Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Diabetes Mellitus
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Kombinasi Senam Kaki dan Terapi Murottal Al-Qur'an Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pasa Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2

2026•

Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi maupun kerja insulin. Selain terapi farmakologis, terapi nonfarmakologis seperti senam kaki diabetik dan terapi murottal Al-Qur'an dapat digunakan sebagai terapi komplementer untuk membantu mengendalikan kadar glukosa darah. Memperoleh penerapan senam kaki dengan terapi murottal Al-Qur’an terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada dua pasien Diabetes Mellitus tipe 2 yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi berupa kombinasi senam kaki diabetik dan terapi murottal Al-Qur'an diberikan selama empat hari berturut-turut, satu kali sehari, dengan durasi 15 menit setiap sesi. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran kadar glukosa darah sewaktu sebelum dan sesudah intervensi setiap hari. Pada kasus pertama terjadi penurunan kadar glukosa darah dari 297 mg/dL menjadi 131 mg/dL dengan penurunan total sebesar 144 mg/dL. Rata-rata penurunan kadar glukosa darah setelah setiap sesi intervensi adalah 63,25 mg/dL per hari. Pada kasus kedua terjadi penurunan kadar glukosa darah dari 245 mg/dL menjadi 140 mg/dL dengan penurunan total sebesar 105 mg/dL dan rata-rata penurunan sebesar 46 mg/dL per hari. Kedua pasien menunjukkan respons yang baik selama pelaksanaan intervensi tanpa ditemukan hambatan berarti. Penerapan kombinasi senam kaki diabetik dan terapi murottal Al-Qur'an sebagai terapi komplementer yang diberikan bersamaan dengan terapi farmakologis menunjukkan penurunan kadar glukosa darah sewaktu pada kedua pasien Diabetes Mellitus tipe 2. Intervensi ini dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif terapi nonfarmakologis dalam pendampingan terapi farmakologis untuk pengendalian kadar glukosa darah

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklamsia pada ibu bersalin di RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan tahun 2023

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA PADA IBU BERSALIN DI RSUD dr. H. JUSUF SK KOTA TARAKAN TAHUN 2023 Abstrak Persalinan merupakan proses perempuan terjadi, membutuhkan kontrkasi uterus yang cukup, frekuensi, durasi, dan intensitas menyebabkan penipisan dan pelebaran serviks. Persalinan adalah saat dimana bayi, plasenta, dan selaput ketuban keluar dari rahim ibu. Preeklamsia adalah sekumpulan gejalah yang timbul pada wanita hamil, bersalin dan nifas yang terdiri dari hipertensi, edema, dan protrinuria yang muncul pada kehamilan 20 minggu sampai akhir minggu pertama setelah persalinan. Preeklamsia merupakan masalah yang serius dan memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi. Menganalisis hubungan usia, paritas, pendidikan, riwayat hipertensi, riwayat diabetes mellitus, anternatal care, dan riwayat preeklamsia pada ibu bersalin di RSUD dr. Jusuf SK Tarakan. Jenis penelitian adalah deskriptif analisis, rencangan penelitian ini yaitu cross-sectional. Pendekatan ini untuk menganalisis hubungan antara variabel dependen (persalinan dengan preeklamsia) dengan variabel indepeden (usia, paritas, pendidikan, riwayat hipertensi, riwayat diabetes mellitus, anternatal care, dan riwayat preeklamsia) di RSUD dr. jusuf SK Tarakan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin dengan preeklamsia di RSUD dr. Jusuf SK Tarakan pada tahun 2023 sebanyak 61 orang yang terdata dalam rekam medik ibu bersalin dengan preeklamsia. Analisis Bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji chi kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara usia (p-value= 0,30), paritas (p-value 0,00), riwayat hipertensi (p value-0,14), riwayat preeklamsia (p-value=0,048) dengan kejadian preeklamsia pada ibu bersalin dan tidak ada hubungan antara pendidikan (p-value=0,294), riwayat diabetes mellitus (p-value=0,824), dan anternatal care (p-value=0,025) dengan kejadian preeklamsia pada ibu bersalin. Simpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara usia, paritas, riwayat hipertensi dan riwayat preeklamsia dengan kejadian preeklamsia pada ibu bersalin dan tidak ada hubungan pendidikan, riwayat diabetes mellitus, dan anternatal care dengan kejadian preeklamsia pada ibu bersalin. Kata kunci Faktor Usia ibu, paritas, pendidikan, riwayat hipertensi, riwayat diabetes mellitus, anternatal care, riwayat preeklamsia, preeklamsia

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN DIAGNOSIS MEDIK DIABETES MELLITUS TYPE 2 (T2DM) DI RUANG PERAWATAN DAHLIA B RSUD dr.H. JUSUF SK TARAKAN

2024•

Diabetes mellitus type 2 (T2DM) adalah suatu penyakit yang terjadi akibat adanya kelainan pada proses metabolisme karena kekurangan insulin serta disebabkan oleh hiperglikemia atau kadar glukosa yang banyak dalam darah. Masalah beserta komplikasi yang timbul mengakibatkan (T2DM) menjadi salah-satu penyakit yang perlu diberikan penanganan yang cepat dan efisien. Pemberian perawatan kepada pasien (T2DM) tentunya tak lepas dari fungsi perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan yang akan membantu pasien dalam proses penyembuhan sehingga mendapatkan kembali kesehatannya. Tujuan laporan akhir ini adalah melakukan asuhan keperawatan secara langsung kepada pasien dengan diagnosis medik (T2DM) yang sedang menjalani perawatan di ruang Dahlia B RSUD. dr. H. JUSUF SK Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada dua pasien dengan diagnosis medik (T2DM) selama 3 hari. Hasil dari studi kasus ini penulis menemukan adanya kesamaan masalah keperawatan pada kedua pasien yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah, gangguan integritas kulit/jaringan dan gangguan mobilitas fisik. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah masalah keperawatan yang mungkin muncul pada pasien dengan diagnosis medik (T2DM) yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah, gangguan integritas kulit/jaringan dan gangguan mobilitas fisik, sedangkan untuk intervensi dan luaran disesuaikan dengan kebutuhan pasien.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN Tn. T DENGAN DIAGNOSA MEDIK DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus (DM) adalah suatu penyakit kronis progresif dimana tubuh tidak mampu untuk melakukan metabolisme lemak, protein dan karbohidrat yang mengarah pada hiperglikemia (kadar glukosa darah yang tinggi). Diabetes Melitus (DM) adalah suatu penyakit kronis progresif dimana tubuh tidak mampu untuk melakukan metabolisme lemak, protein dan karbohidrat yang mengarah pada hiperglikemia (kadar glukosa darah yang tinggi). Adapun Tujuan Khusus dari penulisan Laporan Tugas Akhir ini, yaitu: Melakukan proses keperawatan pada Tn. T dengan diagnosa Diabetes Melitus di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan dengan menerapkan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi, melakukan pendokumentasian Asuhan Keperawatan pada Tn. T dengan diagnosa medis Diabetes Melitus tipe 2 di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan, membandingkan antara teori dan praktik Asuhan Keperawatan pada Tn. S dengan Diabetes Melitus tipe 2 di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam melaksanakan Asuhan Keperawatan pada Tn. T dengan diagnosa Diabetes Melitus di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan, melaksanakan pemecahan masalah pada Tn. T dengan diagnosa Diabetes Melitus tipe 2 di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan. Dari hasil pengkajian asuhan keperawatan pada Tn. T dengan penyakit Diabetes Melitus dapat dilakukan beberapa kesimpulan yang berkaitan dengan landasan teori dan tujuan yang telah ditetapkan. Penulis melakukan asuhan keperawatan melalui setiap tahap dari proses keperawatan yang terangkai mulai dari pengkajian, perumusan diagnosa keperawatan, perencanaan tindakan, pelaksanaan keperawatan dan evaluasi. Penulis melaksanakan seriap tahapan sesuai dengan tingkat pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh penulis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.R DENGAN DIAGNOSIS DIABETES MELLITUS TIPE 2 DIRUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus adalah penyakit hiperglikemia yang ditandai dengan ketiadaan absolut insulin atau penurunan relative insisensitivitas sel terhadap insulin. Penyakit yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi salah satunya adalah ulkus diabetic foot yang menjadi penyebab amputasi kaki pada penderita DM. Tujuan umum laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan pengalaman nyata asuhan keperawatan yang dilakukan secara holistik dan komprehensif. Pada TN. R dengan Diabetes Melitus di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan dari tanggal 17 Maret 2021 sampai dengan 18 Maret 2021. Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Hasil yang didapatkan terdapat empat diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Tn. R, ketidakstabilan kadar glukosa darah, nyeri akut, gangguan integritas jaringan, defisit perawatan diri. Dimana keempat diagnosis tersebut teratasi. Terdapat lima diagnosis yang ada pada teori namun tidak ditemukan pada kasus Tn. R dan intervensi yang dilakukan disesuaikan dengan kondisi pasien dari sarana & prasarana.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. R DENGAN DIAGNOSA DIABETES MELLITUS

2020•

Abstrak Diabetes Mellitus adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara absolut atau relatif dari kerja dan atau sekresi insulin. Gejala yang dikeluhkan pada penderita Diabetes Mellitus yaitu polydipsia, polyuria, polifagia, penurunan berat badan, kesemutan (Majority, 2015). Peningkatan angka prevelensi diabetes yang cukup signifikan yaitu 6,9% di tahun 2013 menjadi 8,5% di tahun 2018, sehingga estimasi jumlah penderita di Indonesia mencapai lebih dari 16 juta orang yang kemudian berisiko terkena penyakit lain, seperti : serangan jantung, stroke, kebutaan dan gagal ginjal bahkan dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian. Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus, pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, pemeriksaan head to toe, dokumentasi, kepustakaan dan subjek adalah klien. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah terdapat beberapa kesenjangan antara teori dan kasus, dimana pada tahap pengkajian Ny. R di mulai dari pengkajian terdapat empat kesenjangan, pada diagnosis terdapat tiga kesenjangan, intervensi harus disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan dari enam diagnosis keperawatan, empat yang teratasi dan dua tidak teratasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail