Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Sesak napas
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN TEKNIK PERNAPASAN BUTEYKO TERHADAP PENURUNAN SESAK NAPAS PADA PASIEN ASMA DI RT 04 KELURAHAN PANTAI AMAL TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Asma merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran napas yang ditandai oleh penyempitan jalan napas yang bersifat reversibel, sehingga menimbulkan gejala seperti sesak napas, mengi, batuk, dan rasa berat pada dada. Sesak napas merupakan keluhan yang paling sering dialami pasien dan dapat menghambat aktivitas sehari-hari serta menurunkan kualitas hidup. Selain terapi farmakologis, diperlukan terapi komplementer berupa intervensi nonfarmakologis untuk membantu mengendalikan gejala asma. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah teknik pernapasan Buteyko, yaitu latihan pernapasan yang bertujuan mengurangi hiperventilasi, meningkatkan efisiensi ventilasi paru, dan memperbaiki pola pernapasan.Tujuan: Menganalisis penerapan teknik pernapasan Buteyko dalam menurunkan tingkat sesak napas pada pasien asma di RT 04 Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan komunitas dan keluarga terhadap dua pasien yang didiagnosis menderita asma. Pelaksanaan asuhan keperawatan meliputi tahap pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, penyusunan intervensi, implementasi, dan evaluasi. Teknik pernapasan Buteyko diberikan sebagai intervensi utama dalam proses keperawatan. Evaluasi: Keberhasilan intervensi dievaluasi dengan membandingkan kondisi pasien sebelum dan sesudah pemberian teknik pernapasan Buteyko berdasarkan tingkat sesak napas, frekuensi pernapasan, saturasi oksigen (SpO₂), serta kenyamanan pasien saat bernapas. Hasil: Penerapan teknik pernapasan Buteyko menunjukkan adanya penurunan keluhan sesak napas pada kedua pasien, disertai perbaikan frekuensi pernapasan, peningkatan nilai saturasi oksigen, dan meningkatnya kenyamanan saat bernapas. Selain itu, pasien dan keluarga mengalami peningkatan pengetahuan mengenai pengelolaan penyakit asma serta penerapan latihan pernapasan sebagai terapi pendukung. Temuan tersebut menunjukkan bahwa teknik pernapasan Buteyko dapat digunakan sebagai salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif dalam membantu mengurangi sesak napas pada pasien asma.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN PNEUMONIA

2026•

ABSTRAK Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak, khususnya balita. Penyakit ini menyebabkan gangguan pertukaran gas akibat peradangan jaringan paru sehingga memerlukan asuhan keperawatan yang komprehensif. Studi ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan pada dua anak dengan pneumonia melalui pendekatan proses keperawatan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien anak yang didiagnosis pneumonia di Ruang Anggrek B RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan tahapan pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Kedua pasien menunjukkan diagnosis keperawatan berupa bersihan jalan napas tidak efektif, intoleransi aktivitas, hipertermia, nausea, risiko defisit nutrisi, dan gangguan pola tidur. Intervensi keperawatan mengacu pada Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI), meliputi manajemen jalan napas, pemberian oksigen, pemantauan tanda vital, manajemen nutrisi, manajemen hipertermia, serta edukasi kepada keluarga. Setelah dilakukan implementasi selama masa perawatan, kondisi pasien menunjukkan perbaikan yang ditandai dengan berkurangnya sesak napas, penurunan suhu tubuh, peningkatan toleransi aktivitas, serta membaiknya pola tidur dan nafsu makan. Penerapan asuhan keperawatan secara komprehensif, sistematis, dan berkelanjutan mampu meningkatkan kondisi klinis anak dengan pneumonia serta mendukung kualitas pelayanan keperawatan pada pasien anak. Diharapakan dapat dilakukan pelatihan teknik batuk efektif pada orang tua dan tenaga kesehatan khususnya perawat dan selalu update ilmu-ilmu terbaru terkait teknik batuk efektif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN PNEUMONIA DI RUANG PERAWATAN CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PPneumonia merupakan infeksi akut pada saluran napas bawah yang dapat mengakibatkan kesakitan bahkan kematian pada anak. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan secara menyeluruh proses asuhan keperawatan pada dua pasien anak dengan pneumonia, mulai dari pengkajian, menetapkan diagnosis keperawatan, perumusan tujuan, intervensi, hingga hasil evaluasi. Metode yang digunakan adalah studi kasus (case study) dengan pendekatan observasional analitik, pelaksanaan asuhan keperawatan dilaksanakan selama tiga hari pada dua pasien anak laki-laki dengan diagnosis medis pneumonia. Pengkajian menunjukan bahwa kedua pasien mengalami gejala utama berupa sesak napas dan batuk berdahak. Diagnosis keperawatan yang sama ditemukan pada kedua pasien meliputi: bersihan jalan napas tidak efektif dan defisit pengetahuan. Diagnosis keperawatan yang berbeda: pola napas tidak efektif, dan gangguan rasa nyaman. Intervensi keperawatan dan implementasi yang diberikan disesuaikan dengan permasalahan yang dialami pasien. Evaluasi akhir didapatkan pasien 1 dan pasien 2 dengan tiga diagnosis keperawatan semua dapat teratasi, pelaksanaan asuhan keperawatan yang dilakukan secara profesional dapat mengatasi permasalahan yang dialami oleh pasien.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN PNEUMONIA DI RUANG PERAWATAN CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PPneumonia merupakan infeksi akut pada saluran napas bawah yang dapat mengakibatkan kesakitan bahkan kematian pada anak. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan secara menyeluruh proses asuhan keperawatan pada dua pasien anak dengan pneumonia, mulai dari pengkajian, menetapkan diagnosis keperawatan, perumusan tujuan, intervensi, hingga hasil evaluasi. Metode yang digunakan adalah studi kasus (case study) dengan pendekatan observasional analitik, pelaksanaan asuhan keperawatan dilaksanakan selama tiga hari pada dua pasien anak laki-laki dengan diagnosis medis pneumonia. Pengkajian menunjukan bahwa kedua pasien mengalami gejala utama berupa sesak napas dan batuk berdahak. Diagnosis keperawatan yang sama ditemukan pada kedua pasien meliputi: bersihan jalan napas tidak efektif dan defisit pengetahuan. Diagnosis keperawatan yang berbeda: pola napas tidak efektif, dan gangguan rasa nyaman. Intervensi keperawatan dan implementasi yang diberikan disesuaikan dengan permasalahan yang dialami pasien. Evaluasi akhir didapatkan pasien 1 dan pasien 2 dengan tiga diagnosis keperawatan semua dapat teratasi, pelaksanaan asuhan keperawatan yang dilakukan secara profesional dapat mengatasi permasalahan yang dialami oleh pasien.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN POSISI ORTHOPNEIC TERHADAP PENURUNAN SESAK NAFAS PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tuberkulosis paru (TB paru) merupakan penyakit menular yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, dengan gejala sesak napas sebagai salah satu keluhan utama pasien. Penatalaksanaan non-farmakologis seperti pengaturan posisi tubuh, termasuk posisi orthopnea, dapat membantu menurunkan sesak napas pada pasien TB paru. Karya ilmiah ini bertujuan untuk Menganalisis penerapan posisi orthopnea terhadap penurunan sesak napas pada pasien TB paru melalui pengamatan perubahan frekuensi napas dan saturasi oksigen. Metode karya ilmiah ini menggunakan metode studi kasus terhadap dua pasien TB paru yang mengalami sesak napas dan dirawat di ruang isolasi RS Pratama Sebatik. Intervensi posisi orthopneic dilakukan selama tiga hari berturut-turut disertai pemantauan respirasi dan edukasi pasien. Data yang dikaji meliputi frekuensi napas, saturasi oksigen, serta kenyamanan pasien setelah intervensi. Setelah penerapan posisi orthopnea, terjadi penurunan frekuensi napas dari >28x/menit mampu mendekati nilai normal (20–24x/menit) dan peningkatan saturasi oksigen dari 95% menjadi 95–97%. Pasien juga melaporkan perasaan lebih nyaman dan berkurangnya keluhan sesak. Kesimpulan: Penerapan posisi orthopnea efektif menurunkan sesak napas dan memperbaiki pola napas pada pasien TB paru. Intervensi ini dapat dijadikan tatalaksana keperawatan non-farmakologis yang mudah diterapkan baik di rumah sakit maupun dalam perawatan di rumah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail