Analisis Kinerja Motor Induksi Tiga Fasa di PT. INTRACAWOOD MANUFACTURING
.
Profil penulis
718 karya publik ditemukan.
.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh hambatan pengetahuan kewirausahaan, hambatan finansial, hambatan dukungan keluarga terhadap niat berwirausaha. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan instrument berupa kuesioner dan metode pengambilan sampel yaitu metode Non-probality Sampling, jumlah responden sebanyak 300. Metode analisis data yang digunakan penelitian ini terdiri dari uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas dan analisis linier berganda dengan bantuan program SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan: 1) hambatan pengetahuan kewirausahaan, 2) hambatan finansial tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap niat berwirausaha. 3) hambatan dukungan keluaraga berpengaruh dan signifikan terhadap niat berwirausaha.
Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman tumbuhan, sehingga setiap wilayah memiliki tumbuhan pangan yang khas. Penggunaan tumbuhan lokal sebagai bahan pangan juga masih digunakan oleh salah satu masyarakat Suku Tidung di daerah Kalimantan Utara yaitu di Desa Sepala Dalung Kabupaten Tana Tidung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pemanfaatan tumbuhan lokal sebagai bahan pangan masyarakat Suku Tidung di Desa Sepala Dalung. Jenis dari penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Sementara, teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan metode interaktif menurut Miles, Huberman, dan Saldana yaitu kondensasi data, penyajian data dan kesimpulan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis tumbuhan yang digunakan oleh Masyarakat Suku Tidung berasal dari dua habitat yaitu habitat higrofit berjumlah 10 jenis tumbuhan, sedangkan 3 jenis tumbuhan berhabitat hidrofit. Bagian tumbuhan yang sering dimanfaatkan sebagai bahan pangan pendamping terdiri dari akar, batang daun dan buah. Berdasarkan urutan intensitas penggunaan tumbuhan pangan dari tinggi ke rendah, maka tumbuhan tersebut adalah buah, daun, akar dan batang. Masyarakat Suku Tidung mengolah tumbuhan cukup beragam dengan waktu pengolahan cenderung tidak lama. Adapun pengelolaan tumbuhan sebagai bahan pangan terbagi menjadi dua yaitu dapat langsung dikonsumsi dan diolah terlebih dahulu. Beragamnya jenis tumbuhan lokal sebagai bahan pangan Suku Tidung di Desa Sepala Dalung ini dapat diversifikasi sebagai alternatif pangan dan menjadi pengetahuan baru untuk masyarakat di Desa Sepala Dalung yang dapat diimplementasikan dalam pembelajaran biologi. Indonesia, known for its rich diversity of plants, has regions with distinctive food plants. The use of local plants as food remains prevalent among the Tidung people in Sepala Dalung Village, Tana Tidung Regency, North Kalimantan. This study aimed to explore the utilization of local plants as food by the Tidung people in Sepala Dalung Village. The research was descriptive with a qualitative approach, employing interviews, observations, and documentation for data collection. Data analysis followed the interactive method by Miles, Huberman, and Saldana, encompassing data condensation, data presentation, and conclusion drawing. The results revealed that the Tidung Tribe utilized plants from two habitats: 10 plant types from hygrophytic habitats and 3 plant types from hydrophytic habitats. The commonly used plant parts included roots, leaf stems, and fruits. In terms of usage intensity, fruits were the most frequently used, followed by leaves, roots, and stems. The Tidung people demonstrated a diverse use of plants with relatively short processing times. Plant processing was categorized into two types: those that could be consumed directly and those requiring prior processing. The findings highlighted the potential of diversifying local plants as alternative food sources, providing new knowledge for the community in Sepala Dalung Village, which could be incorporated into biology education to enhance learning.
Stroke adalah penyakit saraf, atau sistem persyarafan, yang terjadi dengan cepat dan penyebab utamanya adalah gangguan aliran darah menuju otak. Kebocoran darah yang dimaksud dapat disebabkan oleh dua penyebab berbeda: pecahnya darah membran atau penyumbatan darah membran. Masalah yang terjadi menyebabkan fungsi otak pada akhirnya akan menurun dan menghambatan suplai darah keotak. Berdasarkan hasil perbandingan yang telah di dapat antar kedua pasien yaitu terangkatnya dingnosis keperawatan risiko perfusi serebral tiak efektif. Sesuai dengan teori yang di ajukan.
Asuhan kebidanan komprehensif adalah asuhan berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. peran bidan selain memberikan asuhan komprehensif juga harus meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam penanganan dan memberikan pelayanan kesehatan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. Tujuan dari asuhan ini adalah memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, dan bayi baru lahir pada NY. A di puskesmas gunung lingkas dengan menggunakan pendekatan manajeman kebidanan dengan pendekatan manajeman asuhan kebidanan.
Ice beraking adalah metode untuk mengubah suasana belajar dari pasif ke aktif, dari kaku menjadi gerak, dan dari jenuh menjadi riang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran ice breaking pada pembelajaran tematik kelas V-B di SD Negeri 016 Pantai Amal Tarakan tahun pelajaran 2023/2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian 26 siswa kelas V-B dan guru wali kelas V-B. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi yang dikonfirmasi melalui wawancara serta angket yang didukung dengan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa proses penerapan ice breaking pada pembelajaran tematik kelas V-B di SD Negeri 016 Pantai Amal Tarakan sudah diterapkan dengan baik, jenis ice breaking yang diterapkan adalah bernyanyi, dan tepuk tangan yang digunakan oleh guru secara terkonsep yang tertuang dalam rencana pelaksanaan pembelajaran tematik. Ice breaking ini diterapkan di awal, di tengah, dan di akhir pembelajaran tematik. Peran ice breaking bagi siswa kelas V-B di SD Negeri 016 Pantai Amal Tarakan adalah mampu mengubah suasana kelas yang jenuh menjadi lebih aktif, siswa merasa pembelajaran tematik menjadi menyenangkan, siswa menjadi lebih berkonsentrasi dalam pembelajaran tematik, meningkatkan interaksi antar siswa dalam mengerjakan tugas, Siswa memiliki jiwa kepemimpinan serta berani bertindak, mempererat interaksi yang terjadi antara guru dengan siswa, siswa terlatih untuk menghargai pendapat orang lain, suasana kelas menjadi lebih kompak, dan meningkatkan daya ingat siswa terhadap materi pembelajaran tematik yang sudah di lalui. Kata Kunci: Ice Breaking, Pembelajaran Tematik
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah instrumen asesmen diagnostik pada materi bangun datar di kelas IV yang valid berdasarkan validitas, reliabilitas, taraf kesukaran dan daya beda serta mengetahui keefektifan instrumen asesmen diagnostik dari hasil analisis tingkatan kemampuan awal siswa dan angket respon guru. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu: analyze, design, development, implement, evaluate. Soal asesmen diagnostik yang dikembangkan berbentuk pilihan ganda sebanyak 19 butir soal yang sudah memenuhi kriteria dan aspek kevalidan yang dilakukan oleh tim ahli dari aspek materi, konstruksi dan bahasa dengan perolehan presentase 93,5% kategori valid serta analisis validasi tiap butir soal yang ditinjau dari hasil analisis validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya beda. Adapun hasil analisis asesmen diagnostik dapat menunjukkan presentase banyaknya siswa yang teridentifikasi mempunyai kemampuan awal yang sangat baik, baik, cukup, kurang dan sangat kurang. Selain itu, hasil angket respon guru yang bertujuan untuk mengetahui keefektifan produk diperoleh presentase 95% yang termasuk dalam kategori sangat efektif. Dengan demikian instrumen asesmen diagnostik yang dikembangkan valid dan efektif untuk mengidentifikasi kemampuan awal siswa.
Abstract The problems obtained by the out the researcher when conducting interviews at SDK Frater Don Bosco, Tarakan City on June 24, 2022, showed that: First, out of the 20 students in the class, there are 3 students and if is presented in percentage, there are 15% out of 100% of students who have not been able to apply their socio-emotional behavior well towards their peers, and have not been able to express their emotional expressions negatively or positively. This study aims to determine the validity of the storybook media Enggang Si Pemberani for Socio-Emotional Development. The benefit of research is to determine the validity of the product of storybook Enggang Si Pemberani for Socio-Emotional Development aimed at grade 1 students of SDK Frater Don Bosco, Tarakan City. The method used in this research is the development method. The research procedure used in this development research uses the results of a modification of Borg and Gall in Sugiyono (2016) consisting of 10 stages, namely: 1) potential and problems, 2) gathering information, 3) product design, 4) design validation, 5) design improvement, 6) produc trials, 7) produc revisions, 8) usage trials, 9) product revisions, and 10) mass production. In this study, it was only carried out up to the 5th stage, namely; design improvement. The results of experts scored 80%, and for material experts the score reached 90%, while for linguists the score reached 76.6%. So, the results of the validation of experts on the Enggang Si Pemberani storybook media in product development are declared “Highly Feasible”
Self- harm merupakan setiap perilaku sengaja yang bukan termasuk bunuh diri yang menyebabkan luka pada tubuh dengan tujuan melepaskan penderitaan emosional. Perilaku self-harm juga ditemukan di SMP Negeri 14 Tarakan, terdapat kurang lebih 24 kasus self-harm jenis self-cutting di sekolah tersebut. Self-cutting termasuk bentuk dari cara melukai diri sendiri dengan mengoreskan atau menyayat benda tajam pada salah satu bagian tubuh. Upaya yang dapat dilakukan dalam menurunkan perilaku self-harm adalah menerapkan layanan konseling kelompok dengan teknik rational emotive behavior therapy (REBT). Teknik rational emotive behavior therapy (REBT) membantu seseorang menyadari bahwa mereka dapat hidup lebih rasional dan produktif, mengubah kebiasaan berpikir serta perilaku yang merusak diri sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik rational emotive behavior therapy (REBT) terhadap perilaku self-harm pada peserta didik di SMP Negeri 14 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan pre-experiment one-group pretest-postest design. Jenis pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan populasi sebanyak 160 peserta didik dan sampel berjumlah 5 peserta didik kelas VII. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen berupa skala likert tentang perilaku self-harm. Analisis data dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired sample t-test. Berdasarkan hasil penelitian ini, perhitungan uji paired sample t-test dengan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh konseling kelompok dengan teknik rational emotive behavior therapy (REBT) terhadap perilaku self-harm peserta didik kelas VII di SMP Negeri 14 Tarakan tahun pelajaran 2023/2024.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas VIII di SMP negeri 13 Tarakan kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan yang penting dalam kehidupan sehari-hari dan juga dalam dunia akademik keterampilan ini melibatkan kemampuan menganalisis informasi mengevaluasi argumen dan membuat kesimpulan berdasarkan bukti yang tersedia. Keterampilan berpikir kritis berarti kemampuan mengevaluasi informasi secara kritis dan objektif, dengan tujuan untuk mengambil keputusan yang tepat titik berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa data keterampilan berbagi kritis sebelum diberikan dan perlakuan dan sesudah diberi perlakuan seluruhnya berdistribusi normal dan homogen. Instrumen yang di gunakan adalah skala keterampilan berpikir kritis, skala yang digunakan yaitu skala likert tentang keterampilan berpikir kritis berdasarkan teori (Ennis, 2011). Berdasarkan hasil uji paired sample test diperoleh nilai teh hitung sebesar 15,545 lebih besar dari tabel 1,833. Sebagaimana dasar pengambilan keputusan maka ho ditolak dan ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dalam pemilihan kelompok terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas VIII di SMP negeri 13 Tarakan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep siswa kelas IX MTs Negeri Tarakan pada masa pembelajaran daring. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas IX semester genap tahun ajaran 2021/2022 di MTs Negeri Tarakan. Metode pengumpulan data menggunakan tes kemampuan pemahaman konsep. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX MTs Negeri Tarakan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 90 siswa yang diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki kemampuan pemahaman konsep yang rendah dengan persentase 62,22% (56 siswa). Adapun nilai rata-rata untuk setiap indikator pemahaman konsep dan persentase jumlah siswa yang memperoleh pencapaian tinggi pada setiap indikator pemahaman konsep yaitu, pada indikator menyatakan ulang sebuah konsep dengan nilai rata-rata 54.17 dan persentase sebesar 37,78%, pada indikator mengklasifikasikan objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsepnya dengan nilai rata-rata 84.44 dan persentase sebesar 85,56%, pada indikator memberi contoh dan bukan contoh dari suatu konsep dengan nilai rata-rata 81.94 dan persentase sebesar 82,22%, pada indikator menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematika dengan nilai rata-rata 18.89 dan persentase sebesar 10%, pada indikator mengembangkan syarat perlu dan syarat cukup dari suatu konsep dengan nilai rata-rata 38.06 dan persentase sebesar 25,56%, pada indikator menggunakan dan memanfaatkan serta memilih prosedur atau operasi tertentu dengan nilai rata-rata 61.39 dan persentase sebesar 63,33%, dan pada indikator mengklasifikasikan konsep atau algoritma pada pemecahan masalah dengan nilai rata-rata 36.39 dan persentase sebesar 22,22%.
The purpose of this study is to determine whether there is a significant difference in English vocabulary among class VIII students at MTs DDI Tarakan who use Duolingo apps. This study used a quantitative method using pre-test and post-test experimental designs. The subjects in this study were eighth-grade students. The sampling technique utilized was purposive sampling, which involved sampling the entire population, hence the sample size was 17 students Data collection included vocabulary pre- and post-tests, as well as interviews. The results indicated that the hypothesis was accepted. The sample t-test showed a significant (2-tailed) result of 0.000 0.05. If the two-tailed significance level is less than 0.05. Based on pre-and post-test data, the researchers discovered a substantial relationship between Duolingo use and students' English vocabulary. Students' vocabulary improves significantly after using Duolingo Apps. Students enjoyed the learning process and improved their vocabulary understanding and retention, indicating Duolingo's effectiveness for English vocabulary among MTS DDI Tarakan grade VIII students.
Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang telah dibatasi dengan tidak melakukan kegiatan penerbitan buku secara besar-besaran. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk buku cerita pendek sebagai sumber belajar yang menarik dan meningkatkan minat baca siswa serta mendeskripsikan penggunaan buku cerita pendek sebagai sumber belajar berdasarkan kelayakan, kepraktisan, dan keefektifannya. Instrumen penelitian dan pengembangan ini menggunakan lembar wawancara guru, angket validasi ahli, dan angket respon guru serta siswa yang pada setiap angket memiliki 10 aspek penilaian. Hasil penelitian dari validasi penyajian buku cerita pendek sebagai sumber belajar melalui angket oleh ahli materi mencapai persentase 75% dengan kualifikasi layak, oleh ahli bahasa mencapai persentase 95% dengan kualifikasi sangat layak dan oleh ahli media mencapai persentase 73% dengan kualifikasi layak. Hasil angket respon guru terhadap buku cerita pendek sebagai sumber belajar mempunyai nilai persentase sebesar 75% dengan kualifikasi praktis dan angket respon siswa memiliki persentase sebesar 88% yang dikualifikasikan sangat efektif. Uji coba produk dilakukan pada kelas XI SMA Muhammadiyah Boarding School Tarakan. Hasil penelitian dan pengembangan buku cerita pendek sebagai sumber belajar layak digunakan untuk pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya pembelajaran cerita pendek di kelas XI.
Penelitian ini menggunakan kajian stilistika dan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan merupakan sebuah penelitian kebahasaan. Data yang digunakan berupa kata, ungkapan dan kalimat yang dianggap mengandung sindiran dalam stand up comedy di channel youtube kompas TV yang dinggah dalam rentan waktu Januari-Oktober 2023 dan ditemukan 36 data. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian terdiri dari dua tahap yaitu simak dan rekam catat. Berdasarkan hasil temuan penggunaan jenis sindiran yang banyak digunakan yaitu berbentuk ironi dan sarkasme, sedangkan penggunaan sindiran paling sedikit digunakan yaitu berbentuk satire. Hasil dari klasifikasi data menunjukkan bahwa ditemukan 5 data jenis sindiran dengan cara penyampaiannya yang berbeda-beda, terdapat 10 data sindiran jenis ironi, terdapat 6 data sindiran jenis sinisme, terdapat 10 data sindiran jenis sarkasme, terdapat 4 data sindiran jenis satire, dan terdapat 6 data sindiran jenis innuendo.
This study aimed to design English worksheets focused on writing skills using a text-based approach at SMAN 1 Tarakan. The research design employed was Research and Development (R&D) using the ADDIE Model. There are five development stages of development, namely (1) Analysis, (2) Design, (3) Development, (4) Implementation, and (5) Evaluation. The research instruments utilized included questionnaires, interviews, validation sheets, and observation sheets. The research findings indicated that: 1) Design and Layout Validation received a total score of 48.00 with a percentage of 92%, categorized as highly appropriate. 2) Material and Content Expert Validation received a total score of 33.00 with a percentage of 82.5%, categorized as appropriate. 3) Language Expert Validation received a total score of 35.00 with a percentage of 87.5%, categorized as very appropriate. 4) The practicality questionnaire results received a total score of 30.00 with a percentage of 93%, categorized as very practical. The students’ responses to the worksheet after testing showed a positive response with a percentage of over 85% for each indicator. Therefore, the text-based English writing worksheet for grade X students are applicable as an English learning medium in high schools.
Asuhan kebidanan komprehensif adalah asuhan berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. peran bidan selain memberikan asuhan komprehensif juga harus meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam penanganan dan memberikan pelayanan kesehatan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. Tujuan dari asuhan ini adalah memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, dan bayi baru lahir pada NY. A di puskesmas gunung lingkas dengan menggunakan pendekatan manajeman kebidanan dengan pendekatan manajeman asuhan kebidanan.
Jagung (Zea mays L) termasuk salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat. Jagung banyak dibudidayakan untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri dan merupakan komoditi yang diekspor. Namun kehadiran gulma menjadi salah satu masalah dan mengganggu dalam budidaya tanaman jagung. Salah satu jenis gulma yang ditemui pada budidaya tanaman jagung yaitu gulma Rottboellia exaltata. Maka dari itu, untuk menekan pertumbuhan gulma Rottboellia exaltata maka perlu dilakukan pengendalian salah satunya dengan menggunakan bioherbisida. Gulma yang dapat dimanfaatkan sebagai bioherbisida alami dalam menghambat pertumbuhan gulma yaitu gulma Imperata cylindrica L. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh konsentrasi gulma Imperata cylindrica L dalam mengendalikan gulma Rottboellia exaltata pada tanaman jagung (Zea mays L) dan untuk mengetahui pada konsentrasi gulma Imperata cylindrica L berapakah yang paling efektif dalam mengendalikan gulma Rottboellia exaltata pada tanaman jagung (Zea mays L). Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor yang terdiri dari 6 perlakuan ekstrak gulma Imperata cylindrica L yaitu P0 (0%), P1 (20%), P2 (40%), P3 (60%), P4 (80%) dan P5 (100%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P5 dengan konsentrsi ekstrak gulma Imperata cylindrica L 100% merupakan perlakuan terbaik dalam menghambat pertumbuhan gulma Rottboellia exaltata pada parameter tinggi gulma, jumlah daun gulma, berat basah gulma dan berat kering gulma.
Pada habitat alaminya Artemia hidup pada salinitas yang tinggi. Artemia merupakan salah satu pakan alami bagi larva udang dan ikan yang banyak digunakan di tempat balai pembenihan atau pembudidaya benih udang dan ikan baik air laut maupun air tawar di seluruh Indonesia. Pada habitat alaminya Artemia hidup pada salinitas yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui salinitas optimal untuk penetasan kista Artemia sp. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknologi Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Metode pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif dilakukan dengan cara mengukur jumlah tetas artemia sp.. Sedangkan metode kualitatif dilakukan dengan pengamatan secara langsung yang kemudian dituliskan dalam bentuk kalimat. One-way Analysis of Variance (ANOVA) digunakan untuk melihat perbedaan hatching rate Artemia antar perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai tertinggi untuk penetasan kista Artemia sp adalah pada salinitas 30 ppt yaitu sekitar 107.000 individu/L, selanjutnya secara berurutan pada salinitas 35 ppt sekitar 83.000 individu/L, salinitas 25 ppt sekitar 65.666 individu/L, dan salinitas 40 ppt sekitar 53.666 individu/L. Berdasarkan uji ANOVA perlakuan salinitas 30 ppt berbeda nyata dengan seluruh perlakuan salinitas lainnya. Hasil uji duncan menunjukkan perlakuan dengan salinitas 25 ppt tidak berbeda nyata dengan salinitas 40 ppt tetapi berbeda nyata dengan salinitas 35 ppt.
Aaaa
The research aimed to develop interactive media using iSpring Suite 9 which is based on learning media application as simple present tense interactive designs and materials that are effective for application in English learning for class VII students at SMPN 1 Tanjung Selor. The research method used in this research was mixed-method research. The research was Research and Development with the ADDIE model which has five stages, namely (1) Analysis; (2) Design; (3) Development; (4) Implementation; and (5) Evaluation. In this research, the instruments used consisted of a student needs questionnaire, material expert validation questionnaire, media expert validation questionnaire, language expert validation questionnaire, media practicality test questionnaire, media practicality interview, students’ response questionnaire, and students’ response interview. The research results showed that validation from material expert obtained a percentage score of 92% with the qualification "Very Feasible", validation from media expert obtained a percentage score of 85.4% with the qualification "Feasible", validation from language expert obtained a percentage score of 85.4% with the qualification "Feasible", the practicality of the media got a percentage score of 90.9% with the qualification "Very Practical", and the student response to the interactive media that had been developed got a score of 85.48% with the qualification "Good". Therefore, interactive media using iSpring Suite 9 in learning simple present tense is feasible and practical to use as a medium for learning English for class VII students of SMPN 1 Tanjung Selor.