ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan game edukasi “Shinobi SPLDV” berbasis smartphone yang layak digunakan sebagai media pembelajaran matematika pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) untuk siswa kelas VIII SMP. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap, yaitu analyze, design, develop, implement, dan evaluate. Pada tahap analisis dilakukan identifikasi kebutuhan dan permasalahan pembelajaran matematika di SMP Negeri 4 Tarakan, di mana sebagian besar siswa memperoleh nilai di bawah kriteria ketuntasan minimum pada materi SPLDV. Tahap desain meliputi perancangan flowchart, storyboard, serta penyusunan materi dan level permainan. Tahap pengembangan dilakukan dengan menggunakan aplikasi Construct 2 untuk menghasilkan produk game berbasis smartphone. Produk yang dihasilkan kemudian divalidasi oleh ahli materi dan ahli media serta diuji coba pada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa game edukasi “Shinobi SPLDV” memperoleh persentase 81,25% pada materi, 92,50% pada media, dan 85,49% pada respon siswa semua persentase tersebut tergolong ke dalam kategori layak sampai sangat layak. Game ini memadukan unsur petualangan (side scrolling) dan kuis matematika yang dirancang secara bertahap sesuai tingkat kesulitan materi. Dengan adanya game edukasi ini, dapat disimpulkan bahwa game edukasi “Shinobi SPLDV” berbasis smartphone layak digunakan sebagai media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan membantu siswa dalam memahami materi SPLDV, serta berpotensi menjadi alternatif dalam pembelajaran matematika di era digital.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan open-ended terhadap hasil belajar peserta didik kelas VIII SMP Negeri 8 Tarakan pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pre-experiment dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah 26 orang peserta didik kelas VIII-1 SMP Negeri 8 Tarakan yang ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Data hasil belajar peserta didik diperoleh melalui tes hasil belajar berbentuk soal uraian sebanyak empat buah soal yang diberikan sebelum (pretest) dan setelah (posttest). Data hasil belajar peserta didik dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan uji Paired Sample T-Test. Hasil analisis deskriptif menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor hasil belajar peserta didik dari 59,1 pada pretest menjadi 89,1 pada posttest. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor pretest dan posttest (t = -15,778; df 25; p 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendekatan open ended berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik SMP Negeri 8 Tarakan Kelas VIII.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN SISWA KELAS IX MTS NEGERI TARAKAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan penalaran siswa kelas IX MTs Negeri Tarakan. Jenis penelitian adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX sebanyak empat siswa yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan tes, wawancara dokumentasi dan triangulasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dari empat subjek yang tergolong dalam kemampuan penalaran kategori tinggi dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel, kemampuan penalaran kategori sedang dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel, dan kemampuan penalaran kategori rendah dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel menunjukkan bahwa, subjek yang memiliki kemampuan penalaran kategori tinggi dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel mampu memenuhi keempat indikator penalaran yaitu melakukan manipulasi matematika, menyajikan pernyataan matematika secara lisan dan tertulis, menyusun dan memberi alasan terhadap kebenaran solusi serta menarik kesimpulan pernyataan secara logis. Kemudian subjek yang memiliki kemampuan penalaran kategori sedang dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel mampu memenuhi tiga indikator kemampuan penalaran, yaitu melakukan manipulasi matematika, menyajikan pernyataan matematika secara lisan dan tertulis serta menyusun dan memberi alasan terhadap kebenaran solusi. Sedangkan subjek yang memiliki kemampuan penalaran kategori rendah dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel mampu memenuhi satu indikator kemampuan penalaran, yaitu melakukan manipulasi matematika.