Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: Tiroksin
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Hormon Tiroksin dengan Dosis yang Berbeda terhadap Pertumbuhan Lobster Air Tawar Cherax quadricarinatus

2025•

Abstrak Lobster air tawar Cherax quadricarinatus merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomis tinggi yang memiliki potensi untuk dibudidayakan secara intensif. Diperlukan upaya peningkatan pertumbuhan melalui stimulasi hormonal, seperti penggunaan hormon tiroksin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian hormon tiroksin dengan variasi dosis terhadap pertumbuhan lobster air tawar Cherax quadricarinatus. Penelitian bersifat eksperimental yang menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan dengan penambahan hormon tiroksin diberikan dengan dosis 0,0 μg/g (Perlakuan A/kontrol), 0,05 μg/g (Perlakuan B), 0,1 μg/g (Perlakuan C) dan 0,15 μg/g (Perlakuan D). Pemberian hormon tiroksin akan dilakukan dengan metode injeksi (penyuntikan) langsung pada lobster di awal pemeliharaan di bagian pangkal kaki jalan. Data yang diperoleh dianalisis statistik dengan menggunakan sidik ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan hormon tiroksin berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bobot mutlak, namun tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang mutlak pada lobster air tawar. Perlakuan C merupakan perlakuan terbaik dengan penambahan panjang mutlak sebesar 1,5 cm dan bobot sebesar 1,7 g. Semua perlakuan menunjukkan nilai kelangsungan hidup 100%. Abstract The freshwater lobster (Cherax quadricarinatus) is a high-value aquaculture commodity with great potential for intensive aquaculture. Growth enhancement can be achieved through hormonal stimulation, particularly thyroxine. This study aimed to evaluate the effects of thyroxine injections at different doses on the weight, length, and survival rate of freshwater lobster (C. quadricarinatus). This experiment was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments and three replications. Thyroxine was applied at doses of 0.0 µg/g (Treatment A/control), 0.05 µg/g (Treatment B), 0.1 µg/g (Treatment C), and 0.15 µg/g (Treatment D). The hormone was administered by direct injection at the base of the walking leg at the beginning of the rearing period. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). The results showed that thyroxine supplementation significantly increased absolute weight gain but did not significantly affect absolute length growth. Treatment C yielded the best performance, resulting in an average length increase of 1.5 cm and a weight gain of 1.7 g. All treatments achieved a 100% survival rate.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENYERAPAN KUNING TELUR PADA LARVA IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepenus) DENGAN MENGGUNAKAN PAKAN TEPUNG KUNYIT DAN HORMON TIROKSIN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Ikan jenis ini sudah dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat Indonesia, dan merupakan salah satu sumber penghasilan yang potensial di kalangan pembudidaya ikan. Metode yang dapat digunakan adalah dengan modifikasi pakan. Pakan dapat dimodifikasi dengan memberikan komponen tertentu yang dapat mempercepat proses pembentukan vitellogenin atau bakal kuning telur di dalam tubuh sehingga dapat meningkatkan kualitas larva yang dihasilkan.Penelitian bertujuan untuk mengetahui penyerapan kuning telur pada larva ikan lele (Clarias gariepenus) dengan menggunakan pakan tepung kunyit dan hormon tiroksin. Penelitian terdiri dari empat perlakuan, yaitu perlakuan kontrol,penambahan tepung kunyit 4,8 g/kg pakan, penambahan tiroksin 0,1 g/kg pakan, penambahan tiroksin 0, 1 gram dan kunyit 4,8 g/ kg pakan. Parameter yang diamati adalah penyerapan kuning telur, panjang larva, kelansungan hidup (SR) larva ikan serta beberapa parameter kualitas air seperti Suhu dan pH. Hasil Penelitian terbaik diperoleh pada perlakuan penambahan tepung kunyit 4,8 g/kg pakan yang menunjukkan penyerapan kuning telur bertahan hingga hari ke 5, dan panjang larva berukuran 7,35 mm, dan kelangsungan hidup (SR) 85%. Sedangkan untuk kualitas suhu berkisaran 27°C -29°C, pH berkisaran 6 - 7. Dari semua hasil parameter yang diukur menunjukkan bahwa dengan pemberian tepung kunyit dengan dosis 4,8 g/kg pada pakan mampu meningkatkan penyerapan kuning telur ikan serta meningkatkan kualitas larva ikan lele.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum L) DAN HORMON TIROKSIN PADA AKTIVITAS MOULTING KEPITING BAKAU (Scylla spp)

2023•

Pertumbuhan kepiting bakau melalui proses moulting membutuhkan hormon steroid. Salah satu bahan baku yang memiliki kandungan bioaktif seperti hormon steroid adalah daun karamunting (M. malabathricum L). tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh stimulan moulting kepiting bakau (Scylla sp) dengan pemberian kombinasi ekstrak daun karamunting (M. malabathricum L) dan hormon tiroksin. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode eksperimental, yaitu menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan 5 ulangan. Perlakuan A (kontrol), perlakuan B ( ekstrak karamunting 3 µg/g dan tiroksin 50 µg/g), perlakuan C (ekstrak karamunting 5 µg/g dan tiroksin 50 µg/g) dan perlakuan D (ekstrak karamunting 7 µg/g dan tiroksin 50 µg/g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase moulting pada perlakuan 7 µg/g dan tiroksin 50 µg/g yaitu 100% sementara perlakuan 3 µg/g dan tiroksin 50 memberikan hasil 80% dan perlakuan terendah didapati pada perlakuan kontrol sebesar 60 %. Hasil dari masa laten moulting didapati waktu moulting tercepat pada perlakuan 7 µg/g dan tiroksin 50 µg/g disusul pada perlakuan 5 µg/g dan tiroksin 50 µg/g selama 15 sampai 24 hari dan perlakuan 3 µg/g dan tiroksin 50 µg/g memberikan waktu selama 16 sampai 31 hari dan paling lama didapati pada perlakuan control sebesar 20 sampai 60 hari . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada pemberian ekstrak daun karamunting (M. malabathcricum L) dan hormon tiroksin dapat berperan teerhadap stimulan moulting pada kepiting bakau (Scylla spp).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI TANTANG PENGANGKUTAN TANPA PENAMBAHAN OKSIGEN TERHADAP BENIH LELE (Clarias gariepinus)DARI INDUK YANG DIBERIKAN TEPUNG KUNYIT DAN HORMON TIROKSIN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengangkutan ikan dapat diartikan sebagai tindakan memindahkan ikan, yang didalamnya diberi tindakan-tindakan untuk menjaga agar derajat kelulusan hidup sampai ditempat tujuan. Untuk mengurangi stres selama pengangkutan dibutuhkan benih yang berkualitas. Terdapat beberapa metode untuk meningkatkan benih yang berkualitas seperti transgenin, manipulasi lingkungan dan lain-lain, tetapi cara ini belum efektif dalam meningkatkan kualitas benih. Dibutuhkan metode lain dalam meningkatkan kualitas benih seperti penggunaan bahan alam seperti kunyit dan hormon tiroksin. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan lele sebanyak 120 ekor dengan padat tebar 10 ekor/plastik. Benih yang digunakan berasal dari indukan yang diberikan perlakuan pemberian pakan berbeda yang terdiri dari K (kontrol), A (pakan dengan tambahan kunyit), B (pakan dengan tambahan tiroksin), C (pakan dengan tambahan kunyit dan tiroksin). Hasil penelitian menunjukkan bahwa indukan yang diberikan pakan modifikasi tepung kunyit (Perlakuan A) berpengaruh nyata dalam meningkatkan daya tahan benih lele pada proses pengangkutan tanpa oksigen, yang menghasilkan tingkat kelangsungan hidup sebesar 93%, dan tidak ada perbedaan bobot dan panjang antar perlakuan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERTUMBUHAN BENIH IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) MELALUI PENGUNAAN KUNYIT DAN HORMON TIROKSIN PADA PAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kunyit (Curcuma domestica val) merupakan tanaman herbal yang sejak lama digunakan sebagai bumbu makanan dan obat. Kandungan terbesar dalam kunyit adalah kurkumin yakni sebesar 94%. Kurkumin bersifat sebagai antioksidan dan dapat diterapkan dalam bidang akuakultur salah satunya dicampur dalam pakan ikan karena dapat meningkatkan metabolisme dan penyerapan nutrisi. Penambahan Penggunaan teknik rekayasa hormonal merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kualitas pengembangan beberapa ikan air tawar termasuk ikan lele. Beberapa hormon yang telah diketahui memiliki peranan positif dalam meningkatkan pertumbuhan ikan antara lain hormon tiroksin. Hormon tiroksin merupakan salah satu hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid berfungsi untuk membentuk, menyimpan, dan mengeluarkan zat yang berhubungan dengan pengaturan laju metabolisme. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kunyit maupun tiroksin sebagai bahan alternatif campuran pakan ikan untuk meningkatkan pertumbuhan benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan pakan yang diberikan yaitu tanpa pemberian ekstrak (P1), penambahan kunyit 4,8 gr/kg pakan (P2), penambahan tiroksin 0,1 mg/kg pakan (P3) dan penambahan kunyit 4,8 g/kg pakan dikombinasikan dengan tiroksin 0,1 mg/kg pakan (P4). Berdasarkan analisis statistik ANOVA (SPSS 20) pertumbuhan panjang mutlak, berat mutlak dan SGR (Specific Growth Rate) menunjukan hasil yang tidak berbeda nyata disetiap perlakuannya. Data pengukuran kualitas air yaitu suhu 27-28 0C, nilai pH 6-7 dan nilai amoniak 0,006-0,014 mg/l. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian tepung kunyit 4,8 g/kg pakan dikombinasikan dengan tiroksin 0,1 mg/kg pakan (P4) menunjukan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya, sehingga dapat kita ketahui bahwa penambahan ekstrak kunyit maupun tiroksin dapat meningkatkan pertumbuhan benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Abstract Turmeric (Curcuma domestica val) is an herbal plant that has long been used as a spice in food and medicine. The largest content in turmeric is curcumin, which is 94%. Curcumin is an antioxidant and can be applied in aquaculture, one of which is mixed in fish feed because it can increase metabolism and nutrient absorption. Addition The use of hormonal engineering techniques is one way that can be done to improve the quality of development of some freshwater fish, including catfish. Several hormones that have been known to have a positive role in increasing fish growth include the hormone thyroxine. Thyroxine is a hormone produced by the thyroid gland. The thyroid gland functions to form, store, and secrete substances related to the regulation of metabolic rate. This study was conducted to determine the effect of adding turmeric flour and thyroxine as an alternative ingredient in fish feed mixtures to increase the growth of African catfish (Clarias gariepinus) fry. The study used a completely randomized design with 4 treatments and 3 replications. The feed treatments given were without extract (P1), adding turmeric 4.8 g/kg feed (P2), adding thyroxine 0.1 mg/kg feed (P3) and adding turmeric 4.8 g/kg feed combined with thyroxine. 0.1 mg/kg feed (P4). Based on the statistical analysis of ANOVA (SPSS 20) absolute length growth, absolute weight and SGR (Specific Growth Rate) showed that the results were not significantly different in each treatment. Water quality measurement data are temperature 27-280C, pH value 6-7 and ammonia value 0.006-0.014 mg/l. Based on the results of this study showed that the administration of turmeric flour 4.8 g/kg of feed combined with thyroxine 0.1 mg/kg of feed (P4) showed better results than other treatments, so we can know that the addition of turmeric extract and thyroxine can increasing the growth of African catfish (Clarias gariepinus).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RESPON UJI TANTANG TANPA PEMBERIAN PAKAN BENIH IKAN LELE (Clarias gariepinus) PASCA PEMIJAHAN DENGAN INDUK YANG DIBERI TEPUNG KUNYIT (Curcuma domestika) DAN HORMON TIROKSIN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan lele merupakan salah satu komoditas yang sangat diminati masyarakat dan ikan lele juga memiliki permintaan pasar yang cukup tinggi. Upaya dalam peningkatan produksi ikan lele melalui subsektor perikanan budidaya dapat dicapai dengan adanya penyediaan benih yang cukup tahan dan berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari uji tantang pada benih ikan lele tanpa pemberian pakan Pasca Pemijahan Dengan Induk Yang Diberi Tepung Kunyit (Curcuma domestika) Dan Hormon Tiroksin. Uji tantang yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan benih ikan lele berumur 3 hari. Penelitian terbagi menjadi dua tahapan, tahapan pertama yaitu pemberian dosis (4,8 gram tepung kuyit, 0,1 mg horomon tiroksin). tahapan kedua yaitu pengujian dosis. Uji tantang pada benih ikan lele dilakukan selama 12 hari. Parameter yang diukur selama penelitian yaitu kelangsungan hidup, dan pertumbuhan benih ikan lele, serta parameter kualitas air (pH, suhu, DO, dan amoniak). Hasil penelitian menunjukkan kelangsungan hidup benih ikan lele pada pemijahan induk yang diberi tepung kunyit (4,8 gram) sebesar 42% dan hormon tiroksin (0,1 mg) sebesar 45%, sedangkan perlakuan pada kontrol sebesar 45%. Hasil pertumbuhan pada benih ikan lele menunjukkan hasil yang tidak berbeda jauh antar perlakuan. Sedangkan, hasil pengukuran kualitas air selama penelitian didapatkan hasil pengukuran yang masih tergolong baik bagi benih ikan lele (Clarias gariepinus) Catfish is a commodity highly preferred by many people and demanded by the markets. The efforts made to increase the catfish production through aquaculture sub-sector can be achieved when the quality and resistant seeds are adequately provided. This research aimed to figure out the effect of non-feeding challenge test on catfish seeds after spawned from broodstock administered with turmeric powder (Curcuma domestica) and thyroxine hormone. The challenge test was conducted in this research using 3-day old catfish seeds. The research was divided into two stages: dosage administration (4.8 grams of turmeric powder and 0.1 mg of thyroxine hormone), dosage testing. Challenge test on catfish feeds was performed in 12 days. The measured parameters included the catfish seeds’ survival and growth, as well as water quality level (pH, temperature, DO, and ammonia). The research results showed that cthe carfish seeds’ survival level spawned from their broodstocks administered with turmeric powder (4.8 grams) was 42% and those with thyroxine hormone (0.1 mg) wa 45%, while the control treatment was 45%. The research results also shot that the growth of catfish seeds had no significant different with that in the other treatments. In addition, the research results indicate that the water quality was still relatively good for the catfish seeds (Clarias gariepinus).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS PENAMBAHAN HORMON TIROKSIN TERHADAP PEMATANGAN OVARI KEPITING BAKAU (Scylla serrata) DI TAMBAK TRADISIONAL

2020•

Hormon tiroksin berperan penting dalam proses pematangan ovari pada kepiting bakau dan sudah diujikan pada media pemeliharaan yang terkontrol namun belum diujikan langsung di dalam tambak tradisional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas penambahan hormon tiroksin dengan dosis yang berbeda dalam mempercepat proses pematangan ovari pada induk betina kepiting bakau di tambak tradisional. Dosis tiroksin yang digunakan pada induk kepiting bakau terdiri dari tiga perlakuan yaitu: A, 0 µg/gram bobot (kontrol); B, dosis 0,1 µg/gram bobot; dan C, 0,2 µg/gram bobot. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan hormon tiroksin berbeda nyata dengan kontrol terhadap pematangan ovari induk kepiting bakau. Penambahan tiroksin pada dosis 0,1 µg/gram, sebagai stimulator maturasi kepiting bakau memberikan perkembangan ovari yang terbaik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail