LULUK PURWANTINI
2024 · Thesis · Open Access
ABSRAK Indonesia adalah negara kaya akan keragaman hayati yang dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Namun karena kurangnya pemahaman masyarakat mengenai perlindungan obat tradisional, memberikan peluang kepada pihak lain untuk memanfaatkannya tanpa izin. Berdasarkan hal tersebut permasalahan yang diambil yakni Pengaturan Perlindungan Pengetahuan Tradisional Masyarakat hukum Adat Melalui Pemerintah Daerah Dan upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau Dalam memberikan Pengakuan Dan Perlindungan Terhadap Pengetahuan Tradisional. apakah obat tradisional mendapatkan perlindungan hukum dalam perspektif Hak Kekayaan Intelektual dan bagaimana upaya pemerintah dalam melindungi obat tradisional. Tujuan penulisan jurnal ilmiah ini yakni untuk mengetahui bahwa obat tradisional di Indonesia mendapatkan perlindungan hukum Hak Kekayaan Intelektual serta upaya pemerintah untuk memberikan perlindungan obat tradisional. Metode penelitian yang digunakan yakni metode normatif serta dengan penggunaan pendekan perundang-undangan. Hasil dari penelitian ini yakni bahwa perlindungan pengetahuan tradisional dalam perspektif Hak Kekayaan Intelektual dimasukan ke rezim paten yakni pada Pasal 26 UU Paten, namun perlindungan atas obat tradisional mengalami hambatan karena tidak memenuhi syarat yang ada pada paten. Upaya pemerintah dalam memberikan perlindungannya dapat melalui penyusunan undang-undang baru dan pendokumentasian obat tradisional. Kata kunci : Perlindungan, Hak Kekayaan Intelektual, Obat Tradisional.
SITI RAHMAWATI
2024 · Thesis · Open Access
Peran guru sangat penting dalam kedisiplinan belajar siswa di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam kedisiplinan belajar siswa kelas V-C di SDN 013 Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar observasi, lembar wawancara, dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan model Milles dan Huberman yaitu pengumpulan data dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh peran guru dalam kedisiplinan belajar siswa telah melaksanakan perannya melalui peran guru sebagai: (1) peran guru sebagai pendidik dalam kedisiplinan belajar siswa melakukan dengan menggunakan metode yang bervariasi namun lebih terfokus pada metode penugasan untuk mengetahui kedisiplinan belajar siswa yaitu mengerjakan tugas dengan baik dan benar serta mengumpulkan tugas dengan tepat waktu. (2) peran guru sebagai motivator dalam kedisiplinan belajar siswa memberikan motivasi dan semangat kepada siswa sebelum pembelajaran di mulai serta guru juga membuat kompetisi atau persaingan kepada siswa agar siswa dapat lebih meningkatkan kedisiplinan dan minat belajar. (3) peran guru sebagai model dan teladan dalam kedisiplinan belajar siswa dengan disiplin masuk ke sekolah tepat waktu dan disiplin berpakaian sesuai dengan jadwal dan ketentuan sekolah.
GITA AYU SASMITA
2024 · Thesis · Open Access
Ikan nila merupakan salah satu komoditas penting perikanan budidaya air tawar di Indonesia. Pengembangan kegiatan budidaya untuk meningkatkan produksi dibatasi oleh beberapa faktor diantaranya adalah keterbatasan air, lahan dan polusi terhadap lingkungan, sistem resirkulasi adalah salah satu cara untuk menjaga kualitas air tetap optimal selama pemeliharaan ikan dengan kepadatan yang tinggi, oleh karena itu air merupakan hal yang penting dalam kegiatan budidaya, maka perlu dilakukan metode yang tepat dalam manajemen kualitas air. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh sistem resirkulasi dengan menggunakan filter yang berbeda terhadap pertumbuhan ikan nila. Penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan, (P1) kontrol tanpa filter, (P2) filter spons, kerikil, ijuk dan bioball, (P3) filter spons, kerikil, arang dan zeolite, (P4) spons, cangkang kerang, ijuk, zeolite, dengan 3 ulangan. Parameter yang diamati meliputi pretumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus), kelangsungan hidup (SR), laju pertumbuhan spesifik (SGR), dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan ikan nila pada perlakuan bobot mutlak terendah (P1) 1,26gr, dan tertinggi (P3) 1,77gr dengan panjang mutlak terendah (P1) 3,0cm, dan tertinggi pada (P3) 3,58cm. Hasil kelangsungan hidup (SR), (P1) 53%, presentase terendah sedangkan tertinggi yaitu (P3) 95%. Hasil laju pertumbuhan spesifik (SGR), nilai terendah pada (P1) 0,81 dan (P2) 0,81 sedangkan yang tertinggi pada (P3) 1,02. Hasil kualitas air pada suhu 28-29oC, pada pH 6-7, pada Amoniak 0,13 – 1,60, pada nitrit 0,9 – 2,00, pada nitrat 0,13 – 1,09, dan pada DO 4,1 – 6,6. Kesimpulan yang dapat di ambil dalam penelitian ini yaitu, pada setiap perlakuan yang dilakukan menggunakan RAS dengan penggunaan filter yang berbeda pada setiap perlakuan berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus).
MICHAIL GISO
2024 · Thesis · Open Access
KEKUATAN HUKUM PUTUSAN PERADILAN ADAT LUNDAYEH TERHADAP PENYELESAIAN TINDAK PIDANA ADAT NGARO TANA (PENYEROBOTAN LAHAN) ABSTRAK Berdasarkan konsep negara hukum, kepastian hukum tidak hanya bisa dicapai hanya dengan argumen yang terkandung dalam peraturan perundang-undangan tersebut. Indonesia sebagai negara hukum tidak hanya berdasarkan pada hukum, tetapi juga melihat perkembangan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat, yaitu hukum adat. Keberadaan hukum adat dalam upaya penyelesaian kasus masih memiliki tempat dan diadopsi dan diimplementasikan di berbagai komunitas hingga saat ini. Berbagai jenis sistem untuk mengimplementasikan penyelesaian sengketa melalui lembaga adat untuk menyelesaikan kasus pidana adalah proses di luar pengadilan atas keinginan dan perjanjian yang dapat diterima oleh semua pihak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis mekanisme penyelesaian tindak pidana adat Ngaro Tana (Penyerobotan Lahan) dan efektivitas penegakan hukum dalam penyelesaian tindak pidana Ngaro Tana (Penyerobotan Lahan) pada masyarakat hukum adat Lundayeh di kabupaten Malinau. Tipe penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris atau penelitian hukum mengenai pemberlakuan atau implementasi ketentuan hukum normatif secara langsung pada setiap peristiwa hukum tertentu yang terjadi dalam masyarakat.Dan juga dengan melakukan pengambilan data secara langsung dari dokumen yang isinya berkaitan dengan masalah penelitian, yaitu peraturan perundang-undangan, buku-buku, dan Jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) mekanisme penyelesaian tindak pidana Ngaro Tana (Penyerobotan Lahan)pada masyarakat hukum adat Lundaye adalah dengan melakukan penyelesaian dan pemberian sanksi adat oleh hakim adat,(2)Untuk mengetahui sejauh mana Negara mengakui terhadap sistem peradilan penyelesaian kasus–kasus pidana yang diselesaikan melalui hukum adat, sehingga apa yang diputuskan dalam penyelesaian hukum adat merupakan sebuah kepastian hukum yang kuat dan diakui oleh negara sebagai suatu sistem peradilan yang Sah. Kata Kunci: Tindak Pidana, Hukum Adat Lundaye, Ngaro Tana (Penyerobotan Lahan),
NOVELIANTONER
2024 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaturan pencegahan dan peningkatan kualitas kawasan permukiman kumuh dan mengetahui dan menganalisis pengaturan pencegahan dan peningkatan kualitas kawasan permukiman kumuh oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, bahan hukum akan dikumpulkan dan dianalisis menggunakan metode argumentasi kualitatif terhadap bahan – bahan hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau belum memiliki suatu kebijakan khusus mengatur tentang pencegahan dan peningkatan kualitas kawasan terhadap perumahan kumuh dan permukiman kumuh. Berdasarkan peraturan perundang-undangan di bidang perumahan dan permukiman telah secara tegas memberikan kewenangan kepada daerah untuk membentuk Peraturan Daerah tentang perumahan dan kawasan permukiman kumuh. Pengaturan pencegahan dan peningkatan kualitas kawasan permukiman kumuh oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau, melalui: (a) pencegahan terhadap tumbuh dan berkembangnya kawasan permukiman kumuh dilaksanakan melalui pengawasan dan pengendalian serta pemberdayaan masyarakat; (b) peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh dan permukiman kumuh, meliputi: penetapan lokasi, pola penanganan; dan (c) Peran serta masyarakat dalam peningkatan kualitas permukiman dilakukan pada tahap penetapan lokasi perumahan kumuh dan permukiman kumuh, perencanaan penanganan perumahan kumuh dan permukiman kumuh, penanganan perumahan kumuh dan permukiman kumuh, pengelolaan untuk mempertahankan dan menjaga kualitas perumahan dan permukiman secara berkelanjutan. Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau bersama – sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Malinau segera membentuk Peraturan Daerah tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas terhadap Kawasan Permukiman Kumuh sebagai dasar hukum pengaturan untuk mengantisipasi atau mencegah permukiman kumuh dan perumahan kumuh baru.
JULBRISER
2024 · Thesis · Open Access
Penelitian ini berjudul Studi Tentang Efektivitas Implementasi Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2002 Tentang Larangan Peredaran Minuman Beralkohol Di Kabupaten Malinau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pelaksanaan PengawasanPeredaran Minuman Beralkohol Di Kecamtan Malinau Utara, Sesuai DenganPeraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2002 Tentang Larangan Peredaran Minuman Beralkohol Di Kabupaten Malinau, dengan fokus penelitian, yaitu sosialisasi, pengawasan peredaran dan penjualan minuman beralkohol, dan ketentuan pidana. Dari hasil penelitian diperoleh pelaksanaan sosialisasi, pengawasan peredaran dan penjualan minuman beralkohol, dan ketentuan pidana berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 13Tahun2002, masih kurang optimal, masih banyak peredaran minuman beralkohol di Kecamatan Malinau Utara pada umumnya di Kabupaten Malinau. Dikarenakan kurangnya penyampaian sosialisasi kepada masyarakat secara menyeluruh mengenai pentingnya penerapan Peraturan Daerah tersebut, kurangnya pengawasan dalam hal ini menjadi penghambat dalam Pelaksanaan Peraturan Daerah tesebut. Perlunya kerja sama antara aparatur pemerintah dan peran serta masyarakat mengenai pentingnya penerapan Peraturan Daerah dalam mendukung terciptanya ketentraman, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat Malinau serta demi upaya mewujudkan visi Kabupaten Malinau aman nyaman dan damai.
JAMALUDDIN
2024 · Thesis · Open Access
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana kelayakan dan keefektifan media pembelajaran permainan ular tangga ditinjau dari hasil validasi dan angket respon siswa. Kelayakan dilihat dari hasil validasi media, materi, dan praktisi serta untuk keefektifan diambil dari angket respon siswa. Jenis penelitian yang digunakan pada ini adalah penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu: analysis, design, development, implementation, evaluation. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, lembar wawancara, lembar validasi, angket respon siswa, dan dokumentasi. Hasil validasi yang diperoleh pada validasi ahli media yaitu sebesar 80% ahli materi diperoleh sebesar 82%, ahli praktisi diperoleh sebesar 92% dari persentase tersebut dikategorikan sangat layak. Serta uji coba terbatas memperoleh persentase sebesar 90% dan untuk uji coba lapangan di peroleh persentase sebesar 91% kategori sangat efektif. Berdasarkan hasil persentase dari validasi dan angket respon siswa pada uji coba terbatas dan uji coba lapangan, maka media permainan ular tangga dinyatakan layak dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran.
STEFANUS YOEL LUFUNG
2024 · Thesis · Open Access
Masalah Keberadaan desa secara yuridis dalam Undang-Undang No 6 tahun 2014 menjelaskan bahwa desa merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang mempunyai wewenang untuk mengatur dan mengurus urusan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)Pengawasan atas penyelenggaraan Pemerintahan Desa adalah proses kegiatan yang ditujukan untuk menjamin agar Pernerintahan Desa berjalan secara efisien dan efektif sesuai dengan rencana dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Menurut ketentuan Pasal 2 Permendagri Nomor 7 Tahun 2008, Pengawasan atas penyelenggaraan Pemerintahan Desa meliputi Administrasi pemerintahan desa dan Urusan pemerintahan desa. Pemerintah desa dapat mencapai tujuan-tujuan good governance, menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan ekonomi, pembangunan sosial, dan peningkatan kualitas hidup bagi penduduk desa.
BOB ROBERT
2024 · Thesis · Open Access
Dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi wewenang daerah, pemerintah daerah menyelenggarakan otonomi seluas-luasnya untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan. Kewenangan penyelenggaraan didang pertahan telah dibagi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah ; pertama Pengaturan Kewenangan Pemerintah Daerah dalam bidang pertanahan berdasarkan Undang-undang No. 23 Tahun 2014, dan kedua; Problematika pelaksanaan Kewenangan Pemerintah Daerah di bidang Pertanahan Penelitian tesis ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, dengan pendekatan konseptual dan pendekatan perundang undangan, dan menggunakan bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis pengaturan kewenangan Pemerintah Daerah dalam bidang pertanahan berdasarkan Undang-Undang No. 23 Tahun 2014, dan (2) menganalisis problematika pelaksanaan kewenangan Pemerintah Daerah di bidang pertanahan. Secara teoritis, hasil penelitian diharapkan menjadi sumber pengetahuan untuk perkembangan ilmu hukum, khususnya administrasi negara dan hukum pertanahan di Indonesia. Secara praktis, penelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi pihak-pihak berkepentingan dan masyarakat luas dalam pemahaman terhadap kebijakan dan pengaturan terkait pembagian urusan pemerintahan di bidang pertanahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 menyerahkan sebagian besar kewenangan pertanahan kepada tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota, dengan Kabupaten/Kota memiliki kewenangan perizinan yang lebih besar dibandingkan Pusat dan Provinsi. Urusan terkait tanah komunal dan terlantar sepenuhnya diserahkan kepada Provinsi atau Kabupaten/Kota, berbeda dengan UU sebelumnya yang menempatkan kewenangan ini di Pemerintah Pusat. (2) Problematika pelaksanaan kewenangan pemerintah daerah terjadi karena Kantor Pertanahan di Kabupaten/Kota berada di bawah Menteri melalui Kepala Kantor Wilayah BPN, mengakibatkan kurangnya efektivitas dalam pelayanan pertanahan selama era otonomi daerah. Ketidakharmonisan perundang-undangan bidang pertanahan juga menjadi kendala, termasuk tarik-menarik kewenangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah.
HARINTO M.N
2024 · Thesis · Open Access
Hutan mangrove merupakan suatu ekosistem komplek dan khas yang merupakan perpaduan antara ekositem darat dan laut yang terdapat mikroalga Oscillatoria. Pertumbuhan mikroalga Oscillatoria sangat di pengaruhi oleh beberapa faktor lingkungan diantaranya unsur hara, salinitas, pH, suhu, cahaya. Tujuan dari penelitian kultivasi ini adalah menganalisis mikroalga yang ditemukan pada perairan konservasi mangrove Mamburungan Kota Tarakan serta menganalisis kualitas air (pH, salinitas dan suhu), menganalisis OD (Optical density), menganalisis kelimpahan mikroalga dan menganalisis kandungan biomassa mikroalga. Metode yang digunakan adalah deskripsi kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian kultivasi mikroalga yang ditemukan pada perairan konservasi mangrove Mamburungan Kota Tarakan yaitu mikroalga Oscillatoria. Kemudian kualitas air yang diperoleh selama penelitian yaitu pH 7,17-7,48, salinitas 32 ppt, suhu 250C. Kemudian OD yang memiliki kepadatan sel yang optimal dari hari pertama sampai ke delalan dan megalami penurunan hari ke sembilan, dimana hari pertama di temukan 295.000.00 sel/L, hari ke enam ditemukan 1.460.000.00 sel/L, hari ke Delapan 2.970.000.00 sel/L, dan hari ke sembilan ditemukan 1.130.000.00 sel/L. Selanjutnya kandungan biomassa bahwa dari rata-rata 1,003 g biomassa basah didapatkan biomassa kering dengan rata-rata sebesar 0,547 g, dan didapatkan hasil pengujian lipid sebesar 1,51 g dari biomassa kering seberat 3 g. penilitian ini dapat di identifikasi bahwan potensi mikroalga Oscillatoria dapat dijadikan bahan awal biodiesel.
FLORIES TAMARA RIZKI
2024 · Thesis · Open Access
Alih profesi diartikan sebagai proses di mana seseorang beralih dari satu pekerjaan atau profesi ke profesi lain untuk pekerjaan yang berbeda secara signifikan yang disebabkan oleh faktor-faktor yang secara garis besar meliputi keperluan untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang makin bertambah jumlahnya dan meningkatnya tuntutan akan mutu kehidupan yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi alih profesi petani padi sawah (2) mengetahui faktor yang lebih dominan berpengaruh pada alih profesi petani padi sawah di Kabupaten Nunukan. (Studi Kasus di Kelurahan Mansappa, Kecamatan Nunukan Selatan). Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Nunukan sejak juli 2023 sampai dengan desember 2023. Teknik penentuan sampel pada penelitian ini adalah metode sensus. Dengan jumlah responden sebanyak 30 orang petani yang beralih profesi dari petani padi sawah ke rumput laut. Hasil penelitian di analisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif, uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, uji determinasi (R2), regresi linear berganda, uji F, uji t. faktor-faktor yang mempengaruhi alih profesi petani padi sawah dipengaruhi oleh faktor ekonomi, faktor sosial, dan faktor teknis, dikuatkan oleh indicator harga, pendapatan, pemasaran, lingkungan sosial, keluarga, kebijakan pemerintah, iklim, dan budidaya tanaman. Menghasilkan R2 29,1%, dengan persamaan regresi linear berganda Y=3,839 + 0,250 X1 + 0, 538 X2 + 0,124 X3, Uji F menunjukkan faktor ekonomi, faktor sosial, dan faktor teknis berpengaruh secara simultan terhadap peralihan profesi petani padi sawah di Kabupaten Nunukan. Berdasarkan uji t, faktor yang paling berpengaruh dalam peralihan profesi petani padi sawah di Kabupaten Nunukan adalah faktor sosial dengan nilai signifikasn 0,036.
MAYLINDA
2024 · Thesis · Open Access
Hama penggerek batang padi merupakan hama utama yang dapat menurunkan produktivitas tanaman padi. Upaya pengendalian hama tersebut dapat dilakukan menggunakan perangkap berferomon. Jenis atau model perangkap dapat memberikan efek bagi keberhasilan pengendalian hama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis perangkap dan membandingkan antar jenis perangkap terhadap jumlah hama penggerek batang padi yang terperangkap. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan satu faktor yang terdiri dari 4 jenis perangkap yakni perangkap dollat (P1), kotak (P2), botol (P3), toples (P4) dan diulang sebanyak 6 kali. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga jenis penggerek batang padi yakni penggerek batang padi kuning, penggerek batang padi putih, dan penggerek batang padi merah jambu. Jumlah penggerek batang padi terperangkap lebih banyak pada jenis perangkap dollat, namun tidak terdapat perbedaan dibandingkan dengan jenis perangkap lainnya. Selain itu, tidak terdapat pula perbedaan jumlah penggerek batang padi pada masing-masing kelompok (lingkungan), kecuali penggerek batang padi merah jambu. Jumlah penggerek padi merah jambu pada kelompok 1 berbeda dengan kelompok 4, 5, dan 6 atau jenis ini hanya ditemukan pada kelompok 1 dan 3. Hal ini mengindikasikan bahwa penggerek batang padi kuning dan putih ditmmukan pada berbagai kondisi lingkungan pada lokasi penelitian, sedangkan penggerek batang padi merah jambu memiliki kondisi lingkungan yang lebih spesifik. Serta, pengendalian ketiga hama tersebut dapat menggunakan feromon yang dikombinasikan dengan perangkap dollat, kotak, botol, dan toples.
ABY KURNIA
2024 · Thesis · Open Access
The purpose of the research was to analyze the students’ difficulties and the causes of the students’ difficulties in translating English text into Indonesia for eighth grade students at SMPN 9 Tarakan. The research used was descriptive-qualitative method. The researcher used the purposive sampling technique in selecting the sample. Class VIII-3 was the sample for the research, totaling 32 students. To collect the data collection, data reduction, data display, and conclusion: drawing or verifying. The research result show that the students’ difficulties and the causes of difficulty occurred when the students translated English text into Indonesia, namely are still very lacking in the process of translation; the average student is in the poor category (81%), and only few students get fair (6%), good (16%). The percentage shows that students still have difficulties translating English texts into Indonesian.
NURFAIDAH
2024 · Thesis · Open Access
Membaca permulaan merupakan membaca tahap awal yang diajarkan di sekolah dasar yaitu pada kelas I dan II, pada tahap ini siswa diajarkan agar dapat mengenal huruf, atau mampu mengingat dan melafalkan huruf, simbol, dan lambang-lambang bahasa, setelah itu siswa akan belajar merangkai huruf menjadi suku kata, kata, kemudian menjadi kalimat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I-B SD Negeri 006 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian dipilih berdasarkan kategori mandiri, berkembang dan perlu bimbingan. Pengumpulan data dilakukan dengan tes dan wawancara dengan hasil analisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) subjek dengan kategori mandiri apabila mampu menyelesaikan seluruh tes kemampuan membaca permulaan dan hampir tidak melakukan kesalahan pada tes yang diujikan, pada kelas ini terdapat 3 siswa yang termasuk dalam kategori mandiri dengan presentase 11,5% dari 26 subjek (2) subjek dengan kategori berkembang mampu menyelesaikan seluruh tes kemampuan membaca permulaan namun masih terdapat beberapa kesalahan dalam tes yang diujikan, pada kelas ini terdapat 4 siswa yang termasuk dalam ketegori berkembang dengan presentase 15%, (3) subjek dengan kategori perlu bimbingan apabila tidak mampu menyelesaikan seluruh tes kemampuan membaca permulaan pada kelas ini terdapat 19 siswa yang termasuk dalam kategori perlu bimbingan dengan presentase 73%.
FRINITA HERLIANTI
2024 · Thesis · Open Access
Salah satu komoditas tanaman pangan yang menjadi unggulan dan mempunyai potensi di Indonesia adalah cabai rawit. Kecamatan Muruk Rian merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Tana Tidung yang merupakan salah satu daerah sentra produksi cabai rawit. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pendapatan dalam usaha tani cabai rawit di Kecamatan Muruk Rian Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan Metode penentuan sampel dalam penelitian ini merupakan teknik sensus sampling dengan jumlah responden 32 petani cabai rawit. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Abstrak ata yang digunakan pendapatan dan kelayakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa biaya produksi usaha tani yang dikeluarkan petani cabai rawit di Kecamtan Muruk Rian pada setiap kali panen sebesar 2.984.789 kg/7 bulan yang terdiri dari biaya tetap sebesar Rp 193.906 dan biaya variabel 2.790.883, penerimaan sebesar Rp 47.010.938, pendapatan sebesar Rp 44.026.194 dan R/C ratio sebesar 15,7. Hal ini berarti usaha tani cabai rawit tersebut layak untuk diusahakan.
DWI PRAMUDITA SIHALOHO
2024 · Thesis · Open Access
Narkotika merupakan zat berbahaya yang dilarang oleh Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009. Narkotika telah menyebar luas di berbagai negara, pelaku penyalahgunaan narkotika bukan hanya dari kalangan dewasa melainkan sering juga terjadi pada anak, jikalau kejahatan narkotika terus berkembang maka akan sangat berbahaya bagi kesejahteraan negara terkhususnya jika narkotika tersebut terjadi pada kalangan anak karena anak merupakan generasi penerus bangsa. Dengan adanya permasalahan ini maka masyarakat harus mengetahui faktor-faktor mengapa penyalahgunaan narkotika tersebut terjadi di lingkungan masyaratkat. Selain itu masyarakat juga harus mencegah dan melakukan penanggulangan bagi pelaku yang telah melakukan pelanggaran tindak pidana narkotika tersebut. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe penelitian hukum normatif. Dengan menggunakan 2 pendekatan yakni pendekatan Undang-Undang (statute approach) pada dasarnya dilakukan dengan menelaah semua peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan permasalahan (isu hukum) selanjutnya pendekatan konseptual (conceptual approach) adalah pemahaman terhadap pandangan atau doktrin yang berkembang dalam ilmu hukum dapat menjadi pijakan untuk membangun argumentasi hukum ketika menyelesaikan permasalahan (isu hukum) yang sedang dihadapi. Bahwa upaya pencegahan terhadap kasus penyalahgunaan narkotika terhadap anak bahwasannya semua masyarakat tanpa terkecuali harus melakukan pencegahan dengan cara mengedukasi anak sejak dini tentang bahaya narkotika, mengadakan sosialisasi, mengajarkan ilmu agama agar iman anak menjadi kuat untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang agama. Bahwa upaya penanggulangan hukum tindak pidana penyalahgunaan narkotika, sangat berkaitan dengan kepentingan pengobatan anak atau biasa disebut upaya rehabilitasi terhadap pengguna narkotika harus diterapkan kepada korban sekaligus pengguna narkotika karena adanya hal ini maka perlahan kondisi anak akan pulih dari kecanduan tersebut.
HELLNA DWI SUSANTI
2024 · Thesis · Open Access
Penganiayaan merupakan masalah serius yang mengancam keamanan dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu pendekatan alternatif yang berkembang dalam penanganan kasus kriminal, khususnya penganiayaan adalah keadilan restoratif. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran dan wewenang kejaksaan sebagai fasilitator dalam proses keadilan restoratif pada kasus penganiayaan di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah empiris yang merupakan pendekatan penelitian yang berfokus pada pengumpulan dan analisis data empiris atau data yang diperoleh melalui observasi langsung atau pengalaman praktis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan para jaksa, mediator, dan pihak terkait dalam proses keadilan restoratif. Analisis data dilakukan dengan teknik content analysis untuk mengidentifikasi pola-pola tematik dan hubungan antar konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejaksaan memiliki peran penting sebagai fasilitator dalam mengimplementasikan keadilan restoratif. Wewenang kejaksaan mencakup pemilihan kasus yang dapat diarahkan ke jalur restoratif, pembentukan tim mediator, dan pemantauan pelaksanaan perjanjian restoratif. Kendala dan tantangan yang dihadapi mencakup ketersediaan sumber daya manusia dan pemahaman yang masih terbatas terkait keadilan restoratif. Namun kejaksaan juga melakukan evaluasi rutin terhadap pelaku setelah menerapkan keadilan restoratif bertujuan untuk mengetahui apakah si pelaku mengulangi perbuatanya lagi atau melakukan tindak pidana lainya lagi atau tidak. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman praktis dan teoritis mengenai peran kejaksaan dalam keadilan restoratif, khususnya pada kasus penganiayaan. Implikasi penelitian ini mencakup rekomendasi perbaikan kebijakan dan peningkatan kapasitas kejaksaan dalam menghadapi tantangan implementasi keadilan restoratif. Saran dalam penelitian ini adalah seharusnya kejaksaan harus lebih tegas dalam pemberlakuan syarat-syarat dalam penerapan keadilan restoratif.
UWAIS AL QARANI
2024 · Thesis · Open Access
PARADIGMA BARU HUKUMAN MATI BERDASARKAN PASAL 100 UNDANG – UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2023 TENTANG KITAB UNDANG – UNDANG HUKUM PIDANA ABSTRAK Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait Paradigma baru Hukuman Mati yang didasarkan pada Pasal Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Pertama, Problematika Hukuman Mati Dalam Pasal 100 Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang terjadi di Indonesia. Kedua, Perbandingan Konsep Hukuman Mati Dalam KUHP Lama Dan KUHP Baru. Ketiga, skripsi ini merupakan penelitian normatif yang dilakukan melalui riset pada kajian dan analisis terhadap peraturan perundang-undangan, serta menggunakan data primer dan data sekunder. Dengan menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan mengkaji beberapa norma, spesifikasi penelitian yang digunakan bersifat deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan.: Pertama, Paradigma baru keberdaan pidana mati dalam sistem hukum di Indonesia di tinjau dalam perspektif HAM yaitu tentu akan bertentangan dengan HAM khususnya hak untuk hidup, Namun pidana mati diperlukan pula sebagai upaya mencegah terjadinya kejahatan-kejahatan khususnya yang tergolong berat. Kedua, Perbandingan urgensi Pidana mati dapat dilaksanakan menurut Undang-Undang Nomor 1 tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, setelah berkelakuan baik dengan masa percobaan selama 10 (sepuluh), mendapatkan persetujuan dari Presiden setelah mendapatkan pertimbangan Mahkamah Agung, kemudian hukumannya dapat berubah menjadi pidana penjara seumur hidup. Pemberian pidana mati besyarat sebagaimana di dalam Pasal 100 ayat (4), ada sebuah kata frasa “dapat”, hal ini justru akan memberikan sebuah ketidakpastian ketika dapat di ganti atau tidaknya pidana mati menjadi pidana seumur hidup. Hal ini batas waktu masa percobaan pidananya terlalu lama, kemudian proses peradilan tidak memiliki kepastian akan putusan yang didapatkannya serta belum diatur jelas mengenai batas waktu terbitnya keputusan presiden tersebut. Kata Kunci: Problematika, Hukuman Mati, KUHP. Pembimbing I Dr. Syafruddin, S.H.,M.Hum. NIPPPK. 196904202021211006
JUMADIL ASHAR
2024 · Thesis · Open Access
Ikan Gulamah merupakan salah satu jenis ikan paling populer di kalangan penduduk Indonesia. Ikan gulamah adalah ikan yang sering ditemukan di daerah perairan pantai dan muara-muara sungai dengan vegetasi mangrove. Umumnya ikan gulamah tergolong ikan demersal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemunduran mutu ikan gulamah (Johnius sp.) asin selama masa penyimpanan. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Metode ini dilakukan dengan 4 (empat) perlakuan penyimpanan dengan kode penyimpanan 0-10 hari (P1), penyimpanan 11-20 hari (P2), penyimpanan 21-30 hari (P3), penyimpanan 31-40 hari (P4). Pengujian mutu ikan asin kering berdasarkan persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan parameter sebagai berikut: uji kadar air, uji kadar abu, uji kadar garam, kadar uji protein, uji Angka Lempeng Total (ALT), dan uji sensori. Hasil penelitian menunjukkan kadar air, kadar garam, dan kadar protein masih memenuhi syarat SNI, sedangkan kadar abu pada semua perlakuan belum memenuhi persyaratan SNI. Parameter mikroba uji Angka Lempeng Total (ALT) pada semua perlakuan masih memenuhi persyaratan SNI. Hasil uji sensori pada parameter tekstur pada semua perlakuan masih memenuhi persyaratan, sedangkan kenampakan dan bau pada perlakuan P3 dan P4 belum memenuhi persyaratan SNI karena nilainya berada di bawah 7.
NATASYA APRILIA
2024 · Thesis · Open Access
Tanaman Kratom dengan nama latin Mitragyna Speciosa Korth yang berasal dari famili Rubiaceae merupakan tanaman asli dari Asia Tenggara. Di Indonesia tanaman ini seringkali dijumpai di daerah Kalimantan. Sejak ratusan tahun lalu tanaman ini dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk mengobati beberapa penyakit seperti diare, Pereda nyeri, batuk, hipertensi, dan mengobati gejala putus obat. Mengonsumsi Kratom pada dosis rendah akan memberikan efek stimulan, dan pada dosis tinggi akan memberikan efek lebih besar dibandingkan morfin ini disebabkan Kratom mengandung senyawa Mitragyna dan 7-hydroxymitragynine. Pada tahun 2013 United Nations Office on Drug and Crime (UNODC) memasukkan Kratom sebagai New Psychoactive Substance. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe penelitian hukum normatif. Dengan menggunakan 2 pendekatan yakni Pendekatan Perundang-undangan (statue approach) serta Pendekatan Konseptual (conceptual approach) Bahwa pembahasan dalam Sidang Harmonisasi Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) di bidang obat tradisional dan suplemen makanan menggolongkan seluruh bagian pohon Kratom dilarang untuk dikonsumsi, disebabkan Kratom memiliki efek ketergantungan, euphoria, halusinasi, dan toksis terhadap sistem saraf. Bahwa Akibat yang ditimbulkan dalam penyalahgunaan Kratom belum dapat dikenakan sanksi hukum disebabkan belum adanya pengaturan mengenai Kratom di Indonesia yang menjelaskan Kratom masuk ke dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan serta Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2023 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika. Regulasi yang bervariasi diberbagai negara dapat menciptakan masalah keamanan dan ketidakpastian bagi pengguna. Di Indonesia para penegak hukum masih mengandalkan upaya preventif dan sosialisasi, serta kampanye stop narkoba kepada masyarakat.