Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

IDAH

101 karya publik ditemukan.

2026: 202025: 52024: 262023: 202022: 182021: 72020: 5

ANALISIS FAKTOR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SD NEGERI 015 TARAKAN

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor intrinsik dan ekstrinsik yang memengaruhi motivasi belajar siswa di SD Negeri 015 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 015 Tarakan dengan subjek penelitian siswa kelas V-B. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh informasi mengenai motivasi belajar siswa serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. 1). Faktor intrinsik meliputi aktivitas belajar yang tinggi, ketekunan dalam mengerjakan tugas, dan keuletan dalam menghadapi kesulitan. Sebagian besar siswa telah menunjukkan aktivitas belajar yang cukup baik, seperti memperhatikan penjelasan guru, mengikuti kegiatan pembelajaran, mengerjakan tugas, serta berusaha menyelesaikan kesulitan secara mandiri. Namun, masih terdapat beberapa siswa yang kurang berkonsentrasi, kurang percaya diri dalam bertanya maupun menjawab pertanyaan, serta masih memerlukan bimbingan dalam menyelesaikan tugas. 2). Faktor ekstrinsik meliputi adanya informasi dari guru, pemberian motivasi dari guru, dan penguatan. Informasi dan arahan yang diberikan guru membantu siswa mengikuti kegiatan pembelajaran, sedangkan pemberian motivasi dan penguatan berupa pujian, penghargaan, serta kata-kata positif dapat meningkatkan semangat, kepercayaan diri, dan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Meskipun demikian, beberapa siswa masih memerlukan motivasi dan penguatan secara berkelanjutan agar motivasi belajar tetap terjaga. Dengan demikian, faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik sama-sama berperan dalam membentuk motivasi belajar siswa di SD Negeri 015 Tarakan.

Self ordering kiosk dalam industri Restoran cepat saji: pendeketab Technology Acceptance Model ( studi pada mahasiswa-mahasiswa pengunjung Restoran cepat sani di Universitas Borneo Tarakan

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK SELF ORDERING KIOSK DALAM INDUSTRI RESTORAN CEPAT SAJI: PENDEKATAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penerimaan dan faktor-faktor yang memengaruhi niat penggunaan Self-Ordering Kiosk (SOK) di restoran cepat saji (McDonald's Tarakan) di kalangan mahasiswa Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan kerangka teoritis Technology Acceptance Model (TAM) yang menguji pengaruh persepsi kegunaan (perceived usefulness), persepsi kemudahan penggunaan (Perceived Ease of Use), dan sikap (attitude) terhadap niat menggunakan (Behavioral Intention to Use). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebar kepada 300 responden mahasiswa aktif dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa seluruh variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat menggunakan. Persepsi kegunaan terbukti menjadi faktor yang paling dominan dalam membentuk niat penggunaan (β = 0,461), diikuti oleh sikap (β = 0,286) dan persepsi kemudahan penggunaan (β = 0,182). Selain itu, persepsi kemudahan penggunaan memiliki pengaruh yang kuat dalam membentuk sikap positif pengguna (β = 0,399), sementara persepsi kegunaan memengaruhi sikap dengan koefisien sebesar 0,278. Dapat disimpulkan bahwa mahasiswa Universitas Borneo Tarakan memiliki niat yang tinggi untuk mengadopsi teknologi SOK, terutama didorong oleh manfaat praktis (seperti efisiensi waktu dan akurasi pesanan) serta antarmuka sistem yang mudah dioperasikan. Implikasi praktis dari penelitian ini menyarankan agar pihak manajemen restoran cepat saji terus mengoptimalkan fitur bernilai tambah dan memastikan sistem tetap ramah pengguna (user friendly) untuk mendorong penggunaan yang berkelanjutan. Kata Kunci: Self Ordering Kiosk, Technology Acceptance Model, Niat Menggunakan, Restoran Cepat Saji, PLS-SEM

Pengaruh Model Pembelajaran Read Outline Discussion Evaluation (RODE) terhadap Kemampuan Numerasi Murid SMA Kelas XII

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kemampuan numerasi berperan penting untuk membantu murid dalam memahami dan menafsirkan informasi melalui konsep matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran Read Outline Discussion Evaluation (RODE) terhadap kemampuan numerasi murid kelas XII. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment bentuk non -equivalent control group design yang melibatkan dua kelas dengan masing-masing 30 murid sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen diberikan perlakuan menggunakan model RODE, sedangkan kelas kontrol menggunakan metode konvensional (ceramah). Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest berupa soal uraian indikator kemampuan numerasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U karena tidak semua data berdistribusi normal. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelas dengan nilai signifikansi 0,024 0,05. Selain itu, rata-rata N-Gain pada kelas eksperimen (0,56) lebih tinggi daripada kelas kontrol (0,41). Dengan demikian, model pembelajaran RODE terbukti berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan numerasi murid. Model ini dapat dijadikan alternatif inovatif dalam pembelajaran matematika untuk mendukung literasi dan numerasi di sekolah.

ANALISIS FAKTOR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SD NEGERI 015 TARAKAN

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor intrinsik dan ekstrinsik yang memengaruhi motivasi belajar siswa di SD Negeri 015 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 015 Tarakan dengan subjek penelitian siswa kelas V-B. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh informasi mengenai motivasi belajar siswa serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. 1). Faktor intrinsik meliputi aktivitas belajar yang tinggi, ketekunan dalam mengerjakan tugas, dan keuletan dalam menghadapi kesulitan. Sebagian besar siswa telah menunjukkan aktivitas belajar yang cukup baik, seperti memperhatikan penjelasan guru, mengikuti kegiatan pembelajaran, mengerjakan tugas, serta berusaha menyelesaikan kesulitan secara mandiri. Namun, masih terdapat beberapa siswa yang kurang berkonsentrasi, kurang percaya diri dalam bertanya maupun menjawab pertanyaan, serta masih memerlukan bimbingan dalam menyelesaikan tugas. 2). Faktor ekstrinsik meliputi adanya informasi dari guru, pemberian motivasi dari guru, dan penguatan. Informasi dan arahan yang diberikan guru membantu siswa mengikuti kegiatan pembelajaran, sedangkan pemberian motivasi dan penguatan berupa pujian, penghargaan, serta kata-kata positif dapat meningkatkan semangat, kepercayaan diri, dan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Meskipun demikian, beberapa siswa masih memerlukan motivasi dan penguatan secara berkelanjutan agar motivasi belajar tetap terjaga. Dengan demikian, faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik sama-sama berperan dalam membentuk motivasi belajar siswa di SD Negeri 015 Tarakan.

Pengaruh Model Pembelajaran Read Outline Discussion Evaluation (RODE) terhadap Kemampuan Numerasi Murid SMA Kelas XII

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan numerasi berperan penting untuk membantu murid dalam memahami dan menafsirkan informasi melalui konsep matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran Read Outline Discussion Evaluation (RODE) terhadap kemampuan numerasi murid kelas XII. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment bentuk non -equivalent control group design yang melibatkan dua kelas dengan masing-masing 30 murid sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen diberikan perlakuan menggunakan model RODE, sedangkan kelas kontrol menggunakan metode konvensional (ceramah). Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest berupa soal uraian indikator kemampuan numerasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U karena tidak semua data berdistribusi normal. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelas dengan nilai signifikansi 0,024 0,05. Selain itu, rata-rata N-Gain pada kelas eksperimen (0,56) lebih tinggi daripada kelas kontrol (0,41). Dengan demikian, model pembelajaran RODE terbukti berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan numerasi murid. Model ini dapat dijadikan alternatif inovatif dalam pembelajaran matematika untuk mendukung literasi dan numerasi di sekolah.

Self ordering kiosk dalam industri Restoran cepat saji: pendeketab Technology Acceptance Model ( studi pada mahasiswa-mahasiswa pengunjung Restoran cepat sani di Universitas Borneo Tarakan

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK SELF ORDERING KIOSK DALAM INDUSTRI RESTORAN CEPAT SAJI: PENDEKATAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penerimaan dan faktor-faktor yang memengaruhi niat penggunaan Self-Ordering Kiosk (SOK) di restoran cepat saji (McDonald's Tarakan) di kalangan mahasiswa Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan kerangka teoritis Technology Acceptance Model (TAM) yang menguji pengaruh persepsi kegunaan (perceived usefulness), persepsi kemudahan penggunaan (Perceived Ease of Use), dan sikap (attitude) terhadap niat menggunakan (Behavioral Intention to Use). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebar kepada 300 responden mahasiswa aktif dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa seluruh variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat menggunakan. Persepsi kegunaan terbukti menjadi faktor yang paling dominan dalam membentuk niat penggunaan (β = 0,461), diikuti oleh sikap (β = 0,286) dan persepsi kemudahan penggunaan (β = 0,182). Selain itu, persepsi kemudahan penggunaan memiliki pengaruh yang kuat dalam membentuk sikap positif pengguna (β = 0,399), sementara persepsi kegunaan memengaruhi sikap dengan koefisien sebesar 0,278. Dapat disimpulkan bahwa mahasiswa Universitas Borneo Tarakan memiliki niat yang tinggi untuk mengadopsi teknologi SOK, terutama didorong oleh manfaat praktis (seperti efisiensi waktu dan akurasi pesanan) serta antarmuka sistem yang mudah dioperasikan. Implikasi praktis dari penelitian ini menyarankan agar pihak manajemen restoran cepat saji terus mengoptimalkan fitur bernilai tambah dan memastikan sistem tetap ramah pengguna (user friendly) untuk mendorong penggunaan yang berkelanjutan. Kata Kunci: Self Ordering Kiosk, Technology Acceptance Model, Niat Menggunakan, Restoran Cepat Saji, PLS-SEM

IMPLEMENTASI CASE METHOD UNTUK MENINGKATKAN RESPON BULLYING-BYSTANDER SISWA SDN 029 TARAKAN

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang untuk menyakiti individu lain, baik secara fisik, verbal, maupun psikologis. Dalam peristiwa bullying, keberadaan bystander memiliki peran penting karena respon yang diberikan dapat memperkuat, mengabaikan, atau menghentikan tindakan perundungan. Namun, pada kenyataannya masih banyak siswa yang menunjukkan respon pasif atau bahkan mendukung pelaku bullying. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari 27 siswa kelas VB SDN 029 Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan skala respon bystander dan lembar observasi. Tindakan diberikan melalui layanan bimbingan klasikal dengan implementasi case method yang didukung teknik roleplaying, di mana siswa menganalisis kasus bullying, mendiskusikan solusi, serta mempraktikkan respon yang tepat terhadap situasi yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan respon bystander siswa yang ditandai dengan menurunnya kecenderungan perilaku probully dan pasif serta meningkatnya perilaku defender. Selain itu, hasil observasi menunjukkan peningkatan partisipasi dan keterlibatan siswa selama proses layanan berlangsung. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa implementasi case method dalam layanan bimbingan klasikal dapat meningkatkan respon bystander terhadap perilaku bullying pada siswa kelas VB SDN 029 Tarakan

SURVEY BADWORD MAHASISWA ANGKATAN 2023 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FKIP UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

2026 · Book ·

ABSTRAK Nuraidah, 2026. Survey Badword Mahasiswa Angkatan 2023 Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing Utama Siti Rahmi, S.Sos.I.,M.Pd Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan bahasa kasar (badword) pada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 90 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket badword yang kemudian diberikan skor pada setiap item pernyataan untuk mengetahui tingkat penggunaan bahasa kasar dikalangan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan Bahasa kasar (badword) pada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2023 berada pada kategori tinggi dan sedang. Hal tersebut dapat dinilai dari hasil analisis deskriptif, yaitu kategori sangat tinggi dengan interval skor 274-322 sebanyak 5 responden (5%), kategori tinggi dengan interval 225-273 sebanyak 43 responden (48%), kategori sedang dengan interval 176-224 sebanyak 41 responden (46%), kategori rendah dengan interval 127-175 tidak terdapat responden (0%), dan kategori sangat rendah dengan 78-126 sebanyak 1 responden (1%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat penggunaan bahasa kasar pada kategori tinggi dan sedang. Kondisi ini menunjukan bahwa pengggunaan bahasa kasar masih cukup sering dalam interaksi sehari-hari mahasiswa, sehingga diperlukan perhatian serta upaya pembinaan dalam penggunaan bahasa yang lebih santun dan sesuai dengan norma sosial maupun akademik. Kata kunci: Badword, Mahasiswa, Bimbingan dan Konseling

Pengaruh Inovasi Produk, Digital Marketing dan Harga Terhadap Kepuasan Pelanggan (Studi Pada Pelanggan Kedai Kopinta Kota Tarakan)

2026 · Book ·

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inovasi produk, digital marketing, dan harga terhadap kepuasan pelanggan pada Kedai Kopinta Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel dalam penelitian ini adalah pelanggan Kedai Kopinta Kota Tarakan dengan jumlah responden sebanyak 120 orang yang dipilih mnggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistic 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi produk tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Sebaliknya, digital marketing dan harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan Kedai Kopinta lebih dipengaruhi oleh digital marketing dan harga dibandingkan inovasi produk.

IMPLEMENTASI CASE METHOD UNTUK MENINGKATKAN RESPON BULLYING-BYSTANDER SISWA SDN 029 TARAKAN

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang untuk menyakiti individu lain, baik secara fisik, verbal, maupun psikologis. Dalam peristiwa bullying, keberadaan bystander memiliki peran penting karena respon yang diberikan dapat memperkuat, mengabaikan, atau menghentikan tindakan perundungan. Namun, pada kenyataannya masih banyak siswa yang menunjukkan respon pasif atau bahkan mendukung pelaku bullying. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari 27 siswa kelas VB SDN 029 Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan skala respon bystander dan lembar observasi. Tindakan diberikan melalui layanan bimbingan klasikal dengan implementasi case method yang didukung teknik roleplaying, di mana siswa menganalisis kasus bullying, mendiskusikan solusi, serta mempraktikkan respon yang tepat terhadap situasi yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan respon bystander siswa yang ditandai dengan menurunnya kecenderungan perilaku probully dan pasif serta meningkatnya perilaku defender. Selain itu, hasil observasi menunjukkan peningkatan partisipasi dan keterlibatan siswa selama proses layanan berlangsung. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa implementasi case method dalam layanan bimbingan klasikal dapat meningkatkan respon bystander terhadap perilaku bullying pada siswa kelas VB SDN 029 Tarakan

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL , STRES KERJA, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) CABANG TARAKAN

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL , STRES KERJA, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) CABANG TARAKAN FARIDAH SYAHIRA Budi Hasyim, S.E., M.Sc., P.hD Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana kecerdasan emosional, tingkat stres kerja, serta kepuasan kerja memengaruhi komitmen organisasi pada karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Tarakan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui teknik survei, dengan analisis data menggunakan regresi linear berganda. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kecerdasan emosional dan stres kerja tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap komitmen organisasi. Sebaliknya, kepuasan kerja terbukti memiliki pengaruh positif terhadap komitmen organisasi karyawan. Hal ini mengindikasikan bahwa kepuasan dalam bekerja menjadi faktor yang lebih dominan dalam meningkatkan komitmen dibandingkan variabel lainnya. Secara umum, hasil penelitian ini menekankan pentingnya menciptakan kondisi kerja yang kondusif, pemberian penghargaan yang adil, serta upaya peningkatan kesejahteraan karyawan sebagai langkah strategis dalam memperkuat komitmen organisasi. Adapun kebaruan dari penelitian ini terletak pada pengujian ketiga variabel secara parsial dalam sektor perbankan, khususnya pada BRI Cabang Tarakan, sekaligus memberikan bukti empiris bahwa tidak seluruh faktor psikologis memiliki pengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi.

Tinjauan Yuridis Terhadap Tindak Pidana Penadahan (Analisis Putusan Nomor 286/Pid.B/2025/Pn Mks dan Putusan Nomor 288/Pid. B/2025/Pn Mks)

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA PENADAHAN (ANALISIS PUTUSAN NOMOR 286/PID.B/2025/PN MKS DAN PUTUSAN NOMOR 288/PID.B/2025/PN MKS) Penelitian hukum yuridis normatif ini bertujuan untuk menganalisis pemenuhan unsur tindak pidana penadahan serta mengkaji pertimbangan hakim terhadap disparitas pemidanaan dalam Putusan Nomor 286/Pid.B/2025/PN Mks dan Putusan Nomor 288/Pid.B/2025/PN Mks mengenai pengalihan objek jaminan fidusia secara ilegal. Berbeda dengan pandangan hakim dalam amar putusannya, hasil penelitian ini menemukan adanya kekeliruan yuridis dalam analisis pemenuhan unsur-unsur pasal yang didakwakan. Hakim dinilai kurang tepat dalam mengonstruksikan pertanggungjawaban pidana karena menyamakan pemenuhan unsur Pasal 480 KUHP dan Undang-Undang Jaminan Fidusia secara utuh pada kedua terdakwa, tanpa memisahkan secara tegas antara peran fisik pelaksana administratif dengan peran penyediaan modal oleh aktor intelektual. Kekeliruan analisis unsur ini berdampak langsung pada lahirnya disparitas pemidanaan yang mencolok, di mana Terdakwa HG selaku aktor intelektual sekaligus penyandang dana justru dijatuhi hukuman lebih ringan 7 (tujuh) bulan dibandingkan Terdakwa H selaku pelaksana lapangan 8 (delapan) bulan. Kesenjangan hukum tersebut terjadi akibat kecenderungan hakim pada kualifikasi pasal dalam dakwaan lewat pendekatan retributif-legalistik, serta kegagalan dalam membedah derajat kesalahan subjektif (mens rea) dalam struktur penyertaan (medepleger) Pasal 55 KUHP yang menempatkan inisiator sebagai faktor pemberat. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi pertimbangan hukum yang kritis dan menyeluruh dari hakim agar dapat meminimalisasi disparitas hukum serta mewujudkan keadilan substantif.

SURVEY BADWORD MAHASISWA ANGKATAN 2023 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FKIP UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Nuraidah, 2026. Survey Badword Mahasiswa Angkatan 2023 Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing Utama Siti Rahmi, S.Sos.I.,M.Pd Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan bahasa kasar (badword) pada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 90 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket badword yang kemudian diberikan skor pada setiap item pernyataan untuk mengetahui tingkat penggunaan bahasa kasar dikalangan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan Bahasa kasar (badword) pada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2023 berada pada kategori tinggi dan sedang. Hal tersebut dapat dinilai dari hasil analisis deskriptif, yaitu kategori sangat tinggi dengan interval skor 274-322 sebanyak 5 responden (5%), kategori tinggi dengan interval 225-273 sebanyak 43 responden (48%), kategori sedang dengan interval 176-224 sebanyak 41 responden (46%), kategori rendah dengan interval 127-175 tidak terdapat responden (0%), dan kategori sangat rendah dengan 78-126 sebanyak 1 responden (1%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat penggunaan bahasa kasar pada kategori tinggi dan sedang. Kondisi ini menunjukan bahwa pengggunaan bahasa kasar masih cukup sering dalam interaksi sehari-hari mahasiswa, sehingga diperlukan perhatian serta upaya pembinaan dalam penggunaan bahasa yang lebih santun dan sesuai dengan norma sosial maupun akademik. Kata kunci: Badword, Mahasiswa, Bimbingan dan Konseling

Tinjauan Yuridis Terhadap Tindak Pidana Penadahan (Analisis Putusan Nomor 286/Pid.B/2025/Pn Mks dan Putusan Nomor 288/Pid. B/2025/Pn Mks)

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA PENADAHAN (ANALISIS PUTUSAN NOMOR 286/PID.B/2025/PN MKS DAN PUTUSAN NOMOR 288/PID.B/2025/PN MKS) Penelitian hukum yuridis normatif ini bertujuan untuk menganalisis pemenuhan unsur tindak pidana penadahan serta mengkaji pertimbangan hakim terhadap disparitas pemidanaan dalam Putusan Nomor 286/Pid.B/2025/PN Mks dan Putusan Nomor 288/Pid.B/2025/PN Mks mengenai pengalihan objek jaminan fidusia secara ilegal. Berbeda dengan pandangan hakim dalam amar putusannya, hasil penelitian ini menemukan adanya kekeliruan yuridis dalam analisis pemenuhan unsur-unsur pasal yang didakwakan. Hakim dinilai kurang tepat dalam mengonstruksikan pertanggungjawaban pidana karena menyamakan pemenuhan unsur Pasal 480 KUHP dan Undang-Undang Jaminan Fidusia secara utuh pada kedua terdakwa, tanpa memisahkan secara tegas antara peran fisik pelaksana administratif dengan peran penyediaan modal oleh aktor intelektual. Kekeliruan analisis unsur ini berdampak langsung pada lahirnya disparitas pemidanaan yang mencolok, di mana Terdakwa HG selaku aktor intelektual sekaligus penyandang dana justru dijatuhi hukuman lebih ringan 7 (tujuh) bulan dibandingkan Terdakwa H selaku pelaksana lapangan 8 (delapan) bulan. Kesenjangan hukum tersebut terjadi akibat kecenderungan hakim pada kualifikasi pasal dalam dakwaan lewat pendekatan retributif-legalistik, serta kegagalan dalam membedah derajat kesalahan subjektif (mens rea) dalam struktur penyertaan (medepleger) Pasal 55 KUHP yang menempatkan inisiator sebagai faktor pemberat. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi pertimbangan hukum yang kritis dan menyeluruh dari hakim agar dapat meminimalisasi disparitas hukum serta mewujudkan keadilan substantif.

Pengaruh Inovasi Produk, Digital Marketing dan Harga Terhadap Kepuasan Pelanggan (Studi Pada Pelanggan Kedai Kopinta Kota Tarakan)

2026 · Thesis ·

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inovasi produk, digital marketing, dan harga terhadap kepuasan pelanggan pada Kedai Kopinta Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel dalam penelitian ini adalah pelanggan Kedai Kopinta Kota Tarakan dengan jumlah responden sebanyak 120 orang yang dipilih mnggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistic 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi produk tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Sebaliknya, digital marketing dan harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan Kedai Kopinta lebih dipengaruhi oleh digital marketing dan harga dibandingkan inovasi produk.

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL , STRES KERJA, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) CABANG TARAKAN

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL , STRES KERJA, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) CABANG TARAKAN FARIDAH SYAHIRA Budi Hasyim, S.E., M.Sc., P.hD Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana kecerdasan emosional, tingkat stres kerja, serta kepuasan kerja memengaruhi komitmen organisasi pada karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Tarakan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui teknik survei, dengan analisis data menggunakan regresi linear berganda. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kecerdasan emosional dan stres kerja tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap komitmen organisasi. Sebaliknya, kepuasan kerja terbukti memiliki pengaruh positif terhadap komitmen organisasi karyawan. Hal ini mengindikasikan bahwa kepuasan dalam bekerja menjadi faktor yang lebih dominan dalam meningkatkan komitmen dibandingkan variabel lainnya. Secara umum, hasil penelitian ini menekankan pentingnya menciptakan kondisi kerja yang kondusif, pemberian penghargaan yang adil, serta upaya peningkatan kesejahteraan karyawan sebagai langkah strategis dalam memperkuat komitmen organisasi. Adapun kebaruan dari penelitian ini terletak pada pengujian ketiga variabel secara parsial dalam sektor perbankan, khususnya pada BRI Cabang Tarakan, sekaligus memberikan bukti empiris bahwa tidak seluruh faktor psikologis memiliki pengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi.

The Impact of ELSA Speak Application on Improving English Pronunciation Among Seventh Grades Students at SMPN 3 Tarakan

2026 · Book ·

This study was motivated by the low pronunciation ability of seventh-grade junior high school students in English learning. The aim of this study was to determine the improvement in students' pronunciation ability through the use of the ELSA Speak application. The research method used was pre-experimental with a one-group pretest-posttest design. The research subjects were seventh-grade students of a junior high school. Data were collected through a pronunciation test and analyzed using descriptive analysis. Based on the data obtained from the pre-test and post-test, the aspect that showed the highest improvement was intonation, with the average score increasing from 23.7% to 63%. Meanwhile, vowel pronunciation also demonstrated a moderate improvement, with the average score rising from 62.8% to 66.6%. The results of the study indicate an improvement in students' pronunciation ability after using the ELSA Speak application. Therefore, the ELSA Speak application can be used as an effective learning media to improve students' pronunciation ability.

The Impact of ELSA Speak Application on Improving English Pronunciation Among Seventh Grades Students at SMPN 3 Tarakan

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This study was motivated by the low pronunciation ability of seventh-grade junior high school students in English learning. The aim of this study was to determine the improvement in students' pronunciation ability through the use of the ELSA Speak application. The research method used was pre-experimental with a one-group pretest-posttest design. The research subjects were seventh-grade students of a junior high school. Data were collected through a pronunciation test and analyzed using descriptive analysis. Based on the data obtained from the pre-test and post-test, the aspect that showed the highest improvement was intonation, with the average score increasing from 23.7% to 63%. Meanwhile, vowel pronunciation also demonstrated a moderate improvement, with the average score rising from 62.8% to 66.6%. The results of the study indicate an improvement in students' pronunciation ability after using the ELSA Speak application. Therefore, the ELSA Speak application can be used as an effective learning media to improve students' pronunciation ability.

Tanggung Jawab Hukum Komisi Pemilihan Umum Terhadap Dokumen Administrasi Pada Pemilihan Umum 2024

2026 · Book ·

Pemilihan umum merupakan sarana untuk merealisasikan kedaulatan rakyat dalam sistem demokrasi Indonesia yang diselenggarakan berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga penyelenggara pemilu memiliki kewajiban konstitusional dan yuridis untuk menjamin seluruh tahapan pemilu terlaksana secara profesional, transparan, dan akuntabel, termasuk dalam pengelolaan dokumen administrasi pemilu. Dokumen administrasi pemilu memiliki peran strategis sebagai instrumen hukum yang menentukan keabsahan proses dan hasil pemilu, sehingga kelalaian atau pelanggaran dalam pengelolaannya berpotensi menimbulkan pelanggaran administrasi, sengketa pemilu, serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pemilu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum mengenai tanggung jawab KPU terhadap dokumen administrasi pemilu serta mengkaji mekanisme pertanggungjawaban hukum KPU apabila terjadi pelanggaran administrasi dalam Pemilihan Umum Tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual yang didukung oleh bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab hukum KPU terhadap dokumen administrasi pemilu meliputi tanggung jawab administratif, etik, serta pidana dan perdata dalam kondisi tertentu, dengan mekanisme pertanggungjawaban hukum yang dilakukan melalui pengawasan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), pemeriksaan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), serta penyelesaian sengketa melalui lembaga peradilan yang berwenang, sehingga diperlukan penguatan sistem pengelolaan dokumen administrasi pemilu dan penegakan sanksi hukum yang tegas guna menjaga integritas dan legitimasi pemilu.

Tanggung Jawab Hukum Komisi Pemilihan Umum Terhadap Dokumen Administrasi Pada Pemilihan Umum 2024

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemilihan umum merupakan sarana untuk merealisasikan kedaulatan rakyat dalam sistem demokrasi Indonesia yang diselenggarakan berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga penyelenggara pemilu memiliki kewajiban konstitusional dan yuridis untuk menjamin seluruh tahapan pemilu terlaksana secara profesional, transparan, dan akuntabel, termasuk dalam pengelolaan dokumen administrasi pemilu. Dokumen administrasi pemilu memiliki peran strategis sebagai instrumen hukum yang menentukan keabsahan proses dan hasil pemilu, sehingga kelalaian atau pelanggaran dalam pengelolaannya berpotensi menimbulkan pelanggaran administrasi, sengketa pemilu, serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pemilu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum mengenai tanggung jawab KPU terhadap dokumen administrasi pemilu serta mengkaji mekanisme pertanggungjawaban hukum KPU apabila terjadi pelanggaran administrasi dalam Pemilihan Umum Tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual yang didukung oleh bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab hukum KPU terhadap dokumen administrasi pemilu meliputi tanggung jawab administratif, etik, serta pidana dan perdata dalam kondisi tertentu, dengan mekanisme pertanggungjawaban hukum yang dilakukan melalui pengawasan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), pemeriksaan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), serta penyelesaian sengketa melalui lembaga peradilan yang berwenang, sehingga diperlukan penguatan sistem pengelolaan dokumen administrasi pemilu dan penegakan sanksi hukum yang tegas guna menjaga integritas dan legitimasi pemilu.