BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Lesbian dan bisexual merupakan bagian dari komunitas LGBT yang rentan mengalami tekanan psikososial, diskriminasi, dan konflik identitas yang dapat meningkatkan risiko perilaku kekerasan (RPK). Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan ini adalah terapi Novaco, metode pengelolaan amarah berfokus pada manajemen marah dan kontrol diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asuhan keperawatan pada pasien lesbian dan bisexual dengan diagnosis RPK serta mengevaluasi efektivitas intervensi terapi Novaco dalam menurunkan RPK. Penelitian ini merupakan studi kasus terhadap dua pasien dengan pasien satu orientasi seksual lesbian dan pasien dua bisexual yang menunjukkan RPK. Intervensi dilakukan melalui 6 sesi dengan durasi 20-40 menit setiap terapi Novaco, disertai asuhan keperawatan dan menggunakan kuesioner Brief Cope, UCLA Loneliness Scale, Rosenberg Self-Esteem Scale, SRQ-20, kuesioner perilaku seksual pranikah, kuesioner kecanduan pornografi sebelum dan sesudah terapi. Hasil menunjukkan Klien 1 menunjukkan penurunan skor Brief Cope dari 67 (adaptif) menjadi 57 (adaptif) dan SRQ-20 dari 1 (Ringan) menjadi 0 (Tidak ada gangguan). Hal serupa terjadi pada Klien 2, di mana skor Brief Cope menurun dari 75 (Maladaptif) menjadi 64 (Adaptip) setelah terapi Novaco, SRQ-20 dari 16 (Tinggi) menjadi 10 (Ringan). Pasien menunjukkan peningkatan dalam pengendalian emosi, kemampuan komunikasi, serta penggunaan mekanisme koping yang lebih adaptif. Pasien juga mampu mengenali pemicu kemarahan dan menerapkan strategi pengendalian diri secara mandiri. Asuhan keperawatan yang terstruktur dan pemberian terapi Novaco efektif dalam menurunkan risiko perilaku kekerasan pada pasien lesbian dan bisexual. Terapi ini dapat menjadi strategi intervensi yang bermanfaat dalam praktik keperawatan jiwa, khususnya dalam pengelolaan emosi pada pasien dengan orientasi seksual minoritas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lesbian dan bisexual merupakan bagian dari komunitas LGBT yang rentan mengalami tekanan psikososial, diskriminasi, dan konflik identitas yang dapat meningkatkan risiko perilaku kekerasan (RPK). Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan ini adalah terapi Novaco, metode pengelolaan amarah berfokus pada manajemen marah dan kontrol diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asuhan keperawatan pada pasien lesbian dan bisexual dengan diagnosis RPK serta mengevaluasi efektivitas intervensi terapi Novaco dalam menurunkan RPK. Penelitian ini merupakan studi kasus terhadap dua pasien dengan pasien satu orientasi seksual lesbian dan pasien dua bisexual yang menunjukkan RPK. Intervensi dilakukan melalui 6 sesi dengan durasi 20-40 menit setiap terapi Novaco, disertai asuhan keperawatan dan menggunakan kuesioner Brief Cope, UCLA Loneliness Scale, Rosenberg Self-Esteem Scale, SRQ-20, kuesioner perilaku seksual pranikah, kuesioner kecanduan pornografi sebelum dan sesudah terapi. Hasil menunjukkan Klien 1 menunjukkan penurunan skor Brief Cope dari 67 (adaptif) menjadi 57 (adaptif) dan SRQ-20 dari 1 (Ringan) menjadi 0 (Tidak ada gangguan). Hal serupa terjadi pada Klien 2, di mana skor Brief Cope menurun dari 75 (Maladaptif) menjadi 64 (Adaptip) setelah terapi Novaco, SRQ-20 dari 16 (Tinggi) menjadi 10 (Ringan). Pasien menunjukkan peningkatan dalam pengendalian emosi, kemampuan komunikasi, serta penggunaan mekanisme koping yang lebih adaptif. Pasien juga mampu mengenali pemicu kemarahan dan menerapkan strategi pengendalian diri secara mandiri. Asuhan keperawatan yang terstruktur dan pemberian terapi Novaco efektif dalam menurunkan risiko perilaku kekerasan pada pasien lesbian dan bisexual. Terapi ini dapat menjadi strategi intervensi yang bermanfaat dalam praktik keperawatan jiwa, khususnya dalam pengelolaan emosi pada pasien dengan orientasi seksual minoritas.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
A
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
A
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Motivasi belajar merupakan keinginan seseorang untuk mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan, dan mengarahkan sikap atau perilaku seseorang untuk belajar. Motivasi belajar yang rendah termasuk bentuk perilaku negatif yang timbul karena adanya beberapa faktor seperti metode pembelajaran yang monoton, kurangnya kemampuan konsentrasi, dan lingkungan yang kurang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan informasi terhadap motivasi belajar peserta didik di SMP Negeri 12 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan pendekatan pre-experiment dan desain one-group pretestposttest design. Jenis pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random, dengan populasi sebanyak 60 peserta didik dan sampel berjumlah 30 peserta didik kelas VIII. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrument berupa skala likert tentang motivasi belajar. Analisis data dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired sample t-test. Berdasarkan hasil penelitian ini, perhitungan uji paired sample t-test dengan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat pengaruh layanan informasi terhadap motivasi belajar peserta didik di SMP Negeri 12 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Motivasi belajar merupakan keinginan seseorang untuk mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan, dan mengarahkan sikap atau perilaku seseorang untuk belajar. Motivasi belajar yang rendah termasuk bentuk perilaku negatif yang timbul karena adanya beberapa faktor seperti metode pembelajaran yang monoton, kurangnya kemampuan konsentrasi, dan lingkungan yang kurang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan informasi terhadap motivasi belajar peserta didik di SMP Negeri 12 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan pendekatan pre-experiment dan desain one-group pretestposttest design. Jenis pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random, dengan populasi sebanyak 60 peserta didik dan sampel berjumlah 30 peserta didik kelas VIII. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrument berupa skala likert tentang motivasi belajar. Analisis data dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired sample t-test. Berdasarkan hasil penelitian ini, perhitungan uji paired sample t-test dengan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat pengaruh layanan informasi terhadap motivasi belajar peserta didik di SMP Negeri 12 Tarakan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Gangguan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting di Indonesia. Tingginya angka gangguan jiwa di indonesia memerlukan perhatian yang cukup serius dari dari pemerintah dan masyarakat akan persoalan gangguan jiwa tersebut. selanjutnya dibutuhkan tingkat pengetahua, sikap, dan perilaku yang khusus dalam membantu menagani persoalan tersebut. Pengetahuan yang memadai tentang kondisi kesehatan anggota keluarga dapat membantu dalam memberikan perawatan yang tepat dan mendukung. Selain itu, sikap positif dari anggota keluarga juga sangat berperan penting dalam perawatan. Dengan adanya dukungan pengetahuan dan sikap yang baik dari keluarga, proses pemulihan dan kesejahteraan anggota keluarga yang sedang dirawat dapat terbantu secara signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku keluarga yang merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 68 orang yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Sebengkok kota Tarakan. Berdasarkan hasil dari penelitian didapatkan hubungan antara tingkat penegtahuan dan sikap keluarga dengan perilaku keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya adalah memerbanyak karakteristik yang sekiranya berkaitan dengan faktor-faktor keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gangguan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting di Indonesia. Tingginya angka gangguan jiwa di indonesia memerlukan perhatian yang cukup serius dari dari pemerintah dan masyarakat akan persoalan gangguan jiwa tersebut. selanjutnya dibutuhkan tingkat pengetahua, sikap, dan perilaku yang khusus dalam membantu menagani persoalan tersebut. Pengetahuan yang memadai tentang kondisi kesehatan anggota keluarga dapat membantu dalam memberikan perawatan yang tepat dan mendukung. Selain itu, sikap positif dari anggota keluarga juga sangat berperan penting dalam perawatan. Dengan adanya dukungan pengetahuan dan sikap yang baik dari keluarga, proses pemulihan dan kesejahteraan anggota keluarga yang sedang dirawat dapat terbantu secara signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku keluarga yang merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 68 orang yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Sebengkok kota Tarakan. Berdasarkan hasil dari penelitian didapatkan hubungan antara tingkat penegtahuan dan sikap keluarga dengan perilaku keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya adalah memerbanyak karakteristik yang sekiranya berkaitan dengan faktor-faktor keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•
TINJAUAN KRIMINOLOGI TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PERJUDIAN DARING ABSTRAK Perkembangan teknologi di era globalisasi seperti sekarang ini mengalami kemajuan yang begitu pesat khususnya dalam bidang teknologi dan infomasi, sehingga memudahkan masyarakat untuk menerima dan memberikan informasi kepada masyarakat luas. Bahkan dapat dikatakan bahwa teknologi dan informasi terkadang bisa menjadi pedang bermata dua karena selain berkontribusi terhadap kesejahteraan, peradaban dan kemajuan manusia, juga merupakan sarana yang efektif untuk melakukan kejahatan. Berdasarkan rumusan masalah serta tujuan penelitian ini, maka tipe penelitian ini menggunakan penelitian normatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini ialah studi kepustakaan guna mendapatkan bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder yang berupa peraturan perundang-undangan, jurnal, buku, adan artikel yang berkaitan dengan objek yang diteliti. Perkembangan teknologi di era sekarang berkembang dengan pesat, dimana apapun bisa diakses dengan mudah hanya dengan menggunakan internet. Kejahatan dapat dengan mudah dilakukan juga dengan menggunakan internet. Salah satunya ialah perjudian yang dilakukan secara daring atau online. Adapun dijelaskan diatas ada beberapa teori sebab terjadinya kejahatan yaitu teori anonim, teori asosiasi diferensial, teori kontrol sosial, dan teori labelling. Dari hasil penelitian jika dihubungkan dengan teori diatas didapatkan bahwa sebab terjadinya perjudian adalah pergaulan yang menyimpang, individu itu sendiri, lingkungan yang memberikan kesempatan, kebiasaan masyarakat, dan ekonomi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
TINJAUAN KRIMINOLOGI TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PERJUDIAN DARING ABSTRAK Perkembangan teknologi di era globalisasi seperti sekarang ini mengalami kemajuan yang begitu pesat khususnya dalam bidang teknologi dan infomasi, sehingga memudahkan masyarakat untuk menerima dan memberikan informasi kepada masyarakat luas. Bahkan dapat dikatakan bahwa teknologi dan informasi terkadang bisa menjadi pedang bermata dua karena selain berkontribusi terhadap kesejahteraan, peradaban dan kemajuan manusia, juga merupakan sarana yang efektif untuk melakukan kejahatan. Berdasarkan rumusan masalah serta tujuan penelitian ini, maka tipe penelitian ini menggunakan penelitian normatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini ialah studi kepustakaan guna mendapatkan bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder yang berupa peraturan perundang-undangan, jurnal, buku, adan artikel yang berkaitan dengan objek yang diteliti. Perkembangan teknologi di era sekarang berkembang dengan pesat, dimana apapun bisa diakses dengan mudah hanya dengan menggunakan internet. Kejahatan dapat dengan mudah dilakukan juga dengan menggunakan internet. Salah satunya ialah perjudian yang dilakukan secara daring atau online. Adapun dijelaskan diatas ada beberapa teori sebab terjadinya kejahatan yaitu teori anonim, teori asosiasi diferensial, teori kontrol sosial, dan teori labelling. Dari hasil penelitian jika dihubungkan dengan teori diatas didapatkan bahwa sebab terjadinya perjudian adalah pergaulan yang menyimpang, individu itu sendiri, lingkungan yang memberikan kesempatan, kebiasaan masyarakat, dan ekonomi.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Buku ini mengulas tentang penguatan sumber daya manusia yang ada di organisasi/perusahaan. Buku Manajemen Sumber Daya Manusia ini sangat penting di dalam peningkatan produktivitas karyawan dan mengatasi persoalan-persoalan di bidang sumber daya manusia. Buku ini berisi teori-teori Manajemen Sumber Daya Manusia yang dapat digunakan oleh pengajar dan mahasiswa. Buku ini terdiri dari sepuluh bab, yaitu : Bab 1 : Pentingnya MSDM dalam Organisasi Bab 2 : Peranan MSDM dalam Organisasi Bab 3 : Perencanaan SDM dalam Organisasi Bab 4 : Penempatan SDM dalam Organisasi Bab 5 : Penilaian Kinerja Bab 6 : Pengembangan Karir Bab 7 : Kesehatan dan Keselamatan Kerja Bab 8 : Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Bab 9 : Audit Sumberdaya Manusia Bab 10 : Sumber Daya Manusia Global