Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MUTIARA

34 karya publik ditemukan.

2026: 152025: 72024: 42022: 32021: 5

EFEKTIVITAS PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PEREDARAN SEDIAAN FARMASI ILEGAL DI KOTA TARAKAN

2025 · Book ·

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penegakan hukum terhadap peredaran sediaan farmasi ilegal di Kota Tarakan, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pengawasan dan penegakan hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah empiris dengan pendekatan kualitatif, melibatkan wawancara dengan instansi terkait seperti Polres Kota Tarakan dan BPOM Kota Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penegakan hukum masih rendah, dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk regulasi yang ada, peran penegak hukum, sarana dan fasilitas, serta kesadaran masyarakat. peredaraan sediaan farmasi ilegal diatur dalam undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang kesehata, dan Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, Meskipun terdapat undang-undang yang mengatur sanksi bagi pelanggar, implementasinya di lapangan masih belum maksimal, dengan banyak kasus yang hanya berujung pada sanksi administratif. efektivitas penegakan hukum masih rendah, karena masih ada kendala dalam proses penegakan hukum yang disebabkan oleh keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya sarana dan prasarana pendukung, lemahnya koordinasi antarinstansi, serta rendahnya kesadaran masyarakat mengenai bahaya penggunaan sediaan farmasi ilegal. Letak geografis Kota Tarakan yang berbatasan langsung dengan Malaysia juga menjadi faktor yang memudahkan masuknya produk ilegal melalui jalur tidak resmi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan kapasitas pengawasan, edukasi masyarakat, dan kerjasama antar instansi untuk mengatasi peredaran sediaan farmasi ilegal secara efektif. Dengan demikian, diharapkan kesehatan masyarakat dapat terlindungi dari risiko yang ditimbulkan oleh sediaan farmasi ilegal.

EFEKTIVITAS PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PEREDARAN SEDIAAN FARMASI ILEGAL DI KOTA TARAKAN

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penegakan hukum terhadap peredaran sediaan farmasi ilegal di Kota Tarakan, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pengawasan dan penegakan hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah empiris dengan pendekatan kualitatif, melibatkan wawancara dengan instansi terkait seperti Polres Kota Tarakan dan BPOM Kota Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penegakan hukum masih rendah, dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk regulasi yang ada, peran penegak hukum, sarana dan fasilitas, serta kesadaran masyarakat. peredaraan sediaan farmasi ilegal diatur dalam undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang kesehata, dan Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, Meskipun terdapat undang-undang yang mengatur sanksi bagi pelanggar, implementasinya di lapangan masih belum maksimal, dengan banyak kasus yang hanya berujung pada sanksi administratif. efektivitas penegakan hukum masih rendah, karena masih ada kendala dalam proses penegakan hukum yang disebabkan oleh keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya sarana dan prasarana pendukung, lemahnya koordinasi antarinstansi, serta rendahnya kesadaran masyarakat mengenai bahaya penggunaan sediaan farmasi ilegal. Letak geografis Kota Tarakan yang berbatasan langsung dengan Malaysia juga menjadi faktor yang memudahkan masuknya produk ilegal melalui jalur tidak resmi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan kapasitas pengawasan, edukasi masyarakat, dan kerjasama antar instansi untuk mengatasi peredaran sediaan farmasi ilegal secara efektif. Dengan demikian, diharapkan kesehatan masyarakat dapat terlindungi dari risiko yang ditimbulkan oleh sediaan farmasi ilegal.

Hubungan Tingkat Stres dengan Siklus Menstruasi pada Remaja di SMAN 1 Malinau

2024 · Book ·

Remaja di SMAN 1 Malinau dari 10 siswi, terdapat 8 remaja yang mengalami stres akibat banyak kesibukan dan tugas-tugas yang diperoleh. Remaja yang mengalami stres ini ternyata diantaranya 5 orang mengalami perubahan siklus menstruasi, ada yang siklus 21 hari dan > 35 hari. Menstruasi adalah perdarahan periodik wanita akibat luruhnya lapisan endometrium rahim yang tidak terbuahi, menstruasi normal 21–35 hari. Stres adalah respon fisik dan psikologis terhadap tuntutan yang menimbulkan ketegangan dan mengganggu keseimbangan aktivitas sehari-hari. Kondisi stres membuat HPA (Hypothalamic Pituitary Adrenal) meningkat, menyebabkan hipotalamus mengeluarkan CRH(Corticotropic Releasing Hormone). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat stres, siklus menstruasi dan hubungan tingkat stres dengan siklus menstruasi. Desain penelitian menggunakan desain pendekatan cross sectional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner tingkat stres PSS 10 dan kuesioner menstruasi. Hasil penelitian di dapatkan rata- rata , siklus menstruasi normal yaitu 21-35 hari 60.5% siklus pendek 23.4%, siklus Panjang 16.1%, dan tingkat stres yang paling banyak yaitu stres sedang 64,5%, stres berat 25,0% dan stres ringan 10,5% dan tidak ada hubungan antara tingkat stres dan siklus menstruasi ( P= 0. 326 > 0.05).

Hubungan Tingkat Stres dengan Siklus Menstruasi pada Remaja di SMAN 1 Malinau

2024 · Thesis ·

Remaja di SMAN 1 Malinau dari 10 siswi, terdapat 8 remaja yang mengalami stres akibat banyak kesibukan dan tugas-tugas yang diperoleh. Remaja yang mengalami stres ini ternyata diantaranya 5 orang mengalami perubahan siklus menstruasi, ada yang siklus 21 hari dan > 35 hari. Menstruasi adalah perdarahan periodik wanita akibat luruhnya lapisan endometrium rahim yang tidak terbuahi, menstruasi normal 21–35 hari. Stres adalah respon fisik dan psikologis terhadap tuntutan yang menimbulkan ketegangan dan mengganggu keseimbangan aktivitas sehari-hari. Kondisi stres membuat HPA (Hypothalamic Pituitary Adrenal) meningkat, menyebabkan hipotalamus mengeluarkan CRH(Corticotropic Releasing Hormone). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat stres, siklus menstruasi dan hubungan tingkat stres dengan siklus menstruasi. Desain penelitian menggunakan desain pendekatan cross sectional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner tingkat stres PSS 10 dan kuesioner menstruasi. Hasil penelitian di dapatkan rata- rata , siklus menstruasi normal yaitu 21-35 hari 60.5% siklus pendek 23.4%, siklus Panjang 16.1%, dan tingkat stres yang paling banyak yaitu stres sedang 64,5%, stres berat 25,0% dan stres ringan 10,5% dan tidak ada hubungan antara tingkat stres dan siklus menstruasi ( P= 0. 326 > 0.05).

ANALISIS YURIDIS TERHADAP PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL DALAM RANGKA PERLINDUNGAN HUKUM WARGA NEGARA

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Analisis Yuridis Terhadap Pelayanan Administrasi Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Dalam Rangka Perlindungan Hukum Warga Negara Mutiara Ajang Pemerintah kabupaten/kota berkewajiban dan bertanggung jawab menyelenggarakan urusan administrasi kependudukan, yang dilakukan oleh bupati/ walikota dengan kewenangan meliput koordinasi penyelenggaraan administratif kependudukan dan Pembentukan instansi pelaksana yang tugas dan fungsinya di bidang administrasi kependudukan. Adapun rumusan masalah Dalam penelitian ini adalah; Pembagian kewenangan administrasi pencatatan sipil antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dan pelayanan administrasi pencatatan sipil dalam kerangka perlindungan hukum warga Negara Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian yuridis normatif dengan menggunakan bahan hukum primer dan skunder serta menggunakan metode pendekatan konseptual dan pendekatan perundang-undangan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ; kewenangan pemerintah ousat dalam bidang administrasi pencatatan sipil adalah sebagai koordinasi antar instansi; penetapan sistem, pedoman dan standar pelaksanaannya, sosialisasi, pemberian bimbingan, supervisi dan konsultasi dalam rangka peningkatan mutu pengelolanya, pengelolaan dan penyajian data secara nasional.sedangkan kewenangan pemerintah daerah adalah Koordinasi penyelenggaraan Administrasi Kependudukan; Pembentukan Instansi Pelaksana yang tugas dan fungsinya di bidang Administrasi; Pengaturan teknis penyelenggaraan Administrasi,Pembinaan dan sosialisasi penyelenggaraan Administrasi,Pelaksanaan kegiatan pelayanan rnasyarakat di bidang Administrasi; Penugasan kepada Kepada Desa/Lurah untuk menyelenggarakan sebagian urusan Administrasi Kependudukan berdasarkan asas tugas Pembantuan; Pengelolaan dan penyajian Data Kependudukan berskala Kabupaten/Kota; dan Koordinasi pengawasan atas penyelenggaraan Administrasi Kependudukan. Kata Kunci, Administrasi kependudukan, Catatan Sipil, Perlindungan Hukum, warga negara

ANALISIS YURIDIS TERHADAP PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL DALAM RANGKA PERLINDUNGAN HUKUM WARGA NEGARA

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Analisis Yuridis Terhadap Pelayanan Administrasi Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Dalam Rangka Perlindungan Hukum Warga Negara Mutiara Ajang Pemerintah kabupaten/kota berkewajiban dan bertanggung jawab menyelenggarakan urusan administrasi kependudukan, yang dilakukan oleh bupati/ walikota dengan kewenangan meliput koordinasi penyelenggaraan administratif kependudukan dan Pembentukan instansi pelaksana yang tugas dan fungsinya di bidang administrasi kependudukan. Adapun rumusan masalah Dalam penelitian ini adalah; Pembagian kewenangan administrasi pencatatan sipil antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dan pelayanan administrasi pencatatan sipil dalam kerangka perlindungan hukum warga Negara Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian yuridis normatif dengan menggunakan bahan hukum primer dan skunder serta menggunakan metode pendekatan konseptual dan pendekatan perundang-undangan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ; kewenangan pemerintah ousat dalam bidang administrasi pencatatan sipil adalah sebagai koordinasi antar instansi; penetapan sistem, pedoman dan standar pelaksanaannya, sosialisasi, pemberian bimbingan, supervisi dan konsultasi dalam rangka peningkatan mutu pengelolanya, pengelolaan dan penyajian data secara nasional.sedangkan kewenangan pemerintah daerah adalah Koordinasi penyelenggaraan Administrasi Kependudukan; Pembentukan Instansi Pelaksana yang tugas dan fungsinya di bidang Administrasi; Pengaturan teknis penyelenggaraan Administrasi,Pembinaan dan sosialisasi penyelenggaraan Administrasi,Pelaksanaan kegiatan pelayanan rnasyarakat di bidang Administrasi; Penugasan kepada Kepada Desa/Lurah untuk menyelenggarakan sebagian urusan Administrasi Kependudukan berdasarkan asas tugas Pembantuan; Pengelolaan dan penyajian Data Kependudukan berskala Kabupaten/Kota; dan Koordinasi pengawasan atas penyelenggaraan Administrasi Kependudukan. Kata Kunci, Administrasi kependudukan, Catatan Sipil, Perlindungan Hukum, warga negara

Analisis Usaha Tani Buah Melon (Cucumis melo L.) Di Kota Tarakan (Studi Kasus Pada Kelompok Tani Flora Dan Fauna Mandiri Di Kelurahan Juata Permai Kecamatan Tarakan Utara)

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bermaksud menjawab tiga tujuan terkait Analisis Usaha Tani Buah Melon (Cucumis Melo L.) Di Kota Tarakan (Studi Kasus Pada Kelompok Tani Flora Dan Fauna Mandiri Di Kelurahan Juata Permai KecamatanTarakan Utara). Pertama, bagaimana karakteristik Kelompok Tani Flora dan Fauna Mandiri?. Kedua, berapa besar biaya produksi, penerimaan, pendapatan usahatani buah melon Kelompok Tani Flora dan Fauna Mandiri di Kelurahan Juata Permai?. Ketiga, Bagaimana kelayakan usaha tani buah melon Kelompok Tani Flora dan Fauna Mandiri di Kelurahan Juata Permai?. Metode penentuan sampel menggunakan metode sensus. Sampel dalam penelitian ini adalah petani buah melon di Kelompok Tani Flora Dan Fauna Mandiri. Adapun analisis data yang digunakan analisis deskriptif statistik, analisis usaha tani dan analisis kelayakan usaha tani yaitu R/C ratio dan BEP. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: pertama, diketahui karakteristik petani buah di Kelompok Tani Flora dan Fauna Mandiri berdasarkan umur, pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, luas lahan, dan status kepemilikan lahan. Kedua, rata-rata besar biaya produksi sebesar Rp. 17.738.230. Penerimaan sebesar Rp.96.375.000 dan Pendapatan sebesar Rp. 78.636.770. Ketiga, usaha tani buah melon secara finansial layak untuk diusahakan dan dikembangkan ditinjau dari kriteria kelayakan R/C ratio yakni R/C > 1 yaitu sebesar 5 dan berdasarkan analisis Break Even Point yaitu BEP Produksi sebesar 56 Kg, BEP Harga sebesar Rp.2.761, dan BEP Penerimaan sebesar Rp.843.558.

Analisis Usaha Tani Buah Melon (Cucumis melo L.) Di Kota Tarakan (Studi Kasus Pada Kelompok Tani Flora Dan Fauna Mandiri Di Kelurahan Juata Permai Kecamatan Tarakan Utara)

2022 · Thesis ·

Penelitian ini bermaksud menjawab tiga tujuan terkait Analisis Usaha Tani Buah Melon (Cucumis Melo L.) Di Kota Tarakan (Studi Kasus Pada Kelompok Tani Flora Dan Fauna Mandiri Di Kelurahan Juata Permai KecamatanTarakan Utara). Pertama, bagaimana karakteristik Kelompok Tani Flora dan Fauna Mandiri?. Kedua, berapa besar biaya produksi, penerimaan, pendapatan usahatani buah melon Kelompok Tani Flora dan Fauna Mandiri di Kelurahan Juata Permai?. Ketiga, Bagaimana kelayakan usaha tani buah melon Kelompok Tani Flora dan Fauna Mandiri di Kelurahan Juata Permai?. Metode penentuan sampel menggunakan metode sensus. Sampel dalam penelitian ini adalah petani buah melon di Kelompok Tani Flora Dan Fauna Mandiri. Adapun analisis data yang digunakan analisis deskriptif statistik, analisis usaha tani dan analisis kelayakan usaha tani yaitu R/C ratio dan BEP. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: pertama, diketahui karakteristik petani buah di Kelompok Tani Flora dan Fauna Mandiri berdasarkan umur, pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, luas lahan, dan status kepemilikan lahan. Kedua, rata-rata besar biaya produksi sebesar Rp. 17.738.230. Penerimaan sebesar Rp.96.375.000 dan Pendapatan sebesar Rp. 78.636.770. Ketiga, usaha tani buah melon secara finansial layak untuk diusahakan dan dikembangkan ditinjau dari kriteria kelayakan R/C ratio yakni R/C > 1 yaitu sebesar 5 dan berdasarkan analisis Break Even Point yaitu BEP Produksi sebesar 56 Kg, BEP Harga sebesar Rp.2.761, dan BEP Penerimaan sebesar Rp.843.558.

Penggunaan Bahasa Iklan Pada Media Luar Ruang di Kota Tarakan Menurut Kaidah Bahasa Indonesia

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan bahasa iklan pada media luar ruang di kota Tarakan menurut kaidah bahasa Indonesia pada bidang ejaan yang mencakup penggunaan huruf, penulisan kata, penggunaan tanda baca, serta penulisan unsur serapan. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berjumlah 71 iklan media luar ruang berupa spanduk dan baliho yang berada di Jalan Yos Sudarso, Jalan Gajah Mada, Jalan Mulawarman, serta Jalan Jendral Sudirman. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah teknik observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 201 data yang penggunaan bahasanya tidak sesuai kaidah ejaan bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa yang tidak sesuai tersebut terbagi atas 25 data pemakaian huruf yaitu 23 kesalahan penulisan huruf kapital dan dua kesalahan penulisan huruf tebal. 130 data penulisan kata yaitu 115 kesalahan pada penulisan kata baku atau asing, satu kesalahan pada penggabungan kata, lima kesalahan pada penulisan kata depan, dua kesalahan penulisan partikel, serta tujuh kesalahan penulisan singkatan dan akronim. 37 data penggunaan tanda baca yaitu tujuh kesalahan penggunaan tanda koma (,), satu kesalahan penggunaan tanda titik dua (:), delapan belas kesalahan penggunaan tanda hubung (-), lima kesalahan penggunaan tanda seru (!), serta enam kesalahan penggunaan tanda elipsis (…). Sembilan data penulisan unsur serapan yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Dari semua data, yang paling banyak ditemukan kesalahan penggunaan bahasanya ialah kesalahan dalam penulisan kata berupa kesalahan penulisan kata baku atau asing sebanyak 115 data.

Penggunaan Bahasa Iklan Pada Media Luar Ruang di Kota Tarakan Menurut Kaidah Bahasa Indonesia

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan bahasa iklan pada media luar ruang di kota Tarakan menurut kaidah bahasa Indonesia pada bidang ejaan yang mencakup penggunaan huruf, penulisan kata, penggunaan tanda baca, serta penulisan unsur serapan. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berjumlah 71 iklan media luar ruang berupa spanduk dan baliho yang berada di Jalan Yos Sudarso, Jalan Gajah Mada, Jalan Mulawarman, serta Jalan Jendral Sudirman. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah teknik observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 201 data yang penggunaan bahasanya tidak sesuai kaidah ejaan bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa yang tidak sesuai tersebut terbagi atas 25 data pemakaian huruf yaitu 23 kesalahan penulisan huruf kapital dan dua kesalahan penulisan huruf tebal. 130 data penulisan kata yaitu 115 kesalahan pada penulisan kata baku atau asing, satu kesalahan pada penggabungan kata, lima kesalahan pada penulisan kata depan, dua kesalahan penulisan partikel, serta tujuh kesalahan penulisan singkatan dan akronim. 37 data penggunaan tanda baca yaitu tujuh kesalahan penggunaan tanda koma (,), satu kesalahan penggunaan tanda titik dua (:), delapan belas kesalahan penggunaan tanda hubung (-), lima kesalahan penggunaan tanda seru (!), serta enam kesalahan penggunaan tanda elipsis (…). Sembilan data penulisan unsur serapan yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Dari semua data, yang paling banyak ditemukan kesalahan penggunaan bahasanya ialah kesalahan dalam penulisan kata berupa kesalahan penulisan kata baku atau asing sebanyak 115 data.

.

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

.

IDENTIFIKASI PENGARUH PENERAPAN MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP KINERJA PEKERJA KONSTRKSI (STUDI KASUS PROYEK PEMBANGUNAN POS LINTAS BATAS NEGARA (PLBN) SEI PANCANG, SEBATIK)

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

IDENTIFIKASI PENGARUH PENERAPAN MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP KINERJA PEKERJA PROYEK KONSTRUKSI ( STUDI KASUS PADA PROYEK PEMBANGUNAN POS LINTAS BATAS NEGARA(PLBN) SEI PANCANG, SEBATIK) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang berpengaruh dan yang dominan terhadap kinerja pekerja kontruksi pada Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Sebatik. Pelaksanaan penelitian ini dimulai pada Juni 2021, untuk lokasi penelitian di proyek Pembangunan PLBN Sei Pancang Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, metode penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data dengan analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, dan analisi faktor. Berdasarkan analisis faktor terbentuk 22 faktor yang mempengaruhi Keselematan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap kinerja pekerja proyek pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sei Pancang, Sebatik. Terdapat 4 faktor dominan yang mempengaruhi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap kinerja Pekerja proyek pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sei Pancang, Sebatik yaitu, pekerja termotivasi karena program kerja K3, pekerja telah mengutamakan K3, pekerja tidak bosan melakukan pekerjaan yang berulang-ulang dan pekerja puas dengan keamanan lingkungan kerja (alat pengaman, kebersihan, pencahayaan). Kata kunci : Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Kinerja

Asuhan Keperawatan Pada Ny. W Dengan Masalah Utama Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran Di Puskesmas Kota Tarakan

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang dapat mempengaruhi fungsi otak manusia, mempengaruhi emosional, tingkah laku serta dapat mempengaruhi fungsi normal kognitif. Halusinasi merupakan salah satu gejala gangguan jiwa skizofrenia dimana seseorang akan mengalami perubahan pada persepsi sensori, merasakan sensasi yang palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan dan penciuman. Halusinasi Pendengaran adalah klien mendengar suara-suara yang tidak berhubungan dengan stimulasi nyata yang orang lain tidak mendengarnya. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Ny W. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Ny. “W”. Hasil pengkajian klien terdapat 4 masalah keperawatan yaitu: Gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, gangguan konsep diri: harga diri rendah, risiko perilaku kekerasan, dan koping individu tidak efektif dan 3 diagnosa keperawatan yaitu gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, gangguan konsep diri: harga diri rendah dan risiko perilaku kekerasan.. Kesimpulan: penulis menemukan kesenjangan yang ada pada kasus tetapi tidak ada pada teori yaitu pada kasus klien terdapat diagnosa gangguan konsep diri: harga diri rendah tetapi pada teori untuk pasien gangguan persepsi sensori: halusinasi tidak ada diagnosa gangguan konsep diri: harga diri rendah. Pada saat pelaksanaan ada satu diagnosa yang intervensinya belum teratasi yaitu harga diri rendah. Proses asuhan keperawatan klien klien membutuhkan stimulus dari orang disekitar, untuk melakukan tindakan keperawatan klien mampu melakukan dengan benar, intervensi dipertahankan dan dilanjutkan secara mandiri oleh klien di rumah. Diharapkan keluarga dan perawat puskesmas mampu membimbing klien melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan agar indikator dapat teratasi.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. A DENGAN DIABETIC FOOT DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

2021 · Thesis ·

ABSTRAK Diabetic Foot Ulcer yaitu penyakit pada penderita diabetes dengan karakteristik adanya neuropati sensorik, motorik, otonom dan juga gangguan makrovaskular dan mikrovaskuler. Diabetic Foot Ulcer merupakan salah satu komplikasi kronik diabetes melitus yang sering dijumpai dan ditakuti. Hal ini disebabkan karena pengelolaan ulkus kaki diabetik dapat berakhir dengan amputasi bahkan kematian. Diabetic Foot Ulcer merupakan penyebab utama penderita diabetes dirawat di rumah sakit. Latar belakang penulis menyusun Laporan Tugas Akhir ini adalah untuk melakukan asuhan keperawatan menggunakan kajian studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi pada pasien dengan Diabetic Foot Ulcer Diabetes Melitus Tipe 2. Tujuan umum penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah memahami tentang konsep dan teori yang berkaitan dengan Diabetic Foot Diabetes Melitus Tipe 2 dan memperoleh pengalaman yang nyata tentang pelaksanaan Asuhan Keperawatan pada klien Tn. A dengan diagnosis Diabetic Foot Diabetes Melitus Tipe 2 di ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan dari tanggal 8 April 2021 sampai dengan 9 April 2021. Hasil yang didapatkan terdapat enam diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Tn. A yaitu, nyeri akut, ketidakstabilan kadar glukosa darah, gangguan integritas jaringan, gangguan mobilitas fisik, gangguan pola tidur dan defisit pengetahuan. Penulis menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang terdapat antara teori dan kasus pada Tn. A dimulai dari pengkajian enam, diagnosis enam, intervensi harus disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana dan evaluasi hasil yang didapatkan tiga diagnosis yang teratasi, dua masalah teratasi sebagian dan satu masalah belum teratasi.