STUDI KERUSAKAN PADA PERKERASAN JALAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA PADA RUAS JALAN P.AJI ISKANDAR KOTA TARAKAN
.
Profil penulis
79 karya publik ditemukan.
.
Penelitian ini bertujuan: 1). Menentukan formulasi atau kadar ekstrak bunga tapak dara dalam mendeteksi kandungan formalin pada ikan asin, 2). Mengidentifikasi kandungan formalin pada pangan ikan asin yang dijual di pasar Kota Tarakan dan 3). Mengidentifikasi potensi penerapannya pada pembelajaran Biologi. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen dengan memberikan 3 perlakuan indikator alami kadar konsentrasi ekstrak bunga tapak dara. Analisis data yang digunakan yaitu Uji Prasyarat (Uji Normalitas dan Uji Homogenitas), Uji Hipotesis (Anova Satu Arah) dan Uji Lanjut (Duncan). Adapun potensi pembelajaran dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kadar konsentrasi ekstrak bunga tapak dara yang efektif yaitu pada ekstrak L1 (10g bunga tapak dara + 5 ml air) untuk deteksi formalin pada kadar 7%, 14% dan 21% yang diperoleh berdasarkan grafik rekapitulasi. Selanjutnya, Hasil uji pangan ikan asin yang dijual di pasar Kota Tarakan yaitu pada Pasar Pagun, Pasar Beringin, pasar Gusher dan Pasar Rakyat adalah negatif formalin. Berdasarkan hasil analisis pemanfaatan hasil penelitian sebagai sumber belajar, maka penelitian ini dimanfaatkan sebagai sumber belajar bagi peserta didik kelas XI SMA dengan materi pembelajaran Makanan dan Sistem Pencernaan Makanan.
Buah Pepaya (Carica papaya) adalah salah satu tanaman yang memiliki kandungan kimia seperti polisakarida, vitamin, mineral, enzim,protein, alkaloid, gliskosida, lemak, minyak, lektin, saponin, flavonoid, sterol, vitamin A, B dan C, enzim proteolitik seperti papain dan chymopapain sebagai antivirus, antijamur dan antibakteri. Vibrio parahaemolyticus adalah salah satu spesies bakteri dari family Vibrionaceae yang merupakan bakteri gram negatif, bakteri Vibrio parahaemolyticus dapat membunuh setengah dari populasi udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak biji pepaya (Carica papaya) dalam menghambat pertumbuhan bakteri vibrio Parahaemolyticus. Peneltian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan tiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali pengulangan, perlakuan yang diberikan yaitu : P0: Kontrol negatif alkohol, P1: Kontrol positif ekstrak bioenrichment dengan 25%, P2: Perlakuan ekstrak bioenrichment 15% ntibiotik. P3: Perlakuan ekstrak bioenrichment 25%, P4: perlakuan ekstrak bioenrichment 35%. Hasil dari penelitian ini yaitu ekstrak biji pepaya (Carica papaya) memiliki kandungan senyawa (metabolit sekunder) yaitu alkaloid, flavonoid, fenol hidrokuinon, tanin dan steroid yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio parahaemolyticus. Pada uji antibakteri ekstrak biji pepaya terhadap bakteri Vibrio parahaemolyticus diperoleh hasil zona hambat terbesar pada perlakuan 35% dengan nilai rata – rata diameter sebesar 7 mm, yang lebih besar dibandingkan dengan antibiotik 25% sebagai kontrol positif (3,5 mm). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak buah pepaya mampu menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio parahaemolyticus.
Buah Pepaya (Carica papaya) adalah salah satu tanaman yang memiliki kandungan kimia seperti polisakarida, vitamin, mineral, enzim,protein, alkaloid, gliskosida, lemak, minyak, lektin, saponin, flavonoid, sterol, vitamin A, B dan C, enzim proteolitik seperti papain dan chymopapain sebagai antivirus, antijamur dan antibakteri. Vibrio parahaemolyticus adalah salah satu spesies bakteri dari family Vibrionaceae yang merupakan bakteri gram negatif, bakteri Vibrio parahaemolyticus dapat membunuh setengah dari populasi udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak biji pepaya (Carica papaya) dalam menghambat pertumbuhan bakteri vibrio Parahaemolyticus. Peneltian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan tiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali pengulangan, perlakuan yang diberikan yaitu : P0: Kontrol negatif alkohol, P1: Kontrol positif ekstrak bioenrichment dengan 25%, P2: Perlakuan ekstrak bioenrichment 15% ntibiotik. P3: Perlakuan ekstrak bioenrichment 25%, P4: perlakuan ekstrak bioenrichment 35%. Hasil dari penelitian ini yaitu ekstrak biji pepaya (Carica papaya) memiliki kandungan senyawa (metabolit sekunder) yaitu alkaloid, flavonoid, fenol hidrokuinon, tanin dan steroid yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio parahaemolyticus. Pada uji antibakteri ekstrak biji pepaya terhadap bakteri Vibrio parahaemolyticus diperoleh hasil zona hambat terbesar pada perlakuan 35% dengan nilai rata – rata diameter sebesar 7 mm, yang lebih besar dibandingkan dengan antibiotik 25% sebagai kontrol positif (3,5 mm). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak buah pepaya mampu menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio parahaemolyticus.
Berakhlak mulia dapat menjadi pondasi yang kuat agar siswa dapat tumbuh menjadi individu yang baik, bertanggung jawab dan peduli terhadap orang lain. Namun, berdasarkan permasalahan yang muncul saat ini banyak sekali siswa yang menunjukkan perilaku bertutur kata tidak sopan terhadap teman sebaya dan guru di sekolah, mengganggu teman saat jam pelajaran dan berkelahi saat jam pelajaran sesuai hasil observasi Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu melalui media local genius diharapkan dapat membantu membentuk karakter berakhlak mulia melalui nilai-nilai yang terkandung dalam kearifan local itu sendiri. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah media dalam bentuk buku panduan media Local Genius cerita rakyat "batu menangis" dalam uk Karakter Berakhlak Mulia di SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan R&D (Research and Development) oleh Bord and Gall sampai tahap ke 7 yaitu revisi desain. Hasil validası ahli media diperoleh persentase sebesar 84% dengan kriteria "Layak", hasil validasi Ahli materi mendapat persentase penilaian sebesar 75% dengan kriteria "Layak". Uji coba produk dilakukan pada kelompok terbatas yang terdiri dari empat subjek dengan perolehan rata-rata persentase 82,27% dengan kriteria "Layak". Disimpulkan bahwa buku panduan bermain peran cerita rakyat "batu menangis" untuk membentuk karakter akhlak mulia memenuhi kriteria kelayakan untuk digunakan.
Berakhlak mulia dapat menjadi pondasi yang kuat agar siswa dapat tumbuh menjadi individu yang baik, bertanggung jawab dan peduli terhadap orang lain. Namun, berdasarkan permasalahan yang muncul saat ini banyak sekali siswa yang menunjukkan perilaku bertutur kata tidak sopan terhadap teman sebaya dan guru di sekolah, mengganggu teman saat jam pelajaran dan berkelahi saat jam pelajaran sesuai hasil observasi Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu melalui media local genius diharapkan dapat membantu membentuk karakter berakhlak mulia melalui nilai-nilai yang terkandung dalam kearifan local itu sendiri. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah media dalam bentuk buku panduan media Local Genius cerita rakyat "batu menangis" dalam uk Karakter Berakhlak Mulia di SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan R&D (Research and Development) oleh Bord and Gall sampai tahap ke 7 yaitu revisi desain. Hasil validası ahli media diperoleh persentase sebesar 84% dengan kriteria "Layak", hasil validasi Ahli materi mendapat persentase penilaian sebesar 75% dengan kriteria "Layak". Uji coba produk dilakukan pada kelompok terbatas yang terdiri dari empat subjek dengan perolehan rata-rata persentase 82,27% dengan kriteria "Layak". Disimpulkan bahwa buku panduan bermain peran cerita rakyat "batu menangis" untuk membentuk karakter akhlak mulia memenuhi kriteria kelayakan untuk digunakan.
Ikan buntal (Tetraodontidae sp.) merupakan ikan yang sering ditemukan di desa Teluk Semanting Kepulauan Derawan Kabupaten Berau Kalimatan Timur. Potensi ikan buntal dapat dikembangkan pada bidang pangan maupun non pangan. Tujuan penelitian ini adalah mengkarasteristik kandungan kimia ikan buntal segar, menentukan nilai rendemen ikan buntal, kadar toksisitas dan komponen bioaktif. Metode penelitian ini terbagi menjadi 4 tahapan yakni tahapan pertama karasteristk kimia meliputi pengukuran morfometrik, tahapan kedua uji ekstraksi ikan buntal mengunakan 3 jenis pelarut etanol, etil asetat, dan n-heksan, tahapan ketiga yakni penentuan senyawa aktif ikan buntal segar, tahapan keempat penentuan kandungan toksisitas pada ikan buntal segar mengunakan metode Brine Shirmp Lethality Test (BSLT) mengunakan larva udang Artemia Salina. Hasil penelitian menujukkan bahwa pengukuran morfometrik terdiri dari panjang 32,80±7,82 cm, diameter 31,00±7,75 cm, berat total 1205,80±845,32 gr, berat daging 544,80±320,67 gr, rendemen daging 10.22%. Rendemen ekstrak daging etanol 1,50, ekstrak daging etil asetat 1,15, ekstrak daging n-heksan 0,81, ekstrak etanol kulit 1,81, dan ektrak etanol jeroan 0,56. Komponen bioaktif ekstrak etanol, etil asetat, dan n-heksan mengandung alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, fenol hidrokuinon, dan steroid. Kandungan toksisitas pada ekstrak etanol daging, etil asetat daging, n-heksan daging, etanol kulit dan etanol jeroan mengandung toksik.
Penelitian ini bermaksud untuk menjawab dua pertanyaan terkait pemenuhan hak pendidikan anak terlantar di Kota Tarakan ditinjau dari perspektif Undang-Undang No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Pertama, problematika penerapan undang-undang no.35 tahun 2014 tentang perlindungan anak di Kota Tarakan. Kedua, peran dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta pengendalian penduduk dan keluarga berencana dalam melindungi hak pendidikan anak. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan pemenuhan hak pendidikan anak terlantar di Kota Tarakan berdasarkan undang-undang no.35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yang dilakukan secara langsung dilapangan, serta data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang didapatkan secara langsung dari hasil wawancara dari beberapa narasumber di 3 instansi, yakni dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta pengendalian penduduk dan keluarga berencana, dinas sosial dan pemberdayaan masyarakat, dan dinas pendidikan kota Tarakan. Kemudian untuk data sekundernya berupa Undang-Undang, Peraturan Perundang-undangan, Buku, Jurnal, Artikel, dan data pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun undang-undang No. 35 tahun 2014 memberikan dasar hukum yang kuat untuk melindungi hak-hak anak, terdapat tantangan dalam implementasinya di lapangan. Kendala-kendala seperti kurangnya koordinasi antar lembaga dan ketidakmampuan dalam mengidentifikasi anak-anak terlantar secara tepat masih menjadi hambatan dalam pemenuhan hak pendidikan anak terlantar. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk peningkatan kerjasama antar lembaga, serta peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemenuhan hak pendidikan anak terlantar sesuai dengan undang-undang No.35 tahun 2014.
Penelitian ini bermaksud untuk menjawab dua pertanyaan terkait pemenuhan hak pendidikan anak terlantar di Kota Tarakan ditinjau dari perspektif Undang-Undang No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Pertama, problematika penerapan undang-undang no.35 tahun 2014 tentang perlindungan anak di Kota Tarakan. Kedua, peran dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta pengendalian penduduk dan keluarga berencana dalam melindungi hak pendidikan anak. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan pemenuhan hak pendidikan anak terlantar di Kota Tarakan berdasarkan undang-undang no.35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yang dilakukan secara langsung dilapangan, serta data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang didapatkan secara langsung dari hasil wawancara dari beberapa narasumber di 3 instansi, yakni dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta pengendalian penduduk dan keluarga berencana, dinas sosial dan pemberdayaan masyarakat, dan dinas pendidikan kota Tarakan. Kemudian untuk data sekundernya berupa Undang-Undang, Peraturan Perundang-undangan, Buku, Jurnal, Artikel, dan data pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun undang-undang No. 35 tahun 2014 memberikan dasar hukum yang kuat untuk melindungi hak-hak anak, terdapat tantangan dalam implementasinya di lapangan. Kendala-kendala seperti kurangnya koordinasi antar lembaga dan ketidakmampuan dalam mengidentifikasi anak-anak terlantar secara tepat masih menjadi hambatan dalam pemenuhan hak pendidikan anak terlantar. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk peningkatan kerjasama antar lembaga, serta peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemenuhan hak pendidikan anak terlantar sesuai dengan undang-undang No.35 tahun 2014.
Ikan buntal (Tetraodontidae sp.) merupakan ikan yang sering ditemukan di desa Teluk Semanting Kepulauan Derawan Kabupaten Berau Kalimatan Timur. Potensi ikan buntal dapat dikembangkan pada bidang pangan maupun non pangan. Tujuan penelitian ini adalah mengkarasteristik kandungan kimia ikan buntal segar, menentukan nilai rendemen ikan buntal, kadar toksisitas dan komponen bioaktif. Metode penelitian ini terbagi menjadi 4 tahapan yakni tahapan pertama karasteristk kimia meliputi pengukuran morfometrik, tahapan kedua uji ekstraksi ikan buntal mengunakan 3 jenis pelarut etanol, etil asetat, dan n-heksan, tahapan ketiga yakni penentuan senyawa aktif ikan buntal segar, tahapan keempat penentuan kandungan toksisitas pada ikan buntal segar mengunakan metode Brine Shirmp Lethality Test (BSLT) mengunakan larva udang Artemia Salina. Hasil penelitian menujukkan bahwa pengukuran morfometrik terdiri dari panjang 32,80±7,82 cm, diameter 31,00±7,75 cm, berat total 1205,80±845,32 gr, berat daging 544,80±320,67 gr, rendemen daging 10.22%. Rendemen ekstrak daging etanol 1,50, ekstrak daging etil asetat 1,15, ekstrak daging n-heksan 0,81, ekstrak etanol kulit 1,81, dan ektrak etanol jeroan 0,56. Komponen bioaktif ekstrak etanol, etil asetat, dan n-heksan mengandung alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, fenol hidrokuinon, dan steroid. Kandungan toksisitas pada ekstrak etanol daging, etil asetat daging, n-heksan daging, etanol kulit dan etanol jeroan mengandung toksik.
Megawati Agustina 1940606001. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kelayakan produk Buku Ilustrasi Cegah Pelecehan Seksual Untuk Siswa Sekolah Dasar. Kasus pelecehan seksual yang terjadi di Kota Tarakan pada tahun ini mengalami peningkatan di bandingkan tahun lalu, hal ini perlu mendapatkan perhatian lebih dari segala pihak. Dengan penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap seriusnya kasus pelecehan seksual, khususnya pada anak. Jenis penelitian yang digunakan adalah pengembangan atau Researh and Development (R&D). Pada jenis penelitian ini ada 10 tahap namun peneliti hanya sampai hingga tahap ke-6 karena adanya keterbatasan materi dan waktu. Berdasarkan rumus perhitungan, ditemukan bahwa validasi yang dilakukan oleh ahli desain memberikan nilai layak pada aspek desain produk dengan skor 83,9%. Kemudian untuk peninilaian materi yang diberikan oleh ahli materi berjumlah 92,8% dengan predikat sangat layak. Adapun untuk kelayakan produk bagi pengguna media juga telah di uji dengan penilaian produk oleh 3 guru wali murid SDN 006 Tarakan dengan rata-rata skor 96,123% predikat Sangat Layak.
Penentuan status mutu air penting dilakukan terutama pada perairan sungai yang umumnya rentan terhadap pencemaran yang diakibatkan oleh aktivitas manusia di sepanjang bantaran sungai. Berbagai aktivitas di bantaran Sungai Pamusian berpotensi dapat menurunkan kualitas perairan sehingga fungsi ekosistem yang terdapat di lingkungan tersebut dapat menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan status mutu air sungai dengan metode indeks pencemaran di daerah aliran Sungai Pamusian berdasarkan parameter fisika dan kimia yaitu suhu, kekeruhan, pH, DO, COD, dan BOD yang mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif sedangkan penentuan titik sampling menggunakan metode purposive sampling. Titik pengambilan sampel diambil pada 3 stasiun berdasarkan sumber zat pencemar yang masuk ke dalam sungai. Hasil penelitian didapatkan bahwa parameter yang sesuai dengan standar baku mutu air sungai adalah suhu, kekeruhan, pH, DO dan COD pada ketiga stasiun, sedangkan parameter yang tidak sesuai dengan standar baku mutu adalah BOD di stasiun 1 dan 3. Hasil pengukuran Indeks Pencemaran pada stasiun 1, 2, dan 3 secara berurutan adalah 1,48; 1,52; 1,54 sehingga perairan tersebut termasuk dalam kategori tercemar ringan.
Megawati Agustina 1940606001. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kelayakan produk Buku Ilustrasi Cegah Pelecehan Seksual Untuk Siswa Sekolah Dasar. Kasus pelecehan seksual yang terjadi di Kota Tarakan pada tahun ini mengalami peningkatan di bandingkan tahun lalu, hal ini perlu mendapatkan perhatian lebih dari segala pihak. Dengan penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap seriusnya kasus pelecehan seksual, khususnya pada anak. Jenis penelitian yang digunakan adalah pengembangan atau Researh and Development (R&D). Pada jenis penelitian ini ada 10 tahap namun peneliti hanya sampai hingga tahap ke-6 karena adanya keterbatasan materi dan waktu. Berdasarkan rumus perhitungan, ditemukan bahwa validasi yang dilakukan oleh ahli desain memberikan nilai layak pada aspek desain produk dengan skor 83,9%. Kemudian untuk peninilaian materi yang diberikan oleh ahli materi berjumlah 92,8% dengan predikat sangat layak. Adapun untuk kelayakan produk bagi pengguna media juga telah di uji dengan penilaian produk oleh 3 guru wali murid SDN 006 Tarakan dengan rata-rata skor 96,123% predikat Sangat Layak.
Penentuan status mutu air penting dilakukan terutama pada perairan sungai yang umumnya rentan terhadap pencemaran yang diakibatkan oleh aktivitas manusia di sepanjang bantaran sungai. Berbagai aktivitas di bantaran Sungai Pamusian berpotensi dapat menurunkan kualitas perairan sehingga fungsi ekosistem yang terdapat di lingkungan tersebut dapat menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan status mutu air sungai dengan metode indeks pencemaran di daerah aliran Sungai Pamusian berdasarkan parameter fisika dan kimia yaitu suhu, kekeruhan, pH, DO, COD, dan BOD yang mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif sedangkan penentuan titik sampling menggunakan metode purposive sampling. Titik pengambilan sampel diambil pada 3 stasiun berdasarkan sumber zat pencemar yang masuk ke dalam sungai. Hasil penelitian didapatkan bahwa parameter yang sesuai dengan standar baku mutu air sungai adalah suhu, kekeruhan, pH, DO dan COD pada ketiga stasiun, sedangkan parameter yang tidak sesuai dengan standar baku mutu adalah BOD di stasiun 1 dan 3. Hasil pengukuran Indeks Pencemaran pada stasiun 1, 2, dan 3 secara berurutan adalah 1,48; 1,52; 1,54 sehingga perairan tersebut termasuk dalam kategori tercemar ringan.
Wilayah pesisir kabupaten Bulungan memiliki ragam hasil tangkapan ikan pelagis dan ikan demersal, salah satunya berada di perairan muara Ancam. Unit penangkapan dominan di wilayah perairan muara Ancam yaitu unit penangkapan tugu (stowner) Nilai produktivitas perikanan tangkap di wilayah kabupaten Bulungan dipengaruhi oleh produktivitas perikanan tugu. Alat tangkap tugu termasuk kategori alat tangkap perangkap yang memanfaatkan arus pasang dan surut perairan laut. Aspek penting dalam pengelolaan sumberdaya perikanan nilai ekonomis bagi masyarakat adalah faktor efektivitas dengan adanya informasi ilmiah tentang kelimpahan dan struktur hasil tangkapan (jenis dan ukuran). Penelitian bertujuan menerangkan kelimpahan hasil tangkapan utama, komposisi hasil tangkapan dan distribusi frekuensi ukuran panjang dan berat. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif pendekatan observasi terhadap sampel Hasil tangkapan Utama (HTU) selama Januari Februari 2022, dengan purposive sampling selama 8 kali sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 8 jenis Hasil Tangkapan Utama (HTU) yaitu udang yellow. udang dogol, udang mantis, udang merah, udang putih, udang loreng, udang windu dan udang pistol dengan total tangkapan 49.74 kg dan rata rata kelimpahannya 49.48%. Jenis udang dengan nilai kelimpahan terbesar dan dominan tertangkap adalah udang putih. Persentase komposisi jenis hasil tangkapan utama tugu yaitu udang yellow 11% dengan struktur ukuran rerata Panjang Total (PT) 8.18 cm dan rerata Berat Total (BT) 6.67 gram; udang brown 7% dengan 9.23 cm dan 9.05 gram: udang mantis 7% dengan 10.84 cm dan 10.51 gram; udang merah 6% dengan 8.85 cm dan 7.60 gram, udang putih 51% dengan 8.92 cm dan 8.15 gram; udang loreng 18% dengan 10.62 cm dan 11.15 gram; udang windu 11% dengan 9.94 cm dan 8.67 gram, serta udang tembak 0,28% dengan 8.05 cm dan 7.60 gram.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita perkalian dan pembagian pecahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesulitan siswa kelas V B SDN 052 Tarakan dalam menyelesaikan soal cerita materi pecahan. Penelitian ini melibatkan 22 siswa kelas V-B SDN 052 Tarakan yang berada di jalan TMMD RT. 11, kelurahan Karang Harapan. Data dikumpulkan melalui tes soal dan wawancara dengan 6 siswa mewakili subjek penelitian untuk diwawancarai dari 22 siswa. Data analisis secara kualitatif untuk mendeskripsikan bagaimana siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita perkalian dan pembagian pecahan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan : a)siswa kesulitan pada perkalian bilangan, hal ini terjadi karena pada operasi hitung dalam menyederhanakan bilangan pecahan sehingga mendapatkan hasil akhir yang salah, kesulitan dalam memahami maksud dari soal sehingga membuat siswa melakukan kesalahan dalam penulisan jawaban dan ketidaktahuan siswa mengenai perkalian sehingga membuat siswa mengalami kesulitan pada saat melakukan operasi hitung sehingga mengakibatkan siswa kesulitan dalam membuat kesimpulan. b)siswa kesulitan pada pembagian, hal ini terjadi karena siswa tidak paham dengan konsep yang digunakan, tidak paham maksud dari soal sehingga siswa kesulitan dalam melakukan operasi hitung pecahan pembagian sehingga menyebabkan siswa kesulitan dalam membuat kesimpulan.
Hidrograf merupakan penyajian grafik antara salah satu unsur aliran dengan waktu dan hidrograf memiliki fungsi untuk memprediksi fluktiatif debit aliran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hidrograf muka air dan debit aliran di wilayah Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Januari 2021-Juni 2022 dan bertempat di Kota Tarakan yang terletak pada koordinat geografis 117o31'45"-117o38'12" Bujur Timur dan 3o14'30"-3o26'37" Lintang Utara. Pengambilan data dilakukan melalui metode survey dan pengukuran lapangan. Adapun data yang diperoleh adalah curah hujan, kecepatan aliran, luas penampang, dan debit aliran. Analisis setiap parameter yang diperoleh menggunakan persamaan yaitu pada curah hujan bulanan menggunakan curah hujan andalan 80% yang dihitung menggunakan metode weibull dan kemiringan sungai menggunakan persaamaan phytagoras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan dan debit aliran sangat fluktuatif. Berdasarkan kesimpulan pada penelitian ini selama periode 2012-2021 wilayah Kota Tarakan memiliki total curah hujan andalan sebesar 3686,40 mm/tahun. Hasil analisis untuk setiap kejadian hujan dan debit aliran menunjukkan terjadinya fluktuatif. Curah hujan harian mempengaruhi besar kecilnya debit aliran pada DAS Tarakan Timur, Tarakan Barat, Tarakan Tengah, dan Tarakan Utara. Berdasarkan grafik hidrograf menunjukkan bahwa debit aliran rata-rata tertinggi di DAS Tarakan Utara dengan nilai sebesar 4,01 m3/dt sedangkan debit aliran terendah di DAS Tarakan Timur dengan nilai sebesar 0,23 m3/dt.
Hidrograf merupakan penyajian grafik antara salah satu unsur aliran dengan waktu dan hidrograf memiliki fungsi untuk memprediksi fluktiatif debit aliran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hidrograf muka air dan debit aliran di wilayah Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Januari 2021-Juni 2022 dan bertempat di Kota Tarakan yang terletak pada koordinat geografis 117o31'45"-117o38'12" Bujur Timur dan 3o14'30"-3o26'37" Lintang Utara. Pengambilan data dilakukan melalui metode survey dan pengukuran lapangan. Adapun data yang diperoleh adalah curah hujan, kecepatan aliran, luas penampang, dan debit aliran. Analisis setiap parameter yang diperoleh menggunakan persamaan yaitu pada curah hujan bulanan menggunakan curah hujan andalan 80% yang dihitung menggunakan metode weibull dan kemiringan sungai menggunakan persaamaan phytagoras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan dan debit aliran sangat fluktuatif. Berdasarkan kesimpulan pada penelitian ini selama periode 2012-2021 wilayah Kota Tarakan memiliki total curah hujan andalan sebesar 3686,40 mm/tahun. Hasil analisis untuk setiap kejadian hujan dan debit aliran menunjukkan terjadinya fluktuatif. Curah hujan harian mempengaruhi besar kecilnya debit aliran pada DAS Tarakan Timur, Tarakan Barat, Tarakan Tengah, dan Tarakan Utara. Berdasarkan grafik hidrograf menunjukkan bahwa debit aliran rata-rata tertinggi di DAS Tarakan Utara dengan nilai sebesar 4,01 m3/dt sedangkan debit aliran terendah di DAS Tarakan Timur dengan nilai sebesar 0,23 m3/dt.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita perkalian dan pembagian pecahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesulitan siswa kelas V B SDN 052 Tarakan dalam menyelesaikan soal cerita materi pecahan. Penelitian ini melibatkan 22 siswa kelas V-B SDN 052 Tarakan yang berada di jalan TMMD RT. 11, kelurahan Karang Harapan. Data dikumpulkan melalui tes soal dan wawancara dengan 6 siswa mewakili subjek penelitian untuk diwawancarai dari 22 siswa. Data analisis secara kualitatif untuk mendeskripsikan bagaimana siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita perkalian dan pembagian pecahan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan : a)siswa kesulitan pada perkalian bilangan, hal ini terjadi karena pada operasi hitung dalam menyederhanakan bilangan pecahan sehingga mendapatkan hasil akhir yang salah, kesulitan dalam memahami maksud dari soal sehingga membuat siswa melakukan kesalahan dalam penulisan jawaban dan ketidaktahuan siswa mengenai perkalian sehingga membuat siswa mengalami kesulitan pada saat melakukan operasi hitung sehingga mengakibatkan siswa kesulitan dalam membuat kesimpulan. b)siswa kesulitan pada pembagian, hal ini terjadi karena siswa tidak paham dengan konsep yang digunakan, tidak paham maksud dari soal sehingga siswa kesulitan dalam melakukan operasi hitung pecahan pembagian sehingga menyebabkan siswa kesulitan dalam membuat kesimpulan.
Wilayah pesisir kabupaten Bulungan memiliki ragam hasil tangkapan ikan pelagis dan ikan demersal, salah satunya berada di perairan muara Ancam. Unit penangkapan dominan di wilayah perairan muara Ancam yaitu unit penangkapan tugu (stowner) Nilai produktivitas perikanan tangkap di wilayah kabupaten Bulungan dipengaruhi oleh produktivitas perikanan tugu. Alat tangkap tugu termasuk kategori alat tangkap perangkap yang memanfaatkan arus pasang dan surut perairan laut. Aspek penting dalam pengelolaan sumberdaya perikanan nilai ekonomis bagi masyarakat adalah faktor efektivitas dengan adanya informasi ilmiah tentang kelimpahan dan struktur hasil tangkapan (jenis dan ukuran). Penelitian bertujuan menerangkan kelimpahan hasil tangkapan utama, komposisi hasil tangkapan dan distribusi frekuensi ukuran panjang dan berat. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif pendekatan observasi terhadap sampel Hasil tangkapan Utama (HTU) selama Januari Februari 2022, dengan purposive sampling selama 8 kali sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 8 jenis Hasil Tangkapan Utama (HTU) yaitu udang yellow. udang dogol, udang mantis, udang merah, udang putih, udang loreng, udang windu dan udang pistol dengan total tangkapan 49.74 kg dan rata rata kelimpahannya 49.48%. Jenis udang dengan nilai kelimpahan terbesar dan dominan tertangkap adalah udang putih. Persentase komposisi jenis hasil tangkapan utama tugu yaitu udang yellow 11% dengan struktur ukuran rerata Panjang Total (PT) 8.18 cm dan rerata Berat Total (BT) 6.67 gram; udang brown 7% dengan 9.23 cm dan 9.05 gram: udang mantis 7% dengan 10.84 cm dan 10.51 gram; udang merah 6% dengan 8.85 cm dan 7.60 gram, udang putih 51% dengan 8.92 cm dan 8.15 gram; udang loreng 18% dengan 10.62 cm dan 11.15 gram; udang windu 11% dengan 9.94 cm dan 8.67 gram, serta udang tembak 0,28% dengan 8.05 cm dan 7.60 gram.