BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Ocimum tenuiflorum (ruku-ruku) adalah tumbuhan obat tradisional dari famili Lamiaceae yang digunakan sebagai penyedap masakan serta obat demam, mual, dan gangguan pencernaan. Tumbuhan obat pada umumnya memiliki struktur sekretori yang berfungsi sebagai tempat sintesis atau penyimpanan metabolit sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis struktur sekretori serta kandungan histokimia alkaloid, terpenoid, dan senyawa lipofilik pada daun O. tenuiflorum, sekaligus mengkaji potensinya sebagai sumber belajar biologi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Sayatan dibuat dengan teknik free-hand, baik paradermal maupun transversal, kemudian diuji histokimia menggunakan reagen Wagner 1% untuk alkaloid, tembaga asetat 5% untuk terpenoid, dan Sudan III 0,03% untuk senyawa lipofilik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur sekretori pada daun terdiri atas trikoma glandular peltat dan kapitat, selain trikoma non-glandular uniseriat yang berfungsi sebagai pelindung mekanis permukaan daun. Trikoma peltat memberikan hasil positif untuk terpenoid dan senyawa lipofilik; trikoma kapitat positif untuk alkaloid, terpenoid, dan senyawa lipofilik; sedangkan trikoma uniseriat menunjukkan hasil negatif pada semua uji. Temuan ini menunjukkan adanya diferensiasi fungsional metabolit di antara tipe-tipe trikoma glandular pada daun O. tenuiflorum. Hasil penelitian ini relevan dengan capaian pembelajaran mata kuliah Mikroteknik dan berpotensi dikembangkan menjadi panduan praktikum berbasis penelitian untuk program studi Pendidikan Biologi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ocimum tenuiflorum (ruku-ruku) adalah tumbuhan obat tradisional dari famili Lamiaceae yang digunakan sebagai penyedap masakan serta obat demam, mual, dan gangguan pencernaan. Tumbuhan obat pada umumnya memiliki struktur sekretori yang berfungsi sebagai tempat sintesis atau penyimpanan metabolit sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis struktur sekretori serta kandungan histokimia alkaloid, terpenoid, dan senyawa lipofilik pada daun O. tenuiflorum, sekaligus mengkaji potensinya sebagai sumber belajar biologi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Sayatan dibuat dengan teknik free-hand, baik paradermal maupun transversal, kemudian diuji histokimia menggunakan reagen Wagner 1% untuk alkaloid, tembaga asetat 5% untuk terpenoid, dan Sudan III 0,03% untuk senyawa lipofilik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur sekretori pada daun terdiri atas trikoma glandular peltat dan kapitat, selain trikoma non-glandular uniseriat yang berfungsi sebagai pelindung mekanis permukaan daun. Trikoma peltat memberikan hasil positif untuk terpenoid dan senyawa lipofilik; trikoma kapitat positif untuk alkaloid, terpenoid, dan senyawa lipofilik; sedangkan trikoma uniseriat menunjukkan hasil negatif pada semua uji. Temuan ini menunjukkan adanya diferensiasi fungsional metabolit di antara tipe-tipe trikoma glandular pada daun O. tenuiflorum. Hasil penelitian ini relevan dengan capaian pembelajaran mata kuliah Mikroteknik dan berpotensi dikembangkan menjadi panduan praktikum berbasis penelitian untuk program studi Pendidikan Biologi.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
ABSTRAK KEKUATAN HUKUM PUTUSAN LEMBAGA ADAT DALAM PERKARA KECELAKAAN LALU LINTAS YANG DILANJUTKAN KE PENGADILAN NEGERI MALINAU WELLY Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan hukum putusan lembaga adat dalam penyelesaian perkara kecelakaan lalu lintas berdasarkan hukum positif di Indonesia, serta untuk menganalisis apakah putusan lembaga adat dapat dijadikan dasar pertimbangan hukum oleh Pengadilan Negeri Malinau dalam memutus perkara tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa putusan lembaga adat memiliki kekuatan yang mengikat di masyarakat hukum adat yang bersangkutan, terutama jika diakui oleh peraturan daerah setempat. Meski demikian, kekuatan hukumnya di pengadilan negeri masih bersifat pertimbangan tambahan, bukan sebagai putusan utama. Putusan lembaga adat dapat dijadikan dasar pertimbangan hukum oleh Pengadilan Negeri Malinau guna menunjang keadilan restoratif dan rekonsiliasi antar pihak, dengan tetap mengacu pada prinsip hukum positif yang berlaku di Indonesia. Penelitian ini menegaskan perlunya harmonisasi antara hukum adat dan hukum nasional agar putusan lembaga adat memiliki kedudukan hukum yang lebih jelas dan efektif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK KEKUATAN HUKUM PUTUSAN LEMBAGA ADAT DALAM PERKARA KECELAKAAN LALU LINTAS YANG DILANJUTKAN KE PENGADILAN NEGERI MALINAU WELLY Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan hukum putusan lembaga adat dalam penyelesaian perkara kecelakaan lalu lintas berdasarkan hukum positif di Indonesia, serta untuk menganalisis apakah putusan lembaga adat dapat dijadikan dasar pertimbangan hukum oleh Pengadilan Negeri Malinau dalam memutus perkara tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa putusan lembaga adat memiliki kekuatan yang mengikat di masyarakat hukum adat yang bersangkutan, terutama jika diakui oleh peraturan daerah setempat. Meski demikian, kekuatan hukumnya di pengadilan negeri masih bersifat pertimbangan tambahan, bukan sebagai putusan utama. Putusan lembaga adat dapat dijadikan dasar pertimbangan hukum oleh Pengadilan Negeri Malinau guna menunjang keadilan restoratif dan rekonsiliasi antar pihak, dengan tetap mengacu pada prinsip hukum positif yang berlaku di Indonesia. Penelitian ini menegaskan perlunya harmonisasi antara hukum adat dan hukum nasional agar putusan lembaga adat memiliki kedudukan hukum yang lebih jelas dan efektif.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Media pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah aplikasi berbasis Augmented Reality (AR) yang dirancang khusus untuk membantu siswa kelas V SD dalam mempelajari materi bangun ruang. Media ini berbentuk aplikasi Android yang menggunakan marker cetak untuk memunculkan objek 3D berupa bangun ruang seperti kubus, balok, kerucut, dan tabung. Objek-objek ini dapat dilihat secara interaktif dari berbagai sudut, memungkinkan siswa untuk mengamati sisi, rusuk, dan titik sudut secara nyata. Aplikasi ini juga dilengkapi tombol navigasi untuk memilih bangun ruang, deskripsi bentuk, dan fitur informasi tambahan yang mendukung pemahaman konsep secara visual dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) pada materi bangun ruang untuk siswa kelas V SDN 003 Long Pari serta mengetahui kelayakan dan ketertarikan siswa terhadap media tersebut. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Pada tahap pengembangan, media dinilai oleh tiga ahli: ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa. Hasil validasi menunjukkan bahwa media dinyatakan “Sangat Layak” digunakan dengan rata-rata nilai kelayakan sebesar 92.67%. pada tahap implementasi, dilakukan uji coba terbatas kepada 5 siswa dan uji coba lapangan kepada 8 siswa. Berdasarkan angket yang dibagikan, tingkat ketertarikan siswa terhadap media AR mencapai nilai rata-rata 95.65% yang termasuk dalam kategori “Sangat Tertarik”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis AR ini sangat layak digunakan dalam pembelajaran dan mampu memberikan rasa tertarik siswa dalam pembelajaran matematika materi bangun ruang secara visual dan interaktif. Dengan demikian, media ini dapat menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Media pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah aplikasi berbasis Augmented Reality (AR) yang dirancang khusus untuk membantu siswa kelas V SD dalam mempelajari materi bangun ruang. Media ini berbentuk aplikasi Android yang menggunakan marker cetak untuk memunculkan objek 3D berupa bangun ruang seperti kubus, balok, kerucut, dan tabung. Objek-objek ini dapat dilihat secara interaktif dari berbagai sudut, memungkinkan siswa untuk mengamati sisi, rusuk, dan titik sudut secara nyata. Aplikasi ini juga dilengkapi tombol navigasi untuk memilih bangun ruang, deskripsi bentuk, dan fitur informasi tambahan yang mendukung pemahaman konsep secara visual dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) pada materi bangun ruang untuk siswa kelas V SDN 003 Long Pari serta mengetahui kelayakan dan ketertarikan siswa terhadap media tersebut. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Pada tahap pengembangan, media dinilai oleh tiga ahli: ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa. Hasil validasi menunjukkan bahwa media dinyatakan “Sangat Layak” digunakan dengan rata-rata nilai kelayakan sebesar 92.67%. pada tahap implementasi, dilakukan uji coba terbatas kepada 5 siswa dan uji coba lapangan kepada 8 siswa. Berdasarkan angket yang dibagikan, tingkat ketertarikan siswa terhadap media AR mencapai nilai rata-rata 95.65% yang termasuk dalam kategori “Sangat Tertarik”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis AR ini sangat layak digunakan dalam pembelajaran dan mampu memberikan rasa tertarik siswa dalam pembelajaran matematika materi bangun ruang secara visual dan interaktif. Dengan demikian, media ini dapat menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Analisis Nilai Budaya Pada Novel Tirai Menurun Karya Nh. Dini (Kajian Sosiologi Sastra), Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis nilai budaya yang terdapat dalam novel Tirai Menurun Karya Nh. Dini. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian menggunakan kajian sosiologi sastra. Metode dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah Novel Tirai Menurun karya Nh. Dini, yang diterbitkan pada tahun 2019 oleh PT. Gramedia Pustaka Utama Jakarta dengan jumlah 461 halaman. Data yang sudah diperoleh dianalisis dengan cara menginterpretasikan data tersebut kemudian dibuat kesimpulan. Hasil penelitian Novel Tirai Menurun karya Nh. Dini menunjukkan bahwa terdapat lima klasifikasi nilai budaya antara lain: delapan nilai budaya dalam hubungan manusia dengan Tuhan yang menunjukkan sikap berbaik sangka kepada Tuhan, mengingat Tuhan dan melaksanakan perintah Tuhan, Sembilan nilai budaya dalam hubungan manusia dengan alam yaitu menunjukkan sikap menjaga dan melestarikan alam, serta memanfaatkan sumber daya alam, tujuh nilai budaya dalam hubungan manusia dengan masyarakat yang menunjukkan sikap saling menolong, mengikuti rapat, kerja bakti dan saling mengenal, enam nilai budaya dalam hubungan manusia dengan orang lain yang menunjukkan sikap berpikir positif, cinta kasih, dan saling tolong menolong, sebelas nilai budaya dalam hubungan manusia dengan diri sendiri yang menunjukkan sikap rasa percaya diri, rasa takut, rasa rindu, sopan santun dan tanggung jawab terhadap diri sendiri. Berdasarkan penelitian tersebut yang dilakukan penulis dalam novel Tirai Menurun karya Nh. Dini, yang lebih dominan adalah nilai budaya dalam hubungan manusia dengan diri sendiri.