ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kinerja Deteksi Target dengan Algoritma Multiple-Signal-Classifer (MUSIC) pada Radar Phased-MIMO
ABSTRAK
Perkembangan radar terkini menggunakan banyak antena mendukung kinerjanya terutama mendeteksi banyak target. Terdapat beberapa jenis radar multiantenna seperti radar phased-array (PhA) dan multiple-input multiple-output (MIMO). Terbaru dikembangkan teknologi radar yang merupakan kompromi dari kedua jenis radar tersebut yang dinamakan Phased-MIMO (PMIMO) sehingga radar ini memiliki keunggulan dapat mendeteksi banyak target dengan sinyal beam yang dapat diatur polanya. Penelitian ini diusulkan untuk mengamati kinerja deteksi radar dari radar PMIMO yang sebelumnya belum ada pengamatan untuk kinerja deteksi radar dengan metode Multiple-Signal-Classifier (MUSIC). Penelitian ini akan memformulasi sekaligus mengevaluasi kinerja deteksi terutama probabilitas deteksi radar usulan dengan pendekatan MUSIC yang sebelumnya telah dilakukan untuk radar PhA dan MIMO. Keefektifan kinerja deteksi radar usulan ini akan dibandingkan dengan radar sebelumnya dalam hal level SNR, jumlah subarray di transmitter, dan jumlah antenna pada transmitter-receiver radar. Peningkatan jumlah subarray Tx (W) tingkatkan kinerja radar, turunkan SNR minimum untuk Pd > 90%, terutama pada antenna 4 dan 10 elemen. Radar SMIMO dengan algoritma MUSIC dan subarray Tx-Rx capai Pd > 0,92 pada Pfa ~10⁻² dan SNR > -15dB, unggul dalam deteksi sinyal lemah.
Kata kunci : Radar PMIMO, Multiple-Signal-Classifier (MUSIC), probabilitas deteksi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
FUNGSI AMBIGUITAS PADA RADAR MULTIANTENA MENGGUNAKAN KODE BARKER Nama Mahasiswa : AJI TRISNA BHAKTI NPM : 1840302004 Dosen Pembimbing : Dr. Syahfrizal Tahcfulloh, S.T., M.T. ABSTRAK Perlunya resolusi yang tinggi untuk menentukan jarak (range) dan kecepatan (velocity) antara dua target yang berdekatan merupakan masalah utama pada desain sistem radar. Hal ini bisa diatasi dengan penggunaan dan pemilihan yang tepat pada bentuk gelombang (waveform) yang dipancarkan radar. Untuk menganalisa kinerja waveform tersebut pada radar digunakan fungsi ambiguitas (ambiguity function, AF) karena fungsi ini yang digunakan untuk menentukan resolusi range dan velocity serta parameter-parameter yang lain. Pada penelitian ini digunakan jenis radar Multiple Input Multiple Output (MIMO) yang memiliki salah satu keunggulan mampu mendeteksi banyak target. Perpaduan antara radar ini dengan waveform bertipe kode Barker diharapkan mampu meningkatkan resolusi range dan velocity pada radar tersebut sehingga bisa dengan tepat menentukan target yang saling berdekatan satu dengan lainnya. Dari hasil penelitian ini, telah didapatkan Fungsi ambiguitas kode Barker yang memiliki nilai level sidelobe rendah, resolusi range dan kecepatan beturut-turut sebesar 160,65 m dan 10,950 km/det yaitu kode Barker 13-Bit yang dimana dapat mengurangi interferensi pada objek yang ingin dideteksi. Kemudian FA dengan kode Barker pada radar MIMO K = L = 10 nilai diperoleh level mainlobe dan sidelobe berturut-turut 41111 dan 2846 sedangkan pada radar FA dengan kode pada radar PA dengan K = 1 dan L = 10 maka diperoleh level mainlobe dan sidelobe berturut-turut 13000 dan 900. Untuk nilai Peak Side Lobe Ratio (PLSR) yaitu -26,520 dB pada fungsi FA tehadap time delay dan -26,523 dB pada fungsi FA terhadap Frekuensi Doppler. Untuk perbedaan kinerja pada kedua radar yaitu MIMO dan PA dimana mainlobe dan sidelobe pada Radar MIMO lebih besar tetapi memiliki nilai PSLR yang sama.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sistem radar multi-antena itu ada dua macam yaitu radar phased array (PA), dan radar MIMO (Multiple-input Multiple-Output). Kelebihan utama pada radar PA adalah memiliki coherent gain yang tinggi dimana dari semua elemen antena cuma dapat mengirim satu sinyal (waveform) saja, sedangkan kelebihan utama pada radar MIMO adalah memiliki waveform diversity gain yang tinggi dimana dari setiap elemen antena yang dipasang maka masing–masing elemen antena itu memiliki sinyal sendiri–sendiri. Banyak sekali sinyal yang digunakan untuk menguji kinerja radar PA dan MIMO, salah satu yang terpenting adalah fungsi ambiguitas (FA) yang menentukan posisi, jangkauan (range), dan kecepatan (velocity) dari target yang terdeteksi. Kinerja FA sangat bergantung pada waveform yang digunakan oleh radar dimana pada studi ini mengusulkan waveform berjenis linear frequency modulation (LFM). Pada penelitian ini diusulkan perluasan pada FA dari radar dengan waveform tersebut terutama untuk kedua jenis radar yang ditentukan berdasarkan time delay, frekuensi Doppler, sudut target, dan jumlah antena pada transmitter-receiver (Tx-Rx). FA berperan penting dalam deteksi dan resolusi target terutama untuk target yang masuk. Untuk melengkapi keefektifan dari kinerja FA ini maka dikomparasikan kinerjanya yang diterapkan pada radar PA dan MIMO, hasil simulasi menunjukkan untuk K = L = 8 maka diperoleh PSLR nya sekitar 21 dan 31 dB dan jarak yang didapatkan maksimal 37,5 m sedangkan untuk kecepatannya 75 km/det.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa sarkasme dimedia sosial khususnya facebook dengan menggunakan kajian pragmatik dan secara khusus menganalisis mengenai teori tindak tutur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah bahasa sarkasme yang terdapat pada kolom komentar facebook fanpage radar tarakan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan cara melakukan observasi, kemudian dokumentasi dan selanjutnya pencatatan. Berdasarkan hasil penelitian peneliti menemukan 54 data pada kolom komentar facebook fanpage radar tarakan. Data-data tersebut terdapat 39 data jenis tindak tutur ilokusi ekspresif dengan fungsi mengeluh dan mengkritik. Kemudian terdapat 10 data jenis tindak tutur ilokusi direktif dengan fungsi menuntut, menyarankan dan menantang. Selanjutnya terdapat 3 data jenis tindak tutur ilokusi komisif dengan fungsi mengancam. Terakhir terdapat 2 data jenis tindak tutur ilokusi refresentatif dengan fungsi menyatakan. Salah satu tindak tutur ilokusi ekspresif terdapat pada kalimat “Ini bukan mencerdaskan bangsa, tapi memperbodohkon. makin hari makin ngawur aturan nya” kalimat tersebut diutarakan dengan tujuan mengkritik. Kemudian pada tindak tutur ilokusi direktif terdapat pada kalimat “jangan bilang karna dibawah umur lagi, trus anak seperti itu dibebaskan, beri pelajaran biar kapok, anak begitu gak ada pendidikan, gak punya otak penjarakan aja biar jera” kalimat tersebut diutarakan dengan tujuan menuntut. Selanjutnya pada tindak tutur ilokusi komisif terdapat pada kalimat “kalau dapat kasih patah kakinya dulu, baru serahkan ke yang berwajib, biar ada efek jeranya” kalimat tersebut diutarakan dengan tujuan mengancam. Terakhir pada tindak tutur ilokusi refresentatif terdapat pada kalimat “sangat bodoh” kalimat tersebut diutarakan dengan tujuan menyatakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Radar Overlapped Equal Subarray Transmit (OEST) adalah jenis radar multi antena yang menggabungan karakteristik dari jenis radar lainnya yakni radar Phased Array (PA) dan radar Multiple-Input Multiple-Output (MIMO). Subarray pada antena transmit radar OEST memungkinkannya untuk berperan sebagaimana radar PA maupun MIMO tergantung dengan kondisi target dan kebutuhan pengguanan. Signal-to-noise ratio (SNR) merupakan komponen penting dalam sistem radar, dimana tingkat SNR menjadi salah satu faktor penentu kinerja radar oleh karena itu pentingnya kemampuan dalam mendeteksi tingkat SNR oleh radar. Pada penelitian ini akan diusulkan deteksi SNR dengan radar OEST yang memiliki variasi jumlah subarray pada antena transmit-nya kemudian akan dibandingkan dengan jenis radar lainnya yakni radar PA dan MIMO untuk mengetahui keunggulan dan kinerja dari radar OEST dalam mendeteksi SNR serta mengetahui pengaruh jumlah subarray pada antena transmit dalam hal deteksi. Pada tingkat SNR 10 dB radar OEST mampu menyamai kinerja radar PA dengan nilai deteksi sebesar 1,999 dan mengungguli radar MIMO dalam kemampuan deteksi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Radar yang bersifat elektronik ada berbagai macam antara lain radar phased array (PA), radar MIMO (Multiple-input Multiple-Output), radar OEST (Overlapped equal subarray transmitter), dan radar OESTR (Overlapped equal subarray transmitter-receiver). Masing-masing memiliki kelebihan seperti pada radar PA yang keunggulannya menghasilkan nilai coherent gain yang yang tinggi pada arah tertentu, radar MIMO dapat mendeteksi target yang banyak karena element antena memiliki sinyal sendiri sendiri sehingga menghasilkan keragaman bentuk gelombang. Radar OEST radar yang memiliki keunggulan radar PA dan MIMO dengan cara mensubarraykan element antena di transmitter, dan radar OESTR adalah kelanjutan dari teknologi dari radar OEST yang tidak hanya mensubarraykan di transmitter melainkan di receiver juga, sehingga radar ini memiliki keunggulan tingkat ke fleksibilitasnya lebih baik dari radar lainnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Radar overlapped equal subarray transmit (OEST) merupakan gabungan atau kombinasi dari kedua jenis radar multi antena yaitu radar Phased Array (PA) dan radar Multiple-Input Multiple-Output (MIMO). Metode hibrid pada radar PA dan radar MIMO atau dikenal PMIMO telah dikembangkan untuk menggabungkan kelebihan-kelebihan dari kedua teknik radar tersebut. Pada penelitian ini diusulkan perluasan pada pendekatan estimasi parameter yaitu amplitudo and phase estimation (APES) dimana pendekatan ini memberikan perbaikan resolusi terhadap estimasi dari amplitudo dan sudut kedatangan sinyal pantulan target pada radar dibanding metode estimasi konvensional seperti least squres (LS). Formulasinya didasarkan pada parameter yang diuji yaitu arah kedatangan sinyal Direction of Arrival (DoA) dan Radar Cross section (RCS). Kemudian dilakukan evaluasi pada kinerja metode APES dari radar OEST dimana radar dapat mendeteksi target dengan baik ketika jumlah subarray lebih besar dari jumlah target, kemudian akurasi DoA dan RCS dari metode APES dan LS dimana metode APES lebih akurat dibanding LS, serta uji resolusi sudut antar dua target dimana metode APES mampu membedakan dua target dengan resolusi sudut sebesar 2° sedangkan metode LS hanya membaca satu target.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sistem radar multi-antena itu ada dua macam yaitu radar phased array (PA), dan radar MIMO (Multiple-input Multiple-Output). Kelebihan utama pada radar PA adalah memiliki coherent gain yang tinggi dimana dari semua elemen antena cuma dapat mengirim satu sinyal (waveform) saja, sedangkan kelebihan utama pada radar MIMO adalah memiliki waveform diversity yang tinggi dimana dari setiap elemen antena yang dipasang maka masing–masing elemen antena itu memiliki sinyal sendiri–sendiri. Parameter yang digunakan untuk menguji kinerja radar PA dan MIMO ada banyak sekali yang salah satunya adalah parameter yang berkaitan dengan jumlah target deteksi. Pada penelitian ini diusulkan perluasan pada pendekatan estimasi parameter yaitu amplitudo and phase estimation (APES) yang disebut forward-bacward APES (FBAPES). Formulasi dan evaluasi kinerjanya yang dilakukan berdasarkan faktor-faktor yaitu berbagai sudut kedatangan sinyal direction of arrival (DoA), variasi radar cross section (RCS), resolusi sudut antar dua target, akurasi deteksi amplitudo, dan jumlah elemen antena di Tx-Rx. Untuk melengkapi keefektifan dari kinerja metode ini dibandingkan dengan kinerja estimasi LS yang diterapkan pada radar PA dan MIMO, dimana kemampuan mendeteksi DoA untuk kedua metode APES lebih akurat dibanding dengan metode LS. Kemudian untuk resolusi sudut deteksi FBAPES lebih baik dari estimator LS, sebagai contoh untuk M = N = 8 maka diperoleh resolusi sudut 3o sedangkan estimator LS sebesar 5,8o.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
.Radar multi-antena umumnya ada dua macam yaitu radar Phased Array (PA) dan Multiple-input Multiple-Output (MIMO) yang masing-masing memiliki kelebihan utama berturut-turut yaitu gain koheren yang tinggi dan gain peragaman sinyal (waveform) yang tinggi. Tidak seperti radar PA dimana dari semua elemen antena hanya dapat mengirim satu waveform saja, maka pada radar MIMO semua elemen antena akan memiliki waveform yang unik, bersifat independen, dan ortogonal satu dengan lainnya. Salah satu parameter terpenting dari berbagai parameter kinerja radar adalah estimasi parameter karena hal ini terkait dengan penentuan jumlah target yang mampu diidentifikasi oleh radar. Penelitian ini mengusulkan estimasi parameter radar dengan metode Generalized-Likelihood Ratio Test (GLRT) untuk radar multi-antena tersebut. Formulasi dan evaluasi kinerja dari metode tersebut dilakukan berdasarkan beberapa faktor seperti variasi sudut kedatangan sinyal (direction of arrival, DoA), variasi radar cross section (RCS) dari target, resolusi sudut antar dua target, akurasi deteksi amplitudo, dan jumlah elemen antena Tx-Rx. Keefektifan dari kinerja metode GLRT ini dibandingkan dengan kinerja estimasi least squares (LS). Resolusi sudut deteksi yang diperoleh untuk estimator ini lebih baik dari estimator LS baik pada antenna PA dan MIMO, dimana untuk antena PA dengan K = L = 8 maka diperoleh resolusi sudut 3o sedangkan estimator LS sebesar 5,8o. Untuk antenna MIMO semua estimator, yaitu LS dan GLRT bekerja dengan baik jika di terapakan pada radar
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Radar Overlapped Equal Subarray Transmit Receive (OESTR) merupakan hasil pengembangan dari jenis Radar Overlapped Equal Subarray Transmit (OEST). Radar OESTR memiliki subarray yang dapat diatur jumlahnya baik pada antena pengirim maupun pada penerima sehingga radar ini dapat bersifat sebagai Radar Phased Array maupun MIMO tergantung pada kondisi target. Dalam sistem radar, estimasi parameter seperti arah sudut kedatangan Direction of Arrival (DoA) dan Radar Cross Section (RCS) sangat penting. Maka dari itu, pada penelitian ini diusulkan pendekatan estimasi parameter pada Radar OESTR menggunakan metode Approximate Maximum Likelihood (AML) yaitu salah satu estimator adaptive array. Untuk menguji kinerja estimasi AML pada Radar OESTR dilakukan simulasi pengujian DoA dan RCS terhadap sejumlah target yang sama dengan membuat variasi jumlah subarray pada antena pengirim dan penerima kemudian hasilnya dibandingkan dengan metode Least Square. Hasil yang diperoleh dari pengujian yaitu Estimator AML dapat mendeteksi target ketika jumlah subarray pengirim lebih banyak dari jumlah target. Semakin banyak jumlah subarray pada pengirim maka semakin baik kemampuan radar untuk medeteksi target yang banyak dan semakin banyak jumlah subarray pada penerima maka semakin kecil sidelobe yang dihasilkan. Selain itu, akurasi yang dihasilkan estimator AML jauh lebih baik dari Estimator LS, dan resolusi sudut antara dua target atau kemampuan radar untuk membedakan dua target yang dihasilkan AML sebesar 1.985o
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Radar multi-antena umumnya terdiri atas radar phased-array (PA) dan radar MIMO (Multiple-input Multiple-Output). Kelebihan utama dari radar PA adalah memiliki coherent gain yang tinggi sehingga bisa mendeteksi target yang memiliki sinyal echo lemah dan radar cross section (RCS) kecil, sedangkan kelebihan utama pada radar MIMO adalah memiliki waveform diversity yang tinggi sehingga mampu meningkatkan jumlah target terdeteksi. Salah satu yang terpenting dari parameter kinerja radar adalah estimasi parameter yaitu estimasi terhadap jumlah target terkait sudut kedatangan sinyal (direction of arrival, DoA) dan amplitudonya. Amplitudo sinyal echo tersebut proporsional dengan RCS dari target. Penelitian yang diusulkan ini merupakan perluasan pada pendekatan estimasi parameter radar multi-antena dengan metode Approximate Maximum Likelihood (AML). Metode ini menjanjikan adanya perbaikan resolusi terhadap estimasi parameter dari amplitudo dan DoA yang dipantulkan oleh target pada radar tersebut dibanding dengan metode estimasi konvensional seperti estimator least squares (LS). Formulasi dan evaluasi dari kinerja parameter yang dilaksanakan dengan memperhatikan faktor-faktor antara lain yaitu banyak DoA, besar RCS, resolusi sudut antar dua target, akurasi deteksi amplitudo, dan jumlah elemen antena di Tx-Rx. Keefektifan dari kinerja metode ini juga diterapkan baik pada radar PA dan MIMO sekaligus dibandingkan dengan kinerja estimator LS. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa resolusi sudut deteksi untuk estimator ini superior dibanding estimator yang sudah ada, untuk kondisi jumlah antena di pemancar-penerima yaitu K = L = 8 maka resolusi sudut diperoleh berturut-turut adalah 2o dan 5,8o.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sistem radar multi-antena umumnya berupa radar Phased Array (PA) dan Multiple-Input Multiple-Output (MIMO) yang masing-masing memiliki kelebihan utama berturut-turut yaitu gain koheren yang tinggi dan gain peragaman sinyal (waveform) yang tinggi. Pada radar PA dimana dari semua elemen antena hanya dapat mengirim satu waveform saja sedangkan pada radar MIMO semua elemen antena akan memiliki waveform bersifat independen dan ortogonal satu dengan lainnya. Parameter terpenting dari berbagai parameter kinerja radar salah satu diantaranya adalah estimasi parameter dimana hal ini terkait dengan kemampuan dalam menentukan jumlah target oleh radar. Pada penelitian ini diusulkan suatu estimasi parameter untuk radar dengan metode Forward-Backward Capon (FBCapon) untuk radar multi-antena tersebut. Formulasi dan evaluasi kinerjanya dilakukan berdasarkan faktor-faktor yaitu berbagai sudut kedatangan sinyal (Direction of Arrival, DoA), variasi Radar Cross Section (RCS) dari target, resolusi sudut antar dua target, akurasi deteksi amplitudo, dan jumlah elemen antena Tx-Rx. Keefektifan dari kinerja metode ini dibandingkan dengan kinerja estimasi Least Square (LS) yang diterapkan pada radar PA dan MIMO, dimana kemampuan deteksi DoA kedua metode Capon lebih akurat dibanding metode LS. Estimator FBCapon memiliki nilai Root Mean Square Error (RMSE) pada estimasi akurasi deteksi amplitudo separuh lebih rendah dari yang diperoleh FCapon yaitu sebesar 6,2% berbanding 11,9%, sementara estimator LS memiliki RMSE sebesar 5,8%. Kemudian untuk resolusi sudut deteksinya FCapon lebih baik dari estimator LS, sebagai contoh untuk K = L = 8, maka diperoleh resolusi sudut sebesar 5o, sedangkan pada estimator LS sebesar 5,8o.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Stilistika adalah penggunaan gaya bahasa secara khusus dalam karya sastra. Gaya bahasa tersebut mungkin disengaja dan mungkin pula timbul serta merta ketika pengarang mengungkapkan idenya. Gaya bahasa seorang sastrawan akan menuangkan ekspresinya dan jika dibungkus dengan gaya bahasa akan semakin indah. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa dan pola gaya bahasa perbandingan dalam koran Radar Tarakan dan Kompas pada kolom opini edisi Oktober 2019. Jenis penelitian yang akan digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika. Jenis penelitian deskritif yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati kemudian di arahkan pada suatu latar dan individu secara utuh. Adapun data yang diambil peneliti dalam penelitian ini adalah kolom opini pada koran Radar Tarakan dan Kompas edisi Oktober 2019. Hasil dari peniliti dalam penelitian koran Radar Tarakan dan Kompas edisi Oktober 2019 mengenai gaya bahasa perbandingan terdiri atas tujuh bagian, yakni perumpamaan, metafora, personifikasi, anthitesis, pleonasme, dan perifrasis. Pada koran Radar Tarakan terdapat gaya bahasa perumpamaan berjumlah tiga data, metafora tiga data, personifikasi satu data, alegori dua data, pleonasme empat data dan perifrasis dua data. Pasa koran Kompas terdapat gaya bahasa perumpamaan berjumlah satu data, metafora tujuh data, personifikasi satu data, alegori satu data, antithesis satu data pleonasme tiga data dan perifrasis dua data.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kohesi gramatikal wacana berita politik pada surat kabar harian Kompas dan Radar Kaltara edisi Oktober 2019. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah berita politik yang ada dalam surat kabar harian Kompas dan Radar Kaltara, dari wacana berita politik dengan mengambil satu judul wacana per harinya untuk dijadikan sampel. Objek penelitian ini adalah analisis penggunaan kohesi gramatikal pada wacana yang terdapat pada kolom politik. Data yang diperoleh dengan metode simak, yang dilakukan dengan teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis isi. Berdasarkan hasil penelitian menujukkan data wacana kohesi gramatikal dalam surat kabar harian Kompas dan Radar Kaltara pada kolom politik edisi 7-11 Oktober 2019. Dalam sebuah wacana hubungan kohesinya sering ditandai dengan adanya penanda khusus yang bersifat lingual-formal. Referensi persona sebagai kata ganti orang pertama, kedua dan ketiga yang bersifat tunggal atau jamak. Penggunaan referensi demostratif ditandai dengan temporal (waktu) dan lokasional (tempat). Referensi komperatif sebagai pembeda atau membandingakan pengacuan tidak langsung. Substitusi nomina, verba, frasa dan klausa berupa penggantian pengunaan satuan lingual dengan satuan lingual lain dalam wacana untuk memperoleh unsur pembeda sesuai dengan kaidah kebahasaan yang berlaku. Elipsis sebagai pelesapan dalam sebuah frasa yang terdiri dari dua kata. Terakhir pada konjungsi atau katahubung yang lebih dilihat sebagaimana penggunaan intra kalimat dan antarkalimat. Aspek gramatikal yang ditemukan dalam surat kabar harian Kompas dan Radar Kaltara edisi 07-11 Oktober 2019 pada kolom politik terjalin dengan kohesif sehingga memiliki makna yang utuh dan padu.