Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ANDRI

108 karya publik ditemukan.

2026: 162025: 132024: 282023: 182022: 152021: 142020: 4

Pemodelan Simulasi Risiko Supply Chain Beton Ready Mix untuk Proyek Konstruksi di Kota Tarakan

2021 · Thesis ·

Pemodelan Simulasi Risiko Supply Chain Beton Ready Mix untuk Proyek Konstruksi di Kota Tarakan ABSTRAK Penelitian ini menyajikan analisis risiko rantai pasok beton ready mix pada proyek konstruksi di Kota Tarakan dengan cara survei dan wawancara langsung ke lapangan. Dalam pelaksanaannya, manajemen rantai pasok memiliki risiko-risiko negatif yang dapat menghambat pengadaan suatu material maka diperlukan suatu manajemen risiko rantai pasok. Untuk mengetahui risiko yang menghambat tersebut digunakan suatu analisis yaitu Matriks Probabibiltas dan Dampak dengan hasil pengkategorian tingkat dari variabel risiko. Risiko berkategori tinggi dari persepsi pemasok beton ready mix terhadap kontraktor memiliki satu variabel di aliran finansial. Sedangkan dari persepsi kontraktor terhadap pemasok beton ready mix, risiko yang berkategori tinggi terjadi pada satu variabel dalam aliran material/fisik dan satu variabel dalam aliran finansial. Selanjutnya, penelitian ini juga membangun simulasi rantai pasok menggunakan metode monte carlo dengan aplikasi crystal ball. Hasil simulasi menunjukkan rentang waktu keterlambatan beton ready mix dalam rantai pasok yaitu beton ready mix memiliki keterlambatan minimum 6,76 hari; maksimum 9,09 hari dan paling sering 7,93 hari. Hasil analisis grafik sensitivitas menunjukkan risiko keterlambatan akibat ‘penundaan pengiriman material karena masalah finansial yang tidak lancar dengan persentase risiko paling dominan sebesar 16,1%, risiko ‘waktu tunggu material yang lama untuk memenuhi kuota pemesanan karena pengiriman bertahap dari keterbatasan alat angkut oleh supplier memiliki persentase sebesar 10,6% dan untuk risiko ‘detail desain yang tidak lengkap mengakibatkan tidak matangnya kuantitas material yang akan dipesan sehingga perlu pemesanan ulang material dengan persentase sebesar 8,6%. Keywords: Supply chain, Ready Mix Concrete, Contractors, Suppliers Ready Mix Concrete Supply Chain Risk Simulation Modeling For Construction Projects in Tarakan City Abstract This study focused on a risk analysis of the mix concrete supply chain on a construction project in Tarakan City by means of surveys and direct interviews in the field. In practice, supply chain management has negative risks that can hinder the procurement of a material, so a supply chain risk management is needed. To find out the inhibiting risks, an analysis was used, namely the probability and impact matrix with the results of categorizing the level of risk variables. The high category risk from the perception of ready mix concrete suppliers to contractors had one variable in financial flow. Meanwhile, from the contractor’s perception of the ready mix concrete supplier, a high category risk occurred in one variable in material/physical flow and one variable in financial flow. Futhermore, this study also built a supply chain simulation using the Monte Carlo method with a crystal ball application. The simulation result showed that the time span of the ready mix concrete delayed in the supply chain, namely ready mix concrete had a minimum delay of 6.76 days, a maximum delay of 9.09 days, and most often delay of 7.93 days. The results of the sensitivity chart analysis showed that the risk of delays was due to delays in material delivery caused by non-current financial problems with the most dominant risk percentages of 16.1%. The risk of long waiting times for materials to meet order quotas was due to gradual delivery of limited transportation equipment by suppliers, with percentage of 10.6%. The risk of incomplete design details resulted in the immaturity of the quantity of material to be ordered, so it was necessary to reorder materials with percentage of 8.6%.

ANALISIS PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHA TANI RUMPUT LAUT DI DESA BINALAWAN KECAMATAN SEBATIK BARAT KABUPATEN NUNUKAN

2021 · Thesis ·

This study intended to answer two questions related to the Analysis of Production and Income of Seaweed Farming in Binalawan Village, West Sebatik District, Nunukan Regency. The aims of this study were: (1) to determine the effect of stretched rope length, seeds, labor, harvest age and experience on seaweed production in Binalawan village; (2) to find out the income of seaweed farming in Binalawan village. As many as 51 seaweed farmers were taken as the sample that was determined through the accidental sampling method. Data were analyzed using multiple linear regression analysis through the cobb-Douglas approach and income analysis. Based on the analysis of the estimation model, it was shown that LnY= 3.419 + Ln0.326X1 + Ln0,314X2 – Ln0,187X3 + Ln0,264X4 + Ln0,110X5. The variables that had a significant effect on seawed production were stretch rope (X1), seeds (X2), harvest age (X4) and farming experience (X5), and the variable that did not significantly affect seaweed production wa labor (X3). The total costs incurred by farmers in seaweed farming was Rp. 44,336,843.38 with receipts of Rp. 12,183,620. So that the net income of farmers was Rp. 7,846,776.62/planting season.

PENERAPAN ANALISIS ABC DALAM PENGENDALIAN PERSEDIAAN PRODUK (STUDI KASUS PADA USAHA KECIL MENENGAH (UKM) KRIPIK SINGKONG QOBHID DI KOTA TARAKAN)

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolahan persediaan produk Kripik Singkong. Permasalahan penelitian adalah (1) Bagaimanakah pengendalian persediaan produk keripik singkong (2) Bagaimanakah pengelompokan pengendalian persediaan produk keripik singkong. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Metode pengumpulan data adalah dengan metode wawancara dan oservasi. Subjek penelitian ini adalah UKM Qobidh Cracker. Dengan metode analisis ABC.Kesimpulan hasil penelitian ini adalah Perhitungan bulan Juni kelas A memliki nilai volume tahunan rupiah sebesar 48,19 % dari total persediaan yang terdiri dari 1 item (20%) persediaan produk, kelas B memliki nilai volume tahunan rupiah sebesar 19,68 % dari total persediaan produk yang terdiri dari 1 item (30%) persediaan, kelas C memliki nilai volume tahunan rupiah sebesar 32,13 % dari total persediaan produk yang terdiri dari 4 item (50%). Pada bulan Juli kelas A memliki nilai volume tahunan rupiah sebesar 43,39 % dari total persediaan produk yang terdiri dari 1 item (20%) persediaan, kelas B memliki nilai volume tahunan rupiah sebesar 17,46 % dari total persediaan produk yang terdiri dari 1 item (30%) persediaan, kelas C memliki nilai volume tahunan rupiah sebesar 27,72 % dari total persediaan yang terdiri dari 4 item (50%) dan Pada bulan Agutus kelas A memliki nilai volume tahunan rupiah sebesar 41,33 % dari total persediaan yang terdiri dari 1 item (20%) persediaan, kelas B memliki nilai volume tahunan rupiah sebesar 24,49 % dari total persediaan produk yang terdiri dari 1 item (30%) persediaan, kelas C memliki nilai volume tahunan dollar sebesar 29,59 % dari total persediaan produk yang terdiri dari 4 item (50%) persediaan produk. Hasil penelitian ini diharapakan dapat memberikan input bagi para pemilik perusahaan atau pemimpinan khususnya mengenai pererapan analisis ABC dalam pengendalian persediaan dalam manajemen operasi.

DESKRIPSI PERAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI SUPERVISOR DIMASA PANDEMI COVID 19 DI SDIT AL MUSTAQIM TARAKAN

2021 · Thesis ·

DESKRIPSI PERAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI SUPERVISOR DIMASA PANDEMI COVID�-19 DI SDIT AL MUSTAQIM TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan Peran Kepala Sekolah Sebagai Supervisor Pada Masa Pandemi Covid-19 di SDIT Al Mustaqim Tarakan. Dan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui deskrispi peran kepala sekolah sebagai supervisor pada masa pandemi covid-19 di SDIT AL Mustaqim Tarakan. Jenis Penelitian yang digunakan penelitian kualitatif deskriptif yang digunakan dilaksanakan di SDIT Al Mustaqim Tarakan. Sumber data pada penelitian ini data primer dan skunder, informan pada penelitian ini adalah kepala sekolah, pengawas sekolah dan guru kelas. Teknik yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik ke absahan data yang digunakan triangulasi teknik sumber dan waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran kepala sekolah sebagai supervisor pada masa pandemi covid-19 di SDIT Al Mustaqim Tarakan tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang supervisor dengan efektif. Hal ini dibuktikan bahwa kepala sekolah selalu menyusun program supervisi walaupun dimasa sulit pandemi covid-19 dan sesuai dengan prosedur menyusun program supervisi, mengobservasi guru, melakukan pertemuan sebelum melaksanakan supervisi, mempersiapkan materi supervisi, menyusun jadwal pelaksanaan supervisi dan terdapat instrumen supervisi.

Kandungan Bahan Organik Karbon (C), Nitrogen (N) dan Fosfor (P) pada Serasah Daun Kratom (Mitragyna speciosa kroth) yang Terdekomposisi di Kawasan Danau Manuk Bungkul Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

KANDUNGAN BAHAN ORGANIK C (KARBON), N (NITROGEN) DAN FOSFOR (P) PADA SERASAH DAUN KRATOM (Mitragyna speciosa kroth) YANG TERDEKOMPOSISI DI KAWASAN DANAU MANUK BUNGKUL KECAMATAN SEMBAKUNG KABUPATEN NUNUKAN Abstrak Dekomposisi serasah daun kratom (Mitragyna speciosa) akan menghasilkan bahan organik yang berperan dalam menentukan kesuburan perairan Danau Manuk Bungkul. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan bahan organik Karbon (C), Nitrogen (N) dan Fosfor (P) pada serasah daun kratom yang terdekomposisi di Kawasan Danau Manuk Bungkul. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2019 – Januari 2020 menggunakan metode deskriptif dan kuantatif dengan mendeskripsikan kandungan bahan organik Karbon (C), Nitrogen (N) dan Fosfor (P) di setiap stasiun. Pengambilan sampel serasah daun kratom dilakukan pada tiga titik stasiun, dimana stasiun 1 terletak di muara sungai, stasiun 2 terletak di bagian tengah atau di depan dermaga dan stasiun 3 terletak di ujung danau dengan 3 kali pengulangan. Pada setiap stasiun memiliki sub stasiun yaitu tergenang dan tidak tergenang. Laju dekomposisi serasah daun kratom sebesar 0,19 – 0,27 gram/hari. Kandungan bahan organik Karbon (C) pada serasah daun kratom sebesar 13,56 – 23,81 %, bahan organik Nitrogen (N) sebesar 1,02 – 2,59 % dan bahan organik Fosfor (F) sebesar 0,014 – 0,031 % di Kawasan Danau Manuk Bungkul Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan.

Kandungan Bahan Organik Karbon (C), Nitrogen (N) dan Fosfor (P) pada Serasah Daun Kratom (Mitragyna speciosa kroth) yang Terdekomposisi di Kawasan Danau Manuk Bungkul Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan

2020 · Thesis ·

KANDUNGAN BAHAN ORGANIK C (KARBON), N (NITROGEN) DAN FOSFOR (P) PADA SERASAH DAUN KRATOM (Mitragyna speciosa kroth) YANG TERDEKOMPOSISI DI KAWASAN DANAU MANUK BUNGKUL KECAMATAN SEMBAKUNG KABUPATEN NUNUKAN Abstrak Dekomposisi serasah daun kratom (Mitragyna speciosa) akan menghasilkan bahan organik yang berperan dalam menentukan kesuburan perairan Danau Manuk Bungkul. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan bahan organik Karbon (C), Nitrogen (N) dan Fosfor (P) pada serasah daun kratom yang terdekomposisi di Kawasan Danau Manuk Bungkul. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2019 – Januari 2020 menggunakan metode deskriptif dan kuantatif dengan mendeskripsikan kandungan bahan organik Karbon (C), Nitrogen (N) dan Fosfor (P) di setiap stasiun. Pengambilan sampel serasah daun kratom dilakukan pada tiga titik stasiun, dimana stasiun 1 terletak di muara sungai, stasiun 2 terletak di bagian tengah atau di depan dermaga dan stasiun 3 terletak di ujung danau dengan 3 kali pengulangan. Pada setiap stasiun memiliki sub stasiun yaitu tergenang dan tidak tergenang. Laju dekomposisi serasah daun kratom sebesar 0,19 – 0,27 gram/hari. Kandungan bahan organik Karbon (C) pada serasah daun kratom sebesar 13,56 – 23,81 %, bahan organik Nitrogen (N) sebesar 1,02 – 2,59 % dan bahan organik Fosfor (F) sebesar 0,014 – 0,031 % di Kawasan Danau Manuk Bungkul Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan.

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. P di Wilayah Puskesmas Karang Rejo Tarakan

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

World Health Organization (WHO) data on national health status on the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) stated that globally around 830 women die every day due to complications during pregnancy and childbirth, with a Maternal Mortality Rate (MMR) of 216 per 100,000 live births. (WHO, 2017). As many as 99 percent of maternal deaths due to pregnancy, childbirth or birth problems occur in developing countries. The high MMR and Infant Mortality Rate (IMR) are still big problems for Indonesia, because they can provide an overview of the development of health status and are also used as indicators in assessing the success of health services and health development programs. This problem can be overcome by carrying out comprehensive midwifery services which are ongoing midwifery care starting from pregnancy, childbirth, childbirth and newborns, so as to improve the quality of services and the welfare of mothers and babies, and reduce the risk of complications for mothers and babies. Implementation of Comprehensive Midwifery Care began on November 15, 2019 at Puskemas Karang Rejo Tarakan with Mrs. P as the respondent for the implementation of care. Initial visits are carried out when the client enters 37-38 weeks of gestation and then repeated visits are carried out 2 times and carried out every 1 week 1 visit. Labor occurs at 39-40 weeks of gestation. Postpartum visits were carried out 3 times and simultaneously with visits to newborns. The implementation of pregnancy care uses the standard of normal delivery care (APN). The management of postpartum and newborn care adjusts to the needs of the puerperium and newborns. The aim of conducting comprehensive midwifery care is to detect early whether there are problems during pregnancy, childbirth, postpartum and newborns using the SOAP method. During comprehensive midwifery care there are no problems with pregnancy. In childbirth, a problem is found, namely the prolonged stage I due to inadequacy and premature rupture of the membranes, but the problem can be resolved by referring to the Tarakan Hospital and the mother can give birth spontaneously and there are no complications. During the postpartum visit and the baby did not find any problems, the mother and baby were in good condition, the care provided was in accordance with established standards. Comprehensive midwifery care has been documented in the form of a SOAP.

PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN BAGI NARAPIDANA ANAK DI LEMBAGA PERMASYARAKATAN KELAS II A TARAKAN

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Muhammad Andri Darmawan (NPM : 15.501010.020), dengan judul skripsi “Perlindungan dan Pemenuhan Hak Pendidikan bagi Narapidana Anak di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan” Pembimbing 1 Dr. Nurasikin,S.HI., M.H dan Pembimbing 2 Inggit Akim, S.H., M.H. Hak asasi manusia (human rights) merupakan hak manusia, yang melekat padamanusia, dimana manusia juga dikaruniai akal pikiran dan hati nurani. Hak asasi manusia bersifat universal yang berarti melampaui batas- batas negeri, kebangsaan, dan ditujukan pada setiap orang baik miskin maupun kaya, laki-laki atau perempuan, normal maupun penyandang cacat dan sebaliknya. undangundang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. Dalam hal perlindungan hak atas pendidikan, pasal 9 ayat (1) telah menegaskan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai minat dan bakatnya.Hak atas pendidikan diperoleh oleh seluruh anak dan harus diusahakan oleh negara dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya. Hak atas pendidikan anakmelingkupi setiap anak dengan berbagai latar belakang dan status sosial anak, termasuk anak yang menjalani pemidanaan dengan status anak didik pemasyarakatan. Isu hukum ini diteliti menggunakan metode penelitian yuridis Empiris. Permasalahan diatas menimbulkan isu hukum mengenai pemenuhan hakpendidikan bagi narapidana anak di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kota Tarakan sudah sesuai dengan ketentuan Perundang-Undangan serta kendala yang dihadapi dalam melaksanakan pendidikan bagi narapidana anak di Lapas Kelas IIA Kota Tarakan. Pada akhir penelitian ini penulis menarik kesimpulan bahwa perlindungan dan pemenuhan hak pendidikan narapidana anak di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan belum sepenuhnya sesuai dengan Undang-undang dikarenakan masih terhambatnya dalam kerja sama dengan pihak ketiga, kurangnya sumber daya manusia bagi pegawai lembaga pemasyarakatan dan kurangnya sarana dan fasilitas yang ada di Lembaga Pemasyarakatan. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Hukum dan HAM harus memperhatikan kondisi semua Lembaga Pemasyarakatan terkhusus Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan. Kata Kunci : Hak Asasi Manusia, Narapidana Anak, Lembaga Pemasyarakatan