Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

10 hasil
Penulis: MARGARETH
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

PERLINDUNGAN HUKUM KONSUMEN DALAM TRANSAKSI DIGITAL MELALUI APLIKASI QRIS (QUICK RESPONSE CODE INDONESIAN STANDARD)

2026•

This study aims to analyze the legal protection afforded to consumers engaging in digital transactions through the QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) application. Based on the research background, two primary issues are addressed: first, the form of legal protection available to consumers in digital transactions via the QRIS application; and second, the challenges and legal remedies for issues arising in such transactions. Based on the results of the research, the issue of legal protection for consumers in digital transactions through the QRIS application shows that although various regulations governing consumer protection already exist, their implementation has not yet been carried out optimally. Consumers still face risks such as transaction failures, personal data breaches, and unclear allocation of responsibility among the parties involved. Therefore, increased supervision, law enforcement, and consumer education are required so that the use of QRIS can provide more effective and fair legal protection. Legal resolution of QRIS transaction disputes for consumers can be pursued through complaints to payment system service providers, non-litigation dispute resolution through the Consumer Dispute Settlement Agency (BPSK), reporting to Bank Indonesia or the Financial Services Authority (OJK), as well as civil lawsuits filed in court based on the Consumer Protection Law. The effectiveness of these mechanisms depends on the compliance of service providers and the level of consumers’ legal literacy.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN MAHASISWA PGSD ANGKATAN 2023 UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

2026•Koleksi Perpustakaan

Membaca pemahaman diartikan dalam memahami isi bacaan yang mewakili dari ide, gagasan, pikiran dan pendapat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan membaca pemahaman mahasiswa PGSD Angkatan 2023 Universitas Borneo Tarakan dalam menyelesaikan soal cerita. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa tes soal, wawancara dan dokumentasi. Subjek terdiri dari sepuluh mahasiswa diambil dari lima lokal yang dipilih secara acak berdasarkan hasil nilai tes. Hasil penelitian menunjukkan deskripsi dari kemampuan membaca pemahaman mahasiswa PGSD Angkatan 2023 Universitas Borneo Tarakan pada 4 indikator (literal, interpretatif, kritis, dan kreatif) dengan kategori sangat baik pada skror 58% mahasiswa mampu: 1) memahami informasi tersurat dan tersirat dalam teks secara tepat; 2) mengevaluasi isi bacaan secara kritis dengan alasan yang jelas; 3) menghasilkan gagasan baru secara kreatif berdasarkan isi bacaan. Sedangkan kategori cukup baik pada skor 40% mahasiswa mampu: 1) memahami informasi yang jelas dan mengartikan makna tersirat secara umum; 2) dapat menunjukkan sikap kritis dan merespons bacaan; 3) argumen dan pengembangan ide mereka masih dasar karena penjelasan yang diberikan belum memadai. Sedangkan kategori kurang baik pada skor 2% mahasiswa: 1) belum memahami isi teks secara utuh; 2) penafsiran makna tersirat kurang tepat; 3) kemampuan evaluasi kritis rendah; 4) pengembangan ide masih sangat terbatas. Reading comprehension is defined as grasping the substance of a text that expresses ideas, thoughts, or opinions. The purpose of this study is to describe the reading comprehension abilities of PGSD students from the 2023 class at the University of Borneo Tarakan when completing story problems. The method testing, interviews, and documentation. The subjects were 10 students chosen at random from five different sites based on their test scores. The study’s findings describe the reading comprehension ability of PGSD students from the 2023 class at the University of Borneo Tarakan on four indicators (literal, interpretative, critical, and creative), with a very good category of 58% of students being able to: 1) Correctly comprehend the explicit and implicit information in the text. 2) critically assess the reading’s content with explicit explanations; and 3) produce new creative ideas based on the reading’s content. Meanwhile, in the relatively good category, with a score of 40% students can: 1) comprehend clear material and interpret general implicit meanings; 2) adopt a critical mindset and respond to the reading; and 3) their arguments and concept development remain basic due to insufficient explanations. Meanwhile, in the poor category, 2% of students: 1) did not fully understand the text’s content, 2) misread the implicit meaning, 3) lacked critical assessment abilities, and 4) had very few ideas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERLINDUNGAN HUKUM KONSUMEN DALAM TRANSAKSI DIGITAL MELALUI APLIKASI QRIS (QUICK RESPONSE CODE INDONESIAN STANDARD)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This study aims to analyze the legal protection afforded to consumers engaging in digital transactions through the QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) application. Based on the research background, two primary issues are addressed: first, the form of legal protection available to consumers in digital transactions via the QRIS application; and second, the challenges and legal remedies for issues arising in such transactions. Based on the results of the research, the issue of legal protection for consumers in digital transactions through the QRIS application shows that although various regulations governing consumer protection already exist, their implementation has not yet been carried out optimally. Consumers still face risks such as transaction failures, personal data breaches, and unclear allocation of responsibility among the parties involved. Therefore, increased supervision, law enforcement, and consumer education are required so that the use of QRIS can provide more effective and fair legal protection. Legal resolution of QRIS transaction disputes for consumers can be pursued through complaints to payment system service providers, non-litigation dispute resolution through the Consumer Dispute Settlement Agency (BPSK), reporting to Bank Indonesia or the Financial Services Authority (OJK), as well as civil lawsuits filed in court based on the Consumer Protection Law. The effectiveness of these mechanisms depends on the compliance of service providers and the level of consumers’ legal literacy.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN MAHASISWA PGSD ANGKATAN 2023 UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Membaca pemahaman diartikan dalam memahami isi bacaan yang mewakili dari ide, gagasan, pikiran dan pendapat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan membaca pemahaman mahasiswa PGSD Angkatan 2023 Universitas Borneo Tarakan dalam menyelesaikan soal cerita. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa tes soal, wawancara dan dokumentasi. Subjek terdiri dari sepuluh mahasiswa diambil dari lima lokal yang dipilih secara acak berdasarkan hasil nilai tes. Hasil penelitian menunjukkan deskripsi dari kemampuan membaca pemahaman mahasiswa PGSD Angkatan 2023 Universitas Borneo Tarakan pada 4 indikator (literal, interpretatif, kritis, dan kreatif) dengan kategori sangat baik pada skror 58% mahasiswa mampu: 1) memahami informasi tersurat dan tersirat dalam teks secara tepat; 2) mengevaluasi isi bacaan secara kritis dengan alasan yang jelas; 3) menghasilkan gagasan baru secara kreatif berdasarkan isi bacaan. Sedangkan kategori cukup baik pada skor 40% mahasiswa mampu: 1) memahami informasi yang jelas dan mengartikan makna tersirat secara umum; 2) dapat menunjukkan sikap kritis dan merespons bacaan; 3) argumen dan pengembangan ide mereka masih dasar karena penjelasan yang diberikan belum memadai. Sedangkan kategori kurang baik pada skor 2% mahasiswa: 1) belum memahami isi teks secara utuh; 2) penafsiran makna tersirat kurang tepat; 3) kemampuan evaluasi kritis rendah; 4) pengembangan ide masih sangat terbatas. Reading comprehension is defined as grasping the substance of a text that expresses ideas, thoughts, or opinions. The purpose of this study is to describe the reading comprehension abilities of PGSD students from the 2023 class at the University of Borneo Tarakan when completing story problems. The method testing, interviews, and documentation. The subjects were 10 students chosen at random from five different sites based on their test scores. The study’s findings describe the reading comprehension ability of PGSD students from the 2023 class at the University of Borneo Tarakan on four indicators (literal, interpretative, critical, and creative), with a very good category of 58% of students being able to: 1) Correctly comprehend the explicit and implicit information in the text. 2) critically assess the reading’s content with explicit explanations; and 3) produce new creative ideas based on the reading’s content. Meanwhile, in the relatively good category, with a score of 40% students can: 1) comprehend clear material and interpret general implicit meanings; 2) adopt a critical mindset and respond to the reading; and 3) their arguments and concept development remain basic due to insufficient explanations. Meanwhile, in the poor category, 2% of students: 1) did not fully understand the text’s content, 2) misread the implicit meaning, 3) lacked critical assessment abilities, and 4) had very few ideas.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS BREAK EVEN POINT DAN MARGIN OF SAFETY SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA KAFE TERRACE SOCIAL SPACE

2024•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini membahas permasalahan Kafe Terrace Social Space yang belum melakukan perencanaan laba secara sistematis. Tujuan penelitian adalah menganalisis break even point (BEP) dari produksi maupun penjualan dan biaya tahun 2023 untuk merencanakan laba tahun 2024 serta menentukan batas minimum penurunan penjualan melalui margin of safety. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, memanfaatkan data primer dan sekunder yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa BEP dicapai pada penjualan Rp 56.578.044,34 atau 3.000 unit, dengan rasio margin kontribusi 65,86%. Target laba 2024 sebesar 15% memerlukan produksi atau penjualan Rp 201.087.040,39 atau 9.000 unit, sementara margin of safety 71,87% mengindikasikan kafe memiliki posisi keuangan yang aman untuk menghadapi potensi penurunan penjualan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kafe Terrace Social Space berada dalam kondisi yang kuat untuk merencanakan strategi laba pada tahun 2024.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS BREAK EVEN POINT DAN MARGIN OF SAFETY SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA KAFE TERRACE SOCIAL SPACE

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini membahas permasalahan Kafe Terrace Social Space yang belum melakukan perencanaan laba secara sistematis. Tujuan penelitian adalah menganalisis break even point (BEP) dari produksi maupun penjualan dan biaya tahun 2023 untuk merencanakan laba tahun 2024 serta menentukan batas minimum penurunan penjualan melalui margin of safety. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, memanfaatkan data primer dan sekunder yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa BEP dicapai pada penjualan Rp 56.578.044,34 atau 3.000 unit, dengan rasio margin kontribusi 65,86%. Target laba 2024 sebesar 15% memerlukan produksi atau penjualan Rp 201.087.040,39 atau 9.000 unit, sementara margin of safety 71,87% mengindikasikan kafe memiliki posisi keuangan yang aman untuk menghadapi potensi penurunan penjualan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kafe Terrace Social Space berada dalam kondisi yang kuat untuk merencanakan strategi laba pada tahun 2024.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Bakteri Pelarut Fosfat pada Budidaya Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt)

2024•Koleksi Perpustakaan

Konsumsi jagung manis terus mengalami peningkatan, seiring dengan pertambahan penduduk dan pola konsumsi. Permintaan terhadap jagung manis selalu meningkat setiap tahun tetapi luas areal tanam semakin menyempit, sehingga perlu adanya upaya peningkatan produksi jagung manis dengan memanfaatkan tanah marginal. Akan tetapi, kesuburan tanah marginal tergolong rendah yang dicirikan dengan cadangan unsur hara rendah, pH masam, P-total tinggi namun P-tersedia rendah. P (Fosfat) didalam tanah berasal dari bahan organik, pupuk kimia dan mineral-mineral didalam tanah. Ketersediaan P-tersedia dipengaruhi oleh pH, fiksasi senyawa Fe, Al dan Ca sehingga pemupukan P menjadi tidak efesien. Salah satu upaya meningkatkan efesiensi pemupukan P-tersedia yang rendah yaitu dengan memanfaatkan bakteri pelarut fosfat sebagai pupuk hayati. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian bakteri pelarut fosfat dengan bahan pembawa padat serta pengaruhnya dalam menurunkan dosis pupuk P pada budidaya tanaman jagung manis. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) satu faktor dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan, dengan perlakuan yaitu: PO (Tanpa Perlakuan), P1 (100% Urea + 100% KCL + 100% SP36), P2 (Limbah Udang 100kg/ha + isolat B5(6) + (50% SP36 + 100% Urea dan KCL)), P3 (Arang Sekam 100kg/ha + isolat B1 (17) + (50% SP35 + 100% Urea dan KCL)), P4 (Arang Sekam 100kg/ha + isolat B5(6) + (50% SP36 + 100% Urea dan KCL)), P5 (Limbah Udang 100kg/ha + isolat B1(17) + (50% SP36 + 100% Urea dan KCL)). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan P2 memberikan nilai tertinggi pada pertumbuhan maupun produksi tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) dibandingkan perlakuan yang lainnya. Perlakuan yang diberikan formulasi isolat bakteri pelarut fosfat dengan bahan pembawa dapat menurunkan dosis pupuk SP36 hingga 50%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Bakteri Pelarut Fosfat pada Budidaya Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Konsumsi jagung manis terus mengalami peningkatan, seiring dengan pertambahan penduduk dan pola konsumsi. Permintaan terhadap jagung manis selalu meningkat setiap tahun tetapi luas areal tanam semakin menyempit, sehingga perlu adanya upaya peningkatan produksi jagung manis dengan memanfaatkan tanah marginal. Akan tetapi, kesuburan tanah marginal tergolong rendah yang dicirikan dengan cadangan unsur hara rendah, pH masam, P-total tinggi namun P-tersedia rendah. P (Fosfat) didalam tanah berasal dari bahan organik, pupuk kimia dan mineral-mineral didalam tanah. Ketersediaan P-tersedia dipengaruhi oleh pH, fiksasi senyawa Fe, Al dan Ca sehingga pemupukan P menjadi tidak efesien. Salah satu upaya meningkatkan efesiensi pemupukan P-tersedia yang rendah yaitu dengan memanfaatkan bakteri pelarut fosfat sebagai pupuk hayati. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian bakteri pelarut fosfat dengan bahan pembawa padat serta pengaruhnya dalam menurunkan dosis pupuk P pada budidaya tanaman jagung manis. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) satu faktor dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan, dengan perlakuan yaitu: PO (Tanpa Perlakuan), P1 (100% Urea + 100% KCL + 100% SP36), P2 (Limbah Udang 100kg/ha + isolat B5(6) + (50% SP36 + 100% Urea dan KCL)), P3 (Arang Sekam 100kg/ha + isolat B1 (17) + (50% SP35 + 100% Urea dan KCL)), P4 (Arang Sekam 100kg/ha + isolat B5(6) + (50% SP36 + 100% Urea dan KCL)), P5 (Limbah Udang 100kg/ha + isolat B1(17) + (50% SP36 + 100% Urea dan KCL)). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan P2 memberikan nilai tertinggi pada pertumbuhan maupun produksi tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) dibandingkan perlakuan yang lainnya. Perlakuan yang diberikan formulasi isolat bakteri pelarut fosfat dengan bahan pembawa dapat menurunkan dosis pupuk SP36 hingga 50%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan pada pasien dengan Diagnosa Medik Diabetes Melitus Tipe II Ruang Perawatan Dahlia Rumah Sakit Umum Daerah dr. Jusuf SK Tarakan

2023•Koleksi Perpustakaan

Diabetes Melitus adalah keadaan hiperglikemi kronik yang disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, saraf dan pembuluh darah. Tingginya angka kejadian Diabetes Melitus di Indonesia menyebabkan, terjadinya tinggi komplikasi luka diabetikum sehingga menjadi latar belakang penulis untuk mengambil kasus Diabetes Melitus Tipe II dalam penulisan Laporan Tugas Akhir. Tujuan laporan tugas akhir ini untuk mendapatkan pengalaman nyata. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahap pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah klien satu dan klien dua dengan diagnosa medis Deabetes Melitus Tipe II. Hasil yang di dapatkan lima diagnosa pada klien satu dan lima diagnosa pada klien dua. Diagnosis pada klien satu adalah intoleransi aktivitas, defisit perawatan diri, gangguan rasa nyaman, ansietas, defisit pengetahuan. Diagnosis pada klien dua adalah defisit nutrisi, defisit perawatan diri, ansietas, bersihan jalan nafas tidak efektif, defisit pengetahuan. Jadi dapat disimpulkan bahwa dari klien satu dan klien dua yang terdapat menjadi perbedaan yaitu pada diagnosa utama. Evaluasi hasil yang didapat dari lima diagnosis klien satu teratasi tiga dan dua diagnosis keperawatan belum teratasi. Jadi dapat di simpulkan hasil yang didapat dari lima diagnosis keperawatan klien dua teratasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan pada pasien dengan Diagnosa Medik Diabetes Melitus Tipe II Ruang Perawatan Dahlia Rumah Sakit Umum Daerah dr. Jusuf SK Tarakan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus adalah keadaan hiperglikemi kronik yang disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, saraf dan pembuluh darah. Tingginya angka kejadian Diabetes Melitus di Indonesia menyebabkan, terjadinya tinggi komplikasi luka diabetikum sehingga menjadi latar belakang penulis untuk mengambil kasus Diabetes Melitus Tipe II dalam penulisan Laporan Tugas Akhir. Tujuan laporan tugas akhir ini untuk mendapatkan pengalaman nyata. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahap pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah klien satu dan klien dua dengan diagnosa medis Deabetes Melitus Tipe II. Hasil yang di dapatkan lima diagnosa pada klien satu dan lima diagnosa pada klien dua. Diagnosis pada klien satu adalah intoleransi aktivitas, defisit perawatan diri, gangguan rasa nyaman, ansietas, defisit pengetahuan. Diagnosis pada klien dua adalah defisit nutrisi, defisit perawatan diri, ansietas, bersihan jalan nafas tidak efektif, defisit pengetahuan. Jadi dapat disimpulkan bahwa dari klien satu dan klien dua yang terdapat menjadi perbedaan yaitu pada diagnosa utama. Evaluasi hasil yang didapat dari lima diagnosis klien satu teratasi tiga dan dua diagnosis keperawatan belum teratasi. Jadi dapat di simpulkan hasil yang didapat dari lima diagnosis keperawatan klien dua teratasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail