Abstrak
Diabetes Melitus adalah keadaan hiperglikemi kronik yang disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, saraf dan pembuluh darah. Tingginya angka kejadian Diabetes Melitus di Indonesia menyebabkan, terjadinya tinggi komplikasi luka diabetikum sehingga menjadi latar belakang penulis untuk mengambil kasus Diabetes Melitus Tipe II dalam penulisan Laporan Tugas Akhir. Tujuan laporan tugas akhir ini untuk mendapatkan pengalaman nyata. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahap pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah klien satu dan klien dua dengan diagnosa medis Deabetes Melitus Tipe II. Hasil yang di dapatkan lima diagnosa pada klien satu dan lima diagnosa pada klien dua. Diagnosis pada klien satu adalah intoleransi aktivitas, defisit perawatan diri, gangguan rasa nyaman, ansietas, defisit pengetahuan. Diagnosis pada klien dua adalah defisit nutrisi, defisit perawatan diri, ansietas, bersihan jalan nafas tidak efektif, defisit pengetahuan. Jadi dapat disimpulkan bahwa dari klien satu dan klien dua yang terdapat menjadi perbedaan yaitu pada diagnosa utama. Evaluasi hasil yang didapat dari lima diagnosis klien satu teratasi tiga dan dua diagnosis keperawatan belum teratasi. Jadi dapat di simpulkan hasil yang didapat dari lima diagnosis keperawatan klien dua teratasi.