2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator kesehatan suatu bangsa. Kematian ibu merupakan kematian seorang wanita yang dapat disebabkan pada saat kondisi hamil atau menjelang 42 hari setelah persalinan. Melakukan asuhan komprehensif yaitu menejemen kebidanan mulai dari ibu hamil, bersalin, sampai bayi baru lahir sehingga persalinan dapat berlangsung dengan aman dan bayi yang dilahirkan selamat dan sehat sampai dengan masa nifas. Pengawasan atau pendampingan pada Asuhan Komrehensif ini bertujuan agar dapat mendeteksi secara dini adakah komplikasi yang dialami pada saat dilakukan asuhan komprehensif tersebut. Melakukan asuhan pelayanan secara komprehensif sesuai standar pelayanan kebidanan pada Ny. F sejak hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir. Asuhan yang diberikan pada Ny. F G5P4A0 yaitu asuhan kehamilan sebanyak 2 kali pada usia kehamilan 31 minggu 3 hari dan pada usia kehamilan 32 minggu 3 hari dengan memberikan asuhan standar 10 T. Pada kedua kunjungan tersebut ibu mengeluhkan sakit pada pinggang bagian bawah. Asuhan yang dilakukan pada persalinan yaitu tepat pada tanggal 11 Mei 2021 dengan keluhan perut terasa kencang-kencang dan keluar lendir darah dari jalan lahir. Usia kehamilan 37 minggu 5 hari. Kala 1 berlangsung selama 12 jam, kala II berlangsung 12 menit, Kala III berlangsung selama 8 menit, dan kala IV berlangsung selama 2 jam. Asuhan nifas Ny. F dilakukan pada 6 jam postpartum berjalan dengan normal. Tinggi fundus uteri, kontraksi uterus, proses laktasi, dan pengeluaran lochea, pada masa nifas berjalan secara fisiologis. Observasi pada bayi baru lahir yang dilakukan pada 2 jam setelah bayi lahir. Bayi lahir dengan berat badan 2.900 gram dan panjang badan 48 cm, spontan, tidak ditemukan komplikasi, tidak ada kelainan kongenital, bayi juga melakukan IMD. Berdasarkan asuhan kebidanan komprehensif yang telah dilakukan pada Ny. F, dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan adanya penyulit dan terdapat kesenjangan dengan teori Fitriana yaitu pada kala 1 hanya terjadi dalam 12 jam antara teori dengan praktik asuhan kebidanan pada Ny. F.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang berkualitas dibutuhkan tenaga kesehatan terampil yang didukung tersedianya sarana dan prasarana yang memadai. Sebagai seorang bidan diharapkan dapat memberikan Asuhan Kebidanan Komprehensif dan berkesinambungan dimulai dari kehamilan, persalinan, nifas dan perawatan bayi baru lahir. Kesehatan dan kelangsungan hidup ibu dan bayi sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor pelayanan kebidanan, antara lain asuhan kebidanan yang diberikan oleh tenaga bidan. Pengkajian dilakukan terhadap Ny. W G2P1A0 yaitu melakukan kunjungan Antenatal Care sebanyak 2 kali pada usia kehamilan 37 minggu 1 hari dan 38 minggu. Asuhan yang dilakukan pada persalinan yaitu tepat pada tanggal 01 April 2021, pukul 13.15 WITA. Umur kehamilan 39 minggu. Kala 1 berlangsung selama 4 jam, kala II berlangsung 10 menit, kala III berlangsung selama 7 menit, dan kala IV berlangsung selama 2 jam. Masa nifas Ny. W berjalan dengan normal mulai dari kunjungan 6 jam di mulai tanggal 01 April 2021 sampai 3 hari tanggal 05 April 2021. Tanda-tanda vital, proses involusi, tinggi fundus uteri, kontraksi uterus, proses laktasi, dan pengeluaran lochea, pada masa nifas berjalan secara fisiologis. Observasi pada bayi baru lahir yang dilakukan adalah selama 2 kali. Kunjungan pada bayi baru lahir dilakukan sejak 1 jam setelah lahir sampai dengan 3 hari. Bayi lahir dengan berat 2600 gram normal, spontan, tidak ditemukan komplikasi, tidak ada kelainan kongenital, bayi juga melakukan IMD.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. H DI PUSKESMAS SEBENGKOK KOTA TARAKAN Abstrak Asuhan kebidanan komprehensif merupakan salah satu upaya dalam menurunkan angka kematian ibu serta bayi di dalam suatu wilayah dengan pemberian asuhan secara berkelanjutan dari masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, dan masa nifas. Tujuan dari laporan ini ialah melakukan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. H dari masa kehamilan, bersalin, bayi baru lahir, serta nifas sesuai standar yang ditetapkan dengan pendokumentasian menggunakan metode SOAP. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara dan pengkajian langsung kepada pasien, serta metode ceramah dalam memberikan komunikasi, informasi, dan edukasi. Pengkajian dilakukan terhadap Ny. H G5P4A0 yaitu melakukan kunjungan Antenatal Care sebanyak 2 kali pada usia kehamilan 36 minggu dan pada usia kehamilam 38 minggu 1 hari. Asuhan yang dilakukan pada persalinan yaitu tepat pada tanggal 11 April 2021, pukul 20.00 WITA. Umur kehamilan 40 minggu 4 hari. Kala 1 berlangsung selama 7 jam 30 menit, kala II berlangsung 10 menit, Kala III berlangsung selama 14 menit, dan kala IV berlangsung selama 2 jam. Masa nifas Ny. H berjalan dengan normal pada kunjungan 1 hari pada tanggal 12 April 2021. Tanda-tanda vital, proses involusi, tinggi fundus uteri, kontraksi uterus, proses laktasi, dan pengeluaran lochea, pada masa nifas berjalan secara fisiologis. Observasi pada bayi baru lahir yang dilakukan adalah 2 jam setelah bayi lahir. Bayi lahir dengan panjang badan 50 cm, berat badan 3.100 gram normal, spontan, tidak ditemukan komplikasi, tidak ada kelainan kongenital, bayi juga melakukan IMD. Dari uraian diatas, didapatkan hasil ibu dan bayi dalam keadaan normal dan tidak terjadi kesenjangan antara teori dan praktik. Asuhan kebidanan secara komprehensif yang diberikan oleh bidan menjadi salah satu cara untuk mendeteksi dini resiko serta komplikasi yang mungkin terjadi sehingga dapat dihindari. COMPREHENSIVE MIDWIFE CARE IN Mrs. H IN SEBENGKOK PUBLIC HEALTH CENTER IN TARAKAN CITY Abstract Comprehensive midwifery care is one of the efforts to reduce maternal and infant mortality in an area by providing continuous care from pregnancy, childbirth, new-borns, and the puerperium. The purpose of this report is to provide comprehensive midwifery care for Mrs H from the period of pregnancy, childbirth, new-born, and postpartum according to the standards set by documentation using the SOAP method. The methods used in data collection are interviews and direct assessment of patients, as well as the lecture method in providing communication, information, and education. The study was conducted on Mrs H G5P4A0 which is to conduct Antenatal Care visits 2 times at 36 weeks of gestation and at 38 weeks of 1 day of gestation. The care carried out in childbirth is on April 11, 2021, at 20.00 WITA. 40 weeks 4 days of gestation. Stage 1 lasts 7 hours 30 minutes, Stage II lasts 10 minutes, Stage III lasts 14 minutes, and Stage IV lasts 2 hours. Mrs H walked normally on a 1-day visit on April 12, 2021. Vital signs, involution process, uterine fundal height, uterine contractions, lactation process, and discharge of lochia, during the puerperium were physiological. Observations on new-borns were carried out 2 hours after the baby was born. The baby was born with a body length of 50 cm, normal weight 3.100 grams, spontaneous, no complications were found, no congenital abnormalities, the baby also had an IMD. From the description above, the results of the mother and baby are normal and there is no gap between theory and practice. Comprehensive midwifery care provided by midwives is one way to detect early risks and complications that may occur so that they can be avoided.
2021 · Thesis ·
ABSTRACT According to WHO 2014 AKI report in the world that's 289,000 as of 100,000 lived in the world. The target of Millennium Development Goals (MDGs) in 2015 that 102 per 100,000 AKB born 37 per 1,000 (137), 100 WHO lived on 2015). Comprehensive midwifery are services that are provided to pregnant women, newborns, and nify exertion by using documentation through SOAP. The tutelage of a comprehensive midwifery was provided by midwife, the assessment of the conducted over Mrs. The G2P1A0 took the Antenna Receiving as much as 2 times on the first initial visit at the 36-week pregnancy and 6 weeks WITA at the age of 37 weeks 5 days, the Childbirth occurred at the age of 37 weeks 6 days, when the active phase 5 minutes at 01.55 WITA – 02.00 WITA, 200 WITA, A complete IV of pregnancy 5.005 at the WITA. Nifas 1-time visits and found no problem during childbirth. During the nifas run physiology. Newborn babies were done 1 times of visit and without any identification of any problems. Obesrvation in newborns was 1 hour until negon 3 hours of newborn babies 3,000 grams of normal, the 49 cm long, and directly carried out IMD. The conclusion after a comprehensive Midwifery was capable of lowering the mortality rate caused by complications in pregnancy, childbirth, nifas, and BBL.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT The purpose of this study was to determine the use of language style in the form of repetition in the lyrics of the Paser folk song. This research is in the lyrics a qualitative descriptive. The method used is data analysis. The source of data is a document in the form of the lyrics of the folk song Paser. The data collection technique used in this study is non participant observation, interview, listening, and note-taking, because the data source is in the form of text. The validity used research is triangulation theory, which is research on the same topic using different theories in analyzing data. The data analysis tchniue used in this study uses abalysis of data presentation and discussion. Based on the results of the study, it can be concluded that there are several styles of language in the form of repetition in the lyrics of the Paser folk song. These styles include: anaphora, assonance, alliteration, epistropha and mesodilopsis. The most dominant style of repetition in the lyrics of the Paser folk song is the asonannce style with 32% resultsx i.e. 39 data were found from 175 data. The purpose of using is to create a beautiful effect of sound and to express the atmosphere in accrdance with the content of the song. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemakaian gaya bahasa wujud repetisi pada lirik lagu daerah Paser. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan adalah analisis data. Sumber data adalah dokumen yang berupa lirik lagu daerah Paser. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Observasi non partisipan, wawancara, simak, dan catat, karena sumber datanya berupa teks. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi teori yaitu secara penelitian terhadap topik yang sama dengan menggunakan teori yang berbeda dalam menganalisa data. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis penyajian data dan pembahasan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan gaya bahasa dalam lirik lagu daerah Paser terdapat beberapa gaya bahasa wujud repetisi. Gaya bahasa tersebut antara lain: anafora, asonansi, aliterasi, epistrofa dan mesodilopsis. Gaya bahasa repetisi yang paling dominan pada lirik lagu daerah Paser adalah gaya bahasa asonansi dengan hasil 32% yaitu 39 data ditemukan dari 175 data. Tujuan pemakaian gaya bahasa asonansi dalam lirik lagu daerah Paser yaitu dapat menimbulkan efek keindahan dari bunyi serta dapat mengekspresikan suasana sesuai dengan isi lagu.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Penelitian ini meneliti terkait etnomatematika rumah adat tidung baloy kota Tarakan. Berdasarkan studi pendahuluan di kawasan objek wisata rumah adat Tidung baloy, bahwa terdapat beberapa bagian rumah adat memiliki unsur yang biasa ditemukan pada pembelajaran matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan subjek penelitian menggunakan purposive sample. Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, penerikan kesimpulan, dan triangulasi data untuk membantu dalam menganalisi dan pemeriksaan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa aktivitas etnomatematika pada rumah adat Tidung baloy kota Tarakan. Aktivitas mengukur meliputi: geometri dimensi satu, geometri dimensi dua, geometri dimensi tiga, dan bilangan ganjil. Geometri dimensi satu terdiri dari garis horizontal pada bagian atap depan baloy, garis vertikal pada tiang bagian depan baloy, garis sejajar pada bagian atap depan baloy, dan sudut pada atap samping dan tiang depan baloy. Geometri dimensi dua terdiri dari segitiga pada bagian atap baloy, persegi panjang pada bagian jendela dan pintu baloy, dan trapesium pada bagian atap samping baloy. Geometri dimensi tiga terdiri dari prisma pada bagian atap baloy dan balok pada bagian ruangan baloy. Bilangan ganjil pada bagian tangga baloy. Aktivitas membuat rancang bangun terdapat pada perencanan pembuatan sketsa, penentuan delapan tiang pada tempat sidang, dan kayu ulin sebagai bahan utama dari rumah adat Tidung baloy.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolik yang terjadi akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksinya secara efektif sehingga mengakibatkan terjadinya peningkatan konsentrasi glukosa dalam darah. Tujuan penulis mendapatkan gambaran nyata dalam menerapkan asuhan kepera pada klien Tn. T dengan diabetes melitus. penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Berdasarkan asuhan keperawatan yang dilakukan terdapat kesenjangan antara teori dan diagnosis dan kasus pada pasien Tn. T meliputi tanda dan gejala, daignosis, intervensi, implementasi dan evaluasi. Pada pasien diabetes melitus masalah yang muncul yaitu diagnosis keperawatan Ketidakstabilan kadar glukosa darah, Nyeri akut, Gangguan mobilitas fisik, Gangguan integritas kulit, Defisit perawatan diri. Kesimpulan bahwa terdapat kesenjangan yang terdapat tujuh kesenjangan, pada diagnosis terdapat lima kesenjangan, intervensi harus disesuaikan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang di dapatkan lima diagnosis yang teratasi. Intervensi dideligasikan pada perawat ruang
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.R DENGAN MASALAH UTAMA ISOLASI SOSIAL: MENARIK DIRI DI PUSKESMAS SEBENGKOK KOTA TARAKAN Abstrak Arni Amelia: Asuhan Keperawatan Pada Tn. R Dengan Masalah Utama Isolasi sosial: Menarik Diri Di Puskesmas Sebengkok Tarakan. Isolasi sosial merupakan kondisi kesendirian yang di alami oleh individu dan dipersepsikan disebabkan orang lain dan sebagai kondisi yang negatif dan mengancam. Berdasarkan data rekam medik di Puskesmas Sebengkok Tarakan tahun 2021 yang mengalami isolasi sosial sebanyak 12 orang. Tujuan umum pada penulisan laporan tugas akhir ini adalah mendapatan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan kepada klien Tn. R dengan masalah utama isolasi sosial: Menarik Diri di Puskesmas Sebengkok Tarakan. Metode penulisan ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Pada metode ini, menggunakan pengumpulan data sebagai berikut: wawancara, observasi, studi kepustakaan, studi dokumentasi, hasil: studi kasus yang didapatkan adalah tiga diagnosa keperawatan yang dapat di tegakkan pada Tn.R yaitu isolasi sosial: menarik diri, gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, defisit perawatan diri: berpakaian. Kesimpulan penulis mendapatkan proses pemecahan masalah pada Tn.R dengan tiga diagnosa isolasi sosial: menarik diri, gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, defisit perawatan diri: berpakaian, ada satu diagnosa yang dapat teratasi sehingga rencana tindak lanjut di pertahankan namun satu diagnosa yang belum teratasi, rencana tindak lanjut harus di lanjutkan oleh Tn.R sehingga indikator dapat tercapai. Saran: Dianjurkan pada perawat untuk menjadwalkan kegiatan terapi aktivitas pada pasien dengan masalah isolasi sosial agar dapat membantu proses penyembuhan. Kata Kunci: isolasi sosial: menarik diri, asuhan keperawatan, diagnosa.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kasus perubahan jenis kelamin yang dilakukan oleh kaum transeksual di Indonesia cukup banyak. Transeksual ini memiliki konsekuensi diberbagai aspek khususnya mengenai perkawinan. Suatu perkawinan harus dilakukan berdasarkan syarat dan rukun nikah. Namun, tidak semua perkawinan dilakukan sesuai dengan apa yang sudah disyariatkan oleh agama kepada masing-masing pemeluknya. Pasca melakukan operasi perubahan jenis kelamin ini cenderung akan menimbulkan permasalahan baru terhadap akibat hukum atas perubahan jenis kelamin bagi transksual dalam kaitannya dengan perkawinan dan bagaimana status sahnya perkawinan bagi transeksual. Dalam membantu dan menjawab permasalahan ini, digunakan metode penelitian yang bersifat normatif dengan menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan , pendekatan konseptual dan pendekatan kasus. Pada penelitian ini, akibat hukum yang harus ditanggung atas perubahan jenis kelamin bagi transeksual adalah berupa data kepandudukan. Dalam kaitannya dengan perkawinan transeksual merupakan suatu perkawinan yang haram dan tidak sah karena bertentangan dengan kaidah-kaidah yang terkandung dalam pasal 4 KHI, pasal 1 dan pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Akan tetapi, dimungkinkan terjadinya perkawinan transeksual yang dicatatkan apabila yang bersangkutan memiliki penetapan pengadilan dan telah merubah dokumen kependudukannya di kantor pencatatan sipil. Hal ini dikarenakan dalam Peraturan Presiden RI Nomor 96 Tahun 2018 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil pada bagian proses pencatatan perkawinan hanya menyebutkan syarat objektifnya saja berupa dokumen-dokumen kependudukan.
2021 · Thesis ·
ABSTRAK Diabetic Foot Ulcer yaitu penyakit pada penderita diabetes dengan karakteristik adanya neuropati sensorik, motorik, otonom dan juga gangguan makrovaskular dan mikrovaskuler. Diabetic Foot Ulcer merupakan salah satu komplikasi kronik diabetes melitus yang sering dijumpai dan ditakuti. Hal ini disebabkan karena pengelolaan ulkus kaki diabetik dapat berakhir dengan amputasi bahkan kematian. Diabetic Foot Ulcer merupakan penyebab utama penderita diabetes dirawat di rumah sakit. Latar belakang penulis menyusun Laporan Tugas Akhir ini adalah untuk melakukan asuhan keperawatan menggunakan kajian studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi pada pasien dengan Diabetic Foot Ulcer Diabetes Melitus Tipe 2. Tujuan umum penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah memahami tentang konsep dan teori yang berkaitan dengan Diabetic Foot Diabetes Melitus Tipe 2 dan memperoleh pengalaman yang nyata tentang pelaksanaan Asuhan Keperawatan pada klien Tn. A dengan diagnosis Diabetic Foot Diabetes Melitus Tipe 2 di ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan dari tanggal 8 April 2021 sampai dengan 9 April 2021. Hasil yang didapatkan terdapat enam diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Tn. A yaitu, nyeri akut, ketidakstabilan kadar glukosa darah, gangguan integritas jaringan, gangguan mobilitas fisik, gangguan pola tidur dan defisit pengetahuan. Penulis menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang terdapat antara teori dan kasus pada Tn. A dimulai dari pengkajian enam, diagnosis enam, intervensi harus disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana dan evaluasi hasil yang didapatkan tiga diagnosis yang teratasi, dua masalah teratasi sebagian dan satu masalah belum teratasi.
2021 · Thesis ·
Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Angka prevalensi DM terus meningkat. Dari data tersebut yang menjadi latar belakang belakang penulis mengambil kasus Diabetes Melitus Tipe 2 dalam Laporan Tugas Akhir. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahap pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi dan evaluasi. Tujuan umum laporan tugas akhir ini penulis mendapatkan pengalaman nyata dalam menerapkan asuhan keperawatan secara histolik dan komprehensif pada klien dengan diagnosis Diabetes Melitus Tipe 2 di ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan dari tanggal 29 sampai 31 maret 2021. Hasil yang didapatkan terdapat tujuh diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Tn. T, yaitu perfusi perifer tidak efektif, ketidakstabilan kadar glukosa darah, nyeri akut, gangguan integritas jaringan, gangguan pola tidur, gangguan mobilitas fisik, defisit pengetahuan. Penulis menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang terdapat antara tinjauan pustaka dengan laporan kasus pada Tn. T dimulai dari pengkajian lima, diagnosis enam, intervensi harus disesuaikan dengan kondisi. Evaluasi hasil yang didapatkan ada enam diagnosis yang teratasi dan satu diagnosis teratasi sebagian.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes melitus adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia. Prevalensi Diabetes Melitus di Indonesia setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Laporan tugas akhir ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn. S. Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Hasil pengkajian Tn. S terdapat 5 diagnosis keperawatan yaitu perfusi perifer tidak efektif, nyeri akut, ketidakstabilan kadar glukosa darah, ketidakpatuhan, dan defisit pengetahuan. Kesimpulan penulis menemukan kesenjangan yang ada pada teori tetapi tidak ada pada kasus mulai dari pengkajian, diagnosis keperawatan dan intervensi. Evaluasi hasil yang didapatkan tiga diagnosis keperawatan teratasi, satu diagnosis keperawatan teratasi sebagian dan satu diagnosis keperawatan belum teratasi.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skizofrenia merupakan gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antar pribadi normal. Isolasi sosial merupakan keadaan dimana individu mengalami penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain disekitarnya. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Hasil pengkajian pada Tn. M di dapatkan 3 masalah keperawatan yang diangkat menjadi diagnosa keperawatan yaitu: Isolasi Sosial: Menarik Diri, Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Penglihatan, Defisit Perawatan Diri: Mandi. Intervensi pada diagnosa isolasi sosial: menarik diri ada beberapa yang terlaksana, diagnosa kedua gangguan persepsi sensorik: halusinasi penglihatan ada beberapa yang terlaksana, diagnosa ketiga defisit perawatan diri ada beberapa diagnosa yang terlaksana. Faktor penghambat intervensi tidak terlaksana yaitu keluarga klien tidak mendukung sehingga waktu bertemu klien hanya pada malam hari, faktor pendukung intervensi terlaksana klien sangat kooperatif. Kesimpulan: penulis tidak menemukan kesenjangan antara teori dan kasus. Saran: perlu adanya kerjasama yang baik antar mahasiswa dank lien serta keluarga untuk melibatkan dan membantu proses penyembuhan klien serta memberikan dukungan.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penyakit tuberculosis masih menjadi salah satu masalah yang menyebabkan gangguan kesehatan bagi jutaan orang didunia. Menurut WHO (2019) angka penemuan tuberculosis mencapai 10 juta kasus didunia. Tujuan penulisan ini agar penulis memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan dan pendokumentasian asuhan keperawatan yang komprehensif pada An. I dengan penyakit tuberculosis paru. Metode penulisan ini deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada An. I. Hasil pengkajian klien terdapat 4 masalah keperawatan yaitu gangguan pertukaran gas, bersihan jalan napas tidak efektif, diare, dan hipertermi. Intervensi yang telah dilakukan dan kriteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah. Evaluasi hasil tindakan keperawatan menunjukkan masalah keperawatan yang penulis rumuskan dalam diagnosa keperawatan dapat teratasi sesuai tujuan yang telah di tetapkan. Dari keempat diagnosa keperawatan tersebut terdapat dua masalah yang dapat teratasi sesuai dengan tujuan dan kriteria hasil yang telah ditentukan dan terdapat dua masalah yang belum teratasi karena belum sesuai dengan tujuan dan kriteria hasil yang telah ditentukan. Kesimpulan penulis mendapatkan dalam melakukan asuhan keperawatan pada An. I dengan tuberculosis paru sesuai dengan tugas perawat dalam proses keperawatan secara komprehensif.
2021 · Thesis ·
Bronkopneumonia merupakan radang paru-paru yang menimpa satu atau beberapa lobus paru-paru yang ditandai dengan terdapatnya bercak-bercak infiltrat yang diakibatkan oleh bakteri, virus, jamur dan benda asing. Sering kali ditandai dengan demam disertai kejang dan sesak nafas. Tujuan penulisan adalah memperoleh pengalaman yang nyata tentang pelaksanaan asuhan keperawatan pada An.T. Karya tulis ini merupakan penelitian sederhana dengan tipe deskriptif dengan pendekatan studi kasus menggunakan metode pendekatan proses keperawatan meliputi wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi serta studi kepustakaan. Hasil pengkajian didapatkan lima diagnosa pada An.T yaitu bersihan jalan nafas tidak efektif, pola nafas tidak efektif, defisit nutrisi, gangguan tumbuh kembang dan gangguan pola tidur. Kesimpulan: asuhan keperawatan dilakukan dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Terdapat kesenjangan antara teori dan kasus. Dari hasil evaluasi ditemukan satu diagnosa yang belum teratasi yaitu gangguan tumbuh kembang. Diharapkan keluarga pasien agar selalu memberikan dukungan penuh untuk mencegah serta menghindarkan pasien dari faktor-faktor penyebab Bronkopneumonia kambuh kembali dan selalu memberikan stimulus agar tumbuh kembang An.T sesuai dengan umurnya.
2021 · Thesis ·
Penelitian ini melakukan identifikasi secara khusus dan detail untuk mengetahui penyebab longsor, maka diharapkan akan ditemukan kesimpulan yang mampu memberikan informasi secara tepat untuk menanggulangi longsor yang terjadi di lereng Sungai Lungun, Sabanar Baru, Kab. Bulungan, Kalimantan Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai faktor keamanan (Safety Factor) lereng serta merencanakan dimensional perkuatan sheet pile dan stabilitas terhadap kelongsoran di lereng Sungai Lungun, Sabanar Baru, Kab. Bulungan, Kalimantan Utara. Pada proses analisis data kali ini, peneliti menggunakan Metode Fellenius untuk menganalisa stabilitas lereng eksisting, prinsip perancangan turap di angker yang terletak pada tanah kohesif dengan metode ujung bebas, dan juga dengan bantuan program teknologi komputer yaitu program aplikasi Plaxis. Dari hasil analisis dan perhitungan yang telah dilakukan, penulis menarik kesimpulan pada penelitian ini yaitu yang pertama, nilai faktor keamanan pada lereng Sungai Lungun, Sabanar Baru, Kab. Bulungan, Kalimantan Utara dengan menggunakan perhitungan manual Metode Fellenius diperoleh nilai sebesar 1,470 dan perhitungan dengan menggunakan program bantu Plaxis 2D V.8.2 diperoleh nilai sebesar 1,1092. Kedua, untuk solusi penanggulangan longsor lereng Sungai Lungun, Sabanar Baru, Kab. Bulungan, Kalimantan Utara ukuran dimensi perkuatan sheet pile yang diperoleh dari perhitungan yaitu menggunakan sheet pile beton tipe W-400 A 1000 dengan kedalaman 10 m ditambah dengan pengakuan angkur pada kedalaman 1 m dari permukaan tanah yang dikaitkan oleh tie rod baja Ø 7 cm sepanjang 14 m kepada blok angkur beton dengan tinggi blok angkur 1,5 m dan tebal 5 cm yang tertanam 0,5 m dari permukaan tanah, maka menghasilkan nilai faktor keamanan lereng yang dihitung menggunakan program bantu Plaxis 2D V.8.2 sebesar 3,5814.
2021 · Thesis ·
Mesin pencacah memiliki berbagai macam komponen, salah satu komponen utama yang mempengaruhi kinerja mesin pencacah adalah mata pisau. Adapun yang mendasari dilakukannya modifikasi mata pisau mesin pencacah limbah pertanian yaitu, mata pisau yang digunakan pada sebelumnya memiliki kinerja yang kurang optimal sehingga dapat menyebabkan kualitas pemotongan bahan belum optimal dan seragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja mesin pencacah limbah pertanian setelah digunakan mata pisau yang dimodifikasi. Penelitian dilaksanakan mulai dari bulan November hingga Maret 2021. Bertempat di Laboratorium Mekanisasi, Fakultas Pertanian, Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini terdiri beberapa tahapan yaitu identifikasi masalah, modifikasi mata pisau, uji kinerja dan analisis data. Parameter penelitian yang digunakan adalah menghitung kapasitas efektif alat (kg/jam), kecepatan linear (m/s), rendemen (%), suhu mesin penggerak (t), dan kecepatan electromotor (RPM). Dari hasil analisis data berdasarkan parameter yang digunakan diperoleh nilai kapasitas efektif alat 9,14 kg/jam, kecepatan linear 5,28 m/s, rendemen 91,4%, rata-rata suhu 68,3 °C dan rata-rata kecepatan electromotor 234,9 rpm pada mata pisau standar. Kinerja tebaik mesin pencacah limbah pertanian yaitu pada saat menggunakan mata pisau hasil modifikasi dengan sudut kemiringan mata pisau 10° dengan nilai kapasitas efektif alat 16,35 kg/jam, kecepatan linear 6,20 m/s, rendemen 96,5%, rata-rata suhu55,5 °C dan rata-rata kecepatan electromotor 275,4 rpm.
2021 · Thesis ·
Penelitian terkait reproduksi ikan khususnya tentang Lm dan Lc pada hasil tangkapan rawai dasar yang ada di Pulau Tarakan perlu dilakukan pengkajian, guna menjaga kelestarian dan keberadaan populasi ikan yang ada di perairan. Tujuan penelitian untuk mendapatkan data ukuran panjang total dan standar serta berat ikan, mendapatkan data karakteristik dan tingkat kematangan gonad ikan, serta menjelaskan ukuran pertama kali matang gonad dan ukuran pertama kali tertangkap ikan hasil tangkapan utama perikanan rawai dasar yang didaratkan di Kota Tarakan. Metode penelitian menggunakan metode observasi dengan pengamatan dan pengukuran ikan hasil tangkapan rawai dasar. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2021. Hasil pengukuran sampel ikan Arut (Pomadasys sp) diperoleh kisaran panjang total 24,7-51,9 cm, berat berkisar 237-2150 gram dan panjang standar 18,8-40,3 cm. Sampel ikan Kakap Merah (Lutjanus sp) diperoleh kisaran panjang total 32,0-50,8 cm, panjang standar 25,8-45,2 cm dan berat berkisar 509-2640 gram. Hasil pengamatan karakteristik Tingkat Kematangan Gonad (TKG) sampel ikan Arut (Pomadasys sp) berada pada TKG I-V dan sampel ikan Kakap Merah (Lutjanus sp) diperoleh TKG I-III. Hasil pengukuran Lm dan Lc sampel ikan Arut (Pomadasys sp) diperoleh nilai Lm > Lc (Lm = 30,17 cm; Lc = 25,98 cm) dan nilai Lm dan Lc pada sampel ikan kakap merah (Lutjanus sp) menunjukan Lm > Lc (Lm = 41,51 cm; Lc = 36,39 cm).
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk melihat biaya dan penerimaan usaha madu di UPTD.KPH Tarakan, serta melihat kelayakan usaha madu dengan menganalisis nilai break even point dan R/c rasio. Penelitian ini dilakukan di kota Tarakan tepatnya di Kawasan Hutan Lindung yang dikelola oleh UPTD.KPH Tarakan. Pemilihan responden menggunakan metode Purposive sampling yaitu pemilihan sengaja dengan kriteria yang telah penulis tetapkan yaitu: pemilik usaha madu bekerjasama dengan UPTD.KPH dan telah menjalankan usaha madu selama lebih dari 1 tahun. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian Deskriptif Kuantitatif yaitu menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya. Teknik analisis data menggunakan anaisis biaya, analisis break even poin dan Rasio kelayakan Usaha. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biaya produksi yang terdapat didalam usaha madu adalah biaya tetap Rp. 374.356, biaya vaariabel Rp. 139.806, total biaya Rp.514.262 untuk satu kali produksi. Dengan penerimaan mencapai Rp. 1.200.000 per bulan dan pendapatan sebesar Rp.685.738. Nilai BEP Unit mencapai 2,50 botol dengan ukuran 250 ml, BEP harga Rp.72.537 BEP Penerimaan Rp. 424.695 dari perhitungan Break Even Point dapat dilihat bahwa usaha Madu mengalami keuntungan dan layak untuk dijalankan karena telah melampaui keadaan Break Even. Rasio Usaha madu sebesar 2,23 >1 menunjukkan bahwa usaha layak untuk dijalankan.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini mendeskripsikan tentang evaluasi pelaksanaan penilaian autentik kurikulum 2013 dalam pembelajaran biologi kelas X IPA di SMA Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan penilaian autentik yang dilakukan oleh guru di SMA Negeri 3 dan SMA Tunas Kasih Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah 2 orang guru biologi di SMA Negeri 3 dan SMA Tunas Kasih Tarakan, dan peserta didik kelas X IPA dikedua SMA tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket yang dibagikan kepada guru biologi di masing-masing sekolah , kemudian dilakukan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan pada sekolah SMA Negeri 3 Tarakan dengan capaian pada aspek perencanaan 100%, pelaksanaan 100%, pelaporan 100%, penilaian sikap 100%, pengetahuan 100% dan keterampilan 100% , sedangkan pada sekolah SMA Tunas Kasih Tarakan pada aspek perencanaan 100%, pelaksanaan 100%, pelaporan 100%, sikap 40%, pengetahuan 100%, dan keterampilan 71%, guru sudah melakukan penilaian autentik pada saat proses pembelajaran yang meliputi komptensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Namun, dalam pelaksanaan penilaian autentik belum sepenuhnya dilaksanakan secara optimal pada aspek sikap dan keterampilan. Faktor penghambat pelaksanaan penilaian autentik yaitu (1) ketersedian waktu, (2) ketersedian LKS , (3) ketersedian fasilitas seperti Lcd, dan akses internet. Faktor pendukung pelaksanaan penilaian autentik yaitu (1) peserta didik, (2) ruang kelas.