ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman hayati berupa tanaman obat tradisional. Umumnya tanaman sebagai obat mengandung senyawa metabolit sekunder misalnya flavonoid. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai obat tradisional adalah Hyptis capitata Jacq. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid pada daun dan batang H. capitata Jacq., perbedaan kadar flavonoid antara daun dan batang, serta menyusun panduan praktikum berbasis spektrofotometer. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berupa daun dan batang H. capitata Jacq. yang diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol. Penetapan kadar flavonoid dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 450 nm dengan larutan standar quersetin. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji T berpasangan (Paired Sample T-Test) untuk mengetahui perbedaan signifikan antara kedua sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar flavonoid pada daun lebih tinggi dibandingkan batang. Nilai rata-rata sampel daun sebesar 5,506828 mg/L dan sampel batang sebesar 1,115884 mg/L. Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kadar flavonoid pada daun dan batang. Selain itu, penelitian ini menghasilkan panduan praktikum fitokimia yang dapat digunakan sebagai bahan ajar untuk mendukung kegiatan praktikum mahasiswa. Hasil penelitian menunjukan H. capitata Jacq. memiliki potensi sebagai sumber senyawa flavonoid. Selain itu dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran melalui panduan praktikum yang aplikatif dan edukatif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Tanaman Homalomena rubescens (kemoyang) merupakan tanaman obat yang memiliki potensi sebagai sumber senyawa bioaktif. Senyawa tersebut berupa golongan flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menentukan kadar flavonoid pada bagian umbi, batang, dan daun tanaman H. rubescens, (2) mengetahui perbedaan kadar flavonoid pada masing-masing bagian tanaman, serta (3) menyusun panduan praktikum analisis flavonoid berbasis spektrofotometri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari bagian daun, batang, dan umbi tanaman H. rubescens yang diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol. Analisis kadar flavonoid dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 450 nm dengan kuersetin sebagai larutan standar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA untuk mengetahui perbedaan konsentrasi flavonoid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar flavonoid tertinggi terdapat pada daun sebanyak 2,814268 mg/L, kemudian umbi sebesar 1,505941 mg/L, dan batang sebesar 1,447276 mg/L. Terdapat perbedaan signifikan kadar flavonoid antar bagian tanaman dengan nilai signifikansi 0,018 (0,05). Uji lanjut Post Hoc Tukey menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara daun dengan batang serta daun dengan umbi, sedangkan antara batang dan umbi tidak berbeda signifikan. Berdasarkan hasil penelitian, telah disusun panduan praktikum analisis flavonoid berbasis spektrofotometri yang memuat komponen lengkap dan sistematis, sehingga dapat digunakan sebagai bahan ajar dalam kegiatan praktikum fitokimia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu program layanan bimbingan dan konseling yang harus di Upgrade teknik atau cara layanannya menggunakan media komputer dan internet yaitu layanan klasikal. Tujuan penelitian Untuk mengetahui dari segi kelayakan pada pengembangan Panduan Layanan Klasikal Menggunakan Game Kahoot yang diterapkan pada Guru BK di sekolah. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti merupakan jenis penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D). Hasil validasi dari ahli desain menunjukan bahwa desain produk berada pada kategori sangat layak dengan diperoleh nilai skor 53 berada pada presentase 94,6%. hasil validasi ahli materi menunjukan bahwa materi dari panduan layanan klasikal menggunakan game kahoot ini, berada pada kategori sangat layak dengan diperoleh skor 57 pada lembar validasi dan berada pada presentase 95%. Sehingga pada beberapa hasil tersebut dapat dipahami bahwa kita panduan layanan ini sangat layak untuk digunakan kedalam pelaksanaan layanan klasikal dengan memanfaatkan media teknologi seperti game kahoot ini. Selanjutnya pada uji coba produk terbatas didapati hasil dari uji coba produk ini yaitu pada kategori sangat layak dengan skor yang didapat dari lembar respon guru sebesar 99 dengan presentase 88,3 %.