.
2026 · Book ·
.
Profil penulis
48 karya publik ditemukan.
.
.Kualitas udara yang buruk di ruang laundry dapat memengaruhi kenyamanan, kesehatan pengguna, dan efisiensi operasional. Hal ini disebabkan oleh tingginya paparan uap kimia, kelembapan berlebih, dan suhu tinggi yang dapat menciptakan lingkungan tidak sehat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan prototipe sistem ventilasi otomatis untuk pengendalian kualitas udara di ruang laundry berbasis Internet of ThingsF (IoT) dengan metode rule-based. Sistem ini menggunakan sensor MQ-135 untuk mendeteksi gas CO, sensor DHT22 untuk mengukur suhu dan kelembapan, serta platform Blynk IoT untuk monitoring dan kontrol jarak jauh. Metode rule-based mengklasifikasikan kondisi udara menjadi tiga kategori (Normal, Waspada, dan Bahaya), kemudian mengaktifkan kipas exhaust, LED indikator, dan buzzer secara otomatis sesuai tingkat bahaya yang terdeteksi. Hasil penelitian menunjukkan sistem bekerja dengan baik selama pengujian tiga hari (8-10 Desember 2025) dengan total 360 sampel data. Metode rule-based berhasil mengklasifikasikan kondisi udara dengan tingkat akurasi 100%, mampu mendeteksi lonjakan tertinggi dengan suhu 34.8°C, kelembaban 68%, dan CO 60 ppm, serta menurunkan kondisi secara otomatis melalui aktivasi kipas exhaust. Analisis akurasi sensor menunjukkan sensor suhu DHT22 mencapai 97,840%, sensor kelembaban DHT22 mencapai 84,652%, dan sensor gas MQ-135 mencapai 92,442%, sehingga akurasi sistem keseluruhan mencapai 91,645%. Integrasi dengan platform Blynk IoT mencapai tingkat keberhasilan pengiriman data 100%, packet loss 0% (sangat baik berdasarkan standar TIPHON), dan latency 194,25 ms (baik). Sistem terbukti layak dan andal untuk meningkatkan kualitas udara secara otomatis dan responsif, meskipun terdapat keterbatasan pada akurasi sensor kelembaban dan sensor gas CO, serta dapat diadaptasi untuk penggunaan di berbagai lingkungan dengan kebutuhan serupa.
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IV-D SDN 003 tarakan dalam mata pelajaran matematika materi bilangan desimal dengan menerapkan pembelajaran Fun learning berbasis Wordwall. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindalan Kelas (PTK) yang dilaksanakan pada peserta didik IV-D SDN 003 Tarakan. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini adalah Tes, Observasi, dan Dokumentasim Tekbik analisa data pada penelitian ini yaitu, hasil penelitian kognitif dan psikomotorik. Hasil peneltian menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik kelas IV-D SDN 003 Tarakan telah meningkat disetiap siklus dari segala jenis aspek. Penerapan pembelajaran matematika materi bilangan desimal dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik aspek kognitif dengan nilai pada siklus I yaitu 55% dan meningkat pada siklus II menjadi 89%. Peningkatan nilai tersebut dipersentasikan menjadi 89% dan telah mencapai indikator keberhasilan lebih dari 75% peserta didik yang memperoleh nilai lebih dari KKM yaitu 70. Pada hasil psikomotorik dengan nilai 37% pada siklus I kemudian meningkat 81% pada siklus II. Peningkatan tersebut dipersentasikan menjadi 81% dan melebihi indikator keberhasilan 75% peserta didik mencapai KKM 70. Dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran fun learning berbasis wordwall mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik mata pelajaran matematika.
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IV-D SDN 003 tarakan dalam mata pelajaran matematika materi bilangan desimal dengan menerapkan pembelajaran Fun learning berbasis Wordwall. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindalan Kelas (PTK) yang dilaksanakan pada peserta didik IV-D SDN 003 Tarakan. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini adalah Tes, Observasi, dan Dokumentasim Tekbik analisa data pada penelitian ini yaitu, hasil penelitian kognitif dan psikomotorik. Hasil peneltian menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik kelas IV-D SDN 003 Tarakan telah meningkat disetiap siklus dari segala jenis aspek. Penerapan pembelajaran matematika materi bilangan desimal dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik aspek kognitif dengan nilai pada siklus I yaitu 55% dan meningkat pada siklus II menjadi 89%. Peningkatan nilai tersebut dipersentasikan menjadi 89% dan telah mencapai indikator keberhasilan lebih dari 75% peserta didik yang memperoleh nilai lebih dari KKM yaitu 70. Pada hasil psikomotorik dengan nilai 37% pada siklus I kemudian meningkat 81% pada siklus II. Peningkatan tersebut dipersentasikan menjadi 81% dan melebihi indikator keberhasilan 75% peserta didik mencapai KKM 70. Dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran fun learning berbasis wordwall mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik mata pelajaran matematika.
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA SISWA KELAS I SD NEGERI 013 TARAKAN Abstrak Motivasi belajar merupakan salah satu faktor yang turut menentukan keefektifan dalam pembelajaran. Seorang siswa akan belajar dengan baik apabila ada faktor pendorongnya yaitu motivasi belajar. Siswa akan belajar dengan sungguh-sungguh jika memiliki motivasi belajar yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar pendidikan pancasila siswa kelas I SD Negeri 013 Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif yang dilaksanakan pada 13 Mei 2024 sampai 13 Juni 2024 Semester genap tahun ajaran 2023/2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas I SD Negeri 013 Tarakan berjumlah 83 siswa dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 36 siswa. Teknik dalam pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi awal, wawancara awal, angket dan dokumentasi. Angket yang digunakan telah di validasi oleh ahli, yaitu validasi bahasa dan validasi konstruk. Data hasil penelitian ini diolah menggunakan bantuan softwere SPSS versi 27 trial for windows. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat pengaruh signifikan antara motivasi belajar terhadap hasil belajar pendidikan pancasila siswa kelas I SD Negeri 013 Tarakan dengan persamaan regresi Y=40,781+0,490X dimana signifikasi hubungan ditunjukan oleh thitung 12,484 > ttabel 2,032. Dari hasil uji koefisien korelasi diperoleh 0,906 menunjukan bahwa pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar berada pada tingkat pengaruh sangat kuat. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi didapatkan hasil sebesar 82,1% yang merupakan hasil belajar yang dipengaruhi oleh motivasi belajar sedangkan sisanya 17,9% merupakan hasil belajar dipengaruhi oleh variabel lain.
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA SISWA KELAS I SD NEGERI 013 TARAKAN Abstrak Motivasi belajar merupakan salah satu faktor yang turut menentukan keefektifan dalam pembelajaran. Seorang siswa akan belajar dengan baik apabila ada faktor pendorongnya yaitu motivasi belajar. Siswa akan belajar dengan sungguh-sungguh jika memiliki motivasi belajar yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar pendidikan pancasila siswa kelas I SD Negeri 013 Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif yang dilaksanakan pada 13 Mei 2024 sampai 13 Juni 2024 Semester genap tahun ajaran 2023/2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas I SD Negeri 013 Tarakan berjumlah 83 siswa dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 36 siswa. Teknik dalam pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi awal, wawancara awal, angket dan dokumentasi. Angket yang digunakan telah di validasi oleh ahli, yaitu validasi bahasa dan validasi konstruk. Data hasil penelitian ini diolah menggunakan bantuan softwere SPSS versi 27 trial for windows. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat pengaruh signifikan antara motivasi belajar terhadap hasil belajar pendidikan pancasila siswa kelas I SD Negeri 013 Tarakan dengan persamaan regresi Y=40,781+0,490X dimana signifikasi hubungan ditunjukan oleh thitung 12,484 > ttabel 2,032. Dari hasil uji koefisien korelasi diperoleh 0,906 menunjukan bahwa pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar berada pada tingkat pengaruh sangat kuat. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi didapatkan hasil sebesar 82,1% yang merupakan hasil belajar yang dipengaruhi oleh motivasi belajar sedangkan sisanya 17,9% merupakan hasil belajar dipengaruhi oleh variabel lain.
PENGGUNAAN PROBIOTIK DENGAN TEKNIK KULTUR BERBEDA UPAYA MENEKAN PERTUMBUHAN BAKTERI Vibrio parahaemolyticus PADA MEDIA PEMELIHARAAN UDANG WINDU (Penaeus monodon) Abstrak Udang windu P. monodon adalah salah satu spesies udang yang memiliki nilai ekonomi tinggi dalam industri perikanan. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri ini dapat menyebabkan penyakit pada udang yang dikenal sebagai Vibrio infection atau Vibriosis. Untuk mengatasi masalah tersebut, penggunaan probiotik telah menjadi fokus penelitian dalam budidaya udang windu. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji kemampuan dari probiotik komersil dan probiotik hasil kultur dalam menekan pertumbuhan populasi V. parahaemolyticus serta menganalisa kepadatan populasi dari V. parahaemolyticus pada media budidaya udang windu. Penelitian ini dilakukan masa pemeliharaan 15 hari, kemudian dilanjut uji tantang dan untuk perhitungan atau analisa jumlah koloni bakteri serta isolasi bakteri menggunakan metode Total Plate Count . Kemudian untuk parameter kualitas air yang diukur dalam penelitian ini meliputi suhu, oksigen terlarut (DO), pH (derajat keasaman), salinitas, dan amonia. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Anova dan disajikan dalam bentuk grafik. Hasil penelitian diperoleh selama masa penelitian menunjukkan jumlah bakteri V. parahaemolyticus pada perlakuan P1 tanpa pemberian probiotik didapatkan nilai 1,85 x 106 CFU/ml, P2 dengan probiotik komersil (EM4) yaitu 4 x 105 CFU/ml, dan P3 probiotik hasil kultur 8 x 104 CFU/ml. Pada perlakuan P3, yaitu dengan penambahan probiotik hasil kultur mampu menekan pertumbuhan bakteri V. parahaemolyticus pada media pemeliharaan udang windu dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Risiko perilaku kekerasan merupakan salah satu respon marah yang diekspresikan dengan melakukan ancaman, mencederai diri sendiri atau orang lain, dan dapat merusak lingkungan sekitar. Tanda-tanda utamanya mencakup perilaku subjektif seperti mengkritik, mengumpat, berbicara keras, dan berbicara tiba-tiba, serta perilaku objektif seperti serangan fisik, melukai diri sendiri, gangguan terhadap lingkungan, dan ledekkan kasar. Tanda-tanda minornya antara lain manifestasi fisik seperti mata melotot, tangan terkepal, rahang terkatup, wajah memerah, dan postur tubuh kaku. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pendekatan studi kasus yang digunakan adalah pendekatan asuhan keperawatan pada 2 orang pasien yang meliputi identifikasi data hasil pengkajian, diganosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pada pasien risiko perilaku kekerasan di RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Hasil pengkajian antara klien 1 dan 2 dengan diagnosa resiko perilaku kekerasan didapatkan perbedaan meliputi identitas pasien, alasan masuk rumah sakit, faktor predisposisi, pemeriksaan fisik, psikososial, penyebab, tanda dan gejala perilaku yang dilakukan, akibat perilaku kekerasan, status mental, dan mekanisme koping. Berdasarkan hasil penelitian review kasus penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan risiko perilaku kekerasan pada 2 klien selama 5 hari. Tujuan dan kriteria hasil yang diharapkan dan ingin dicapai setelah dilakukan tindakan sesuai dengan waktu yang ditentukan dan diharapkan klien mampu mengenali risiko perilaku kekerasan yang dialami, dapat mengontrol dan mengurangi risiko perilaku kekerasan, mampu mengikuti program pengobatan secara optimal. Respon klien setelah melakukan tindakan yang diberikan yaitu klien 1 tidak mengingat tindakan yang telah diberikan dan hanya melakukan hingga SP 2 sedangkan klien 2 kooperatif dan mampu melanjutkan ke SP 3. Diharapkan institusi untuk bisa menambah referensi mengenai strategi pelaksanaan tindakan yang akan diintervensikan oleh mahasiswa ke pasien.
Mikroplastik merupakan bahan pencemar yang berasal dari plastik dengan berbagai macam bentuk yang memiliki ukuran 5 um. Mikroplastik adalah jenis yang paling banyak telah mencemari fingkungan persiran karena ukurannya yang sangat kecil. Pada saat ini penduduk akan bertambah dari tahun ke tahun yang membuat aktivitas masyarakat akan semakin padat dan juga akan meningkatkan limbah plastik yang akan dilepaskan ke lingkungan. Dengan peningkatan jumlah penduduk memberikan dampak terhadap lingkungan, mutu air semakin menurun karena limbah dari aktivitas penduduk turut mempercepat menurunnya kualitas air. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui karakteristik mikroplastik di perairan Kota Tarakan (studi kasus PDAM Tirta Alam Kota Tarakan). Hasil identifikasi telah ditemukan karakteristik mikroplastik seperti bentuk, warna, dan ukuran. Terdapat 4 jenis mikroplastik yang ditemukan yaitu fiber, fragmen, film, dan pelet dan didominasi oleh bentuk fiber, sebanyak 55% partikel mikroplastik Kemudian warna dominan yang di temukan ialah warna transparan dengan persentase sebesar 32% dan yang terendah terdapat warna merah dengan persentase 0,1%. Berdasarkan ukurannya, ukuran 100-500 µm merupakan ukuran yang mendominasi yaitu sebesar 42% dan yang terendah terdapat ukuran 80-100 um dan ukuran 1000-2000 µm yang memiliki persentase yang sama yaitu sebesar 3%. Kelimpahan yang dominan terdapat pada lokasi Embung Bengawan yaitu sebesar 0,72 partikel/liter dan terendah lokasi Embung Indulung sebesar 0,37 partikel/liter.
Masyarakat Suku Tidung di Desa Salimbatu sampai saat ini masih menjalankan beberapa upacara adat. Dalam upacara adat tersebut memanfaatkan beberapa jenis tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis upacara adat yang masih dilakukan oleh masyarakat Suku Tidung yang menggunakan tumbuhan untuk upacara adat, serta untuk mengetahui jenis tumbuhan yang digunakan pada upacara adat dan bagaimana pemanfaatan tumbuhan pada upacara adat tersebut. Penelitian ini dilakukan di Desa Salimbatu Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian Non probability dengan teknik Snowball sampling dengan 4 responden, terdiri dari informan kunci, informan utama dan informan pendukung. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat Suku Tidung di Desa Salimbatu masih melaksanakan upacara adat pernikahan dan upacara adat kelahiran. Dalam kedua upacara tersebut menggunakan sebanyak 15 jenis tumbuhan. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan pada upacara adat oleh masyarakat Suku Tidung di Desa Salimbatu adalah daun sebanyak 53%, bagian biji sebanyak 20%, bagian buah sebanyak 13%, dan yang paling sedikit digunakan umbi dan getah masing-masing 1%. Cara mengolah tumbuhan yang digunakan pada upacara adat antara lain dengan cara ditumbuk, direbus dan ada tumbuhan yang digunakan tanpa diolah.
Risiko perilaku kekerasan merupakan salah satu respon marah yang diekspresikan dengan melakukan ancaman, mencederai diri sendiri atau orang lain, dan dapat merusak lingkungan sekitar. Tanda-tanda utamanya mencakup perilaku subjektif seperti mengkritik, mengumpat, berbicara keras, dan berbicara tiba-tiba, serta perilaku objektif seperti serangan fisik, melukai diri sendiri, gangguan terhadap lingkungan, dan ledekkan kasar. Tanda-tanda minornya antara lain manifestasi fisik seperti mata melotot, tangan terkepal, rahang terkatup, wajah memerah, dan postur tubuh kaku. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pendekatan studi kasus yang digunakan adalah pendekatan asuhan keperawatan pada 2 orang pasien yang meliputi identifikasi data hasil pengkajian, diganosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pada pasien risiko perilaku kekerasan di RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Hasil pengkajian antara klien 1 dan 2 dengan diagnosa resiko perilaku kekerasan didapatkan perbedaan meliputi identitas pasien, alasan masuk rumah sakit, faktor predisposisi, pemeriksaan fisik, psikososial, penyebab, tanda dan gejala perilaku yang dilakukan, akibat perilaku kekerasan, status mental, dan mekanisme koping. Berdasarkan hasil penelitian review kasus penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan risiko perilaku kekerasan pada 2 klien selama 5 hari. Tujuan dan kriteria hasil yang diharapkan dan ingin dicapai setelah dilakukan tindakan sesuai dengan waktu yang ditentukan dan diharapkan klien mampu mengenali risiko perilaku kekerasan yang dialami, dapat mengontrol dan mengurangi risiko perilaku kekerasan, mampu mengikuti program pengobatan secara optimal. Respon klien setelah melakukan tindakan yang diberikan yaitu klien 1 tidak mengingat tindakan yang telah diberikan dan hanya melakukan hingga SP 2 sedangkan klien 2 kooperatif dan mampu melanjutkan ke SP 3. Diharapkan institusi untuk bisa menambah referensi mengenai strategi pelaksanaan tindakan yang akan diintervensikan oleh mahasiswa ke pasien.
Mikroplastik merupakan bahan pencemar yang berasal dari plastik dengan berbagai macam bentuk yang memiliki ukuran 5 um. Mikroplastik adalah jenis yang paling banyak telah mencemari fingkungan persiran karena ukurannya yang sangat kecil. Pada saat ini penduduk akan bertambah dari tahun ke tahun yang membuat aktivitas masyarakat akan semakin padat dan juga akan meningkatkan limbah plastik yang akan dilepaskan ke lingkungan. Dengan peningkatan jumlah penduduk memberikan dampak terhadap lingkungan, mutu air semakin menurun karena limbah dari aktivitas penduduk turut mempercepat menurunnya kualitas air. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui karakteristik mikroplastik di perairan Kota Tarakan (studi kasus PDAM Tirta Alam Kota Tarakan). Hasil identifikasi telah ditemukan karakteristik mikroplastik seperti bentuk, warna, dan ukuran. Terdapat 4 jenis mikroplastik yang ditemukan yaitu fiber, fragmen, film, dan pelet dan didominasi oleh bentuk fiber, sebanyak 55% partikel mikroplastik Kemudian warna dominan yang di temukan ialah warna transparan dengan persentase sebesar 32% dan yang terendah terdapat warna merah dengan persentase 0,1%. Berdasarkan ukurannya, ukuran 100-500 µm merupakan ukuran yang mendominasi yaitu sebesar 42% dan yang terendah terdapat ukuran 80-100 um dan ukuran 1000-2000 µm yang memiliki persentase yang sama yaitu sebesar 3%. Kelimpahan yang dominan terdapat pada lokasi Embung Bengawan yaitu sebesar 0,72 partikel/liter dan terendah lokasi Embung Indulung sebesar 0,37 partikel/liter.
PENGGUNAAN PROBIOTIK DENGAN TEKNIK KULTUR BERBEDA UPAYA MENEKAN PERTUMBUHAN BAKTERI Vibrio parahaemolyticus PADA MEDIA PEMELIHARAAN UDANG WINDU (Penaeus monodon) Abstrak Udang windu P. monodon adalah salah satu spesies udang yang memiliki nilai ekonomi tinggi dalam industri perikanan. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri ini dapat menyebabkan penyakit pada udang yang dikenal sebagai Vibrio infection atau Vibriosis. Untuk mengatasi masalah tersebut, penggunaan probiotik telah menjadi fokus penelitian dalam budidaya udang windu. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji kemampuan dari probiotik komersil dan probiotik hasil kultur dalam menekan pertumbuhan populasi V. parahaemolyticus serta menganalisa kepadatan populasi dari V. parahaemolyticus pada media budidaya udang windu. Penelitian ini dilakukan masa pemeliharaan 15 hari, kemudian dilanjut uji tantang dan untuk perhitungan atau analisa jumlah koloni bakteri serta isolasi bakteri menggunakan metode Total Plate Count . Kemudian untuk parameter kualitas air yang diukur dalam penelitian ini meliputi suhu, oksigen terlarut (DO), pH (derajat keasaman), salinitas, dan amonia. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Anova dan disajikan dalam bentuk grafik. Hasil penelitian diperoleh selama masa penelitian menunjukkan jumlah bakteri V. parahaemolyticus pada perlakuan P1 tanpa pemberian probiotik didapatkan nilai 1,85 x 106 CFU/ml, P2 dengan probiotik komersil (EM4) yaitu 4 x 105 CFU/ml, dan P3 probiotik hasil kultur 8 x 104 CFU/ml. Pada perlakuan P3, yaitu dengan penambahan probiotik hasil kultur mampu menekan pertumbuhan bakteri V. parahaemolyticus pada media pemeliharaan udang windu dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Masyarakat Suku Tidung di Desa Salimbatu sampai saat ini masih menjalankan beberapa upacara adat. Dalam upacara adat tersebut memanfaatkan beberapa jenis tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis upacara adat yang masih dilakukan oleh masyarakat Suku Tidung yang menggunakan tumbuhan untuk upacara adat, serta untuk mengetahui jenis tumbuhan yang digunakan pada upacara adat dan bagaimana pemanfaatan tumbuhan pada upacara adat tersebut. Penelitian ini dilakukan di Desa Salimbatu Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian Non probability dengan teknik Snowball sampling dengan 4 responden, terdiri dari informan kunci, informan utama dan informan pendukung. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat Suku Tidung di Desa Salimbatu masih melaksanakan upacara adat pernikahan dan upacara adat kelahiran. Dalam kedua upacara tersebut menggunakan sebanyak 15 jenis tumbuhan. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan pada upacara adat oleh masyarakat Suku Tidung di Desa Salimbatu adalah daun sebanyak 53%, bagian biji sebanyak 20%, bagian buah sebanyak 13%, dan yang paling sedikit digunakan umbi dan getah masing-masing 1%. Cara mengolah tumbuhan yang digunakan pada upacara adat antara lain dengan cara ditumbuk, direbus dan ada tumbuhan yang digunakan tanpa diolah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas, efektivitas dan kebutuhan modal pembiayaan perbankan pada sektor-sektor ekonomi di Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dari tahun 2017-2022. Metode analisis data yang digunakan adalah produktivitas, efektivitas, tipologi klassen dan kebutuhan modal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sektor dengan produktivitas tertinggi adalah Sektor Pendidikan dengan nilai rata-rata Rp 7.432,03 dan produktivitas terendah yaitu Sektor Jasa Perusahaan dengan nilai rata-rata Rp 2,3. Hasil analisis efektivitas, sektor paling efektif adalah Sektor Jasa Pendidikan dengan nilai rata-rata Rp 0,02 dan sektor paling tidak efektif adalah Sektor Jasa Perusahaan dengan nilai rata-rata Rp 6,79. Analisis tipologi klassen tahun 2022, pada posisi Kuadran I sebagai sektor inovatif terdapat 6 sektor ekonomi, Kuadran II terdapat 7 sektor ekonomi sebagai sektor potensial, Kuadran III tidak terdapat sektor ekonomi dan Kuadran IV terdapat 4 sektor sebagai sektor tertinggal. Hasil analisis proyeksi kebutuhan modal pada skenario I membutuhkan modal sebesar Rp 762 Miliar. Pada skenario II membutuhkan modal sebesar Rp 1,4 Triliun. Adapun pada skenario III membutuhkan modal sebesar Rp 2,2 Triliun.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas, efektivitas dan kebutuhan modal pembiayaan perbankan pada sektor-sektor ekonomi di Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dari tahun 2017-2022. Metode analisis data yang digunakan adalah produktivitas, efektivitas, tipologi klassen dan kebutuhan modal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sektor dengan produktivitas tertinggi adalah Sektor Pendidikan dengan nilai rata-rata Rp 7.432,03 dan produktivitas terendah yaitu Sektor Jasa Perusahaan dengan nilai rata-rata Rp 2,3. Hasil analisis efektivitas, sektor paling efektif adalah Sektor Jasa Pendidikan dengan nilai rata-rata Rp 0,02 dan sektor paling tidak efektif adalah Sektor Jasa Perusahaan dengan nilai rata-rata Rp 6,79. Analisis tipologi klassen tahun 2022, pada posisi Kuadran I sebagai sektor inovatif terdapat 6 sektor ekonomi, Kuadran II terdapat 7 sektor ekonomi sebagai sektor potensial, Kuadran III tidak terdapat sektor ekonomi dan Kuadran IV terdapat 4 sektor sebagai sektor tertinggal. Hasil analisis proyeksi kebutuhan modal pada skenario I membutuhkan modal sebesar Rp 762 Miliar. Pada skenario II membutuhkan modal sebesar Rp 1,4 Triliun. Adapun pada skenario III membutuhkan modal sebesar Rp 2,2 Triliun.