Abstrak
Potensi hama dan musuh alami di lanskap budidaya tanaman hortikultura di kota Tarakan perlu dikaji sebagai dasar dalam pengelolaan hama dan pemanfaatan musuh alami. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis hama dan musuh alami pada berbagai lanskap budidaya tanaman hortikultura, serta bagaimana hubungan perbedaan pola lanskap terhadap potensi hama dan musuh alami tersbut. Terdapat 4 lokasi yakni Gunung Amal, Mamburungan, Juata Permai, dan Kampung 6. setiap lokasi dilakukan pengambilan sampel sebanyak 9 titik dengan menggunakan perangkap jebak dan perangkap nampan kuning. Hasil penelitian menunjukkan lanskap areal budidaya tanaman hortikultura memiliki potensi hama dari kelompok insekta terdiri dari 7 famili, 10 genus, 11 spesies, dan 485 individu. Selain itu, potensi musuh alami dari kelompok insekta terdiri dari 7 famili, 8 genus, 8 spesies, dan 273 individu, serta kelompok Araneae terdiri dari 1 famili, 1 genus, 1 spesies, dan 91 individu individu spesies. Spesies yang berpotensi sebagai hama yakni Phlaeoba sp di lokasi Gunung Amal (44.3%), dan Mamburungan (41%), serta spesies Maladera sp1 di lokasi Juata Permai (67%) dan Kampung 6 (47.2%). Sedangkan, musuh alami yakni Oxyopes salticus di lokasi Gunung Amal (44.3%), dan Juata Permai (41%), serta spesies Rhaphium elegantulum di lokasi Kampung 6 (67%), dan Mamburungan (47,2%). Terdapat perbedaan nilai indeks keanekaragaman antar lokasi penelitian. Lokasi Mamburungan memiliki nilai indeks tertinggi. Selain itu, berdasarkan nilai kekayaan spesies, keanekaragaman Shannon, dan kemerataan indeks keanekeragaman cenderung mempengaruhi komposisi hama, namun tidak untuk potensi musuh alami.