Abstrak
Skizofrenia merupakan gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antar pribadi normal. Isolasi sosial merupakan keadaan dimana individu mengalami penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain disekitarnya. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Hasil pengkajian pada Tn. M di dapatkan 3 masalah keperawatan yang diangkat menjadi diagnosa keperawatan yaitu: Isolasi Sosial: Menarik Diri, Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Penglihatan, Defisit Perawatan Diri: Mandi. Intervensi pada diagnosa isolasi sosial: menarik diri ada beberapa yang terlaksana, diagnosa kedua gangguan persepsi sensorik: halusinasi penglihatan ada beberapa yang terlaksana, diagnosa ketiga defisit perawatan diri ada beberapa diagnosa yang terlaksana. Faktor penghambat intervensi tidak terlaksana yaitu keluarga klien tidak mendukung sehingga waktu bertemu klien hanya pada malam hari, faktor pendukung intervensi terlaksana klien sangat kooperatif. Kesimpulan: penulis tidak menemukan kesenjangan antara teori dan kasus. Saran: perlu adanya kerjasama yang baik antar mahasiswa dank lien serta keluarga untuk melibatkan dan membantu proses penyembuhan klien serta memberikan dukungan.