2021 · Thesis ·
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu produk berupa animasi 2 dimensi (Animaker) dan untuk mengetahui keefektifan media dan model penelitian yang dimodifikasi oleh Borg and Gall. Tahapan pengembangan dalam penelitian ini diawali dengan mencari potensi dan masalah, mengumpulkan data, mendesain produk, melakukan validasi desain, revisi produk, setelah itu di diujicobakan untuk melakukan tes hasil belajar dan memberikan penilaian produk pada peserta didik, tahap akhir ialah melakukan revisi produk agar menjadi lebih baik. Analisis data dilakukan dengan deskriptif persentase dan analisis inferensial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media yang dikembangkan telah memenuhi kelayakan dan memenuhi syarat yang digunakan sebagai media video animasi 2 dimensi (Animaker). Hal tersebut dapat dilihat dari hasil validasi materi sebesar 90%, hasil validasi media sebesar 95% dan hasil validasi bahasa sebesar 82,5% serta hasil respon peserta didik sebesar 83%. Hasil perhitungan diperoleh pada α = 5 % dengan dk=21-1 = 20 diperoleh t tabel = 2,086. Didapat t hitung = 7,468 ≥ t tabel = 2,086. Karena t hitung ≥ t tabel maka hipotesis (Ha) diterima. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media video animasi pembelajaran ini layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran berdasarkan tabel presentase kelayakan.
2021 · Thesis ·
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bahan baku, modal, jam kerja, dan tenaga kerja terhadap pendapatan usaha Industri Roti “NAJWA BAKERY” di Juata Kerikil. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode analasis regresi linear berganda. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui cara wawancara terhadap narasumber, kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini adalah usaha roti Najwa Bakery karena dalam penelitian ini menggunakan studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai persamaa model untuk untuk Koefisien β1 (Bahan Baku) adalah sebesar -0.638, koefisien β2 (Modal) sebesar 0.591, koefisien β3 (Jam Kerja) sebesar -1.079, dan koefisien β4 (Tenaga Kerja) sebesar 0.271. Nilai R Square (R2) sebesar 0.828, dapat disimpulkan bahwa Bahan Baku (X1), Modal (X2), Jam Kerja (X3), dan Tenaga Kerja (X4) berpengaruh besar 82.8% terhadap Pendapatan (Y), sedangkan 17.2% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang penulis mengangkat judul ini adalah dikarenakan maraknya perdagangan illegal dikarena kondisi diwilayah perbatasan dikarenakan kurangnya pengawasan serta tidak relevannya penerapan perjanjian perdagangan perbatasan Border Trade Agreement 1970 dimasa sekarang demi pemenuhan kebutuhan masyarakat perbatasan. Ketimpangan tersebut berkaitan dengan undang-undang perdagangan apakah sudah menyesuaikan dengan perjanjian perdagangan lintas batas yaitu Border Trade Agreement 1970 serta akibat hukum yang ditimbulkan dari adanya undang-undang nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan terhadap Border Trade Agreement 1970. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang perdagangan yang ada diwilayah perbatasan. Metode penelitian yang penulis gunakan dalam skripsi ini adalah penelitian hukum normatif. Dalam tahap analisis data, penulis menggunakan metode penyajian data secara kualitatif yaitu berasal dari data primer maupun sekunder yang disusun secara sistematis. Selanjutnya penulis melakukan analisa, dari data dan teori serta pendapat para ahli yang berkaitan dengan penelitian ini. Tahap selanjutnya adalah penarikan kesimpulan yang penulis lakukan secara induktif, yakni penarikan kesimpulan dari hal-hal yang bersifat khusus kepada hal-hal yang bersifat umum. Hasil penelitian penulis simpulkan bahwa penerapan undang-undang perdagangan di wilayah perbatasan menyesuaikan dengan perjanjian bilateral Border Trade Agreement 1970. Akibat hukum yang ditimbulkan adanya undang-undang perdagangan terhadap Border Trade Agreement 1970 yaitu disusunnya aturan pelaksana dalam bentuk Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2019 Tentang Perdagangan Perbatasan demi terlaksananya perjanjian perdagangan perbatasan dengan baik dengan pengawasan
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. B DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II POST DEBRIDEMENT ULKUS PEDIS DIRUANG DAHLIA A RUMAH SAKIT UMUM TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA ABSTRAK Diabetes melitus(DM) adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara relatif dari kerja insulin. Gejala dalam penyakit DM yang biasa muncul adalah polidipsi, poliuri, polifagi, penurunan berat badan dan kesemutan.Indonesia merupakan Negara yang memiliki prevalensi tertinggi dalam kasus terjadinya penyakitDiabetes Melitus yaitu sebesar 8,3% dengan 387 juta kasus setiap tahunnya, laporan International Diabetes Federation (IDF), Indonesia termasuk dalam 10 negara terbesar penderita Diabetes Melitus dan berada diurutan ke-7 dengan jumlah penderita sebanyak 8,5 juta orang.Berdasarkan hasil Riskesdas (2018), prevalensi Diabetes Melitusdi Indonesia pada tahun 2018 sebesar 2,0%, sedangkan prevalensi pada Kalimantan Utara (kaltara) sebesar 5,2%. penyakit DM dapat berdampak buruk menjadi ulkus kaki diabetik yang merupakan komplikasi metabolic dari diabetes melitus dengan hasil prevalensi di Indonesia mencapai 4-10%.Metode penulisan menggunakan metode studi kasus yang menggambarkan keadaan yang sedang terjadi, dan semua kegiatan hanya memusatkan perhatian pada satu kasus secara intensif, dimulai dari pengumpulan data, analisa data, merumuskan masalah, intervensi, implementasi, dan mengevaluasi hasil yang telah dilakukan.Hasil dari penelitian tersebut adalah penulis melakukan asuhan keperawatan pada pasien kelolaan selama tiga hari dengan Diabetes Melitus Tipe II Post Debridement Ulkus Pedisyang mencakup mulai dari pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi dan evaluasi. Diagnosis pada pasien kelolaan ditemukan tiga yaitu: ketidakstabilan kadar glukosa darah, Nyeri akut, dan Gangguan pola tidur. Kesimpulan, penulis melakukan asuhan keperawatan pada pasien dengan diabetes melitus tipe IIpost debridement ulkus pedissesuai dengan tugas perawat sebagai care giver yang memberikan asuhan keperawatan secara kompherensif.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pertimbangan Hakim Pada Putusan Pelaku Residivis Anak Pelaku Tindak Pidana Pencurian. (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Negeri Tarakan Nomor : 24/Pid.Sus- Anak/2017/PN.Tar). “Arif Rohman, S.HI.L.L., M dan Mawardi Khairi, S.H., M.H. Anak sebagai pelaku tindak pidana memerlukan perhatian yang khusus dari semua pihak, mengingat anak adalah aset bangsa dan perkembangan masa depannya masih panjang. Kenakalan anak dapat di artikan sebagai perbuatan melanggar norma hukum dan norma. Salah satu bentuk perbuatan yang terjadi selama ini adalah tindak pidana pencurian berulang kali.. Pada hakekatnya, segala bentuk penanganan terhadap anak yang melanggar hukum harus memprioritaskan kepentingan terbaik untuk anak. Oleh karena itu, keputusan yang diambil hakim harus adil dan proporsional, serta tidak semata-mata dilakukan atas pertimbangan hukum, tapi juga mempertimbangkan faktor lain, seperti kondisi lingkungan sekitar anak, status sosial anak, dan keadaan keluarga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif, yaitu mengkaji undang-undang dan peraturan serta teori-teori hukum yang berkaitan dengan tindak pidana pencurian dan pelaku. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Undang-Undang, pendekatan konseptual , dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa aspek yang dijadikan pertimbangan oleh hakim diantaranya : Pertama, aspek sosial yaitu tidak adanya lembaga-lembaga pendukung untuk anak tersebut. Kedua, asas kemanfatan apakah anak tersebut apabila di penjara akan menjadi lebih baik lagi atau sebaliknya. Putusan Nomor: 24 / Pid.Sus-Anak / 2017 / PN.Tar, terdakwa sebelumnya telah melakukan pencurian dan sedang menjalani hukuman 10 bulan dari kasus sebelumnya 1 tahun 6 bulan Putusan: 4 / Pid.Sus-Anak / 2017 / PN.Tar. karena dalam satu kasus tidak mungkin ada dua keputusan maka kasus baru dibuka dari pengembangan pengungkapan fakta persidangan dalam keputusan sebelumnya. Anak itu berasal dari keluarga yang broken home, di luar rumah anak tersebut bergabung dalam plot seseorang yang suka mencuri. Dalam persidangan hakim sebenarnya tidak ingin anak tersebut dipenjara karena hakim sangat mempertimbangkan perkembangan anak jika anak tersebut dipenjara di lembaga pemasyarakatan. Kata kunci: pencurian, anak, pertimbangan hakim
2019 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penggunaan model pembelajaran Examples Non Examples dalam keterampilan menulis teks deskripsi pada siswa kelas VII SMP Negeri 6 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu yang memiliki kelas kontrol, dengan desain penelitian pretest-posstets control group design, populasi dalam penelitian ini yakni seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 6 Tarakan dengan jumlah 224 siswa. Pengambilan sample pada penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik sample random sampling yang terbagi menjadi dua kelas yaitu kelas VII F sebagai kelas eksperimen dan VII G sebagai kelas kontrol pemilihan kelas tersebut dilakukan dengan cara undian, dalam melakukan pengelolaan data penelitian menggunakan bantuan software SPSS versi 16.0 for windows. Berdasarkan data yang telah diperoleh dari hasil analisis statistik infrensial menggunakan uji independent samples t-test diperoleh thitung 5,983 pada taraf signifikan a=0,05 dan df= 58 diperoleh nilai ttabel 1,671 maka thitung ≥ ttabel (5,983≥ 1,671) artinya Ho ditolak dan Ha diterima sehingga penggunaan model pembelajaran Examples Non Examples efektif dalam keterampilan menulis teks deskripsi pada siswa kelas VII SMP Negeri 6 Tarakan. Model pembelajaran Examples Non Examples sangat efektif dalam proses belajar mengajar hal tersebut dikarenakan model pembelajaran ini melatih cara berpikir siswa untuk dapat menemukan solusi dari materi yang di sajikan oleh peneliti dengan menggunakan gambar sebagai media, berbeda dengan siswa yang belajar menggunakan metode pembelajaran konvensional. Proses belajar mengajar pada kelas eksperimen lebih berpusat pada siswa, di mana siswa didorong lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar dan guru hanya sebagai fasilitator. Pada kelas kontrol kegiatan belajar mengajar berpusat pada guru sehingga siswa kurang aktif dalam proses kegiatan belajar mengajar.