Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2024Versi 1

Hubungan Tingkat Stres dengan Siklus Menstruasi pada Remaja di SMAN 1 Malinau

•1 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Remaja di SMAN 1 Malinau dari 10 siswi, terdapat 8 remaja yang mengalami stres akibat banyak kesibukan dan tugas-tugas yang diperoleh. Remaja yang mengalami stres ini ternyata diantaranya 5 orang mengalami perubahan siklus menstruasi, ada yang siklus 21 hari dan > 35 hari. Menstruasi adalah perdarahan periodik wanita akibat luruhnya lapisan endometrium rahim yang tidak terbuahi, menstruasi normal 21–35 hari. Stres adalah respon fisik dan psikologis terhadap tuntutan yang menimbulkan ketegangan dan mengganggu keseimbangan aktivitas sehari-hari. Kondisi stres membuat HPA (Hypothalamic Pituitary Adrenal) meningkat, menyebabkan hipotalamus mengeluarkan CRH(Corticotropic Releasing Hormone). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat stres, siklus menstruasi dan hubungan tingkat stres dengan siklus menstruasi. Desain penelitian menggunakan desain pendekatan cross sectional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner tingkat stres PSS 10 dan kuesioner menstruasi. Hasil penelitian di dapatkan rata- rata , siklus menstruasi normal yaitu 21-35 hari 60.5% siklus pendek 23.4%, siklus Panjang 16.1%, dan tingkat stres yang paling banyak yaitu stres sedang 64,5%, stres berat 25,0% dan stres ringan 10,5% dan tidak ada hubungan antara tingkat stres dan siklus menstruasi ( P= 0. 326 > 0.05).

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Hubungan Tingkat Stres dengan Siklus Menstruasi pada Remaja di SMAN 1 Malinau2024 · oai:ais:library-item:30981