ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanjung Palas Tengah Village, especially on RT 06 area, is very potential and suitable as a location for cultivating Trigona Sp honey bees because it has an area of 1,755 75 km2 and most of it still has a lot of protected forest. It means that the source of Trigona Sp bee feed is very supportive. The objectives of this study were to investigate (1) the income of Pak Herman's honey bee cultivation business, (2) the internal and external factors of Pak Herman's Kelulut honey bee cultivation business, and (3) the development strategy of Pak Herman's honey bee cultivation business. The sample was determined using purposive sampling technique. The key informant consisted of the Kelulut honey bee cultivation business owner who was Pak Herman and the second party that was the consumer. Data were collected using interviews, observation, and documentation studies. The collected data were analyzed using quantitative descriptive, IFAS and EFAS matrices, SWOT diagrams, and SWOT matrices. The results of the SWOT analysis showed that the position of this business was in quadrant 3 which indicated a weak business but very likely The strategic recommendation given was to change the current strategy because it cannot capture existing opportunities as well as improve business work and minimize internal problems in order to seize better market opportunities
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN PRODUK MADU LEBAH KELULUT (Trigona sp) DI KOTA TARAKAN. ABSTRAK Penelitian ini bermaksud menjawab empat pertanyaan terkait produk madu lebah kelulut (trigona sp) di Kota Tarakan. Yang pertama bagaimana saluran pemasaran produk madu lebah kelulut (trigona sp) Di Kota Tarakan ?, kedua bagaimana margin pemasaran produk madu lebah kelulut (trigona sp) Di Kota Tarakan ? yang ketiga bagaimana farmer’s share saluran pemasaran produk madu lebah kelulut (trigona sp) di Kota Tarakan ? dan yang ke empat bagaimana tingkat efisiensi saluran pemasaran produk madu lebah kelulut (trigona sp) Di Kota Tarakan. Metode pengumpulan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling yaitu teknik pengambilan data secara sengaja, (Sugiyono, 2017) dengan kriteria yaitu : lembaga yang ikut serta menjadi distributor madu lebah kelulut trigona sp dan kegiatan distribusi harus continue (berlanjut) dan menentukan sumber-sumber informasi yang ada. Metode pengambilan sampel menggunakan metode sampling total, merupakan teknik pengambilan sampel dimana seluruh anggota populasi dijadikan sampel semua sebagai subyek yang dipelajari atau sebagai responden pemberi informasi. Jumlah sampel responden sebanyak 3 pengusaha madu lebah kelulut trigona sp binaan UPT.KPH Kota Tarakan, 1 orang pengelola koperasi UPT.KPH Kota Tarakan, dan 1 orang pengelola UMKM Kota Tarakan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data Sekunder adalah data yang diperoleh oleh pihak lain melalui studi pustaka. Data sekunder diambil dari literatur-literatur yang relavan seperti paper, jurnal, dan karya ilmiah lainnya. Data primer adalah data yang didapatkan secara langsung, data ini didapatkan dari hasil wawancara kepada pengusaha madu lebah kelulut (trigona sp) di Kota Tarakan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif, analisis margin pemasaran, analisis farmer’s share, dan analisis efisiensi pemasaran. Hasil dari penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa : pertama, terdapat tiga saluran pemasaran produk madu lebah kelulut (trigona sp) di Kota Tarakan yaitu dimana saluran I produsen langsung menjual produk madu ke konsumen akhir tanpa melalui lembaga pemasaran, saluran II produsen menjual produk madu nya melalui satu lembaga pemasaran, dan saluran III produsen menjual produk madu nya melalui dua lembaga pemasaran. kedua, total margin pemasaran pada saluran I dan II sama yaitu Rp. 0, pada saluran III total margin yang diperoleh sebesar Rp. 10.000. Ketiga, hasil Farmer’s Share dari ketiga saluran pemasaran yaitu sebesar 100%. Keempat, hasil perhitungan efisiensi pemasaran dari ketiga saluran pemasaran yaitu 0%. Sesuai kaidh keputusan 0-33% dikatakan efisien. Kata kunci : Madu, Lebah Kelulut (trigona sp), Saluran Pemasaran, Margin Pemasaran, Farmer’s Share, Efisiensi Pemasaran.