2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), PDRB per kapita, dan upah minimum terhadap kemiskinan di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Utara tahun 2018-2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berbentuk data panel yang mencakup lima Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara, yaitu Kabupaten Bulungan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung, dan Kota Tarakan selama periode 2018–2025. Data penelitian diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi data panel dengan bantuan program EViews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Indeks Pembangunan Manusia berpengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah penduduk miskin, sedangkan PDRB per kapita dan upah minimum tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah penduduk miskin di Provinsi Kalimantan Utara. Secara simultan, Indeks Pembangunan Manusia, PDRB per kapita, dan upah minimum berpengaruh signifikan terhadap jumlah penduduk miskin. Nilai koefisien determinasi sebesar 98,74%, yang menunjukkan bahwa variabel IPM, PDRB per kapita, dan upah minimum mampu menjelaskan variasi kemiskinan sebesar 98,74%, sedangkan sisanya sebesar 1,26% dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), PDRB per kapita, dan upah minimum terhadap kemiskinan di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Utara tahun 2018-2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berbentuk data panel yang mencakup lima Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara, yaitu Kabupaten Bulungan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung, dan Kota Tarakan selama periode 2018–2025. Data penelitian diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi data panel dengan bantuan program EViews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Indeks Pembangunan Manusia berpengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah penduduk miskin, sedangkan PDRB per kapita dan upah minimum tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah penduduk miskin di Provinsi Kalimantan Utara. Secara simultan, Indeks Pembangunan Manusia, PDRB per kapita, dan upah minimum berpengaruh signifikan terhadap jumlah penduduk miskin. Nilai koefisien determinasi sebesar 98,74%, yang menunjukkan bahwa variabel IPM, PDRB per kapita, dan upah minimum mampu menjelaskan variasi kemiskinan sebesar 98,74%, sedangkan sisanya sebesar 1,26% dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian.
2026 · Book ·
.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanah merupakan dasar pondasi bangunan yang sangat memengaruhi stabilitas struktur. Jenis tanah yang harus diperhatikan salah satunya tanah ekspansif. Tanah ekspansif merupakan jenis tanah lempung yang memiliki sifat kembang-susut tinggi. Akibat dari perubahan kadar air dapat menyebabkan kerusakan konstruksi. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk memperbaiki sifat tanah ekspansif adalah stabilisasi tanah menggunakan material granular. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan pasir gusung Kota Tarakan terhadap sifat fisik dan mekanis tanah ekspansif. Tanah yang digunakan berasal dari Jalan Kuburan Cina, Gunung Lingkas, Kota Tarakan. Penelitian dilakukan secara eksperimental di Laboratorium dengan variasi penambahan pasir gusung sebesar 20%, 40% dan 60% serta masa pemeraman selama 10, 20 dan 30 hari. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian sifat fisik tanah berupa Analisa saringan, kadar air, berat volume tanah, Spesific gravity dan Atterberg limit serta sifat mekanis tanah berupa pemadatan, California Bearing Ratio (CBR), dan Unconfined Compressive Strength (UCS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pasir gusung dan peningkatan masa pemeraman memberikan pengaruh terhadap perubahan sifat fisik dan mekanis tanah ekspansif. Penambahan pasir gusung menyebabkan plastisitas tanah menurun karena dominasi material granular sehingga beberapa campuran tidak lagi menunjukkan sifat plastis. Selain itu, nilai kuat tekan bebas (UCS) meningkat dari 0,0502 kg/cm2 menjadi 0,115 kg/cm2, nilai MDD juga meningkat dari 1,393 gr/cm3 menjadi 1,679 gr/cm3 dan daya dukung tanah (CBR) meningkat dari nilai 9,59% menjadi 25,47%. Variasi campuran yang paling efektif diperoleh pada penambahan pasir gusung sebesar 60% dengan masa pemeraman 30 hari, yang menunjukkan peningkatan sifat mekanis tanah paling optimal.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh performance expectancy, effort expectancy, dan social influence terhadap niat penggunaan serta dampaknya terhadap penggunaan aktual self-ordering kiosk pada McDonald’s Tarakan, dengan latar belakang adanya perbedaan penerimaan teknologi di kalangan konsumen. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) dan analisis Structural Equation Modeling (SEM), dengan data yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performance expectancy, effort expectancy, dan social influence berpengaruh signifikan terhadap niat penggunaan, serta niat penggunaan berpengaruh signifikan terhadap penggunaan aktual. Selain itu, niat penggunaan juga berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara ketiga variabel tersebut dengan penggunaan aktual. Temuan ini menegaskan bahwa persepsi manfaat, kemudahan penggunaan, dan pengaruh sosial merupakan faktor utama dalam mendorong adopsi teknologi layanan mandiri oleh konsumen, sehingga optimalisasi aspek tersebut menjadi penting dalam meningkatkan penggunaan self-ordering kiosk.
2026 · Thesis ·
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh performance expectancy, effort expectancy, dan social influence terhadap niat penggunaan serta dampaknya terhadap penggunaan aktual self-ordering kiosk pada McDonald’s Tarakan, dengan latar belakang adanya perbedaan penerimaan teknologi di kalangan konsumen. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) dan analisis Structural Equation Modeling (SEM), dengan data yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performance expectancy, effort expectancy, dan social influence berpengaruh signifikan terhadap niat penggunaan, serta niat penggunaan berpengaruh signifikan terhadap penggunaan aktual. Selain itu, niat penggunaan juga berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara ketiga variabel tersebut dengan penggunaan aktual. Temuan ini menegaskan bahwa persepsi manfaat, kemudahan penggunaan, dan pengaruh sosial merupakan faktor utama dalam mendorong adopsi teknologi layanan mandiri oleh konsumen, sehingga optimalisasi aspek tersebut menjadi penting dalam meningkatkan penggunaan self-ordering kiosk.
2026 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efektivitas sistem akuntansi persediaan tradisional dan modern dalam meningkatkan pengendalian internal pada UMKM, dengan studi kasus pada UMKM Kenko yang bergerak di industri keripik pisang di Kota Tarakan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik usaha, observasi non-partisipan, dan studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara tematik dan komparatif. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa sistem akuntansi persediaan tradisional (berbasis catatan manual) yang diterapkan UMKM Kenko tidak efektif dalam mendukung pengendalian internal. Kelemahan utama terletak pada rendahnya keakuratan data akibat ketergantungan pada ingatan, inefisiensi waktu pencatatan, serta lemahnya mekanisme pencegahan kehilangan barang dan kecurangan. Analisis dengan kerangka COSO menunjukkan ketidakterpenuhan hampir semua komponen pengendalian internal. Sebaliknya, sistem akuntansi modern (berbasis teknologi) dinilai memiliki potensi signifikan untuk meningkatkan efektivitas pengendalian internal. Sistem ini menjanjikan peningkatan keandalan informasi, efisiensi operasional melalui otomatisasi, dan penguatan mekanisme pencegahan fraud. Namun, adopsinya terkendala oleh faktor biaya investasi dan kebutuhan akan pelatihan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sistem akuntansi persediaan modern lebih efektif dibandingkan sistem tradisional dalam meningkatkan pengendalian internal pada UMKM Kenko. Penelitian ini merekomendasikan implementasi sistem modern secara bertahap yang didukung oleh pelatihan, penyusunan SOP, serta program subsidi dan pendampingan dari pemerintah untuk memfasilitasi transisi digital UMKM. Implikasi penelitian memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan teori pengendalian internal (COSO Framework) dalam konteks UMKM dan menjadi rujukan bagi pelaku usaha sejenis untuk melakukan modernisasi sistem akuntansi. Kata Kunci: Akuntansi
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efektivitas sistem akuntansi persediaan tradisional dan modern dalam meningkatkan pengendalian internal pada UMKM, dengan studi kasus pada UMKM Kenko yang bergerak di industri keripik pisang di Kota Tarakan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik usaha, observasi non-partisipan, dan studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara tematik dan komparatif. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa sistem akuntansi persediaan tradisional (berbasis catatan manual) yang diterapkan UMKM Kenko tidak efektif dalam mendukung pengendalian internal. Kelemahan utama terletak pada rendahnya keakuratan data akibat ketergantungan pada ingatan, inefisiensi waktu pencatatan, serta lemahnya mekanisme pencegahan kehilangan barang dan kecurangan. Analisis dengan kerangka COSO menunjukkan ketidakterpenuhan hampir semua komponen pengendalian internal. Sebaliknya, sistem akuntansi modern (berbasis teknologi) dinilai memiliki potensi signifikan untuk meningkatkan efektivitas pengendalian internal. Sistem ini menjanjikan peningkatan keandalan informasi, efisiensi operasional melalui otomatisasi, dan penguatan mekanisme pencegahan fraud. Namun, adopsinya terkendala oleh faktor biaya investasi dan kebutuhan akan pelatihan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sistem akuntansi persediaan modern lebih efektif dibandingkan sistem tradisional dalam meningkatkan pengendalian internal pada UMKM Kenko. Penelitian ini merekomendasikan implementasi sistem modern secara bertahap yang didukung oleh pelatihan, penyusunan SOP, serta program subsidi dan pendampingan dari pemerintah untuk memfasilitasi transisi digital UMKM. Implikasi penelitian memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan teori pengendalian internal (COSO Framework) dalam konteks UMKM dan menjadi rujukan bagi pelaku usaha sejenis untuk melakukan modernisasi sistem akuntansi. Kata Kunci: Akuntansi
2024 · Book ·
Usaha Kecil Menengah (UKM) Lapis Tarakan merupakan salah satu UKM di kota Tarakan yang terkenal dengan produk olahan kue lapis dari buah terap. Olahan kue lapis dari buah terap ini merupakan inovasi baru dalam menghasilkan produk pangan olahan lokal khas dari kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis kelayakan finansial produk kue lapis terap di UKM Lapis Tarakan, 2) Menganalisis nilai tambah produk kue lapis terap di UKM Lapis Tarakan. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi langsung, wawancara dengan pemilik UKM Lapis Tarakan dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu, R/C Ratio, BEP (Break Even Point) dan metode Hayami, hal ini untuk menghitung kelayakan finansial dan nilai tambah dari UKM Lapis Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Adapun kelayakan finansial produk kue lapis terap yaitu R/C Ratio sebesar 1,41. BEP Harga produk kue lapis terap sebesar Rp. 71.043 yang dimana lebih dari harga jual, BEP Produksi sebesar 0,53 kg lebih dari hasil produksi dan BEP Penerimaan sebesar Rp. 52.667 lebih dari total penerimaan, maka dari hasil ini produk kue lapis terap di UKM Lapis Tarakan layak untuk dijalankan. 2) Adapun nilai tambah bahan baku buah terap yang telah diolah menjadi kue lapis terap yaitu sebesar Rp. 1.927.790 per kg. Rasio nilai tambah 96% lebih > dari 40%, maka rasio ini tergolong tinggi. Dan margin keuntungan produk kue lapis terap yaitu sebesar Rp. 1.990.000 yang telah didistribusikan menjadi beberapa faktor seperti pendapatan tenaga kerja sebesar 4%, sumbangan input lain sebesar 3% dan keuntungan 93%.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Usaha Kecil Menengah (UKM) Lapis Tarakan merupakan salah satu UKM di kota Tarakan yang terkenal dengan produk olahan kue lapis dari buah terap. Olahan kue lapis dari buah terap ini merupakan inovasi baru dalam menghasilkan produk pangan olahan lokal khas dari kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis kelayakan finansial produk kue lapis terap di UKM Lapis Tarakan, 2) Menganalisis nilai tambah produk kue lapis terap di UKM Lapis Tarakan. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi langsung, wawancara dengan pemilik UKM Lapis Tarakan dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu, R/C Ratio, BEP (Break Even Point) dan metode Hayami, hal ini untuk menghitung kelayakan finansial dan nilai tambah dari UKM Lapis Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Adapun kelayakan finansial produk kue lapis terap yaitu R/C Ratio sebesar 1,41. BEP Harga produk kue lapis terap sebesar Rp. 71.043 yang dimana lebih dari harga jual, BEP Produksi sebesar 0,53 kg lebih dari hasil produksi dan BEP Penerimaan sebesar Rp. 52.667 lebih dari total penerimaan, maka dari hasil ini produk kue lapis terap di UKM Lapis Tarakan layak untuk dijalankan. 2) Adapun nilai tambah bahan baku buah terap yang telah diolah menjadi kue lapis terap yaitu sebesar Rp. 1.927.790 per kg. Rasio nilai tambah 96% lebih > dari 40%, maka rasio ini tergolong tinggi. Dan margin keuntungan produk kue lapis terap yaitu sebesar Rp. 1.990.000 yang telah didistribusikan menjadi beberapa faktor seperti pendapatan tenaga kerja sebesar 4%, sumbangan input lain sebesar 3% dan keuntungan 93%.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Sistem zonasi merupakan sebuah gagasan baru dalam dunia pendidikan yang dipelopori oleh Menteri Muhazir Effendy dengan dikeluarkannya Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 tentang penerimaan peserta didik baru mengunakan sistem sistem zonasi namun pada tahun 2019 peraturan tersebut mengalami dua kali perubahan yang tertuang pada Permendikbud Nomor 20 Tahun 2019 tentang perubahan atas Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018, dan Permendikbud No 44 Tahun 2019 tantang perubahan atas Permendikbud No 20 Tahun 2019. Dana kembali mengalami pembaharuan dengan lahirnya Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021. Problematika hak atas pendidikan itu muncul karena lebih mengutamakan aspek jarak di bandingkan kognitif, bahkan peluang ekonomi yang tidak mampu jauh lebih sedikit dibandingkan zonasi. Penelitian ini bertujuan menganalisa efektivitas hukum penerapan sistem zonasi bagi penerimaan peserta didik baru dan penerapan sistem zonasi bagi penerimaan peserta didik baru dalam perspektif keadilan. Metode penelitian yang digunakan yaitu yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih kurang efektif dalam penerapan Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 karena beberapa faktor: Pasal 13 Ayat (4) belum sepenuhnya mengakomodir peserta kurang mampu, terdapat 32% permasalahan daya tampung sekolah, penambahan rombel yang berdampak pada daya tampung sekolah swasta, tidak ada panduan bagi pemerintah daerah untuk melakukan pemetaan/formula wilayah zonasi, tidak ada mekanisme yang memastikan bahwa siswa kurang mampu terhadap layanan akses pendidikan. Sedangkan dalam perspektif keadilan John Rawls mengenai konsep keadilan distributuf natural pada dasarnya harus memberikan kesempatan yang setara. Pasal 31 Ayat (1) dan Ayat (2) Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 masih bertentangan dengan Pasal 6 Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003. Dan Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021, masih bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Permendikbud melanggar konsep ajaran Hans Kelsen mengenai teori perjenjangan dalam suatu hierarki tata susunan norma. Kata Kunci : Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021, sistem zonasi, peserta didik baru, efektifitas hukum, azas keadilan hukum.
2024 · Thesis ·
Sistem zonasi merupakan sebuah gagasan baru dalam dunia pendidikan yang dipelopori oleh Menteri Muhazir Effendy dengan dikeluarkannya Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 tentang penerimaan peserta didik baru mengunakan sistem sistem zonasi namun pada tahun 2019 peraturan tersebut mengalami dua kali perubahan yang tertuang pada Permendikbud Nomor 20 Tahun 2019 tentang perubahan atas Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018, dan Permendikbud No 44 Tahun 2019 tantang perubahan atas Permendikbud No 20 Tahun 2019. Dana kembali mengalami pembaharuan dengan lahirnya Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021. Problematika hak atas pendidikan itu muncul karena lebih mengutamakan aspek jarak di bandingkan kognitif, bahkan peluang ekonomi yang tidak mampu jauh lebih sedikit dibandingkan zonasi. Penelitian ini bertujuan menganalisa efektivitas hukum penerapan sistem zonasi bagi penerimaan peserta didik baru dan penerapan sistem zonasi bagi penerimaan peserta didik baru dalam perspektif keadilan. Metode penelitian yang digunakan yaitu yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih kurang efektif dalam penerapan Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 karena beberapa faktor: Pasal 13 Ayat (4) belum sepenuhnya mengakomodir peserta kurang mampu, terdapat 32% permasalahan daya tampung sekolah, penambahan rombel yang berdampak pada daya tampung sekolah swasta, tidak ada panduan bagi pemerintah daerah untuk melakukan pemetaan/formula wilayah zonasi, tidak ada mekanisme yang memastikan bahwa siswa kurang mampu terhadap layanan akses pendidikan. Sedangkan dalam perspektif keadilan John Rawls mengenai konsep keadilan distributuf natural pada dasarnya harus memberikan kesempatan yang setara. Pasal 31 Ayat (1) dan Ayat (2) Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 masih bertentangan dengan Pasal 6 Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003. Dan Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021, masih bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Permendikbud melanggar konsep ajaran Hans Kelsen mengenai teori perjenjangan dalam suatu hierarki tata susunan norma. Kata Kunci : Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021, sistem zonasi, peserta didik baru, efektifitas hukum, azas keadilan hukum.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Asuhan kebidanan komprehensif mencakup empat kegiatan pemeriksaan berkesinambungan diantaranya asuhan kehamilan, asuhan persalinan, asuhan masa nifas, dan asuhan bayi baru lahir. Sebagai seorang bidan diharapkan dapat memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif dan berkesinambunganan sepanjang siklus kehidupan perempuan. Tujuannya untuk melakukan asuhan kebidanan secara komprehensif sejak masa kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir kepada Ny. S di Klinik Utama Carsa dengan menggunakan pendokumentasian SOAP. Pengkajian dilakukan terhadap Ny. S G1P0A0 yaitu melakukan Kunjungan Antenatal Care dilakukan sebanyak 1 kali pada usia 38 minggu. Asuhan yang dilakukan pada persalinan yaitu tepat pada tanggal 20 april 2022, pukul 06:00 Wita. Usia kehamilan 38 minggu 5 hari bersalin secara normal. Kala I berlangsung selama 5 jam, kala II berlangsung selama 15 menit, kala III berlangsung selama 5 menit, dan kala IV berlangsung selama 2 jam. Masa nifas Ny. S berjalan dengan normal, kunjungan masa nifas dilakukan pada kunjungan pertama (KF1). Tanda-tanda vital, proses involusi, tinggi fundus uteri, kontraksi uterus, proses laktasi, dan pengeluaran lochea, pada masa nifas berjalan secara fisiologis. Observasi pada bayi baru lahir yang dilakukan adalah kunjungan 6 jam neonatus. Bayi menyusui dengan kuat dan masih diberikan ASI eksklusif dan tidak ditemukan tanda-tanda infeksi, asuhan neonatus By. Ny. S dalam keadaan batas normal. Pada asuhan kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir tidak terdapat masalah.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Asuhan kebidanan komprehensif mencakup empat kegiatan pemeriksaan berkesinambungan diantaranya asuhan kehamilan, asuhan persalinan, asuhan masa nifas, dan asuhan bayi baru lahir. Sebagai seorang bidan diharapkan dapat memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif dan berkesinambunganan sepanjang siklus kehidupan perempuan. Tujuannya untuk melakukan asuhan kebidanan secara komprehensif sejak masa kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir kepada Ny. S di Klinik Utama Carsa dengan menggunakan pendokumentasian SOAP. Pengkajian dilakukan terhadap Ny. S G1P0A0 yaitu melakukan Kunjungan Antenatal Care dilakukan sebanyak 1 kali pada usia 38 minggu. Asuhan yang dilakukan pada persalinan yaitu tepat pada tanggal 20 april 2022, pukul 06:00 Wita. Usia kehamilan 38 minggu 5 hari bersalin secara normal. Kala I berlangsung selama 5 jam, kala II berlangsung selama 15 menit, kala III berlangsung selama 5 menit, dan kala IV berlangsung selama 2 jam. Masa nifas Ny. S berjalan dengan normal, kunjungan masa nifas dilakukan pada kunjungan pertama (KF1). Tanda-tanda vital, proses involusi, tinggi fundus uteri, kontraksi uterus, proses laktasi, dan pengeluaran lochea, pada masa nifas berjalan secara fisiologis. Observasi pada bayi baru lahir yang dilakukan adalah kunjungan 6 jam neonatus. Bayi menyusui dengan kuat dan masih diberikan ASI eksklusif dan tidak ditemukan tanda-tanda infeksi, asuhan neonatus By. Ny. S dalam keadaan batas normal. Pada asuhan kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir tidak terdapat masalah.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari Dana Bagi Hasil MIGAS, MINERBA, dan Kehutanan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif yang digunakan adalah teknik pengumpulan data dengan metode yang digunakan adalah tinjauan kepustakaan dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah yaitu metode analisis koefisien regresi linier berganda yang dioperasikan didalam program eviews 10, berdasarkan pada hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Secara parsial (uji t) Dana Bagi Hasil MIGAS terdapat suatu pengaruh tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi, Dana Bagi Hasil MINERBA berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi, dan Dana Bagi Hasil Kehutanan terdapat suatu pengaruh tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Sedangkan simultan (uji f), bahwa jumlah Dana Bagi Hasil MIGAS, MINERBA, dan Kehutanan tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara.