ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS II-B SDN 031 TARAKAN ABSTRAK Kemampuan membaca permulaan merupakan kemampuan dasar yang sangat penting bagi siswa sekolah dasar karena menjadi fondasi untuk memahami pelajaran selanjutnya. Namun, hasil observasi di kelas II-B SDN 031 Tarakan menunjukkan bahwa masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan membaca, seperti belum mengenal huruf dengan baik, salah menyebutkan bunyi huruf, kesulitan menggabungkan suku kata, serta kurang berminat membaca. Oleh karena itu, guru perlu menerapkan strategi pembelajaran yang tepat untuk membantu meningkatkan kemampuan membaca siswa sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas II-B SDN 031 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan ultisenso. Keabsahan data diperoleh melalui ultis triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan beberapa strategi, yaitu strategi SAS (Struktural Analitik Sintetik), strategi ultisensory, pendampingan individual, serta program literasi harian 15 menit membaca. Strategi tersebut membantu siswa mengenal huruf dan bunyi dengan lebih baik, menggabungkan huruf menjadi kata, serta meningkatkan kelancaran membaca. Selain itu, guru juga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan memberikan motivasi kepada siswa. Dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran yang bervariasi dan sesuai dengan kebutuhan siswa berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa kelas II. Kata kunci: strategi guru, membaca permulaan, siswa sekolah dasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendekatan pembelajaran di SMPN 4 Tarakan dalam kerangka Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2024/2025. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi strategi yang efektif, tantangan yang dihadapi guru Bahasa Inggris, serta aspek-aspek yang perlu ditingkatkan untuk lebih mendukung perkembangan holistik peserta didik. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan guru Bahasa Inggris di SMPN 4 Tarakan sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi, di mana wawancara dan observasi dianggap sebagai instrumen yang paling penting. Triangulasi data digunakan untuk memastikan kredibilitas dan konsistensi temuan dengan cara membandingkan hasil dari berbagai metode dan sumber.Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, guru Bahasa Inggris umumnya menerapkan strategi pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dan pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning), yang mendorong siswa lebih aktif, kritis, dan kolaboratif sekaligus meningkatkan keterampilan komunikasi serta pemecahan masalah. Kedua, proses pembelajaran Bahasa Inggris menekankan pendekatan berpusat pada siswa yang memungkinkan mereka berpartisipasi secara aktif melalui kolaborasi dan pembelajaran berbasis pengalaman, selaras dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka. Ketiga, guru menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan akses fasilitas dan media digital, perbedaan tingkat kemampuan siswa, beban kerja yang meningkat akibat tuntutan administrasi dan asesmen, waktu persiapan yang terbatas, serta pemahaman yang masih kurang terhadap kurikulum baru. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan bagi guru berupa ketersediaan sumber daya yang memadai, pelatihan, serta sosialisasi kurikulum guna mengoptimalkan implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Bahasa Inggris.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Membaca merupakan keterampilan dasar yang sangat penting dikuasai siswa sekolah dasar, khususnya di kelas rendah. Namun, pada kenyataannya masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mengenal huruf, membaca kata, hingga memahami isi bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca siswa kelas I di SDN 031 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah guru kelas I-A dan I-B beserta siswa yang mengalami kesulitan membaca. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca meliputi tiga aspek utama. Pertama, pada tahap pengenalan huruf, guru menggunakan metode fonik, pengulangan bunyi huruf, latihan menebalkan huruf, serta memanfaatkan media seperti kartu huruf, papan tulis, dan buku membaca permulaan. Kedua, pada tahap membaca kata, guru menggunakan metode eja, latihan bertahap sesuai kemampuan siswa, serta bimbingan individual agar siswa lebih fokus dan terarah. Ketiga, pada tahap memahami isi bacaan, guru menerapkan metode storytelling dengan membacakan cerita sederhana, menjelaskan kembali isi bacaan dengan bahasa yang mudah, mengaitkan isi cerita dengan kehidupan sehari-hari siswa, serta memberikan evaluasi berupa pertanyaan sederhana. Strategi-strategi ini terbukti membantu siswa dalam mengatasi kesulitan membaca, meskipun sebagian siswa masih memerlukan bimbingan lebih intensif, terutama dalam membedakan huruf mirip dan memahami bacaan panjang. Strategi guru dalam mengatasi siswa yang kesulitan mengenal huruf, kesulitan membaca kata, dan kesulitan dalam memahami makna bacaan dilakukan dengan sangat baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang dilakukan guru Matematika di SMP Negeri 1 Tarakan dalam meningkatkan kemampuan literasi Matematika siswa. Adapun jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan, yaitu: menyiapkan semua data yang telah dikumpulkan, membaca dan memahami data yang telah dikumpulkan, membuat kode pada data yang telah dikumpulkan, mendeskripsikan tema yang sudah dibuat melalui data yang telah dikumpulkan, menginterpretasi tema dan deskripsi tersebut, kemudian menarik kesimpulan. Berdasarkan analisis data, temuan tentang bagaimana strategi guru dalam meningkatkan literasi matematika siswa, yaitu: melakukan pembiasaan literasi, menyajikan soal literasi dalam bentuk yang bervariatif, melakukan tes kemampuan, melakukan bimbingan secara rutin, melatih siswa dalam membuat kesimpulan, memanfaatkan sarana dan prasarana.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang dilakukan guru Matematika di MTs Al-Anshar Tanjung Selor dalam pemulihan terhadap hilangnya kemampuan belajar Matematika siswa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data adalah wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis data yang dilakukan terdiri dari beberapa langkah yang interaktif: menyiapkan semua data yang telah terkumpul, membaca data secara berulang-ulang untuk memahami semua data, membuat kode pada data yang terkumpul, menentukan tema dan deskripsi melalui kode yang telah dibuat, mendeskripsikan tema yang sudah ditetapkan, menginterpretasi tema dan deskripsi tersebut, dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data, temuan tentang bagaimana strategi guru dalam pemulihan terhadap hilangnya kemampuan Matematika siswa: memanfaatkan platform Alef, menerapkan pembelajaran yang interaktif, memberikan jam tambahan, melakukan pendekatan personal, menggunakan metode mengajar yang bervariasi, dan membuat lembar kerja peserta didik
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERMASALAHAN-PERMASALAHAN DALAM KELAS EFL SELAMA PANDEMI COVID-19 DI SMP NEGERI 9 TARAKAN ABSTRAK Situasi pandemi Covid-19 telah mengubah sistem belajar mengajar dari tatap muka menjadi pembelajaran online. Hal ini menarik peneliti untuk mengkaji penelitian yang bertujuan menemukan (1) strategi guru yang digunakan dalam menyelenggarakan kelas online selama masa pandemi Covid-19 (2) permasalahan yang dijumpai oleh siswa dalam pembelajaran online. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas delapan SMP Negeri 9 Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) guru menggunakan strategi-strategi pengajaran seperti direct instruction teaching strategy, indirect instruction teaching strategy, interactive teaching strategy, experiential/empirical teaching strategy dan independent teaching strategy. Untuk memaksimalkan penggunan strategi-strategi tersebut, guru menekankan pada pendekatan interpersonal guna mengetahui lebih dalam terkait karakter dan kebutuhan siswa. (2) Adapun permasalahan yang dijumpai dalam pembelajran online yaitu permasalahan teknis seperti jaringan internet yang tidak stabil, kuota internet yang terbatas serta handphone yang tidak mendukung pembelajaran online, sedangkan permasalahan non-teknis yaitu sulit memhami materi secara mandiri dan kurangnya inisiatif dalam belajar. Berdasarkan hasil penelitian berikut, dapat dilihat bahwa sistem pembelajaran online tidak luput dari permasalahan-permasalahan atau hambatan-hambatan. Hal ini diatasi oleh guru dengan menggunakan strategi-strategi pengajaran online dan menekankan pada pendekatan interpersonal. THE PROBLEMS IN THE EFL CLASS DURING THE COVID-19 PANDEMIC AT SMP NEGERI 9 TARAKAN ABSTRACT The Covid-19 pandemic situation has changed the teaching and learning system from face-to-face to online learning. This attracts researchers to examine research that aims to find (1) teacher strategies used in conducting online classes during the Covid-19 pandemic (2) problems encountered by students in online learning. The research methodology used is a qualitative method with a case research approach. Data collection techniques in this research were observation, interviews, and documentation. The subjects of this research were eighth grade students of SMP Negeri 9 Tarakan. The results showed that (1) teachers used teaching strategies such as direct instruction teaching strategy, indirect instruction teaching strategy, interactive teaching strategy, experiential/empirical teaching strategy and independent teaching strategy. To maximize the use of these strategies, the teacher emphasizes the interpersonal approach to find out more about the character and needs of students. (2) The problems encountered in online learning are technical problems such as unstable internet network, limited internet quota and cellphones that do not support online learning, while non-technical problems are difficult to understand the material independently and lack of initiative in learning. Based on the results of the following research, it can be seen that the online learning system is not free from problems or obstacles. This is overcome by the teacher by using online teaching strategies and emphasizing the interpersonal approach.