ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Proses yang terjadi di pantai dan sangat perlu diperhatikan adalah transpor sedimen atau laju sedimentasi. Laju sedimentasi merupakan banyaknya (volume) sedimen yang terangkut per satuan luas per satuan waktu. Proses transpor sedimen yang terjadi di pantai dapat mengakibatkan pendangkalan yang berakibat pada majunya garis pantai (akresi) yang akhirnya mengurangi fungsi pantai hingga berakibat terganggu nya kenyamanan jalur transportasi air. Perairan Pesisir Pantai Juata Permai merupakan jalur transportasi yang sering dilewati oleh alat transportasi laut. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya laju sedimentasi dan jenis tekstur sedimen yang berada di Perairan Pesisir Juata Permai Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-April 2021 dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Materi dalam penelitian ini mencakup pengujian sampel sediment trap sebagai data primer dan pengukuran parameter kualitas air yaitu suhu, kecerahan, arus dan kedalaman yang diukur secara in situ serta pasang surut dan curah hujan sebagai data sekunder. Penentuan titik stasiun menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan sampel sedimen menggunakan sediment trap berbentuk silinder yang diletakkan selama 7 hari di perairan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata laju sedimentasi tertinggi per hari terdapat pada minggu ke- 3 sebesar 6,39 gram/ m²/hari dan nilai rata-rata laju sedimentasi terendah per hari terdapat pada minggu ke- 2 sebesar 3,80 gram/m²/hari dengan jenis tekstur keseluruhan stasiun adalah liat (clay)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Permasalahan sedimentasi yang terjadi pada Embung Persemaian Kota Tarakan merupakan suatu fenomena terbawanya butiran atau partikel sedimen dari aliran sungai. Sedimentasi dapat terjadi ketika hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi dan adanya aktivitas pada sekitar sungai yang mengakibatkan terbawanya material sedimen ke dalam embung. Proses sedimentasi yang terjadi secara terus menerus akan menyebabkan pendangkalan yang berpengaruh terhadap penurunan kapasitas embung. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan laju sedimentasi pada Embung Persemaian Kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kuantitatif. Metode purposive sampling digunakan dalam penentuan titik pengambilan sampel yaitu inlet dan outlet. Penelitian ini ada 2 titik pengambilan sampel yaitu inlet dan outlet. Sampel sedimen dianalisis di laboratorium untuk mengetahui jenis tekstur sedimen dan laju sedimentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi sedimen di Embung Persemaian Kota Tarakan yaitu pasir, debu dan liat. Jenis tekstur sedimen yang dominan yaitu liat. Nilai rata-rata laju sedimentasi pada setiap titik lokasi berkisar antara 0,59 – 3,96 g/m2/hari. Total laju sedimentasi pada minggu pertama yaitu 14,24 g/m2/hari, minggu kedua 6,20 g/m2/hari, minggu ketiga 7,87 g/m2/hari dan minggu ke empat 6,54 g/m2/hari. Nilai rata-rata laju sedimentasi pada inlet yang tertinggi diperoleh pada minggu pertama sebesar 3,96 g/m2/hari dan untuk nilai rata-rata terendahnya yaitu 1,44 g/m2/hari yang diperoleh pada minggu ke empat. Nilai rata-rata laju sedimentasi pada outlet yang tertinggi didapatkan pada minggu ketiga sebesar 1,09 g/m2/hari dan untuk nilai rata-rata terendahnya yaitu 0,59 g/m2/hari yang diperoleh pada minggu kedua. Berdasarkan hubungan curah hujan, arus dan debit air dengan laju sedimentasi terdapat hubungan yang kuat mempengaruhi proses terjadinya sedimentasi pada embung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sungai Karang Anyar terletak di Kecamatan Tarakan Barat Kota Tarakan. Sungai Karang Anyar merupakan saluran aliran air yang digunakan sebagai jalur transportasi nelayan dan digunakan sebagai sumber air baku yang dimanfaatkan untuk mengatasi permasalahan sumber air bersih di Kota Tarakan. Permasalahan yang sering terjadi di sungai adalah sedimentasi sehingga mengakibatkan pendangkalan sungai akibat sedimentasi yang tinggi, tujuan penelitian adalah menentukan laju sedimentasi dan menganalisis jenis tekstur sedimen di Sungai Karang Anyar Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Data primer pada penelitian meliputi tekstur sedimen, data laju sedimentasi, kedalaman sungai, kecepatan arus, kecerahan, debit sungai dan data sekunder berupa data curah hujan yang diperoleh dari BMKG Kota Tarakan. Pengambilan sampel dilakukan di perairan Sungai Karang Anyar dengan interval pengambilan sampel sedimen selama tujuh hari sekali dan dilakukan empat kali pengambilan sampel selama satu bulan. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata laju sedimentasi pada stasiun pengamatan I, II dan III berkisar 2,11-5,08 g/m2/hari. Laju sedimentasi tertinggi terjadi pada minggu pertama pada stasiun II dan laju sedimentasi paling rendah terjadi pada minggu keempat pada stasiun III. Fraksi sedimen di perairan Sungai Karang Anyar Kota Tarakan yaitu pasir, debu dan liat. Jenis tekstur sedimen yang dominan adalah jenis tekstur liat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sifat fisik tanah merupakan indikator kesuburan tanah dan sangat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman. Sebagai dasar pada pertumbuhan tunas untuk meningkatkan kesuburan tanah, maka perlu diketahui sifat fisik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik fisik tanah sebagai arahan perbaikan kesuburan tanah pada beberapa pengunaan lahan hortikultura di kota Tarakan. Penelitian ini mengunakan penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif yang dilaksanakan dengan metode survey dan sampling dengan objek penelitian sifat fisik tanah. Hasil penilitan menunjukan bahwa pada beberapa lokasi penelitian diperoleh beberapa sifat fisik tanah yang sama, secara umum terdapat dua kelas tekstur yaitu agak (kasar dan kasar) dan nilai BJ dengan nilai 1,50-2,08 g/cm³, nilai BV antara 1,23-1,76 g/cm³, sedangkan Porositas tanah antara 6,20%-18% dan kelas Permeabilitas tanah yang tergolong lambat dengan nilai 1,77 cm/jam.