ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Asuhan keperawatan pada An.S dengan Diagnosis Dengue Haemorragic Fever (DHF) di Ruang Anggrek B Rumah Sakit Dr. H Jusuf SK Tarakan Julianti, Alfianur, Rahmatuz Zulfia Dengue Haemorragic Fever merupakan masalah kesehatan masyarakat yang besar di Indonesia. Penyakit yang disebabkan virus dengue dengan manifestasi klinis demam tinggi, anoreksia, nyeri otot dan sendi, trombositopenia dan perdarahan. Menurut WHO pada tahun 2015 di dunia menanggung 40% kasus. Dengue Haemorragic Fever tinggi terutama pada anak, sementara Indonesia DHF tercatat 13.776 kasus, Kota Tarakan merupakan peringkat kedua tertinggi di provinsi Kalimantan Utara. Tujuan penulis ini agar penulis memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan dan pendokumentasian asuhan keperawatan komprehensif pada An.S dengan kasus Dengue Haemorragic Fever. Metode penulisan adalah deskritif, tipe studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi, studi kepustakaan. Pemberian asuhan keperawatan menggunakan langkah-langkah proses keperawatan yang meliputi pengkajian, Diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pengkajian yang dilaksanakan mencakup identitas klien, riwayat kesehatan sekarang, masa lalu, kondisi klien sebelum sakit dan saat sakit. Adapun terdapat kesenjangan antara teori dengan laporan kasus pada pengkajian dan penegakkan Diagnosis. Diagnosis keperawatan ditemukan adalah defisit nutrisi, nyeri akut dan risiko perdarahan. Penulis dapat melaukan proses keperawatan dengan mudah karena penulis berhasil bina hubungan saling percaya kepada keluarga pasien dan tidak mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan klien dan keluarganya. Intervensi yang telah dilakukan dan kriteria hasil yang telah disusun berdasarkan penegakkan Diagnosis. Evaluasi hasil tindakan keperawatan menunjukkan Diagnosis keperawatan yang dirumuskan dapat teratasi sesuai tujuan yang telah ditetapkan namun terdapat satu Diagnosis belum teratasi yaitu Diagnosis defisit nutrisi. Penulis telah mempelajari secara langsung mengenai proses asuhan keperawatan termasuk perencanaan, pendokumentasian serta cara penatalaksanaan apa yang harus dilakukan pada An.S dengan diagnosis DHF.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK GAMBARAN TATA LAKSANA ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN OSTEOMIELITIS DI RSUKT KOTA TARAKAN TAHUN 2021 Osteomielitis merupakan peradangan pada tulang yang dapat disebabkan oleh adanya keterlibatan infeksi dari organisme-organisme tertentu umumnya organisme yang mengidentifikasi adalah bakteri Staphylococcus aureus. Penatalaksanaan osteomielitis harus dilakukan dengan cepat dan tepat mengingat bahwa osteomielitis merupakan kasus kegawatdaruratan dalam ortopedi dimana penatalaksanaannya dipengaruhi oleh gambaran histologi dan durasi (akut dan kronis). Dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Tujuan umum Laporan Tugas Akhir ini adalah mendapatkan gambaran nyata tentang asuhan keperawatan Osteomielitis dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan secara komprehensif. Subjek penelitian adalah Tn. S dengan Post Op Osteomielitis di Ruang Cendana RSUKT Tarakan dari tanggal 15 Maret 2021-17 Maret 2021. Hasil yang didapatkan terdapat tiga diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Tn. S, nyeri akut, gangguan integritas kulit, defisit pengetahuan. Saran untuk masyarakat umum diberikan pemahaman baik tentang pengertian, penyebab, pencegahan, faktor resiko serta gejala umum yang dapat terjadi. Selain itu perlu diedukasi pula mengenai bahaya dari osteomielitis termasuk komplikasinya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Asuhan Keperawatan Pada Tn. I dengan Post Op Abses Brachialis Dextra di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan ABSTRAK Abses adalah penimbunan nanah yang terjadi akibat infeksi bakteri. Abses dapat terjadi dimana saja pada bagian tubuh kita. Nanah adalah cairan yang mengandung banyak protein dan sel darah putih yang telah mati. Dari data tersebut yang menjadi latar belakang penulis mengambil kasus Post Op Abses Brachialis Dextra dalam penulisan Laporan Tugas Akhir. Berdasarkan masalah yang terjadi tindakan yang dilakukan adalah pembedahan untuk mengeluarkan pus/nanah pada abses. Dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Tujuan umum Laporan Tugas Akhir ini adalah mendapatkan gambaran nyata tentang asuhan keperawatan Abses Brachialis Dextra dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan secara komprehensif. Subjek penelitian adalah Tn. I dengan Post Op Abses Brachialis Dextra di Ruang Cemara RSUKT Tarakan dari tanggal 29 Maret 2021 sampai dengan 31 Maret 2021. Hasil yang didapatkan terdapat tiga diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Tn. I, nyeri akut, risiko infeksi, gangguan integritas kulit.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•
Abstrak Diabetes Mellitus adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara absolut atau relatif dari kerja dan atau sekresi insulin. Gejala yang dikeluhkan pada penderita Diabetes Mellitus yaitu polydipsia, polyuria, polifagia, penurunan berat badan, kesemutan (Majority, 2015). Peningkatan angka prevelensi diabetes yang cukup signifikan yaitu 6,9% di tahun 2013 menjadi 8,5% di tahun 2018, sehingga estimasi jumlah penderita di Indonesia mencapai lebih dari 16 juta orang yang kemudian berisiko terkena penyakit lain, seperti : serangan jantung, stroke, kebutaan dan gagal ginjal bahkan dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian. Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus, pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, pemeriksaan head to toe, dokumentasi, kepustakaan dan subjek adalah klien. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah terdapat beberapa kesenjangan antara teori dan kasus, dimana pada tahap pengkajian Ny. R di mulai dari pengkajian terdapat empat kesenjangan, pada diagnosis terdapat tiga kesenjangan, intervensi harus disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan dari enam diagnosis keperawatan, empat yang teratasi dan dua tidak teratasi.