ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran Discovery Learning terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas VIII di SMPN 9 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan yaitu pre-eksperimental (One Group Pretest-Posttest Design). Desain penelitian One Group Pretest-Posttest adalah penelitian eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok saja, yang diukur dengan pretest dan posttest pada subjek yang akan diteliti. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-3 yang berjumlah 30 siswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan rata rata kemampuan awal siswa adalah 52,27. Nilai rata-rata kemampuan awal siswa tersebut mengalami peningkatan menjadi 84 setelah penerapan model pembelajaran discovery learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor n-gain berada pada kategori sedang sebesar 0,66. Nilai tersebut kemudian diinterpretasikan menjadi 66% yang mengindikasikan bahwa model Discovery Learning memberikan peningkatan yang cukup efektif terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Selanjutnya, uji t digunakan untuk memperkuat hasil perhitungan n-gain. Berdasarkan hasil uji Paired Sample T-Test bahwa t_hitung= 13,3281 > t_tabel =1,6991 yang artinya H_0 ditolak dan H_1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara kemampuan pemahaman konsep matematis siswa sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran Discovery Learning. Dengan demikian, model Discovery Learning terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas VIII di SMPN 9 Tarakan, yang ditunjukkan oleh skor n-gain kategori sedang sebagai kategori tingkat peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dan diperkuat oleh hasil uji t yang menunjukkan perbedaan rata-rata yang signifikan antara nilai rata-rata pretest dan posttest.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan model pembelajaran GDL berbantuan GeoGebra terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada materi persamaan garis lurus di SMPN 9 Tarakan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya pemahaman konsep matematis siswa yang ditandai dengan kesalahan dalam menginterpretasikan konsep dasar dalam materi persamaan garis lurus. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Sampel terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang mendapatkan perlakuan GDL berbantuan GeoGebra dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep matematis yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan SPSS versi 29.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest pada kelas eksperimen (80,83) lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol (67,08). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan t-test. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa model pembelajaran GDL berbantuan GeoGebra efektif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Model ini juga mendorong keterlibatan aktif siswa, membantu visualisasi konsep abstrak, serta memperkuat proses penemuan konsep secara mandiri dan bermakna.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Permasalahan penelitian ini terkait dengan kemampuan pemahaman konsep pada peserta didik dalam menyelesaikan soal cerita. Kemampuan pemahaman konsep sangat penting dalam pembelajaran matematika, karena melalui pemahaman konsep pembelajaran akan lebih mudah dipahami. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemahaman konsep pada penyelesaian soal sistem persamaan linear dua variabel pada siswa kelas VIII-2 dalam konteks literasi matematika. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah tiga peserta didik kelas VIII-2 menggunakan teknik purposive sampling kategori pemahaman konsep dengan satu peserta didik berkemampuan tinggi, satu peserta didik berkemampuan sedang, dan satu peserta didik berkemampuan rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan analisis dokumen dan wawancara. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Keabsahan data penelitian menggunakan teknik triagulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep sistem persamaan linear dua variabel peserta didik pada kategori tinggi, sedang, dan rendah dalam menyelesaikan soal literasi matematika masih rendah. Rendahnya kemampuan pemahaman konsep tersebut didasarkan pada kesalahan yang dilakukan masing-masing subjek. Ada tiga indikator kemampuan pemahaman konsep matematis diantaranya: menyatakan ulang sebuah konsep, menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis, dan mengaplikasikan konsep ke pemecahan masalah diantaranya subjek belum mampu membaca dan memahami perintah yang dituliskan pada soal literasi matematika, subjek juga belum tepat dalam menuliskan informasi tentang soal literasi matematika meliputi apa yang diketahui dan yang ditanyakan, subjek juga kurang tepat dalam asumsi memisalkan variabel pertama dan kedua, serta subjek juga kurang tepat dalam penggunaan metode penyelesaian soal literasi matematika.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
IDENTIFIKASI KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS DITINJAU DARI MINAT BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IX SMP CITRA BANGSA TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep matematis dan setiap indikatornya ditinjau dari minat belajar matematika siswa kelas IX SMP Citra Bangsa Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Citra Bangsa Tarakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Citra Bangsa Tarakan. Sampel pada penelitian ini berjumlah 15 siswa kelas IX yang diambil menggunakan sampling jenuh. Teknik pengambilan data yang digunakan berupa tes dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan minat belajar matematika tinggi memiliki kemampuan pemahaman konsep matematis sedang dengan nilai rata-rata 65,11. Rincian setiap indikator 87,50 pada indikator menyatakan ulang sebuah konsep, 81,25 pada indikator mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu, 81,25 pada indikator memberikan contoh dan bukan contoh, 50,00 indikator menyajikan konsep dalam bentuk representasi, 33,33 pada indikator mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup, dan 56,25 pada indikator menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur operasi tertentu. Siswa dengan minat belajar matematika sedang memiliki kemampuan pemahaman konsep matematis sedang dengan nilai rata-rata 58,91. Rincian setiap indikator 67,86 pada indikator menyatakan ulang sebuah konsep, 69,64 pada indikator mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu, 62,50 pada indikator memberikan contoh dan bukan contoh, 44,64 pada indikator menyajikan konsep dalam bentuk representasi, 46,43 pada indikator mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup, dan 64,29 indikator menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur operasi tertentu. Siswa dengan minat belajar matematika rendah memiliki nilai kemampuan pemahaman konsep matematis rendah dengan nilai rata-rata 49,46. Rincian setiap indikator 68,75 pada indikator menyatakan ulang sebuah konsep, 78,13 pada indikator mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu, 65,63 indikator memberikan contoh dan bukan contoh, 34,38 pada indikator menyajikan konsep dalam bentuk representasi, 00,00 pada indikator mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup, dan 50,00 pada indikator menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur operasi tertentu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa melalui model pembelajaran discovery learning pada siswa kelas XII IIS-4 SMA Negeri 3 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 di SMA Negeri 3 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII IIS-4 SMA Negeri 3 Tarakan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes kemampuan pemahaman konsep matematis siswa, lembar observasi keterlaksanaan kegiatan pembelajaran oleh guru dan siswa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data tes kemampuan pemahaman konsep matematis, data hasil observasi keterlaksanaan kegiatan pembelajaran oleh guru dan siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, yang terdiri dari 3 pertemuan pada setiap siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada siklus I sebesar 66,67% dan siklus II mengalami peningkatan menjadi 80,56% dengan indikator keberhasilan minimal 70% siswa kelas XII IIS-4 SMA Negeri 3 Tarakan memiliki kemampuan pemahaman konsep matematis dengan kategori minimal baik. Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas XII IIS-4 SMA Negeri 3 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi exsperiment design dengan desain penelitian Posttest-Only Control Group design. Variabel bebas penelitian ini adalah model pembelajaran treffinger dan variabel terikat penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di SMPIT Ulul Albab Tarakan. Teknik pengambilan sampel yaitu kelas Nusaybah sebagai kelas eksperimen dan kelas Maryam sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data penelitian ini melalui tes tertulis dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan inferensial untuk menganalisis data awal dan data akhir dengan menggunakan bantuan software SPSS 22.0 for windows. Hasil dari analisis deksriptif diperoleh bahwa rata-rata nilai posstest pada kelas eksperimen sebesar 76,53 sedangkan kelas kontrol sebesar 67,13 dan menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen lebih besar dari kelas kontrol. Adapun dari hasil uji indepenent samples t-test dengan taraf signifikan 5% (α = 0,05) diperoleh p-value sebesar 0,002 dan t_hitung sebesar 2,962. Dengan demikian H_0 di tolak dan H_1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran treffinger berpengaruh terhadap pemahaman konsep matematis siswa.Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi exsperiment design dengan desain penelitian Posttest-Only Control Group design. Variabel bebas penelitian ini adalah model pembelajaran treffinger dan variabel terikat penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di SMPIT Ulul Albab Tarakan. Teknik pengambilan sampel yaitu kelas Nusaybah sebagai kelas eksperimen dan kelas Maryam sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data penelitian ini melalui tes tertulis dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan inferensial untuk menganalisis data awal dan data akhir dengan menggunakan bantuan software SPSS 22.0 for windows. Hasil dari analisis deksriptif diperoleh bahwa rata-rata nilai posstest pada kelas eksperimen sebesar 76,53 sedangkan kelas kontrol sebesar 67,13 dan menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen lebih besar dari kelas kontrol. Adapun dari hasil uji indepenent samples t-test dengan taraf signifikan 5% (α = 0,05) diperoleh p-value sebesar 0,002 dan t_hitung sebesar 2,962. Dengan demikian H_0 di tolak dan H_1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran treffinger berpengaruh terhadap pemahaman konsep matematis siswa. This present research aimed at determining the effect of Treffinger learning model on students’ ability of understanding mathematical concepts at class VIII of SMPIT Ulul Albab Tarakan. A quasi-experimental design with a posstest-only control group design was employed. The independent variable of this research was the Treffinger learning model and the dependent variable was the students’ of SMPIT Ulul Albab Tarakan were participated in this research where the Nusaybah class as the experimental class and the Maryam class as the control class. The data which were gained from written test and documentation, were then analyzed using descriptive and inferential analysis through SPSS 22.0 software for windows. The result of the descriptive anaylisis showed that the mean score of posstest in the experimental class was 76.53, while in the control class was 67.13. This indicated that the mean score of the experimental class was greater than that of the control class. The result of the independent samples t-test at the significance level of 5% (α = 0.05) was obtained p-value of 0.002 and t-test of 2.962. This, H_0 was rejected and H_1 was accepted. It could be concluded that the Treffinger learning model had an effect on students’ understanding of mathematical concepts.