ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penguatan karakter siswa yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila ketiga Persatuan Indonesia, merupakan aspek penting dan strategis dalam penyelenggaraan pendidikan dasar. Namun, berdasarkan hasil pengamatan awal di kelas III-A SD Negeri 005 Tarakan, masih ditemukan berbagai permasalahan pada karakter tanggung jawab, nasionalisme, dan toleransi siswa dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan secara mendalam karakter siswa yang mencerminkan nilai-nilai sila ketiga Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dari 25 siswa yang menjadi calon subjek penelitian, dilakukan penyaringan berdasarkan hasil angket sehingga diperoleh 4 siswa yang mewakili karakter yang telah sesuai dan belum sesuai dengan nilai-nilai sila ketiga untuk dianalisis secara lebih mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum karakter siswa telah berkembang dalam kategori cukup baik, yang ditandai dengan adanya tanggung jawab dalam kerja sama kelompok dan pelaksanaan piket kelas, sikap nasionalisme melalui keterlibatan aktif dalam upacara bendera serta penghargaan terhadap simbol-simbol negara, serta sikap toleransi dalam menghargai perbedaan dan menjalin hubungan sosial yang harmonis. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa siswa yang belum konsisten dalam menunjukkan ketiga karakter tersebut dalam berbagai situasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa karakter siswa yang mencerminkan nilai sila ketiga Pancasila telah berkembang cukup baik, namun masih memerlukan pembinaan, pendampingan, dan penguatan secara berkelanjutan agar terbentuk karakter yang lebih optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN DI SDN 043 TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran di SDN 043 Tarakan. Nilai karakter yang menjadi fokus penelitian meliputi religius, jujur, toleransi, disiplin, cinta tanah air, dan semangat kebangsaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Partisipan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, dan siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana (2014) dengan tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter di SDN 043 Tarakan telah diintegrasikan ke dalam kegiatan pembelajaran maupun aktivitas sekolah. Nilai religius diwujudkan melalui kegiatan doa bersama sebelum dan sesudah pembelajaran, meskipun sebagian siswa masih kurang sungguh-sungguh. Nilai kejujuran sudah ditanamkan, namun ditemukan beberapa perilaku tidak jujur, seperti mengambil barang milik teman. Nilai toleransi terlihat dalam interaksi antarsiswa, walaupun masih ada yang membeda-bedakan teman. Nilai disiplin diterapkan melalui aturan kelas dan upacara, namun sebagian siswa masih melanggar ketertiban. Nilai cinta tanah air dan semangat kebangsaan diwujudkan melalui kegiatan upacara, pembelajaran tematik, gotong royong, serta peringatan hari besar nasional. Secara umum, pendidikan karakter di sekolah ini berjalan baik, meskipun masih terdapat tantangan dalam konsistensi pembiasaan dan keteladanan. Penelitian ini merekomendasikan agar guru lebih kreatif dalam mengintegrasikan nilai karakter ke dalam pembelajaran, sekolah memperkuat program berbasis karakter, serta adanya sinergi yang lebih kuat dengan orang tua.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
TITUS TUSAU., Analisis batas toleransi alignment pada poros pompa dan poros motor cooling water pump di PT. Kayan LNG Nusantara (dibimbing oleh Marhadi Budi Waluyo, S.T., M.T. dan Shinta Tri Kismanti, S.Pd., M.Si.) Penelitian ini membahas analisis batas toleransi alignment pada poros pompa dan poros motor cooling water pump di PT. Kayan LNG Nusantara. Alignment merupakan proses penyelarasan kedua poros agar tetap berada pada satu garis sumbu sehingga kinerja mesin dapat berkerja dengan optimal. Ketidaksesuaian alignment (mis-alignment) akan berpotensi menimbulkan getaran berlebihan, mempercepat kerusakan pada Komponen, dan menurunkan efisiensi oprasional mesin. Maka dari itu, kajian terhadap kondisi alignment actual dan tingkat kesesuaiannya dengan standar toleransi menjadi hal yang sangat penting untuk mendukung keberlanjutan oprasional. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Teknik pengukuran langsung melalui dial indikator. Data yang diperoleh dianalisis untuk menghitung nilai offset mis-alignment dan angular mis-alignment pada bidang vertical dan horizontal. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai offset mis-alignment sebesar – 0,03 mm pada bidang vertical dan 0,01 mm pada bidang horizontal, sedangkan nilai angular mis-alignment sebesar – 0,017 rad pada bidang vertikal dan 0,0001 rad pada bidang horizontal. Seluruh hasil pengukuran tersebut masih berada dalam batas toleransi yang ditetapkan yaitu 0,05 mm. selain itu, perhitungan koreksi alignment mengindikasikan perlunya reposisi pada kaki motor untuk mencapai keselaran yang lebih optimal. Penyesuaian yang direkomendasikan Adalah sebesar +0,12 mm pada kaki dalam + 0,172 mm pada kaki luar secara horizontal, serta +0,012 mm pada kaki dalam dan +0,03 mm pada kaki luar secara vertical. Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahawa kondisi alignment pada cooling water pump masih berada dalam kategori dapat diterima, namun Tindakan korektif disarankan untuk menjaga keandalan efisiensi, serta memperpanjang umur pakai Komponen.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini berfokus pada analisis sikap toleransi siswa kelas V-D SDN 050 Tarakan dan faktor yang mempengaruhi terbentuknya sikap toleransi siswa di lingkungan sekolah menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di kelas V-D SDN 050 Tarakan. Informan pada penelitian ini adalah wali kelas dan siswa kelas V-D SDN 050 Tarakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumen. Proses analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas V-D SDN 050 Tarakan dapat melaksanakan sikap toleransi agama dan toleransi sosial. (1) toleransi agama teraktualisasi pada sikap tidak mengganggu siswa yang memiliki perbedaan agama dalam melaksanakan ibadah keagamaan serta dapat berteman secara harmonis dan berkomunikasi dengan sopan meskipun terdapat adanya perbedaan agama, (2) toleransi sosial terimplementasi dalam sikap menghargai adanya perbedaan pendapat yang dimiliki oleh siswa lain serta dapat berteman dan bekerjasama dengan siswa yang memiliki perbedaan suku. Adapun faktor yang mempengaruhi terbentuknya sikap toleransi siswa kelas V-D SDN 050 Tarakan yaitu budaya sekolah dan peran guru. Budaya sekolah di SDN 050 Tarakan yang berkorelasi dengan terciptanya siswa yang memiliki sikap toleransi ialah budaya 4S (senyum,sapa,salam,santun), dengan budaya 4S siswa akan terbiasa untuk menerima dan menghormati individu lain. Wali kelas telah melaksanakan perannya selaku guru dalam menciptakan siswa yang memiliki sikap toleransi, yang teraktualisasi dengan memberikan edukasi dan motivasi tentang melaksanakan sikap toleransi serta mampu menjadi contoh yang baik dalam bersikap toleransi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perilaku intoleransi merupakan penolakan yang dilakukan individu atau sekelompok individu yang tidak menerima adanya perbedaan atau menganggap perbedaan itu berbeda dengan pendirian mereka baik itu agama, etnis, budaya, pendapat, dan lain sebagainya dengan menunjukkan perilaku menjauh, mengucilkan, mendiskriminasi, melakukan ujaran kebencian, dan kekerasan. Perilaku intoleransi ditemukan di SMP Negeri 1 Tarakan diantaranya menyindir, diskriminasi, dan pengasingan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok dengan media jenga terhadap perilaku intoleransi siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan pre-experiment one-group pretest-posttest design. Populasi paada penelitian ini berjumlah 352 orang siswa dan sampel penelitian berjumlah 10 orang siswa dengan menggunakan random sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket tentang perilaku intoleransi. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired sample t-test. Berdasarkan hasil penelitian ini, perhitungan uji paired sample t-test dengan nilai sig (2-tiled) sebesar 0,000 0,05, maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Hasil penelitian ditunjukkan dari nilai pretest 1619 dengan rata-rata 161,9 dan nilai posttest 1330 dengan rata-rata 133, hal tersebut menunjukkan terdapat penurunan perilaku intoleransi, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh bimbingan kelompok dengan media jenga terhadap perilaku intoleransi siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Tarakan.