ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peneliti ini bertujuan mendeskripsikan persepsi siswa terhadap item test literasi matematika yang ditinjau melalui dari delapan indikator utama, yaitu pengetahuan, pandangan, pengalaman, perasaan, emosi, motivasi, sikap dan aktivitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara setelah murid menyelesaikan item test literasi matematika. Subjek penelitian ini yaitu murid kelas VIII SMP Negeri 1 Tarakan yang telah mengikuti AKM dan rekomendasi dari guru. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur setelah murid menyelesaikan item test literasi matematika. Analisis data dilakukan melalui tahap membaca keseluruhan data, pengkodean, pengelompokkan tema, penyusunan deskripsi, serta interpretasi temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi murid terhadap item test literasi matematika terbentuk melalui keterkaitan aspek kognitif, afektif, dan konatif. Pada aspek kognitif, murid memanfaatkan pengetahuan,pandangan dan pengalaman sebelumnya dalam memahami serta menyelesaikan soal. Pada aspek afektif, murid menunjukkan berbagai perasaan dan emosi, seperti tertarik, tertantang, bingung, hingga puas setelah menyelesaikan soal. Pada aspek konatif, murid memperlihatkan motivasi, sikap, dan aktivitas yang mendorong mereka untuk tetap berusaha menyelesaikan soal meskipun mengalami kesulitan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proses penyelesaian item test literasi matematika tidak hanya melibatkan kemampuan berpikir, tetapi juga dipengaruhi oleh pengalaman belajar, kondisi emosional, dan kecenderungan perilaku murid. Dengan demikian, persepsi murid terhadap item test literasi matematika merupakan proses yang kompleks dan saling terintegrasi dalam membentuk pemahaman serta strategi penyelesaian masalah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Literasi matematika merupakan kemampuan memahami dan menggunakan konsep dasar matematika dalam berbagai konteks untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan literasi matematika siswa dalam menyelesaikan soal PISA konten quantity. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 3 siswa di kelas VIII SMP Negeri 9 Tarakan dengan kategori tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, wawancara, dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis data kualitatif Miles, Huberman, dan Saldana (2014). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kesulitan yang dialami oleh siswa dalam menyelesaikan soal PISA. Siswa dengan kategori rendah mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal quantity sedangkan kategori sedang mengalami sedikit kendala dalam menyelesaikan soal quantity dan kategori tinggi tidak mengalami kesulitan sama sekali.Temuan tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan antara kemampuan matematika siswa dengan hasil literasi matematika siswa. Dengan demikian, untuk meningkatkan literasi matematika siswa dapat dilakukan dengan guru merancang program pembelajaran yang sesuai dengan siswa, memberikan pembelajaran sesuai dengan gaya belajar siswa, dan membiasakan siswa untuk menyelesaikan soal-soal bertipe PISA.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang dilakukan guru Matematika di SMP Negeri 1 Tarakan dalam meningkatkan kemampuan literasi Matematika siswa. Adapun jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan, yaitu: menyiapkan semua data yang telah dikumpulkan, membaca dan memahami data yang telah dikumpulkan, membuat kode pada data yang telah dikumpulkan, mendeskripsikan tema yang sudah dibuat melalui data yang telah dikumpulkan, menginterpretasi tema dan deskripsi tersebut, kemudian menarik kesimpulan. Berdasarkan analisis data, temuan tentang bagaimana strategi guru dalam meningkatkan literasi matematika siswa, yaitu: melakukan pembiasaan literasi, menyajikan soal literasi dalam bentuk yang bervariatif, melakukan tes kemampuan, melakukan bimbingan secara rutin, melatih siswa dalam membuat kesimpulan, memanfaatkan sarana dan prasarana.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Permasalahan penelitian ini terkait dengan kemampuan pemahaman konsep pada peserta didik dalam menyelesaikan soal cerita. Kemampuan pemahaman konsep sangat penting dalam pembelajaran matematika, karena melalui pemahaman konsep pembelajaran akan lebih mudah dipahami. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemahaman konsep pada penyelesaian soal sistem persamaan linear dua variabel pada siswa kelas VIII-2 dalam konteks literasi matematika. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah tiga peserta didik kelas VIII-2 menggunakan teknik purposive sampling kategori pemahaman konsep dengan satu peserta didik berkemampuan tinggi, satu peserta didik berkemampuan sedang, dan satu peserta didik berkemampuan rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan analisis dokumen dan wawancara. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Keabsahan data penelitian menggunakan teknik triagulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep sistem persamaan linear dua variabel peserta didik pada kategori tinggi, sedang, dan rendah dalam menyelesaikan soal literasi matematika masih rendah. Rendahnya kemampuan pemahaman konsep tersebut didasarkan pada kesalahan yang dilakukan masing-masing subjek. Ada tiga indikator kemampuan pemahaman konsep matematis diantaranya: menyatakan ulang sebuah konsep, menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis, dan mengaplikasikan konsep ke pemecahan masalah diantaranya subjek belum mampu membaca dan memahami perintah yang dituliskan pada soal literasi matematika, subjek juga belum tepat dalam menuliskan informasi tentang soal literasi matematika meliputi apa yang diketahui dan yang ditanyakan, subjek juga kurang tepat dalam asumsi memisalkan variabel pertama dan kedua, serta subjek juga kurang tepat dalam penggunaan metode penyelesaian soal literasi matematika.