Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Implementasi.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Politik Hukum Pembentukan Peraturan Daerah Yang Partisipatif Sebagai Implementasi Fungsi Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Studi di DPRD Kabupaten Bulungan).

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui Politik Hukum Pembentukan Peraturan Daerah Yang Partisipatif Sebagai Implementasi Fungsi Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Studi di DPRD Kabupaten Bulungan). Permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalah, Pembentukan Peraturan Daerah yang Partisipatif Sebagai Implementasi Fungsi Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Partisipasi Masyarakat dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah Sebagai Implementasi Fungsi Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di Kabupaten Bulungan. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan studi Kasus (case approach). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembentukan Peraturan Daerah yang partisipatif berlandaskan pada aturan aturan antara lain Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah, yang mana proses pembentukan Peraturan Daerah dijelaskan secara detail mulai dari pengajuan Peraturan Daerah, penyusunan rancangan Peraturan Daerah, pembahasan, sampai dengan penetapan Rancangan Peraturan Daerah menjadi Peraturan Daerah dan juga menjelaskan peran masyarakat dalam pembentukan Peraturan Daerah yang partisipatif. Partisipasi Masyarakat dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah Sebagai Implementasi Fungsi Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di Kabupaten Bulungan merupakan unsur penting didalam pembentukan suatu Peraturan Daerah, karena masyarakatlah yang merasakan dalam kehidupan sehari-hari terkait Peraturan Daerah tersebut apakah relevan atau tidaknya suatu aturan, terutama mengenai hak asasi manusia yang dimiliki oleh masyarakat terkait kebabasan berpendapat juga berpengaruh demi memelihara daerahnya. Melalui partisipasi masyarakat maka dapat menampung dan mengakomodir aspirasi masyarakat sehingga penyusunan Perda tidak hanya melibatkan legislatif dan eksekutif semata, namun masyarakatpun bisa diminta sumbangsi pemikirannya untuk menghasilkan Perda yang berkualitas, hingga pada akhirnya Perda tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat itu sendiri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KEANEKARAGAMAN SERANGGA PADA TANAMAN KANGKUNG (Ipomoea reptans) DI DAERAH PERTANIAN KOTA TARAKAN DAN POTENSI IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS X SMA

2022•

Kangkung (Ipomea reptans) adalah salah satu komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi. Pada proses pertumbuhan tanaman tersebut serangga hama dapat menjadi gangguan yang dapat merugikan bagi para petani. Tetapi tidak semua serangga bersifat hama ada yang predator, parasitoid, atau musuh alami bagi serangga yang dapat merusak tanaman. Keberadaan spesies serangga dan peranannya di wilayah pertanian Kota Tarakan perlu untuk diketahui. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keanekaragaman serangga pada tanaman kangkung (Ipomea reptans) dan potensi implementasi pembelajaran biologi kelas X SMA. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan dari dua lokasi pengamatan di daerah pertanian Kota Tarakan terdapat 21 famili dengan jumlah total spesies yaitu 480 individu dari dua stasiun (stasiun 1 yaitu 274 dan stasiun 2 yaitu 206). Nilai indeks keanekaragaman (H’) serangga pada stasiun 1 di daerah pertanian kampung 6 yaitu 3,02, sedangkan pada stasiun 2 di daerah pertanian persemaian yaitu 3,14, ini menunjukkan kriteria keanekaragaman jenis serangga berada pada kategori tinggi. Sementara untuk hasil analisis kurikulum keterkaitan penelitian terhadap pembembelajaran biologi kelas X SMA terdapat pada materi keanekaragaman hayati Indonesia Sub.Bab 2 dengan kompetensi dasar 3.2 dan 4.2.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail