Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: alignment
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS BATAS TOLERANSI ALIGNMENT PADA POROS POMPA DAN POROS MOTOR COOLING WATER PUMP DI PT. KAYAN LNG NUSANTARA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

TITUS TUSAU., Analisis batas toleransi alignment pada poros pompa dan poros motor cooling water pump di PT. Kayan LNG Nusantara (dibimbing oleh Marhadi Budi Waluyo, S.T., M.T. dan Shinta Tri Kismanti, S.Pd., M.Si.) Penelitian ini membahas analisis batas toleransi alignment pada poros pompa dan poros motor cooling water pump di PT. Kayan LNG Nusantara. Alignment merupakan proses penyelarasan kedua poros agar tetap berada pada satu garis sumbu sehingga kinerja mesin dapat berkerja dengan optimal. Ketidaksesuaian alignment (mis-alignment) akan berpotensi menimbulkan getaran berlebihan, mempercepat kerusakan pada Komponen, dan menurunkan efisiensi oprasional mesin. Maka dari itu, kajian terhadap kondisi alignment actual dan tingkat kesesuaiannya dengan standar toleransi menjadi hal yang sangat penting untuk mendukung keberlanjutan oprasional. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Teknik pengukuran langsung melalui dial indikator. Data yang diperoleh dianalisis untuk menghitung nilai offset mis-alignment dan angular mis-alignment pada bidang vertical dan horizontal. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai offset mis-alignment sebesar – 0,03 mm pada bidang vertical dan 0,01 mm pada bidang horizontal, sedangkan nilai angular mis-alignment sebesar – 0,017 rad pada bidang vertikal dan 0,0001 rad pada bidang horizontal. Seluruh hasil pengukuran tersebut masih berada dalam batas toleransi yang ditetapkan yaitu 0,05 mm. selain itu, perhitungan koreksi alignment mengindikasikan perlunya reposisi pada kaki motor untuk mencapai keselaran yang lebih optimal. Penyesuaian yang direkomendasikan Adalah sebesar +0,12 mm pada kaki dalam + 0,172 mm pada kaki luar secara horizontal, serta +0,012 mm pada kaki dalam dan +0,03 mm pada kaki luar secara vertical. Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahawa kondisi alignment pada cooling water pump masih berada dalam kategori dapat diterima, namun Tindakan korektif disarankan untuk menjaga keandalan efisiensi, serta memperpanjang umur pakai Komponen.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DAMPAK RE-ALIGNMENT FLIGHT INFORMATION REGION (FIR) INDONESIA-SINGAPURA TAHUN 2022 TERHADAP WILAYAH INDONESIA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pasal 458 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan menyebutkan wilayah udara Indonesia yang pengelolaan navigasi penerbangannya dilimpahkan kepada negara lain harus sepenuhnya dikembalikan ke Indonesia dalam waktu 15 tahun. Bukannya menjalankan peratuan tersebut di 2024, justru pemerintah Indonesia membuat perjanjian tentang Re-alignment Flight Information Region (FIR) Indonesia-Singapura di Tahun 2022. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak dan manfaat Re-alignment FIR tersebut untuk wilayah Indonesia. Metode penelitian menggunakan tipe penelitian normatif, dengan pendekatan perundang-undangan dan analisis teks-teks hukum yang telah di tetapkan. Pengumpulan sumber data kualitatif dan mendeskripsikan hasil telaah permasalahan yang berkaitan dengan penelitian. Hasilnya adalah penguasaan kontrol lalu lintas udara di ketinggian 0-37.000 kaki di Kepulauan Riau dan Natuna di alihkan ke Singapura dan biaya jasa navigasi udara untuk Indonesia otomatis mendapatkan keuntungan lebih sedikit. Selain itu kurang optimalnya Indonesia dalam mengawasi secara langsung aktivitas udara oleh pesawat yang melintas secara ilegal. Manfaatnya kedua negara sepakat menempatkan beberapa orang personil sipil militer di Singapore Air Traffic Control Center (SATCC) agar tidak terjadi pelanggaran kedaulatan. Mutu layanan keselamatan penerbangan Indonesia meningkat terkhusus Kepulauan Riau dan Natuna dan di perolehnya diplomatic clearance. Saran untuk pemerintah dalam penelitian ini adalah teknologi pelayanan navigasi udara di masing-masing FIR Indonesia harus di optimalkan sehingga dari situ pemerintah sudah mampu untuk memperbarui kembali aturan mengenai pengendalian wilayah udara Indonesia yang masih di pegang negara lain untuk di kembalikan sepenuhnya kepada FIR Indonesia. Terakhir perlu adanya penetapan biaya jasa navigasi di dalam aturan yang berlaku untuk transparansi, dan akuntabilitas negara kepada publik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail