Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Penulis: JALUNG
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

PROBLEMATIKA PEMERINTAH KABUPATEN MALINAU DALAM PEMENUHAN HAK ATAS PENDIDIKAN ANAK DI KAWASAN PERBATASAN

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum mengenai pemenuhan hak atas pendidikan bagi anak di kawasan perbatasan serta mengidentifikasi problematika normatif yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Malinau dalam melaksanakan kewajiban tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: (1) bagaimana pengaturan hukum mengenai pemenuhan hak atas pendidikan bagi anak di kawasan perbatasan, dan (2) apa saja problematika normatif yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Malinau dalam memenuhi hak atas pendidikan anak di kawasan perbatasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif dengan metode kualitatif melalui studi kepustakaan dan analisis dokumen peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Data diperoleh dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis untuk menelaah kesesuaian antara norma hukum yang berlaku dengan pelaksanaan kewajiban pemerintah daerah dalam pemenuhan hak pendidikan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif pemenuhan hak atas pendidikan anak telah diatur secara jelas dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, serta berbagai peraturan pelaksana lainnya. Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Malinau masih menghadapi sejumlah problematika normatif dan implementatif, antara lain belum optimalnya pengaturan kebijakan operasional di tingkat daerah, ketidakmerataan sarana dan prasarana pendidikan di wilayah perbatasan, keterbatasan dan distribusi tenaga pendidik, serta lemahnya koordinasi antarinstansi. Berbagai kendala tersebut berdampak pada belum efektifnya pemenuhan hak atas pendidikan anak di kawasan perbatasan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan regulasi yang bersifat operasional di tingkat daerah guna menjembatani norma hukum dengan pelaksanaan di lapangan. Selain itu, diperlukan peningkatan sinergi dan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya, termasuk masyarakat, dalam rangka perencanaan dan penyelenggaraan pendidikan di kawasan perbatasan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PROBLEMATIKA PEMERINTAH KABUPATEN MALINAU DALAM PEMENUHAN HAK ATAS PENDIDIKAN ANAK DI KAWASAN PERBATASAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum mengenai pemenuhan hak atas pendidikan bagi anak di kawasan perbatasan serta mengidentifikasi problematika normatif yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Malinau dalam melaksanakan kewajiban tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: (1) bagaimana pengaturan hukum mengenai pemenuhan hak atas pendidikan bagi anak di kawasan perbatasan, dan (2) apa saja problematika normatif yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Malinau dalam memenuhi hak atas pendidikan anak di kawasan perbatasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif dengan metode kualitatif melalui studi kepustakaan dan analisis dokumen peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Data diperoleh dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis untuk menelaah kesesuaian antara norma hukum yang berlaku dengan pelaksanaan kewajiban pemerintah daerah dalam pemenuhan hak pendidikan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif pemenuhan hak atas pendidikan anak telah diatur secara jelas dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, serta berbagai peraturan pelaksana lainnya. Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Malinau masih menghadapi sejumlah problematika normatif dan implementatif, antara lain belum optimalnya pengaturan kebijakan operasional di tingkat daerah, ketidakmerataan sarana dan prasarana pendidikan di wilayah perbatasan, keterbatasan dan distribusi tenaga pendidik, serta lemahnya koordinasi antarinstansi. Berbagai kendala tersebut berdampak pada belum efektifnya pemenuhan hak atas pendidikan anak di kawasan perbatasan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan regulasi yang bersifat operasional di tingkat daerah guna menjembatani norma hukum dengan pelaksanaan di lapangan. Selain itu, diperlukan peningkatan sinergi dan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya, termasuk masyarakat, dalam rangka perencanaan dan penyelenggaraan pendidikan di kawasan perbatasan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERAN BUDAYA ORGANISASI DALAM MEMPERKUAT HUBUNGAN ANTARA INTEGRITAS DAN KOMPETENSI TERHADAP KINERJA PEGAWAI INSPEKTORAT KABUPATEN MALINAU

2026•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integritas dan kompetensi terhadap kinerja pegawai Inspektorat Kabupaten Malinau serta menguji peran budaya organisasi dalam memoderasi hubungan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap seluruh pegawai Inspektorat yang berjumlah 60 orang menggunakan teknik sensus. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa integritas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Kompetensi juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Budaya organisasi memiliki pengaruh langsung yang positif dan signifikan terhadap kinerja. Namun demikian, budaya organisasi tidak terbukti memoderasi pengaruh integritas maupun kompetensi terhadap kinerja pegawai. Nilai R-square sebesar 0,834 menunjukkan bahwa model penelitian memiliki daya jelaskan yang sangat kuat dalam menjelaskan variasi kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja pegawai Inspektorat lebih efektif dicapai melalui penguatan integritas individu dan peningkatan kompetensi profesional, sementara budaya organisasi berperan seba

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN BUDAYA ORGANISASI DALAM MEMPERKUAT HUBUNGAN ANTARA INTEGRITAS DAN KOMPETENSI TERHADAP KINERJA PEGAWAI INSPEKTORAT KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integritas dan kompetensi terhadap kinerja pegawai Inspektorat Kabupaten Malinau serta menguji peran budaya organisasi dalam memoderasi hubungan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap seluruh pegawai Inspektorat yang berjumlah 60 orang menggunakan teknik sensus. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa integritas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Kompetensi juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Budaya organisasi memiliki pengaruh langsung yang positif dan signifikan terhadap kinerja. Namun demikian, budaya organisasi tidak terbukti memoderasi pengaruh integritas maupun kompetensi terhadap kinerja pegawai. Nilai R-square sebesar 0,834 menunjukkan bahwa model penelitian memiliki daya jelaskan yang sangat kuat dalam menjelaskan variasi kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja pegawai Inspektorat lebih efektif dicapai melalui penguatan integritas individu dan peningkatan kompetensi profesional, sementara budaya organisasi berperan seba

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS BUTIR SOAL LITERASI SAINS BIOLOGI BERBASIS RISET

2023•Koleksi Perpustakaan

This study aims to (1) determine the validity, (2) reliability, (3) discriminatory power, and (4) the level of difficulty of Biology science literacy items using SPSS 22 for Windows software. This research was quantitative descriptive analysis research. The biological science literacy questions analyzed were essay questions with type A and type B questions. The subjects of this research were 49 students who had completed the Biochemistry course with carbohydrates majoring in Biology Education academic year 2020 at University Borneo Tarakan. The data collection was test and documentation methods. The results showed that (1) the validity of the type A questions found 5 valid questions (100%) and type B found 7 valid questions (77.7%), and 2 questions were invalid (22.2%). (2) The reliability of the type A questions showed was quite reliable (0.45), and the type B questions were also reliable (0.73). (3) The level of difficulty in type A questions found 4 easy category questions (80%) and 1 item was moderate (20%), while in type B questions found 6 moderate questions (85.71%) and 1 question was categorized easy (14,28%). (4) In distinguishing power, there were 2 bad category questions (40%) and 3 good category questions (60%) in type A questions, and in type B questions there were 2 medium questions (28.5%) and 5 good questions (71.4 %). The implications of this research were to support the writing of effective items and provide input to question makers about the difficulty level of the questions, and questions that have been identified as valid can be used as material for consideration in designing future tests with modifying, adjusting, and refining certain parts.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS BUTIR SOAL LITERASI SAINS BIOLOGI BERBASIS RISET

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This study aims to (1) determine the validity, (2) reliability, (3) discriminatory power, and (4) the level of difficulty of Biology science literacy items using SPSS 22 for Windows software. This research was quantitative descriptive analysis research. The biological science literacy questions analyzed were essay questions with type A and type B questions. The subjects of this research were 49 students who had completed the Biochemistry course with carbohydrates majoring in Biology Education academic year 2020 at University Borneo Tarakan. The data collection was test and documentation methods. The results showed that (1) the validity of the type A questions found 5 valid questions (100%) and type B found 7 valid questions (77.7%), and 2 questions were invalid (22.2%). (2) The reliability of the type A questions showed was quite reliable (0.45), and the type B questions were also reliable (0.73). (3) The level of difficulty in type A questions found 4 easy category questions (80%) and 1 item was moderate (20%), while in type B questions found 6 moderate questions (85.71%) and 1 question was categorized easy (14,28%). (4) In distinguishing power, there were 2 bad category questions (40%) and 3 good category questions (60%) in type A questions, and in type B questions there were 2 medium questions (28.5%) and 5 good questions (71.4 %). The implications of this research were to support the writing of effective items and provide input to question makers about the difficulty level of the questions, and questions that have been identified as valid can be used as material for consideration in designing future tests with modifying, adjusting, and refining certain parts.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail