RIZKY AULIA WULANDARI
2021 · Thesis · Open Access
Kedelai merupakan salah satu produk hasil pertanian yang dimanfaatkan oleh beberapa orang untuk dijadikan usaha khususnya di Kota Tarakan. Kedelai yang diolah menjadi tahu tapong djoeragan agar memperoleh harga jual yang lebih tinggi di pasaran. Dengan adanya kegiatan usaha pengolahan kedelai menjadi tahu tapong djoeragan yang mengubah bentuk primer menjadi produk baru yang lebih tinggi nilai ekonomisnya setelah melalui proses produksi, maka akan dapat memberikan nilai tambah karena dikeluarkan biaya-biaya sehingga terbentuk harga yang lebih tinggi dan keuntungan yang lebih besar bila dibandingkan tanpa melalui proses produksi. Untuk mengetahui besar nilai tambah yang diberikan oleh tahu tapong djoeragan pada kedelai sebagai bahan baku maka diperlukan analisis nilai tambah sehingga bisa diketahui apakah usaha yang dijalankan tersebut efisien dan memberikan keuntungan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui pengelolahan kacang kedelai menjadi tahu tapong djoeragan (2) Menganalisis pendapatan pada olahan tahu tapong djoeragan yang ada pada umkm UD Sumber Mulya di Kota Tarakan (3) Mengetahui nilai bep pada tahu tapong djoeragan yang ada di umkm UD Sumber Mulya di Kota Tarakan (4) Mengetahui nilai tambah dari bahan baku kedelai menjadi tahu tapong djoeragan. Metode penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah pendiri umkm UD Sumber Mulya. Adapun analisis data yang digunakan analisis deskriptif, analisis pendapatan, analisis bep dan analisis nilai tambah dengan menggunakan metode hayami. Berdasarkan hasil penelitian, nilai tambah yang diperoleh pengusaha untuk produksi tahu tapong djoeragan sebesar Rp. 27.320 per kg sehingga rasio nilai tambah tahu tapong djoeragan tergolong tinggi (66,63% ≥ 50%).
SITI NURKUMALASARI D.S
2021 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi komoditas buah-buahan yang menjadi basis di masing-masing Kecamatan di Kabupaten Bulungan; (2) mengidentifikasi kendala pengembangan komoditas buah-buahan basis di Kabupaten Bulungan dan (3) mengidentifikasi strategi pengembangan komoditas buah-buahan basis di Kabupaten Bulungan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode analisis Location Quentient (LQ) dan Analitycal Hierarchy Process (AHP). Hasil analisis LQ menunjukan bahwa terdapat 22 komoditas buah-buahan basis dan 3 komoditas buah-buahan non basis di 10 Kecamatan . Pada kendala pengembangan komoditas basis buah-buahan di Kabupaten Bulungan, analisis AHP menunjukkan pemerintah harus memfokuskan pada kendala substansi dengan tujuan kriteria yang perlu diperhatikan adalah kriteria sumber daya manusia yang belum memadai. Pada strategi pengembangan komoditas basis buah-buahan di Kabupaten Bulungan, analisis AHP menunjukkan pemerintah harus memfokuskan pada peningkatan sumber daya manusia dan teknologi dan kriteria tujuan yang perlu diperhatikan adalah kriteria pelatihan budidaya.
ANDRI SURYA ATMINI
2021 · Thesis · Open Access
COMPOSITION OF FISH TYPES AND SIZES CAUGHT USING GILL NET IN LANDED IN TARAKAN Abstract This study aims to determine the composition of the type and size of fish (length and weight) and the relationship between length and weight of fish caught with gillnets in the waters of Tarakan City, North Kalimantan. This study uses a purposive random sampling method, namely taking samples by taking into account considerations. The location of this research was carried out in the Selumit Pantai area, Central Tarakan District, Tarakan City, from December 2020 to January 2021. Based on the results of the study, the composition of the catch in the HTU (main catch) category was 113 fish arut and pleasure. Then by catch (by catch) on red fish and mackerel as many as 20 tails. The composition of the length and weight of the most dominant fish in the length of red fish ranged from 30.7-40.5 cm as many as 5 tails and 5 fish weight ranged from 530.7-888.4 g. The length of dominant fish and mackerel ranged from 45.7 to 46.9 cm as many as 3 tails and the weight ranged from 697-773 g as many as 3 tails. Dominant length and weight of happy fish are in the range of 55.2-61.1 cm as many as 7 tails and weight range from 1587,2-2109,0 g as many as 8 fish then arut panang fish and the most dominant weight ranges from 36.3-38.7 cm as many as 23 tails and 836.8-1000.7 grams as many as 24 tails. The results of the analysis of the relationship between length and weight based on the catch of red fish, happy fish and arut fish are allometric negative where the length increase is faster than the weight gain, while the mackerel catch is positive allometric which indicates that the weight gain is faster than the length increase.
ITA
2021 · Thesis · Open Access
.Kelurahan Selumit Pantai merupakan salah satu kelurahan yang berada di kecamatan Tarakan Tengah. Pembangunan perumahan di kelurahan Selumit Pantai sangat padat dan cenderung beragam, namun diindikasikan adanya bangunan-bangunan rumah yang berada ditepi pantai atau dilaut yang menggunakan rumah panggung kayu dan tembok, semakin padat bangunan di wilayah maka kondisi lingkungan akan semakin buruk, Jarak bangunan yang terlalu dekat atau rapat memperbesar risiko musibah kebakaran. Kebakaran terjadi karena ada pemicu (penyebab kebakaran), pemikiran itu antara lain bisa disebabkan oleh puntung rokok, karena kesengajaan atau konslet pada listrik. Kelurahan Selumit Pantai merupakan memiliki risiko kebarakan yang sangat tinggi extreme risk. Penelitian ini bertujuan untuk pencegahan dan pengendalian kebakaran dengan menghitung kebutuhan air dalam penampungan serta jarak antara penampungan ke lokasi rumah warga. Berdasarkan hasil perhitungan, didapatkan Kebutuhan air untuk penanggulangan bencana kebakaran di Kelurahan Selumit Pantai RT 17 pasokan air minimum yang di butuhkan sebesar 15.609 m³ dan Desain reservoir air untuk penangulangan bencana kebakaran di Kelurahan Selumit Pantai Kota Tarakan dengan dimensi yang di gunakan panjang = 6 m, lebar = 5 m , tinggi = 4 m , jumlah resevoir adalah 130 buah.
JENI PONGTIKU
2021 · Thesis · Open Access
Johnius belangerii merupakan potensi sumberdaya perikanan yang memiliki nilai ekonomis penting. Ikan ini dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi segar dan sebagai olahan tradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan Gulamah. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai Februari 2021 di Perairan Tarakan Kalimantan Utara. Ikan yang digunakan dalam penelitian didapatkan dari hasil tangkapan nelayan dan sampel yang diukur sebanyak 320 ekor. Analisa hubungan panjang berat menggunakan persamaan W=aLb, sedangkan Analisa faktor kondisi menggunakan persamaan CF=Wm/Wp. Hasil penelitian menunjukkan persamaan hubungan panjang berat J. belangerii dengan persamaan W = 0,016.L2,896 dan R2 = 0,91. Hasil uji t menunjukkan nilai thitung > ttabel, dimana nilai b≠3. Hal ini menunjukkan bahwa pola pertumbuhan bersifat allometrik negatif. Hasil Analisa faktor kondisi didapatkan kisaran nilai 0,79-1,34. Rata-rata nilai faktor kondisi 1,01 Hal ini menunjukkan bahwa J. belangerii memiliki kondisi tubuh yang ideal/proposional dengan kondisi perairan yang baik untuk mendukung pertumbuhan J. belangerii.
DERIANSYAH
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Kota Tarakan sebagai kota yang memiliki luas daerah 657,33km2 dengan luas daratan 250,80km2 dan luas lautan sekitar 406,53km2 atau sekitar 61,85% dari luas keseluruhan merupakan lautan yang mempunyai potensi sumberdaya perikanan yang mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi adalah udang windu. Pada wilayah Tarakan tersebut terdapat pulau-pulau kecil disekitarnya yang dapat dimanfaatkan sebagai lahan tambak tradisional. Tambak tradisional merupakan wadah budidaya udang dan ikan yang umumnya berasal dari pembukaan lahan mangrove. Tingkat konsumsi oksigen sedimen merupakan petunjuk adanya kegiatan mikroorganisme di dalam substrat dan merupakan gambaran kebutuhan oksigen yang dapat diketahui melalui konsumsi oksigen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat konsumsi oksigen sedimen pada dasar tambak tradisional udang windu (panaeus monodon) di Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan di tiga tambak tradisional Kelurahan Karang Anyar Pantai Kota Tarakan. Data dianalsisi secara deskriptif, kemudian dilakukan persamaan regrasi linear sederhana dan uji statistik korelasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga tambak yang diamati bertekstur lempung berpasir. Pada tambak pertama dan kedua masing-masing memiliki nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 80,74% dan 98,71% yang artinya kedua variabel memiliki hubungan yang tinggi dan kuat, sedangkan pada tambak ketiga didapatkan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 55,72% yang artinya variabelnya memiliki hubungan yang rendah dibandingkan dengan tambak lainnya. ABSTRACT Tarakan is a city with a total area of 657.33 km2 comprising land area of 250.80 km2 and sea area of 406.53 km2 or 61.85% which has the fishery resource potentials with high economic value, such as tiger prawn. Tarakan area is surrounded by many small islands which can be utilized as tradisional pond areas. Those pond areas are commonly used as places to cultivate giant tiger prawn and fish from the mangrove area opening. The sediment oxygen consumption level is a clue for the existence of microorganism activites within the substrate and as the depicition of oxygen need which can be figured out through oxygen consumption. This research aims at revealing the sediment oxygen consumption level at the bottom of traditional pond for tiger prawn (Panaeus monodon) in Tarakan. This research was conducted in three traditional pond in Karang Anyar Sub-district, Tarakan Beach. The data were descriptively analyzed, and then a simple linear regression equation and correlation statistical test were further employed. The research results show that those three observed pond had the texture of sandy loam. The first and second pond respectively had the determination coefficient value (R2) of 80.74% and 98.71%, meaning that both variables had high and strong relationship. Meanwhile, the third pond had the determination coefficient value (R2) of 55.72%, meaning that the variable had lower relationship when compared to the others.
MUHAMMAD AKBAR
2021 · Thesis · Open Access
Kota Tarakan merupakan daerah yang mengandalkan curah hujan sebagai sumber air, jika tidak terjadi hujan PDAM memprediksi ketersediaan air hanya cukup untuk 4 bulan, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui debit air Sungai Sesanip serta kebutuhan air di Kota Tarakan, guna acuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi intake di sungai tersebut untuk cadangan sumber air IPA Kampung Bugis Kota Tarakan. Dalam penelitian ini dilakukan analisis ketersediaan air dengan Metode FJ. Mock, untuk memproyeksikan jumlah penduduk menggunakan Metode Geometrik, selain itu dalam penelitian ini juga menghitung kebutuhan air di Kota Tarakan pada tahun 2030. Dari hasil analisis dan Perhitungan yang telah dilakukan, penulis menarik kesimpulan pada penelitian ini yang pertama, ketersediaan air di Sungai Sesanip Kota Tarakan diperoleh nilai debit andalan 80% terendah pada bulan Agustus sebesar 0,10 m3/s dan debit andalan 80% tertinggi terjadi pada bulan Desember sebesar 0,42 m3/s. Kedua, kebutuhan air di Kota Tarakan pada tahun 2030 dengan jumlah penduduk 315.695 jiwa menggunakan perkiraan standar kebutuhan air bersih diperoleh kebutuhan air rata-rata sebesar 0,56 m3/s, dan kebutuhan harian maksimum sebesar 0,64 m3/s, sedangkan kebutuhan jam puncak sebesar 0,97 m3/s
PUTRI RAHMADANI
2021 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara-cara masyarakat lokal dengan kearifan lokalnya dalam menjaga, melindungi sungai dan menganalisa kegiatan masyarakat yang mendukung pelestarian biodiversitas perairan di DAS Kayan sesuai dengan aturan adat yang berlaku di masyarakat Suku Bulungan, Dayak dan Tidung. Dilatar belakangi dengan adanya upaya pelestarian yang dilakukan masyarakat adat di sisi lain kerusakan merupakan hal sering terjadi. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik purposive sampling dalam pengumpulan data dan dilaksanakan di Tiga Desa yakni Desa Antutan, Desa Salimbatu dan Desa Sekatak Bengara. Pengumpulan data dilaksanakan dengan pengamatan lapangan dan wawancara secara langsung pada 50 responden. Kearifan Lokal dalam bentuk larangan dalam adat Bulungan, Dayak Berusu dan Tidung adalah tidak diperbolehkan: memanfaatkan sumberdaya sungai secara berlebihan, menggunakan alat tangkap berbahaya, membunuh binatang sesuka hati dan berlaku kurang arif di DAS Kayan. Kearifan Lokal dalam bentuk ajakan adalah saling menjaga kelestarian sumberdaya sungai dan bertanggung jawab pada kelestarian sungai. Rata-rata jawaban responden sebesar 75% yang bahwa masyaarakat setuju hukum adat berperan dalam menjaga dan melestarikan sumberdaya sungai. Interaksi masyarakat pada ketiga Desa tersebut dengan sumberdaya sungai yang berada di wilayah Sungai Kayan meliputi kegiatan: penggunaan alat tangkap tradisional yang ramah lingkungan dan melakukan penangkapan sesuai dengan kebutuhan.
HERIYANI
2021 · Thesis · Open Access
Keanekaragaman lanskap suatu pertanian, diduga mempengaruhi kondisi keanekaragaman musuh alami. Informasi tentang kedua hal tersebut penting untuk digunakan sebagai bahan dalam pengelolaan hama dengan memanfaatkan musuh alami. Tujuan pada penelitian ini; (1) menganalisis keanekaragaman lanskap dan musuh alami pada areal di sekitar budidaya tanaman padi. (2) membandingkan keanekaragaman lanskap pada beberapa areal budidaya tanaman padi terhadap musuh alami di Pulau Tarakan. Lokasi penelitian di areal budidaya tanaman padi Kelurahan Tanjung Pasir, Mamburungan, dan Mamburungan Timur. Pengambilan sampel menggunakan perangkap jebak, perangkap nampan kuning, dan jaring ayun. Analisis lanskap menggunakan indeks keanekaragaman lanskap (H), sedangkan perbedaan komposisi musuh alami menggunakan perbandingan jenis dan jumlah individu, indeks keanekaragaman (H’), kekayaan (R), dan kemerataan (E). Musuh alami kelompok insekta terdiri dari 13 famili, 17 genus, 17 spesies dan 277 individu. Kelompok Araneae terdiri dari 3 famili, 3 genus, 3 spesies dan 22 individu. Spesies predator dari kelompok insekta yang memiliki jumlah tertinggi yaitu Chlaenius nigricans (41.4%) dari kelompok insekta. Indeks keanekaragaman lanskap, kekayaan spesies dan keanekaragaman Shanon-Wiener, dan indeks kemerataan pada Mamburungan Timur (H=1,35; R=3,10; H’=1,73; E=0,64), Mamburungan (H=1,37; R=2,30; H’=1,81; E=0,76), dan Tanjung Pasir masing-masing sebesar (H=1,08; R=2,19; H’=1,56; E=0,63). Indeks kesamaan tertinggi pada antara Tanjung Pasir dan Mamburugan Timur (85%). Musuh alami cenderung memiliki hubungan dengan keanekaragaman lanskap areal budidaya tanaman padi. Keanekaragaman musuh alami tertingi ditemukan pada lokasi yang memiliki keanekaragaman lanskap yang tinggi atau memiliki tapak-tapak yang beragam.
MUHAMMAD DEVAL EFENDI
2021 · Thesis · Open Access
.Perkembangan teknologi saat ini yang terus semakin maju dapat membuat semua pekerjaan manusia menjadi lebih mudah. Hal itu karena adanya sebuah peralatan khusus yang berfungsi sebagai penunjang dalam melaksanakan suatu pekerjaan terutama pekerjaan pada pembangkit tenaga listrik. Generator berfungsi sebagai penyuplai energi listrik ke beban. Kinerja generator ini saat dipengaruhi oleh beban sehingga ketika beban berubah-ubah dapat membuat generator tidak stabil. Selain itu akibat terus bertambahnya beban dapat menyebabkan gangguan beban lebih atau over load. Untuk mengatasi masalah itu penulis dalam penelitiannya ini akan membuat sistem pengaturan beban generator berbasis Internally Triggered TRIAC. Dengan menggunakan sistem ini, tegangan yang melintasi beban (lampu) dapat diturunkan sehingga nilai arus juga menurun sesuai setpoint yang ditetapkan agar tidak terjadi over load. Dalam hal ini nilai arus akan selalu berada pada nilai 0.50 A. Semakin besar beban maka semakin besar arusnya. Jika nilai arus melewati 0.50 A, maka sistem akan langsung menurunkan tegangan hingga 17.67 V oleh Internally Triggered TRIAC sehingga nilai arus juga menurun hingga setpoint yang ditetapkan yaitu 0.50 A.
VANESSA EKLESIA
2021 · Thesis · Open Access
KEKUATAN HUKUM REKOMENDASI OMBUDSMAN TERHADAP MALADMINISTRASI PELAYANAN PUBLIK Abstrak Ombudsman Republik Indonesia merupakan lembaga pengawas independen yang mengawasi segala bentuk praktek maladministrasi yang terjadi disetiap instansi publik oleh penyelenggara negara dan pemerintahan. Produk hukum dalam penyelesaian maladministrasi oleh ombudsman adalah rekomendasi. Rekomendasi itu sendiri bersifat wajib untuk dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait rekomendasi yang dikeluarkan oleh Ombudsman. Pertama, bagaimana kekuatan hukum dari rekomendasi terhadap maladministrasi pelayanan publik? Kedua, bagaimana akibat hukum apabila rekomendasi ombudsman tidak dilaksanakan. Skripsi ini merupakan penelitian dengan metode yuridis normatif yang dilakukan melalui pendekatan undang-undang (statue approach), pendekatan konseptual (conseptual approach). Bahan hokum yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari bahan hukum primer,sekunder dan tersier. Bahan primer yaitu peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penelitian, bahan sekunder yaitu literatur yang berkaitan dengan penelitian yang dibahas, serta bahan tersier yang berupa komplamenter. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: Kekuatan memaksa dari sebuah rekomendasi Ombudsman adalah wajib dan akan dikenakan sanksi jika rekomendasi itu tidak dilaksanakan. Namun, kekuatan memaksa dari Ombudsman ini tidak di perkuat dengan adanya pembentukan parlementari Ombudsman, Kekuatan memaksa ini berdasarkan dengan adanya kekuatan mengikat secara hukum dan secara moral yang merupakan implementasi dari Undang Undang. Kedua, Ombudsman dapat menilai bahwa penyelenggara pelayanan publik tersebut dapat diberikan rekomendasi berupa sanksi administratif.
BENNY BENYAMIN
2021 · Thesis · Open Access
Benny Benyamin (NPM : 15.501010.002) , dengan judul skripsi “tindak persekusi yang dilakukan oleh masyarakat dalam perspektif hukum pidana” Pembimbing I Dr. Yahya Ahmad Zein, SH., M.H dan Pembimbing II Arif Rohman, SHI., LL.M. Tindakan persekusi di Indonesia sudah semakin marak terjadi disekitar kita. Kata persekusi itu sudah ada sejak dahulu akan tetapi baru viral pada saat ini, karena banyak terjadi tindak kekerasan dalam masyarakat. Persekusi yaitu perlakukan buruk atau penganiayaan secara sistematis oleh individu atau kelompok terhadap individu atau kelompok lainnya. Ketentuan hukum mengenai perlakuan Persekusi dan bagaimana perbuatan Persekusi menurut sudut pandang dari pasal yang ada dalam Kitab undang-undang hukum pidana. perlakuan persekusi merupakan suatu pelanggaran hukum yang tidak termasuk dalam delik aduan dan dapat dikenakan pasal berlapis. Menurut aturan hukum pidana dimana persekusi diartikan dalam tindak pidana dengan menyamakan persekusi itu dengan salah satu bentuk kejahatan yang tertuang dalam kitab undang-undang hukum pidana. Tindak pidana persekusi dijerat dengan pasal-pasal dalam KUHP seperti Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, Pasal 368 KUHP tentang pemerasan, dan Pasal 406 KUHP tentang Pengrusakan. Metode penelitian yang digunakan yaitu yuridis normatif yang dilakukan dengan cara menganalisa pasal-pasal dalam peraturan perundang-undangan yang mengatur tindakan persekusi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab identifikasi masalah yang berkaitan dengan tindakan persekusi, tentang kriteria persekusi dalam hukum positif (KUHP), jenis-jenis tindak pidana yang dapat di terapkan dalam tindak persekusi dan sanksi pidana dalam kasus persekusi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa persekusi sendiri sebenarnya tidak diatur secara jelas dalam KUHP, akan tetapi akibat dari tindakan persekusi tersebut dapat dikenakan dengan beberapa pasal yang terdapat dalam KUHP dan hukuman atau sanksi pidana sesuai dengan perbuatan dan motif kejahatan pelaku persekusi.
NANDA
2021 · Thesis · Open Access
Nanda. 2021. Survei Pemahaman Mahasiswa Terhadap Mata Kuliah Bimbingan Kelompok Jurusan Bimbingan Dan Konseling Di Universitas Borneo Tarakan Dibimbing oleh Ibu Siti Rahmi, S.Sos.,I.,M.Pd, selaku Pembimbing Utama, dan Bapak Suprianto, S.Sos.,M.Pd., selaku Pembimbing Anggota. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pemahaman Mahasiswa Terhadap Mata Kuliah Bimbingan Kelompok Jurusan Bimbingan Dan Konseling Di Universitas Borneo Tarakan. Mata kuliah Bimbingan kelompok merupakan salah satu mata kuliah mencakup pembelajaran yang akan mengarah pada peningkatan pemahaman diri, teknik pemecahan masalah yang lebih baik. Bimbingan kelompok merupakan proses pemberian bantuan yang diberikan pada individu dalam situasi kelompok. Bimbingan kelompok ditunjukan untuk mencegah perkembangan masalah pada siswa serta mengembangkan potensi pada diri siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Bimbingan Dan Konseling Angkatan 2017 Universitas Borneo Tarakan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel populasi total sebanyak 62 mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Dan teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskrptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa terhadap mata kuliah bimbingan kelompok, mencapai 71% atau dapat dikatakan baik, artinya pemahaman mahasiswa terhadap mata kuliah bimbingan kelompok sudah cukup sesuai dengan mekanisme yang ditetapkan.
MASNI MUH.SALEH
2021 · Thesis · Open Access
Survei pengetahuan mahasiswa angkatan 2020 pada mata kuliah dasar-dasar bimbingan dan konseling selama pembelajaran online bimbingan dan konseling fakultas keguruan dan ilmu pendidikan ABSTRAK Masni Muh Saleh. 2021. Analisis pengetahuan mahasiswa angkatan 2020 pada mata kuliah dasar-dasar bimbingan dan konseling selama pembelajaran online bimbingan dan konseling fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Penelitian ini menggunakan jenis survei dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dimana pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan mahasiswa terhadap mata kuliah dasar-dasar bimbingan dan konseling selama pembelajaran online angkatan 2020. pengetahuan merupakan informasi atau maklumat yang diketahui dan disadari oleh sesuatu yang dilihat, dikenal, dimengerti terhadap suatu objek tertentu yang ditangkap melalui pancaindera yakni, indera pendengaran, penglihatan, penciuman, perasaan dan perabaan. Hasil penelitian menemukan bahwa 82 sample penelitian, mahasiswa yang memiliki pengetahuan dengan katerori tinggi pada mata kuliah dasar-dasar bimbingan dan konseling jurusan bimbingan dan konseling, FKIP Universitas Borneo Tarakan, sebanyak 1 orang dengan persentase 1,2%, kemudian, mahasiswa yang memiliki pengetahuan dengan kategori sedang sebanyak 53 orang dengan presentase 64.6%, sisanya sebanyak 28 orang dengan presentase 43,1% memiliki pengetahuan rendah. Artinya mahasiswa telah mampu untuk beradaptasi dengan penerapan pembelajaran yang dilakukan secara daring, mahasiswa tersebut juga memiliki managemen waktu yang baik sehingga mampu menyelesaikan tugas akademik dengan teknologi yang sudah menujang pembelajaran daring selain itu Mahasiswa mampu berdiskusi dengan baik, mampu dalam presentasi kelompok, mampu dalam tanya jawab dan mampu melaksanakan tes tertulis. Kata Kunci: Pengetahuan, Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling
SUHERI
2021 · Thesis · Open Access
Implementation of Home Visit Services During the New Normal Period of the Covid-19 Pandemic at SMA Muhammadiyah Tarakan Academic Year 2021/2022 by Mrs. Siti Rahmi, S.Sos.I., M.Pd always the main supervisor and Mr. Hendra Pribadi, S.Pd., M .Psi as member advisor. .The purpose of this study was to determine the implementation of Home Visit services during the New Normal Period of the Covid-19 Pandemic at SMA Muhammadiyah Tarakan in the 2021/2022 Academic Year. .Home Visit service is a support service for guidance and counseling activities that have a major influence in overcoming student learning problems, have a positive impact on families, and provide long-term benefits for children's development during the Covid-19 pandemic. .Home Visit services where Guidance and Counseling teachers collect information on student problems and require Home Visit services. The method used in this research is descriptive qualitative. .The research subjects are the main informants in this study in this study were two guidance and counseling teachers. Data collection techniques are observation, interviews and documentation. .while the data analysis techniques used in this research are data reduction, data presentation and conclusion drawing. .the results of this study the implementation of Home services during the New Normal Period of the Covid-19 Pandemic at SMA Muhammadiyah Tarakan for the 2021/2022 Academic Year was carried out well, because guidance and counseling teachers implemented Home Visit activities as guidance and counseling support servicesthrough several stages, namely planning, implementation, evaluation, analysis and results, evaluation, follow-up and reporting. .Keywords: Implementation of Home visit service
KHAIRINI MEGA ASTUTI
2021 · Thesis · Open Access
.Penduduk Kota Tarakan pada tahun 2020 berjumlah 258.608 jiwa, dengan luas wilayah sebesar 250,8 Km2. Pemenuhan kebutuhan air bersih perlu direncanakan seiring dengan peningkatan jumlah penduduk, perekonomian dan perkembangan kota Tarakan. Dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan air bersih, Pemerintah Kota Tarakan membangun Embung Rawasari yang terletak di Kelurahan Karang Harapan, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan, Kalimantan Utara pada tahun 2017. Kajian terhadap Embung Rawasari perlu dilakukan untuk mengetahui keandalan embung dalam memenuhi kebutuhan air bersih sejalan dengan pertumbuhan penduduk Kota Tarakan. Perhitungan Evapotranspirasi menggunakan metode Penman Modifikasi dan Debit Efektif dengan menggunakan metode Dr. F.J. Mock untuk mengetahui ketersediaan air baku embung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan dan kebutuhan air baku pada Embung Rawasari. Pengumpulan data Klimatologi dan Hidrometri juga diperlukan dalam penelitian. Setelah melakukan pengumpulan data klomatologi dan Hidrometri selama 10 tahun, maka hasil perhitungan dituangkan dalam bentuk tabel dan grafik sehingga didapatkan perubahan ketersediaan air baku di Embung Rawasari. Dari hasil analisis ketersediaan air baku dengan menggunakan metode Dr. F.J. Mock dengan debit andalan Q80 didapatkan ketersediaan air baku terbesar pada bulan Oktober sebesar 337,4 ltr/det dan terkecil pada bulan Desember sebesar 145,4 ltr/det, serta hasil analisis kebutuhan terbesar pada tahun 2030 sebesar 40,71 ltr/det terkecil tahun 2021 sebesar 29,43 ltr/det.
SUTIKA SURYA INDAH PERTAMI
2021 · Thesis · Open Access
.Kota Tarakan merupakan kota yang sedang berkembang dengan kepadatan penduduk mencapai 968,05 jiwa/𝑘𝑚2, meningkatnya kepadatan penduduk maka kebutuhan akan air bersih semakin meningkat dalam kehidupan sehari-hari. Khususnya untuk Kecamatan Tarakan Barat dan Tarakan Tengah dimana sumber air bakunya tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat kota yang ada, Pemerintah Kota Tarakan memiliki kewajiban penting untuk meningkatkan kapasitas penyediaan air bersih yang merata dan tepat sasaran kepada masyarakat perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan air bersih IPA Kampung Bugis PDAM Kota Tarakan terhadap jumlah penduduk Kecamatan Tarakan Barat dan Tarakan Tengah serta ketersediaan air dengan menggunakan metode NRECA meliputi data dari instansi terkait antara lain data penguapan, kelembaban udara, kecepatan angin, suhu udara dan penyinaran matahari. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan jumlah kebutuhan air tahun 2035 sebesar 326.1532 ltr/dtk di Tarakan Barat dan 292,6669 lt/dtk Tarakan Tengah dengan jumlah penduduk 152168 jiwa di Tarakan Barat dan 136.215 Tarakan Tengah. Debit air sungai Kampung Bugis sebesar 593 ltr/dtk, dengan kapasitas ketersediaan air sebesar 100.79 ltr/dtk.
RIYAN HIDAYAT
2021 · Thesis · Open Access
Potensi hama dan musuh alami di lanskap budidaya tanaman hortikultura di kota Tarakan perlu dikaji sebagai dasar dalam pengelolaan hama dan pemanfaatan musuh alami. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis hama dan musuh alami pada berbagai lanskap budidaya tanaman hortikultura, serta bagaimana hubungan perbedaan pola lanskap terhadap potensi hama dan musuh alami tersbut. Terdapat 4 lokasi yakni Gunung Amal, Mamburungan, Juata Permai, dan Kampung 6. setiap lokasi dilakukan pengambilan sampel sebanyak 9 titik dengan menggunakan perangkap jebak dan perangkap nampan kuning. Hasil penelitian menunjukkan lanskap areal budidaya tanaman hortikultura memiliki potensi hama dari kelompok insekta terdiri dari 7 famili, 10 genus, 11 spesies, dan 485 individu. Selain itu, potensi musuh alami dari kelompok insekta terdiri dari 7 famili, 8 genus, 8 spesies, dan 273 individu, serta kelompok Araneae terdiri dari 1 famili, 1 genus, 1 spesies, dan 91 individu individu spesies. Spesies yang berpotensi sebagai hama yakni Phlaeoba sp di lokasi Gunung Amal (44.3%), dan Mamburungan (41%), serta spesies Maladera sp1 di lokasi Juata Permai (67%) dan Kampung 6 (47.2%). Sedangkan, musuh alami yakni Oxyopes salticus di lokasi Gunung Amal (44.3%), dan Juata Permai (41%), serta spesies Rhaphium elegantulum di lokasi Kampung 6 (67%), dan Mamburungan (47,2%). Terdapat perbedaan nilai indeks keanekaragaman antar lokasi penelitian. Lokasi Mamburungan memiliki nilai indeks tertinggi. Selain itu, berdasarkan nilai kekayaan spesies, keanekaragaman Shannon, dan kemerataan indeks keanekeragaman cenderung mempengaruhi komposisi hama, namun tidak untuk potensi musuh alami.
MIRA ELVIA
2021 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait Perlindungan Hak Moral Bagi Penulis Buku Elektronik E-Book. Pertama, Bentuk Perlindungan Hak Moral terhadap penulis E-Book. Kedua, Upaya hukum yang dilakukan oleh penulis E-Book jika hak moralnya dirugikan. Skripsi ini menggunakan Metode Penelitian Normatif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunkan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang digunakam dalam skripsi ini adalah Bahan Hukum Primer dan Bahan Hukum Sekunder. Bahan Hukum Primer berupa Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta, dan peraturan perundang-undangan lainnya yang relevan sesuai dengan tema yang diangkat oleh peneliti. Bahan Hukum Sekunder diperoleh dari E-Book referensi di bidang hukum, Jurnal Hukum, serta referensi terkait, hasil penelitian dan karya tulis ilmiah yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas. Hasil penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa : pertama, Philipus Hadjon membagi bentuk perlindungan hukum menjadi dua, yaitu perlindungan preventif dan perlindungan represif. Kedua, Terkait upaya penyelesaian sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Yang mana pemegang kekuasaannya ada pada aparat-aparat penegak hukum.
RISCYANA TANDUK
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Nelayan di Pulau Tarakan menggunakan berbagai macam alat tangkap, dan salah satu alat tangkap yang digunakan adalah rawai dasar (bottom longline). Rawai dasar sebagai salah satu jenis alat tangkap yang dinilai sangat produktif karena pengoperasiannya relatif mudah, selain itu pembiayaan alat tangkap ini relatif murah. Hasil tangkapan Utama nelayan rawai dasar yang berada di perairan Tarakan, adalah ikan arut dan ikan kakap merah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data dan menjelaskan tentang aspek biologi ikan yang mencangkup rasio kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kematangan gonad (IKG), fekunditas, dan kebiasaan makan, pada hasil tangkapan utama rawai dasar yang didaratkan di Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian ini di laksanakan selama ± 3 bulan dari bulan Januari - Maret 2021 di perairan Tarakan, Kalimantan Utara, dengan menggunakan metode penelitian purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan, nisbah kelamin pada ikan arut (Pomadasys sp.) dan ikan kakap merah (Lutjanus sp.) hasil tangkapan rawai dasar di perairan Tarakan bahwa ikan betina yang lebih dominan tertangkap. TKG ikan arut jantan dominan TKG II sebanyak 9 ekor dan betina dominan TKG III sebanyak 33 ekor. Ikan kakap merah jantan dominan TKG I sebanyak 19 ekor dan betina dominan TKG I sebanyak 29 ekor. IKG ikan arut jantan dengan nilai tertinggi 0,702% dan untuk betina dengan nilai teringgi 7,988%. IKG ikan kakap merah jantan tertinggi dengan nilai 0,209%, untuk ikan betina dengan nilai tertinggi 1,587%. Fekunditas tertinggi ikan arut pada TKG IV 13.836 butir, pada ikan kakap merah dengan nilai fekunditas tertinggi pada TKG III 4.942 butir. Ikan arut dan ikan kakap merah merupakan ikan yang tergolong karnivora dengan jenis makanan utamanya, yaitu makanan yang lumat atau hancur yang terindikasi dari kelompok jenis chordata dan crustacean, dan makanan tambahan yaitu cumi-cumi (cephalopoda).