ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Korosi pada baja karbon rendah menjadi permasalahan penting karena dapat menurunkan kualitas dan umur pakai material, terutama pada lingkungan yang bersifat asam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju korosi dan perubahan kondisi permukaan baja karbon rendah pada media air aki murni konsentrasi H_2{SO}_4 30% dan air aki yang diencerkan dengan aquades hingga konsentrasi 0,5 M. Pengujian dilakukan dengan variasi waktu perendaman 144, 288, 432, dan 576 jam menggunakan metode kehilangan berat (weight loss). Analisis permukaan dilakukan melalui pengamatan visual, foto makro, dan pengolahan citra untuk mengetahui perkembangan porositas pada spesimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju korosi pada kedua media mengalami penurunan seiring bertambahnya waktu perendaman. Pada media air aki murni, laju korosi menurun dari 1,389 mpy menjadi 0,298 mpy, sedangkan pada media air aki + aquades 0,5 M menurun dari 0,578 mpy menjadi 0,147 mpy. Sebaliknya, persentase porositas permukaan mengalami peningkatan dengan dominasi ukuran pori 0–10 µm dan 10–50 µm. Berdasarkan hasil pengamatan permukaan, terjadi perubahan berupa peningkatan kekasaran, pengikisan, serta terbentuknya cekungan dan lubang kecil yang menunjukkan kecenderungan korosi merata dengan serangan lokal berupa korosi sumuran. Media air aki murni menghasilkan tingkat serangan korosi lebih tinggi dibandingkan media air aki + aquades 0,5 M.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul Studi Ketersediaan Air Tanah pada Berbagai Penggunaan Lahan Pertanian di Kota Tarakan bertujuan untuk mengetahui tingkat ketersediaan air tanah (Air Tanah Tersedia/ATS) dan faktor-faktor yang memengaruhinya pada berbagai jenis tutupan lahan pertanian di Kota Tarakan. Penelitian dilaksanakan pada April–Agustus 2025 di beberapa kelurahan di Kota Tarakan menggunakan metode survei dengan pengambilan sampel tanah utuh dan analisis laboratorium sifat fisik tanah. Parameter yang diamati meliputi berat volume (BV), berat jenis (BJ), porositas (P), kapasitas lapang (KL), dan titik layu permanen (TLP). Nilai ATS dihitung menggunakan persamaan Thornthwaite dan Mather. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh jenis penggunaan lahan meliputi lahan terbuka, kebun campuran, tanaman sayuran, tanaman buah, dan semak belukar memiliki dan ATS sebesar 100%, yaitu dikatakan ketersediaan air dalam tanah pada berbagai tutupan lahan di Kota Tarakan berada pada kondisi sangat cukup. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap ketersediaan air tanah meliputi BV, BJ, porositas, KL, dan TLP, yang saling berkaitan dengan tekstur dan struktur tanah. Penelitian ini memberikan informasi penting bagi pengelolaan lahan pertanian di wilayah beriklim lembap seperti Tarakan, di mana curah hujan tinggi dan tekstur tanah yang bervariasi memengaruhi kemampuan tanah menahan air. Untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang optimal, disarankan dilakukan perbaikan sifat fisik dan kimia tanah melalui penambahan bahan organik seperti pupuk organik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sifat fisik tanah merupakan indikator kesuburan tanah dan sangat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman. Sebagai dasar pada pertumbuhan tunas untuk meningkatkan kesuburan tanah, maka perlu diketahui sifat fisik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik fisik tanah sebagai arahan perbaikan kesuburan tanah pada beberapa pengunaan lahan hortikultura di kota Tarakan. Penelitian ini mengunakan penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif yang dilaksanakan dengan metode survey dan sampling dengan objek penelitian sifat fisik tanah. Hasil penilitan menunjukan bahwa pada beberapa lokasi penelitian diperoleh beberapa sifat fisik tanah yang sama, secara umum terdapat dua kelas tekstur yaitu agak (kasar dan kasar) dan nilai BJ dengan nilai 1,50-2,08 g/cm³, nilai BV antara 1,23-1,76 g/cm³, sedangkan Porositas tanah antara 6,20%-18% dan kelas Permeabilitas tanah yang tergolong lambat dengan nilai 1,77 cm/jam.