Abstrak
Penelitian ini bertujuan, pertama, mengetahui pengaruh harga barang itu sendiri, harga barang lainnya, pendapatan, jumlah tanggungan dan pendidikan terhadap permintaan komoditas hortikultura sayuran di masa pandemi Covid 19 di Kota Tarakan. Kedua, mengetahui perbedaan yang signifikan terhadap permintaan komoditas hortikultura sayuran sebelum pandemi dan saat pandemi Covid 19 di Kota Tarakan. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Pasar Ghuser, Pasar Dayak dan Pasar Tenguyun di Kota Tarakan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis Uji beda Wilcoxon dan analisis regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, karakteristik konsumen yang berbelanja di Pasar Kota Tarakan ialah perempuan dengan usai rata-rata diatas 40 tahun pekerjaan sebagai Ibu Rumah Tangga dengan status istri. Kedua, sebelum pandemi dan saat pandemi terdapat perbedaan yang signifikan terhadap permintaan hortikultura sayuran. Dimana permintaan hortikultura sayuran mengalami penurunan. Ketiga, faktor yang berpengaruh nyata terhadap permintaan bayam dan sawi yaitu harga sayur itu sendiri sedangkan harga tahu, pendapatan, jumlah tanggungan dan pendidikan tidak berpengaruh nyata terhadap permintaan bayam dan sawi. Faktor yang berpengaruh nyata terhadap permintaan kangkung yaitu harga sayur itu sendiri dan jumlah tanggungan sedangkan harga tahu, pendapatan, jumlah tanggungan dan pendidikan tidak berpengaruh nyata terhadap permintaan kangkung.