Profil penulis
LIA
1.055 karya publik ditemukan.
Persepsi Siswa tentang Musik K-Pop dan Pengaruhnya terhadap Minat Belajar IPA di SMPN Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung
Musik K-Pop banyak digemari siswa dan sering didengarkan sebagai motivasi dalam belajar, salah satunya pada pelajaran IPA. IPA menjadi salah satu mata pelajaran yang sulit dan cenderung menurunkan minat belajar siswa. Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi siswa tentang musik K-Pop, mendeskripsikan minat belajar IPA, dan memahami bagaimana siswa memaknai pengaruh musik K-Pop terhadap minat belajar IPA di SMPN Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan 13 siswa kelas VII dan VIII sebagai informan yang dipilih secara purposive sampling, serta satu guru IPA sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Data hasil wawancara diolah dengan bantuan Nvivo 15, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap musik K-Pop bervariasi; sebagian siswa menilai positif karena musik tersebut menarik dan energik, sementara sebagian lain kurang tertarik dan lebih menyukai musik Indonesia. Minat belajar IPA siswa secara umum cenderung positif tetapi bersifat situasional, dipengaruhi oleh materi pelajaran dan cara guru mengajar. Penggunaan musik K-Pop ketika belajar dimaknai secara berbeda oleh setiap siswa: sebagian merasa terbantu karena menambah semangat dan mengurangi kebosanan, sedangkan sebagian lain merasa terganggu konsentrasinya, terutama pada kegiatan yang membutuhkan fokus tinggi. Dengan demikian, pengaruh musik K-Pop terhadap minat belajar IPA bersifat kondisional dan bergantung pada preferensi serta kondisi belajar masing-masing siswa. Sebagai tindak lanjut, siswa disarankan menyesuaikan penggunaan musik dengan kondisi belajar, guru disarankan menerapkan pembelajaran yang lebih bervariasi, dan peneliti selanjutnya disarankan melibatkan informan yang lebih beragam serta membandingkan belajar dengan tanpa musik.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Konsumen Dalam Pembelian Produk Di Cafe Room Ayy Petite Kota Tarakan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan konsumen dalam pembelian produk di Café Room Ayy Petite Kota Tarakan serta mengetahui faktor yang paling dominan memengaruhi kepuasan konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang merupakan konsumen Café Room Ayy Petite. Variabel independen dalam penelitian ini terdiri dari kualitas produk, harga, kualitas pelayanan, dan tempat, sedangkan variabel dependen adalah kepuasan konsumen. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS, serta pengujian hipotesis melalui uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk, harga, kualitas pelayanan, dan tempat secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen dengan nilai signifikansi uji F sebesar 0,000 0,05. Secara parsial, kualitas produk, harga, kualitas pelayanan, dan tempat juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen, dengan nilai signifikansi masing-masing sebesar 0,002; 0,000; 0,029; dan 0,049. Di antara keempat variabel tersebut, harga merupakan faktor yang paling dominan, ditunjukkan oleh nilai Standardized Beta sebesar 0,394 dan nilai t hitung sebesar 5,088. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,608 menunjukkan bahwa 60,8% variasi kepuasan konsumen dapat dijelaskan oleh kualitas produk, harga, kualitas pelayanan, dan tempat, sedangkan 39,2% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Kata kunci: Kualitas Produk, Harga, kualitas Pelayanan, Tempat, Kepuasan Konsumen.
Pengaruh Pendekatan Deep Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI Pada Materi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan
Pembelajaran saat ini diarahkan pada proses belajar yang tidak hanya menekankan penguasaan materi, tetapi juga mendorong peserta didik memahami konsep secara mendalam dan bermakna. Salah satu pendekatan yang sejalan dengan arah tersebut adalah deep learning, yang menekankan pembelajaran yang penuh kesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menyenangkan (joyful). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan deep learning terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI pada materi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental tipe Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Sebatik Tahun Ajaran 2025/2026, sedangkan sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Kelas eksperimen memperoleh pembelajaran menggunakan pendekatan deep learning, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Data hasil belajar kognitif diperoleh melalui tes pretest dan posttest, sedangkan data afektif dan psikomotorik diperoleh melalui lembar observasi sebagai data pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji ANCOVA dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan deep learning berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar kognitif peserta didik (Sig. = 0,000 0,05). Peserta didik pada kelas eksperimen memperoleh hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol setelah mengontrol kemampuan awal. Hasil observasi juga menunjukkan bahwa peserta didik pada kelas eksperimen memiliki sikap dan keterampilan praktikum yang lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan deep learning yang menekankan prinsip mindful, meaningful, dan joyful learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
Optimalisasi Pengendalian Persediaan Bahan Baku Ayam Menggunakan Metode EOQ Pada UMKM Ayam Geprek Nona Fried Chicken di Kabupaten Bulungan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan persediaan bahan baku ayam pada UMKM Ayam Geprek Nona Fried Chicken di Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan, menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ), Safety Stock, Reorder Point (ROP), dan Total Inventory Cost (TIC). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data permintaan, biaya pemesanan, dan biaya penyimpanan periode 2023-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode EOQ menghasilkan kuantitas pemesanan optimal sebesar 225 kg pada tahun 2023 dan 232 kg pada tahun 2024 dengan frekuensi 13 kali pemesanan per tahun. Penerapan Safety Stock dan ROP mampu mengantisipasi fluktuasi permintaan serta mencegah kekurangan bahan baku. Selain itu, metode EOQ menghasilkan Total Inventory Cost terendah, yaitu Rp747.975 pada tahun 2023 dan Rp747.989 pada tahun 2024, sehingga lebih efisien dibandingkan metode POQ maupun kebijakan konvensional perusahaan. Dengan demikian, EOQ direkomendasikan sebagai strategi pengendalian persediaan yang efektif dan efisien.
PEMETAAN SEBARAN KOMODITAS TANAMAN BUAH UNGGULANAN BERBASIS PERWILAYAHAN SENTRA PRODUKSI di KABUPATEN BULUNGANN DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)
Kabupaten Bulungan memiliki potensi tanaman buah yang beragam, namun tingkat keunggulan dan prospek perkembangannya berbeda antar wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komoditas tanaman buah unggulan dan prospektif berkembang serta memetakan sebarannya berdasarkan pewilayahan sentra produksi menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian menggunakan data sekunder berupa data produksi 11 komoditas tanaman buah pada 10 kecamatan di Kabupaten Bulungan selama periode 2016–2025. Analisis dilakukan menggunakan Location Quotient (LQ) berdasarkan data produksi selama periode penelitian untuk menentukan komoditas basis pada masing-masing kecamatan. Nilai LQ > 1 menunjukkan bahwa komoditas merupakan komoditas basis, sedangkan Dynamic Location Quotient (DLQ) > 1 menunjukkan bahwa komoditas memiliki prospek perkembangan yang lebih baik dibandingkan wilayah pembanding. Hasil analisis LQ dan DLQ selanjutnya digunakan sebagai dasar dalam menentukan komoditas unggulan dan prospektif berkembang serta divisualisasikan dalam bentuk peta tematik menggunakan SIG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas unggulan dan prospektif berkembang berbeda pada setiap kecamatan. Tanjung Selor memiliki jambu air, jeruk siam, dan mangga; Tanjung Palas memiliki duku, durian, dan pepaya; Tanjung Palas Timur memiliki alpukat, duku, durian, dan rambutan; Tanjung Palas Barat memiliki durian; Tanjung Palas Utara memiliki duku, durian, jambu biji, nangka, dan pepaya; Tanjung Palas Tengah memiliki alpukat, jeruk siam, dan pepaya; serta Sekatak memiliki pepaya dan rambutan. Kecamatan lainnya tidak menunjukkan komoditas yang memenuhi kriteria LQ > 1 dan DLQ > 1. Hasil pemetaan menunjukkan adanya perbedaan pola persebaran dan konsentrasi komoditas antar wilayah. Informasi tersebut dapat digunakan untuk menggambarkan sentra produksi dan mendukung perencanaan pengembangan komoditas tanaman buah sesuai dengan potensi masing-masing wilayah di Kabupaten Bulungan.
STRATEGI PENGEMBANGAN KOMODITI PADI ADAN DI DESA LEMBUDUD KECAMATAN KRAYAN BARAT KABUPATEN NUNUKAN
Simulasi Unit Commitment Dengan Mempertimbangkan Kontingensi Generator N-1 Menggunakan Metode Mixed Integer Linear Programming (MILP)
pemetaan sebaran komoditas tanaman buah unggulan berbasis perwilayahan sentra produksi di kabupaten bulungan dengan mengunakan sistem informasi geografis (SIG)
ABSTRAK Kabupaten Bulungan memiliki potensi tanaman buah yang beragam, namun tingkat keunggulan dan prospek perkembangannya berbeda antarwilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komoditas tanaman buah unggulan dan prospektif berkembang serta memetakan sebarannya berdasarkan pewilayahan sentra produksi menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian menggunakan data sekunder berupa data produksi 11 komoditas tanaman buah pada 10 kecamatan di Kabupaten Bulungan selama periode 2016–2025. Analisis dilakukan menggunakan Location Quotient (LQ) berdasarkan data produksi selama periode penelitian untuk menentukan komoditas basis pada masing-masing kecamatan. Nilai LQ > 1 menunjukkan bahwa komoditas merupakan komoditas basis, sedangkan Dynamic Location Quotient (DLQ) > 1 menunjukkan bahwa komoditas memiliki prospek perkembangan yang lebih baik dibandingkan wilayah pembanding. Hasil analisis LQ dan DLQ selanjutnya digunakan sebagai dasar dalam menentukan komoditas unggulan dan prospektif berkembang serta divisualisasikan dalam bentuk peta tematik menggunakan SIG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas unggulan dan prospektif berkembang berbeda pada setiap kecamatan. Tanjung Selor memiliki jambu air, jeruk siam, dan mangga; Tanjung Palas memiliki duku, durian, dan pepaya; Tanjung Palas Timur memiliki alpukat, duku, durian, dan rambutan; Tanjung Palas Barat memiliki durian; Tanjung Palas Utara memiliki duku, durian, jambu biji, nangka, dan pepaya; Tanjung Palas Tengah memiliki alpukat, jeruk siam, dan pepaya; serta Sekatak memiliki pepaya dan rambutan. Kecamatan lainnya tidak menunjukkan komoditas yang memenuhi kriteria LQ > 1 dan DLQ > 1. Hasil pemetaan menunjukkan adanya perbedaan pola persebaran dan konsentrasi komoditas antarwilayah. Informasi tersebut dapat digunakan untuk menggambarkan sentra produksi dan mendukung perencanaan pengembangan komoditas tanaman buah sesuai dengan potensi masing-masing wilayah di Kabupaten Bulungan.
PEMETAAN SEBARAN KOMODITAS TANAMAN BUAH UNGGULANAN BERBASIS PERWILAYAHAN SENTRA PRODUKSI di KABUPATEN BULUNGANN DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)
Kabupaten Bulungan memiliki potensi tanaman buah yang beragam, namun tingkat keunggulan dan prospek perkembangannya berbeda antar wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komoditas tanaman buah unggulan dan prospektif berkembang serta memetakan sebarannya berdasarkan pewilayahan sentra produksi menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian menggunakan data sekunder berupa data produksi 11 komoditas tanaman buah pada 10 kecamatan di Kabupaten Bulungan selama periode 2016–2025. Analisis dilakukan menggunakan Location Quotient (LQ) berdasarkan data produksi selama periode penelitian untuk menentukan komoditas basis pada masing-masing kecamatan. Nilai LQ > 1 menunjukkan bahwa komoditas merupakan komoditas basis, sedangkan Dynamic Location Quotient (DLQ) > 1 menunjukkan bahwa komoditas memiliki prospek perkembangan yang lebih baik dibandingkan wilayah pembanding. Hasil analisis LQ dan DLQ selanjutnya digunakan sebagai dasar dalam menentukan komoditas unggulan dan prospektif berkembang serta divisualisasikan dalam bentuk peta tematik menggunakan SIG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas unggulan dan prospektif berkembang berbeda pada setiap kecamatan. Tanjung Selor memiliki jambu air, jeruk siam, dan mangga; Tanjung Palas memiliki duku, durian, dan pepaya; Tanjung Palas Timur memiliki alpukat, duku, durian, dan rambutan; Tanjung Palas Barat memiliki durian; Tanjung Palas Utara memiliki duku, durian, jambu biji, nangka, dan pepaya; Tanjung Palas Tengah memiliki alpukat, jeruk siam, dan pepaya; serta Sekatak memiliki pepaya dan rambutan. Kecamatan lainnya tidak menunjukkan komoditas yang memenuhi kriteria LQ > 1 dan DLQ > 1. Hasil pemetaan menunjukkan adanya perbedaan pola persebaran dan konsentrasi komoditas antar wilayah. Informasi tersebut dapat digunakan untuk menggambarkan sentra produksi dan mendukung perencanaan pengembangan komoditas tanaman buah sesuai dengan potensi masing-masing wilayah di Kabupaten Bulungan.
STRATEGI PENGEMBANGAN KOMODITI PADI ADAN DI DESA LEMBUDUD KECAMATAN KRAYAN BARAT KABUPATEN NUNUKAN
Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMPN 14 Tarakan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa SMPN 14 Tarakan. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2026/2027 di SMPN 14 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain Pretest – Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VIII SMPN 14 Tarakan. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII – 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII – 3 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes berupa soal uraian. Instrumen yang digunakan berupa soal pretest dan posttest sebanyak 5 soal uraian. Teknik analisis data digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas, uji t dengan teknik independent sample t – test, dan analisis N – Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 78,63, sedangkan kelas kontrol sebesar 75,00. Hasil Independent sample t – test diperoleh t_{hitung} = 2,341 lebih besar daripada t_{tabel}=1,999, dengan nilai signifikansi sebesar 0,022 0,05, sehingga H_{0} ditolak dan H_{1} diterima. Rata – rata N – Gain kelas eksperimen sebesar 0,541 dan kelas kontrol sebesar 0,490 yang keduanya berada pada kategori sedang. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa SMPN 14 Tarakan.
Stabilitas Tegangan Generator Melalui Desain Kontrol Optimal Liniear Quadratic Regulator Pada PLTMG PT. Siantar Tara Sejati
Stabilitas tegangan merupakan faktor penting dalam menjaga keandalan sistem pembangkit tenaga listrik. Perubahan beban pada generator sinkron dapat menyebabkan gangguan tegangan yang memengaruhi kualitas daya dan kinerja sistem pembangkit. Penelitian ini bertujuan merancang kontrol optimal berbasis Linear Quadratic Regulator (LQR) untuk meningkatkan stabilitas tegangan generator pada PLTMG PT. Siantar Tara Sejati. Penelitian dilakukan melalui pemodelan matematis sistem elektrik yang terdiri dari amplifier, exciter, dan generator sinkron dalam bentuk state space. Perancangan pengendali LQR dilakukan dengan menentukan matriks pembobot Q dan R menggunakan metode trial and error, kemudian disimulasikan menggunakan MATLAB dengan penambahan faktor penguatan referensi Nbar. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem closed loop sebelum penerapan LQR memiliki Rise Time 0,5545 detik, Peak Time 1,3776 detik, Settling Time 4,2506 detik, Overshoot 29,163%, dan Steady-State Error 0,08333. Setelah penerapan LQR P6 dengan matriks pembobot Q = [0,02 0,01 500] dan R = 1 , performa sistem meningkat dengan Rise Time 0,2498 detik, Peak Time 0,5335 detik, Settling Time 0,6999 detik, Overshoot 4,2457%, dan Steady State Error 0. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode Linear Quadratic Regulator mampu mempercepat respons, mengurangi overshoot, serta meningkatkan kestabilan tegangan generator. Dengan demikian, LQR efektif diterapkan sebagai kontrol optimal pada sistem elektrik PLTMG PT. Siantar Tara Sejati.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Konsumen Dalam Pembelian Produk Di Cafe Room Ayy Petite Kota Tarakan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan konsumen dalam pembelian produk di Café Room Ayy Petite Kota Tarakan serta mengetahui faktor yang paling dominan memengaruhi kepuasan konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang merupakan konsumen Café Room Ayy Petite. Variabel independen dalam penelitian ini terdiri dari kualitas produk, harga, kualitas pelayanan, dan tempat, sedangkan variabel dependen adalah kepuasan konsumen. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS, serta pengujian hipotesis melalui uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk, harga, kualitas pelayanan, dan tempat secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen dengan nilai signifikansi uji F sebesar 0,000 0,05. Secara parsial, kualitas produk, harga, kualitas pelayanan, dan tempat juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen, dengan nilai signifikansi masing-masing sebesar 0,002; 0,000; 0,029; dan 0,049. Di antara keempat variabel tersebut, harga merupakan faktor yang paling dominan, ditunjukkan oleh nilai Standardized Beta sebesar 0,394 dan nilai t hitung sebesar 5,088. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,608 menunjukkan bahwa 60,8% variasi kepuasan konsumen dapat dijelaskan oleh kualitas produk, harga, kualitas pelayanan, dan tempat, sedangkan 39,2% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Kata kunci: Kualitas Produk, Harga, kualitas Pelayanan, Tempat, Kepuasan Konsumen.
PERAN GENDER DALAM RUMAH TANGGA PETANI CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L) DI KELURAHAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA
"PERAN GENDER DALAM RUMAH TANGGA PETANI CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L) DI KELURAHAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA" Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran gender dalam rumah tangga petani cabai rawit, menganalisis peran gender dalam proses pengambilan keputusan, serta mengidentifikasi dan menganalisis bentuk ketidaksetaraan gender dalam pembagian peran dan akses terhadap sumber daya di Kelurahan Juata Laut, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan 30 informan yang terdiri atas 15 pasangan suami istri petani cabai rawit. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan bantuan NVivo 12 Pro untuk mengorganisasi data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suami dan istri sama-sama terlibat dalam kegiatan usahatani cabai rawit, tetapi terdapat perbedaan dalam pembagian pekerjaan. Laki-laki lebih banyak terlibat dalam pekerjaan yang membutuhkan tenaga fisik, seperti pengolahan lahan, pemupukan, dan penyemprotan, sedangkan perempuan lebih banyak terlibat dalam pembibitan, penanaman, penyiraman, penyiangan, pemetikan, pengemasan, dan pemasaran. Dalam pengambilan keputusan, 9 rumah tangga (60%) didominasi suami, 5 rumah tangga (33,3%) dilakukan secara bersama, dan 1 rumah tangga (6,7%) didominasi istri. Ketidaksetaraan gender terlihat pada akses terhadap lahan, modal, pelatihan, dan informasi. Akses lahan, pelatihan, dan informasi lebih banyak berada pada suami, sedangkan akses modal bervariasi antara suami, istri, dan bersama. Selain itu, terdapat norma budaya yang memandang perempuan sebagai pihak yang membantu serta belum meratanya pengakuan terhadap pekerjaan perempuan dalam usahatani.
HISTOKIMIA DAN STRUKTUR SEKRETORI TUMBUHAN SAMBUNG NYAWA (Gynura procumbens) SERTA POTENSINYA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI
Gynura procumbens atau sambung nyawa merupakan tumbuhan obat tradisional dari famili Asteraceae yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat kalimantan. Tumbuhan yang digunakan sebagai obat umumnya memiliki struktur sekretori sebagai sintesis atau penyimpanan metabolit sekunder sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipe struktur sekretori serta distribusi histokimia senyawa terpenoid, alkaloid, dan senyawa lipofilik pada jaringan batang dan daun G.procumbens asal Tarakan, Kalimantan Utara, serta mengeksplorasi potensi hasil penelitian sebagai sumber pembelajaran pada mata kuliah Fitokimia. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif melalui sayatan free hand section secara paradermal dan melintang dilanjutkan dengan uji histokimia menggunakan reagen kupri asetat 5% untuk terpenoid, reagen Wagner 1% untuk alkaloid, dan Sudan IV untuk senyawa lipofilik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur sekretori yang dijumpai pada kedua organ berupa trikoma kelenjar. Daun memiliki tipe trikoma peltate tipe I dan capitate tipe II, sedangkan batang hanya memiliki trikoma capitate tipe I dan capitate tipe II yang menunjukkan bahwa daun memiliki kompleksitas struktural lebih tinggi dibandingkan batang. Seluruh tipe trikoma pada kedua organ memberikan hasil positif terhadap senyawa terpenoid, alkaloid, dan lipofilik. Temuan ini relevan dengan capaian pembelajaran mata kuliah Fitokimia dan berpotensi dikembangkan menjadi panduan praktikum berbasis riset bagi Program Studi Pendidikan Biologi.
PERAN GENDER DALAM RUMAH TANGGA PETANI CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L) DI KELURAHAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA
"PERAN GENDER DALAM RUMAH TANGGA PETANI CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L) DI KELURAHAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA" Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran gender dalam rumah tangga petani cabai rawit, menganalisis peran gender dalam proses pengambilan keputusan, serta mengidentifikasi dan menganalisis bentuk ketidaksetaraan gender dalam pembagian peran dan akses terhadap sumber daya di Kelurahan Juata Laut, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan 30 informan yang terdiri atas 15 pasangan suami istri petani cabai rawit. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan bantuan NVivo 12 Pro untuk mengorganisasi data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suami dan istri sama-sama terlibat dalam kegiatan usahatani cabai rawit, tetapi terdapat perbedaan dalam pembagian pekerjaan. Laki-laki lebih banyak terlibat dalam pekerjaan yang membutuhkan tenaga fisik, seperti pengolahan lahan, pemupukan, dan penyemprotan, sedangkan perempuan lebih banyak terlibat dalam pembibitan, penanaman, penyiraman, penyiangan, pemetikan, pengemasan, dan pemasaran. Dalam pengambilan keputusan, 9 rumah tangga (60%) didominasi suami, 5 rumah tangga (33,3%) dilakukan secara bersama, dan 1 rumah tangga (6,7%) didominasi istri. Ketidaksetaraan gender terlihat pada akses terhadap lahan, modal, pelatihan, dan informasi. Akses lahan, pelatihan, dan informasi lebih banyak berada pada suami, sedangkan akses modal bervariasi antara suami, istri, dan bersama. Selain itu, terdapat norma budaya yang memandang perempuan sebagai pihak yang membantu serta belum meratanya pengakuan terhadap pekerjaan perempuan dalam usahatani.
Hubungan Resiliensi dengan Kepuasan Kerja Perawat di Rumah Sakit X Kota Tarakan
Kepuasan kerja perawat masih menjadi permasalahan penting karena dapat memengaruhi kinerja, keselamatan pasien, dan kualitas pelayanan keperawatan. Di tengah tingginya beban kerja dan tekanan emosional, perawat membutuhkan resiliensi agar mampu beradaptasi dan mempertahankan kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan resiliensi dengan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit X Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 230 perawat yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner resiliensi adaptasi dari Resilience Quotient Test (Reivich & Shatté) dan Job Satisfaction Survey (Spector), kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat resiliensi tinggi sebanyak 100 orang (43,5%) dan tingkat kepuasan kerja pada kategori puas sebanyak 135 orang (58,7%). Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara resiliensi dengan kepuasan kerja perawat (0,001 (p 0,005)) dengan koefisien korelasi sebesar 0,716 yang berarti kekuatan hubungan kuat dan arah positif. Kesimpulan penelitian ini, semakin tinggi tingkat resiliensi perawat maka semakin tinggi pula kepuasan kerjanya. Diperlukan upaya penguatan resiliensi perawat melalui program pelatihan dan dukungan institusi agar dapat meningkatkan resiliensi perawat yang masih rendah sehingga tingkat kepuasan juga dapat meningkat.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI SMP DI WILAYAH PESISIR PANTAI AMAL
Anemia masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang banyak ditemukan pada remaja putri dan dapat memengaruhi pertumbuhan, kemampuan mengikuti kegiatan pembelajaran, serta kondisi kesehatan reproduksi. Pemahaman mengenai anemia dan penerapan perilaku pencegahannya menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kesehatan remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan anemia pada remaja putri SMP di wilayah pesisir Pantai Amal Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 66 remaja putri yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan perilaku pencegahan anemia yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden didominasi kategori kurang sebesar 48,5%, diikuti kategori cukup sebesar 30,3% dan baik sebesar 21,2%. Perilaku pencegahan anemia didominasi kategori cukup sebesar 80,3%, diikuti kategori kurang sebesar 15,2% dan baik sebesar 4,5%. Berdasarkan tingkat pencegahan, perilaku yang memiliki frekuensi jawaban tertinggi meliputi sarapan dengan makanan sumber karbohidrat pada pencegahan primer, pemeriksaan hemoglobin pada pencegahan sekunder, serta menghindari makanan cepat saji pada pencegahan tersier. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan responden mengenai pencegahan anemia didominasi kategori kurang, sedangkan perilaku pencegahan anemia didominasi kategori cukup. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan edukasi kesehatan dan pembiasaan perilaku pencegahan anemia pada remaja putri.
DESKRIPSI PENDEKATAN BERDIFERENSIASI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS III-D SDN UTAMA 2 TARAKAN
Pendekatan berdiferensiasi adalah cara mengajar guru yang menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan, kemampuan, dan gaya belajar setiap peserta didik, sehingga semua peserta didik dapat belajar secara optimal. Dalam pendekatan ini, guru tidak memberikan perlakuan yang sama kepada semua peserta didik, tetapi menyesuaikan pembelajaran berdasarkan perbedaan yang ada dikelas dengan materi, cara belajar, hasil belajar, dan suasana kelas agar setiap anak bisa belajar dengan baik sesuai kebutuhannya. Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan pendekatan berdiferensiasi pada pembelajaran matematika pada siswa kelas III-D SDN Utama 2 Tarakan, dengan fokus pada aspek konten, proses, produk, dan lingkungan belajar. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian Deskriptif Kualitatif dengan subjek penelitian terdiri dari satu guru kelas III dan tiga orang siswa. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian teknik analisis data menggunakan teknik analisis data interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah berupaya untuk menerapkan pendekatan berdiferensiasi pada aspek konten melalui adanya variasi materi secara bertahap dan tingkat kesulitan soal yang berbeda, pada aspek proses didesain dengan pembelajaran individu maupun berkelompok sesuai dengan gaya belajar peserta didik, pada aspek produk melalui hasil kerja peserta didik seperti pembuatan proyek minibook perkalian, LKPD berupa pemehaman perkalian dengan menggunakan gambar, penerapan aplikasi perkalian dengan soal cerita, serta pada aspek lingkungan belajar dengan pemanfaatan fasilitas sekolah dan penciptaan suasana kelas yang kondusif.