ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penguatan karakter siswa yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila ketiga Persatuan Indonesia, merupakan aspek penting dan strategis dalam penyelenggaraan pendidikan dasar. Namun, berdasarkan hasil pengamatan awal di kelas III-A SD Negeri 005 Tarakan, masih ditemukan berbagai permasalahan pada karakter tanggung jawab, nasionalisme, dan toleransi siswa dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan secara mendalam karakter siswa yang mencerminkan nilai-nilai sila ketiga Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dari 25 siswa yang menjadi calon subjek penelitian, dilakukan penyaringan berdasarkan hasil angket sehingga diperoleh 4 siswa yang mewakili karakter yang telah sesuai dan belum sesuai dengan nilai-nilai sila ketiga untuk dianalisis secara lebih mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum karakter siswa telah berkembang dalam kategori cukup baik, yang ditandai dengan adanya tanggung jawab dalam kerja sama kelompok dan pelaksanaan piket kelas, sikap nasionalisme melalui keterlibatan aktif dalam upacara bendera serta penghargaan terhadap simbol-simbol negara, serta sikap toleransi dalam menghargai perbedaan dan menjalin hubungan sosial yang harmonis. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa siswa yang belum konsisten dalam menunjukkan ketiga karakter tersebut dalam berbagai situasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa karakter siswa yang mencerminkan nilai sila ketiga Pancasila telah berkembang cukup baik, namun masih memerlukan pembinaan, pendampingan, dan penguatan secara berkelanjutan agar terbentuk karakter yang lebih optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
TITUS TUSAU., Analisis batas toleransi alignment pada poros pompa dan poros motor cooling water pump di PT. Kayan LNG Nusantara (dibimbing oleh Marhadi Budi Waluyo, S.T., M.T. dan Shinta Tri Kismanti, S.Pd., M.Si.) Penelitian ini membahas analisis batas toleransi alignment pada poros pompa dan poros motor cooling water pump di PT. Kayan LNG Nusantara. Alignment merupakan proses penyelarasan kedua poros agar tetap berada pada satu garis sumbu sehingga kinerja mesin dapat berkerja dengan optimal. Ketidaksesuaian alignment (mis-alignment) akan berpotensi menimbulkan getaran berlebihan, mempercepat kerusakan pada Komponen, dan menurunkan efisiensi oprasional mesin. Maka dari itu, kajian terhadap kondisi alignment actual dan tingkat kesesuaiannya dengan standar toleransi menjadi hal yang sangat penting untuk mendukung keberlanjutan oprasional. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Teknik pengukuran langsung melalui dial indikator. Data yang diperoleh dianalisis untuk menghitung nilai offset mis-alignment dan angular mis-alignment pada bidang vertical dan horizontal. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai offset mis-alignment sebesar – 0,03 mm pada bidang vertical dan 0,01 mm pada bidang horizontal, sedangkan nilai angular mis-alignment sebesar – 0,017 rad pada bidang vertikal dan 0,0001 rad pada bidang horizontal. Seluruh hasil pengukuran tersebut masih berada dalam batas toleransi yang ditetapkan yaitu 0,05 mm. selain itu, perhitungan koreksi alignment mengindikasikan perlunya reposisi pada kaki motor untuk mencapai keselaran yang lebih optimal. Penyesuaian yang direkomendasikan Adalah sebesar +0,12 mm pada kaki dalam + 0,172 mm pada kaki luar secara horizontal, serta +0,012 mm pada kaki dalam dan +0,03 mm pada kaki luar secara vertical. Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahawa kondisi alignment pada cooling water pump masih berada dalam kategori dapat diterima, namun Tindakan korektif disarankan untuk menjaga keandalan efisiensi, serta memperpanjang umur pakai Komponen.