan. The research objectives were (1) to investigate the income of cayenne pepper farming; (2) to describe the marketing channel of cayenne pepper, (3) to identify the marketing margin of cayenne pepper (4) to describe the level of marketing efficiency of cayenne pepper farming. The researcher employed simple random sampling with 30 cayenne pepper farmers. The research instruments were observation, interviews, and documentation. The data analysis methods used income analysis, marketing output analysis, marketing margin analysis, farmer's share, and marketing efficiency analysis. The research revealed that: (1) farmers' average total income per growing season was Rp. 9,496,158, (2) There were two marketing channels. First, cayenne pepper farmers-traders collectors-consumers. Second, cayenne pepper farmers-collectors-traders-retailers-consumers. Based on the margin calculation, the first and second total marketing margins had the same value, Rp. 40,000 per kilogram with a farmer's share was 67%, so both marketing channels can be revealed to be efficient because the percentage value of the farmer's share was more than 50%. Based on the calculation of the marketing efficiency of cayenne pepper. It can be concluded that marketing channels I and II obtained 33% efficiency score.