Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

WANDI

38 karya publik ditemukan.

2026: 42025: 42024: 82023: 72022: 32021: 72020: 4

Analisis Pengaruh Kecepatan dan Beban Terhadap Panas Yang Dihasilkan Oleh Komponen Elektrik Sepeda Motor Listrik Konversi

2023 · Thesis ·

Kendaraan listrik merupakan kendaraan yang berpenggerak motor listrik sehingga menjadi ramah lingkungan dan dapat mengatasi masalah kelangkaan bahan bakar minyak. Pada kendaran listrik terdapat tiga komponen utama yakni baterai, kontroler dan motor listrik, dimana ketiga komponen ini memiliki rentang temperatur kerja pada saat beroperasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kecepatan dan beban terhadap panas yang dihasilkan baterai, kontroler, dan motor listrik pada proses pengkonversian sepeda motor bakar menjadi kendaraan listrik. Baterai yang digunakan jenis Lithium-Ion 72V, kontroler jenis Juken 10 EV dan motor listrik jenis BLDC 2 kW. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode pengujian dengan memvariasikan kecepatan dan beban. Hasilnya menunjukkan bahwa kecepatan dan beban mempengaruhi kenaikan temperatur sehingga masing-masing komponen terjadi perubahan nilai kalor. Kalor tertinggi yang dihasilkan oleh komponen baterai dan motor listrik terjadi pada beban 113 kg dan kecepatan 40 km/jam, dimana nilai kalor baterai adalah 14.128 Joule dan motor listrik 34.437 Joule. sedangkan untuk kontroler tidak mengalami perubahan nilai kalor karena adanya sistem pendingin pada kontroler. Electric vehicles become environmentally friendly and can overcome the problem of scarcity of fuel oil. In electric vehicles, there are three main components, namely batteries, controllers and electric motors, where these three components have a working temperature range when operating. The research aimed to determine the effect of speed and load on the heat generated by the battery, controller, and electric motor in the process of converting a combustion motorbike into an electric vehicle The battery used a 72V Lithium-lon type, Juken 10 EV type controller and 2 kW BLDC type electric motor. This research was conducted using a test method by varying the speed and load. The results showed that the speed and load affect the temperature rise, so each component changes the calorific value. The highest heat generated by the battery and electric motor components occurs at a load of 113 kg. and a speed of 40 km/h, where the calorific value of the battery is 14,128 joules and the electric motor was 34,437 joules. The controller did not change in calorific value due to the cooling system in the controller.

Asuhan keperawatan penyakit paru obstruktif kronis(ppok) di ruang dahlia rumah sakit umum daerah dr.H Jusuf SK kota Tarakan

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) adalah penyakit paru yang ditandai dengan adanya keterbatasan pada aliran udara yang bersifat progresif non reversible. PPOK dikaitkan dengan adanya inflamasi kronis saluran nafas dan parenkim paru sebagai hasil dari pajanan partikel dan gas berbahaya. Tujuan dalam penulisan karya tulis ilmiah ini yaitu melakukan Asuhan Keperawatan secara maksimal pada pasien PPOK. Metode dalam penelitian ini dengan pengumpulan data primer dan sekunder melalui observasi dan wawancara secara sistemastis. Hasil studi kasus dilakukan asuhan keperawatan selama 2 hari hingga 3 hari ditemukan diagnosis keperawatan pada kedua klien yaitu Bersihan jalan napas tidak efektif dan Intoleransi aktifitas. Berdasarkan hasil evaluasi dilakukan asuhan keperawatan pada kedua klien dapat teratasi sebagian dan dapat teratasi secara menyeluruh dengan tindakan implementasi keperawatan sesuai kebutuhan klien. Kesimpulan dari pelaksanaan asuhan keperawatan pada penelitian ini menunjukkan mengenai tindakan keperawatan memiliki berkaitan dengan proses penyembuhan secara optimal dalam mengurangi risiko komplikasi serta dapat menjadi rujukan dalam pembuatan asuhan keperawatan Medikal Bedah I pada pasien PPOK.

Asuhan keperawatan penyakit paru obstruktif kronis(ppok) di ruang dahlia rumah sakit umum daerah dr.H Jusuf SK kota Tarakan

2023 · Thesis ·

Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) adalah penyakit paru yang ditandai dengan adanya keterbatasan pada aliran udara yang bersifat progresif non reversible. PPOK dikaitkan dengan adanya inflamasi kronis saluran nafas dan parenkim paru sebagai hasil dari pajanan partikel dan gas berbahaya. Tujuan dalam penulisan karya tulis ilmiah ini yaitu melakukan Asuhan Keperawatan secara maksimal pada pasien PPOK. Metode dalam penelitian ini dengan pengumpulan data primer dan sekunder melalui observasi dan wawancara secara sistemastis. Hasil studi kasus dilakukan asuhan keperawatan selama 2 hari hingga 3 hari ditemukan diagnosis keperawatan pada kedua klien yaitu Bersihan jalan napas tidak efektif dan Intoleransi aktifitas. Berdasarkan hasil evaluasi dilakukan asuhan keperawatan pada kedua klien dapat teratasi sebagian dan dapat teratasi secara menyeluruh dengan tindakan implementasi keperawatan sesuai kebutuhan klien. Kesimpulan dari pelaksanaan asuhan keperawatan pada penelitian ini menunjukkan mengenai tindakan keperawatan memiliki berkaitan dengan proses penyembuhan secara optimal dalam mengurangi risiko komplikasi serta dapat menjadi rujukan dalam pembuatan asuhan keperawatan Medikal Bedah I pada pasien PPOK.

Pemberian Dosis Optimum Ekstrak Daun Karamunting (Melastoma malabathricum) dengan Frekuensi Penyuntikan Yang Berbeda Terhadap Pematangan Ovari Kepiting Bakau (Syclla sp.)

2023 · Book ·

Salah satu tumbuhan yang memiliki potensi sebagai sumber hormon adalah karamunting. Tumbuhan karamunting memiliki metabolisme sekunder yang terdiri dari saponin, tanin, triterpenoid, dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian frekuensi ekstrak daun karamunting optimum dengan frekuensi penyuntikan yang berbeda terhadap pematangan ovari kepiting bakau (Scylla sp). Pada penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan, yaitu (kontrol), P1 (pemberian ekstrak daun karamunting dengan satu kali injeksi), P2 (pemberian ekstrak daun karamunting dengan dua kali injeksi) dan P3 (pemberian ekstrak daun karamunting dengan tiga kali injeksi). Dosis penyuntikan yang diberikan adalah 1 mg/100 g. Parameter pengamatan terdiri dari morfologi ovari, nilai GSI, nilai HIS, survival rate dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan P3 memberikan hasil terbaik dengan nilai GSI sebesar 10,9%, HSI 2,3%, dan telah mencapai TKG IV. Pemberian ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) dengan frekuensi penyuntikan yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap proses pematangan ovari induk kepiting bakau dibandingkan dengan perlakukan kontrol.

Pemberian Dosis Optimum Ekstrak Daun Karamunting (Melastoma malabathricum) dengan Frekuensi Penyuntikan Yang Berbeda Terhadap Pematangan Ovari Kepiting Bakau (Syclla sp.)

2022 · Thesis ·

Salah satu tumbuhan yang memiliki potensi sebagai sumber hormon adalah karamunting. Tumbuhan karamunting memiliki metabolisme sekunder yang terdiri dari saponin, tanin, triterpenoid, dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian frekuensi ekstrak daun karamunting optimum dengan frekuensi penyuntikan yang berbeda terhadap pematangan ovari kepiting bakau (Scylla sp). Pada penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan, yaitu (kontrol), P1 (pemberian ekstrak daun karamunting dengan satu kali injeksi), P2 (pemberian ekstrak daun karamunting dengan dua kali injeksi) dan P3 (pemberian ekstrak daun karamunting dengan tiga kali injeksi). Dosis penyuntikan yang diberikan adalah 1 mg/100 g. Parameter pengamatan terdiri dari morfologi ovari, nilai GSI, nilai HIS, survival rate dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan P3 memberikan hasil terbaik dengan nilai GSI sebesar 10,9%, HSI 2,3%, dan telah mencapai TKG IV. Pemberian ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) dengan frekuensi penyuntikan yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap proses pematangan ovari induk kepiting bakau dibandingkan dengan perlakukan kontrol.

ANALISIS PENDAPATAN PEDAGANG DI TAMAN KOTA SEBELUM DAN SELAMA PANDEMI COVID-19 DI KOTA TARAKAN

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan pedagang di taman kota sebelum dan selama pandemi covid-19 di Kota Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dalam rangka pengumpulan data dengan mengambil populasi dan sampel sebanyak 60 responden berdasarkan data yang penulis ambil dilapangan. Teknik analisis yang digunakan adalah Uji T atau Uji Beda Dua Sampel Dependen Berpasangan dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya situasi pandemi covid-19 berpengaruh negative dan signifikan terhadap pendapatan pedagang ditaman kota khususnya di Kota Tarakan. Dimana ditunjukkan dengan nilai t hitung lebih besar dari t tabel (12,447 > 2,001). Serta nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari signifikan 0,05. Sehingga H_0 ditolak dan H_1 diterima, kesimpulannya adalah ada perbedaan yang signifikan antara pendapatan pedagang di taman kota sebelum dan selama pandemi covid-19 di kota tarakan.

ANALISIS PENDAPATAN PEDAGANG DI TAMAN KOTA SEBELUM DAN SELAMA PANDEMI COVID-19 DI KOTA TARAKAN

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan pedagang di taman kota sebelum dan selama pandemi covid-19 di Kota Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dalam rangka pengumpulan data dengan mengambil populasi dan sampel sebanyak 60 responden berdasarkan data yang penulis ambil dilapangan. Teknik analisis yang digunakan adalah Uji T atau Uji Beda Dua Sampel Dependen Berpasangan dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya situasi pandemi covid-19 berpengaruh negative dan signifikan terhadap pendapatan pedagang ditaman kota khususnya di Kota Tarakan. Dimana ditunjukkan dengan nilai t hitung lebih besar dari t tabel (12,447 > 2,001). Serta nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari signifikan 0,05. Sehingga H_0 ditolak dan H_1 diterima, kesimpulannya adalah ada perbedaan yang signifikan antara pendapatan pedagang di taman kota sebelum dan selama pandemi covid-19 di kota tarakan.

UJI PERTUMBUHAN TIGA KULTIVAR PADI SAWAH (Oryza sativa L.) MALINAU DENGAN DOSIS PUPUK NPK PHONSKA YANG BERBEDA

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pada tahun 2018 produksi padi di Indonesia mencapai 11.377. 934, 44 ton dan mengalami penurunan mencapai 10.677.877,15 ton pada tahun 2019. Sedangkan pada Provinsi Kalimantan Utara, data produksi padi yang dihasilkan pada tahun 2018 di kabupaten Malinau sebesar 8.230,39 ton sedangkan pada tahun 2019 sebesar 6. 564,07 ton. Penyebab menurunya produksi hasil panen padi yaitu kurang optimalnya pemberian pupuk. Pemupukan yang baik sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman padi, hal ini karena pupuk berperan dalam memberikan nutrisi pada tanah yang di gunakan sebagai media tanam. Mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK Phoska dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan tiga kultivar padi sawah (Oryza sativa L) Malinau. Jenis kultivar padi yang digunakan yaitu Unggul Lokal Malinau, Mente Susu dan Unggul Muncul dengan beberapa dosis pupuk NPK yaitu 34,7 g, 69,4 g dan 104,1 g. Pengaplikasian pupuk dilakukan secara bertahap dimana setiap pengaplikasian pupuk di berikan P0=sebagai kontrol (tanpa pembrian pupuk), P1=34,7. P2=69,4 dan P3=104,1 gram pada 2 MST ,4 MST dan 6 MST. Dengan cara memberikan langsung ke media tanam sesuai dengan dosis yang telah ditentukan. Hasil uji DMRT interaksi antara 3 Kultivar dan dosis pupuk diketahui bahwa dari ketiga kultivar (Unggul Lokal Malinau, Mente Susu dan Unggul Muncul) yang digunakan memiliki angka yang lebih baik dengan pemberian dosis pupuk 104,1 gram (P3) terhadap tinggi tanaman dan jumlah anakan. Sedangkan pada panjang daun hasil yang baik yaitu K1dan K3 (Unggul Lokal Malinau dan Unggul Muncul) dengan penggunaan dosis pupuk 69,4 gram (P2), kemudian pada K2 (Mente Susu) nilai kontrol (P0) lebih tinggi. Pada jumlah daun dikeathui bahwa K1 (Unggul Lokal Malinau) memiliki jumlah daun yang lebih banyak dengan pemberian dosis pupuk 104,1 gram (P3), kemudian K2 dan K3 (Mente Susu dan Unggul Muncul) lebih banyak menghasilkan daun dengan pemberian dosis pupuk 104,1 gram (P3). Kata Kunci : Pada tahun 2018 produksi padi di Indonesia mencapai 11.377. 934, 44 ton dan mengalami penurunan mencapai 10.677.877,15 ton pada tahun 2019. Sedangkan pada Provinsi Kalimantan Utara, data produksi padi yang dihasilkan pada tahun 2018 di kabupaten Malinau sebesar 8.230,39 ton sedangkan pada tahun 2019 sebesar 6. 564,07 ton. Penyebab menurunya produksi hasil panen padi yaitu kurang optimalnya pemberian pupuk. Pemupukan yang baik sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman padi, hal ini karena pupuk berperan dalam memberikan nutrisi pada tanah yang di gunakan sebagai media tanam. Mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK Phoska dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan tiga kultivar padi sawah (Oryza sativa L) Malinau. Jenis kultivar padi yang digunakan yaitu Unggul Lokal Malinau, Mente Susu dan Unggul Muncul dengan beberapa dosis pupuk NPK yaitu 34,7 g, 69,4 g dan 104,1 g. Pengaplikasian pupuk dilakukan secara bertahap dimana setiap pengaplikasian pupuk di berikan P0=sebagai kontrol (tanpa pembrian pupuk), P1=34,7. P2=69,4 dan P3=104,1 gram pada 2 MST ,4 MST dan 6 MST. Dengan cara memberikan langsung ke media tanam sesuai dengan dosis yang telah ditentukan. Hasil uji DMRT interaksi antara 3 Kultivar dan dosis pupuk diketahui bahwa dari ketiga kultivar (Unggul Lokal Malinau, Mente Susu dan Unggul Muncul) yang digunakan memiliki angka yang lebih baik dengan pemberian dosis pupuk 104,1 gram (P3) terhadap tinggi tanaman dan jumlah anakan. Sedangkan pada panjang daun hasil yang baik yaitu K1dan K3 (Unggul Lokal Malinau dan Unggul Muncul) dengan penggunaan dosis pupuk 69,4 gram (P2), kemudian pada K2 (Mente Susu) nilai kontrol (P0) lebih tinggi. Pada jumlah daun dikeathui bahwa K1 (Unggul Lokal Malinau) memiliki jumlah daun yang lebih banyak dengan pemberian dosis pupuk 104,1 gram (P3), kemudian K2 dan K3 (Mente Susu dan Unggul Muncul) lebih banyak menghasilkan daun dengan pemberian dosis pupuk 104,1 gram (P3). Rice production in Indonesia reached 11,377. 934.44 tons in 2018 and decreased to 10,677,877.15 tons in 2019. While in North Kalimantan Province, data on rice production produced in 2018 at Malinau Regency was 8,230.39 tons, and in 2019, it was 6,564.07 tons. The main cause of the production decline was the lack of optimal fertilizer application. Good fertilization affects the growth of rice plants, this is because fertilizer plays an important role in providing nutrients to the soil. By knowing the effect of applying NPK Phoska with different doses on the growth of three malinau rice cultivars (oryza sativa 1.). The types of rice cultivars used were Unggul Local Malinau, Cashew Milk and Unggul Muncul with several doses of NPK fertilizer, namely 34.7 g, 69.4 g and 104.1 g. Fertilizer application was carried out in stages where each application of fertilizer was given PO as a control (without fertilizer application), P1 34.7. P2 -69.4 and P3 = 104.1 grams at 2 MST ,4 MST and 6 MST. By giving directly to the planting medium based on predetermined doses The results of the DMRT interaction test between three rice cultivars and the doses of fertilizer showed that the three cultivars (Unggul Lokal Malinau, Mente Susu and Unggul Muncul) have better numbers with a fertilizer doses of 104.1 grams (P3) based on plant height and number of tillers. While on leaf length was KI and K3 (Local Superior Malinau and Unggul Muncul) with the use of a fertilizer dose of 69.4 grams (P2), then at K2 (Cashew Milk) the control value (PO) was higher. In the number of leaves, it was found that K1 (Local Superior Malinau) has more leaves with a dose of 104.1 grams of fertilizer (P3), then K2 and K3 (Mente Susu and Unggul Muncul) produced more leaves with a dose of 104 fertilizer, 1 gram (P3)

UJI PERTUMBUHAN TIGA KULTIVAR PADI SAWAH (Oryza sativa L.) MALINAU DENGAN DOSIS PUPUK NPK PHONSKA YANG BERBEDA

2021 · Thesis ·

Pada tahun 2018 produksi padi di Indonesia mencapai 11.377. 934, 44 ton dan mengalami penurunan mencapai 10.677.877,15 ton pada tahun 2019. Sedangkan pada Provinsi Kalimantan Utara, data produksi padi yang dihasilkan pada tahun 2018 di kabupaten Malinau sebesar 8.230,39 ton sedangkan pada tahun 2019 sebesar 6. 564,07 ton. Penyebab menurunya produksi hasil panen padi yaitu kurang optimalnya pemberian pupuk. Pemupukan yang baik sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman padi, hal ini karena pupuk berperan dalam memberikan nutrisi pada tanah yang di gunakan sebagai media tanam. Mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK Phoska dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan tiga kultivar padi sawah (Oryza sativa L) Malinau. Jenis kultivar padi yang digunakan yaitu Unggul Lokal Malinau, Mente Susu dan Unggul Muncul dengan beberapa dosis pupuk NPK yaitu 34,7 g, 69,4 g dan 104,1 g. Pengaplikasian pupuk dilakukan secara bertahap dimana setiap pengaplikasian pupuk di berikan P0=sebagai kontrol (tanpa pembrian pupuk), P1=34,7. P2=69,4 dan P3=104,1 gram pada 2 MST ,4 MST dan 6 MST. Dengan cara memberikan langsung ke media tanam sesuai dengan dosis yang telah ditentukan. Hasil uji DMRT interaksi antara 3 Kultivar dan dosis pupuk diketahui bahwa dari ketiga kultivar (Unggul Lokal Malinau, Mente Susu dan Unggul Muncul) yang digunakan memiliki angka yang lebih baik dengan pemberian dosis pupuk 104,1 gram (P3) terhadap tinggi tanaman dan jumlah anakan. Sedangkan pada panjang daun hasil yang baik yaitu K1dan K3 (Unggul Lokal Malinau dan Unggul Muncul) dengan penggunaan dosis pupuk 69,4 gram (P2), kemudian pada K2 (Mente Susu) nilai kontrol (P0) lebih tinggi. Pada jumlah daun dikeathui bahwa K1 (Unggul Lokal Malinau) memiliki jumlah daun yang lebih banyak dengan pemberian dosis pupuk 104,1 gram (P3), kemudian K2 dan K3 (Mente Susu dan Unggul Muncul) lebih banyak menghasilkan daun dengan pemberian dosis pupuk 104,1 gram (P3). Kata Kunci : Pada tahun 2018 produksi padi di Indonesia mencapai 11.377. 934, 44 ton dan mengalami penurunan mencapai 10.677.877,15 ton pada tahun 2019. Sedangkan pada Provinsi Kalimantan Utara, data produksi padi yang dihasilkan pada tahun 2018 di kabupaten Malinau sebesar 8.230,39 ton sedangkan pada tahun 2019 sebesar 6. 564,07 ton. Penyebab menurunya produksi hasil panen padi yaitu kurang optimalnya pemberian pupuk. Pemupukan yang baik sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman padi, hal ini karena pupuk berperan dalam memberikan nutrisi pada tanah yang di gunakan sebagai media tanam. Mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK Phoska dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan tiga kultivar padi sawah (Oryza sativa L) Malinau. Jenis kultivar padi yang digunakan yaitu Unggul Lokal Malinau, Mente Susu dan Unggul Muncul dengan beberapa dosis pupuk NPK yaitu 34,7 g, 69,4 g dan 104,1 g. Pengaplikasian pupuk dilakukan secara bertahap dimana setiap pengaplikasian pupuk di berikan P0=sebagai kontrol (tanpa pembrian pupuk), P1=34,7. P2=69,4 dan P3=104,1 gram pada 2 MST ,4 MST dan 6 MST. Dengan cara memberikan langsung ke media tanam sesuai dengan dosis yang telah ditentukan. Hasil uji DMRT interaksi antara 3 Kultivar dan dosis pupuk diketahui bahwa dari ketiga kultivar (Unggul Lokal Malinau, Mente Susu dan Unggul Muncul) yang digunakan memiliki angka yang lebih baik dengan pemberian dosis pupuk 104,1 gram (P3) terhadap tinggi tanaman dan jumlah anakan. Sedangkan pada panjang daun hasil yang baik yaitu K1dan K3 (Unggul Lokal Malinau dan Unggul Muncul) dengan penggunaan dosis pupuk 69,4 gram (P2), kemudian pada K2 (Mente Susu) nilai kontrol (P0) lebih tinggi. Pada jumlah daun dikeathui bahwa K1 (Unggul Lokal Malinau) memiliki jumlah daun yang lebih banyak dengan pemberian dosis pupuk 104,1 gram (P3), kemudian K2 dan K3 (Mente Susu dan Unggul Muncul) lebih banyak menghasilkan daun dengan pemberian dosis pupuk 104,1 gram (P3). Rice production in Indonesia reached 11,377. 934.44 tons in 2018 and decreased to 10,677,877.15 tons in 2019. While in North Kalimantan Province, data on rice production produced in 2018 at Malinau Regency was 8,230.39 tons, and in 2019, it was 6,564.07 tons. The main cause of the production decline was the lack of optimal fertilizer application. Good fertilization affects the growth of rice plants, this is because fertilizer plays an important role in providing nutrients to the soil. By knowing the effect of applying NPK Phoska with different doses on the growth of three malinau rice cultivars (oryza sativa 1.). The types of rice cultivars used were Unggul Local Malinau, Cashew Milk and Unggul Muncul with several doses of NPK fertilizer, namely 34.7 g, 69.4 g and 104.1 g. Fertilizer application was carried out in stages where each application of fertilizer was given PO as a control (without fertilizer application), P1 34.7. P2 -69.4 and P3 = 104.1 grams at 2 MST ,4 MST and 6 MST. By giving directly to the planting medium based on predetermined doses The results of the DMRT interaction test between three rice cultivars and the doses of fertilizer showed that the three cultivars (Unggul Lokal Malinau, Mente Susu and Unggul Muncul) have better numbers with a fertilizer doses of 104.1 grams (P3) based on plant height and number of tillers. While on leaf length was KI and K3 (Local Superior Malinau and Unggul Muncul) with the use of a fertilizer dose of 69.4 grams (P2), then at K2 (Cashew Milk) the control value (PO) was higher. In the number of leaves, it was found that K1 (Local Superior Malinau) has more leaves with a dose of 104.1 grams of fertilizer (P3), then K2 and K3 (Mente Susu and Unggul Muncul) produced more leaves with a dose of 104 fertilizer, 1 gram (P3)

POTENSI MUSUH ALAMI PADA PENGELOLAAN TANAMAN PADI DI AREAL WILAYAH DAS SESAYAP KABUPATEN TANA TIDUNG

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

natural enemies' potential as natural controller in sesayap DAS area of Tana Tidung district must be investigated. the purpose of this study was to identify the most common form of natural enemy and the relationship between natural enemies and rice farming locations in the DAS Sesayap, particularly in tana tidung regency. data was collected from tideng pale, gunawan, sesayap hilir, rian, and tana merah. traps, swing nets, and yellow tray traps were used to sample each place five times. the results revealed that the insect group's natural enemies included 32 families, 44 genera, 44 species, and 836 individuals there were 11 families 12 genera, 13 species , and 347 individual species in the araneae family. delichoderus taschenbergi (24,7%) was the most numerous predatory insect species, followed by chlaenius nigricans (19,9%) and anoplolepis gracilipes (17,8%). predator natural adversaries were frequently linked to gunawan and rian's places. meanwhile, the site of bandan bikis had a corellations with parasitoid natural enemies. furthermore, natural enemies had a weaker relationship with the tana merah and tideng pale places than with other sites.

PENGARUH HARGA, LOKASI DAN FASILITAS TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN DI OBJEK WISATA KAWASAN KONSERVASI MANGROVE BEKANTAN KOTA TARAKAN

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH HARGA, LOKASI DAN FASILITAS TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN DI OBJEK WISATA KAWASAN KONSERVASI MANGROVE BEKANTAN KOTA TARAKAN DI KOTA TARAKAN Lenaoctavia Lewandi Dr. Syaiful Anwar, S.E.,M.Si Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa kuesioner. Selanjutnya penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan statistik untuk mengetahui variabel independen terhadap variabel dependennya. Hasil penlitian menunjukkan Pengaruh harga terhadap variabel keputusan berkunjung diperoleh nilai t-hitung sebesar (5,797) > t-tabel (1,655) dan nilai Sig (0,000) (0,05), artinnya Harga berpengaruh terhadap Keputusan berkunjung secara parsial. Pengaruh lokasi terhadap variabel keputusan berkunjung diperoleh nilai t-hitung sebesar (1,085) t-tabel (1,655) dan nilai Sig (0,742) > (0,05), artinya Lokasi tidak berpengaruh terhadap Keputusan berkunjung secara parsial Pengaruh fasilitas terhadap variabel keputusan berkunjung diperoleh nilai t-hitung sebesar (2,275) > t-tabel (1,655) dan nilai Sig (0,024) (0,05), artinya Fasilitas berpengaruh terhadap Kepuusan berkunjung secara parsial. Secara simultan, nilai F hitung (20,236) > F tabel (2,47) dan nilai Sig F hitung lebih besar (0,000 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa semua variabel bebas yaitu harga, lokasi, dan fasilitas berpengaruh terhadap variabel keputusan berkunjung secara simultan. Koefisen determinasi, nilai R-Square adalah sebesar 0,294,hal ini menunjukkan variabel harga, lokasi, dan fasilitas mempengaruhi keputusan berkunjung sebasar 29,4% sedangkan sisanya 70,6%, dipengaruhi oleh variabel lain di luar model regresi.

KAJIAN NERACA AIR DI WILYAH KOTA TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2021 · Thesis ·

Swandi Ariyanto .S 15201010041. Kajian Neraca Air Di Wilayah Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Dibimbing oleh Sudirman Sirait. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui neraca air dengan metode Thornthwaite dan Mather di wilayah Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara periode 2010-2019. Manfaat penelitian ini dapat memberikan informasi mengenai neraca air, perencanaan upaya pengelolan limpasan dan pengisian air tanah di wilayah Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu studi pustaka, pengumpulan data, pengolahan dan anlisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama priode 2010-2019 wilayah Kota Tarakan memiliki nilai curah hujan andalan sebesar 3685.4 mm, nilai ETp rata-rata 39.75 mm, nilai CHlebih 3208.4 mm, limpasan 1744.81 mm dan pengisian air tanah 1463,6 mm. Hasil perhitungan nilai STo tertimbang adalah 87.88, Kc tertimbang 0.36 mm dan nilai C tertimbang 0.54 mm.

PENGARUH AKTIVITAS BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA HANG TUAH TARAKAN

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pengaruh aktivitas belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas X SMA Hang Tuah Tarakan. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitaif dengan metode survey. Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2020/2021. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X yang terdiri dari 6 kelas. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 135 siswa diambil dengan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi linear sederhana. Adapun indikator aktovitas belajar pada penelitian ini yaitu: 1) Aktivitas visual, 2) Aktivitas lisan, 3) Aktivitas mendengarkan, 4) Aktivitas menulis, 5) Aktivitas Metrik dan 6) Aktivitas mental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh secara signifikan aktivitas belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa. Adapun presentase kategori pada aktivitas belajar yaitu , pada kategori rendah sebesar 53,33%. Untuk prestasi belajar berada pada kategori cukup yaitu sebesar 40,74%. Dalam analisis regresi sederhana terdapat pengaruh secara signifikan aktivitas belajar terhadap prestasi belajar matematika dengan persamaan regresi Ŷ=-24,784+1,080 X. Aktivitas belajar memberikan pengaruh sebesar 75% terhadap prestasi belajar matematika siswa.

Pengaruh Pemberian probiotik EM-4 pada pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan nila (Oreochromis niloticus)

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Ikan nila merupakan salah satu hasil budidaya air tawar yang diminati masyarakat karena memiliki keunggulan yaitu memiliki rasa yang spesifik, daging padat dan mudah didapatkan serta harga yang relatif murah. Namun budidaya ikan nila memiliki kelemahan yaitu penggunaan pakan yang menghabiskan 60-70 % dari total produksi yang dikeluarkan. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik EM-4 pada pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan nila. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Penelitian ini dilakukan selama 35 hari. Hasil uji menunjukan pertumbuhan berat mutlak dan berat spesifik tidak berbeda nyata (p>0,05) namun berbeda nyata terhadap panjang mutlak ikan nila (p0,05). Pertumbuhan relatif tertinggi terdapat pada perlakuan 0,5 ml/50g (P3) dengan berat rata-rata 3,58 gram dan terendah terdapat pada perlakuan Kontrol (tanpa probiotik) dengan berat rata-rata 2,51 gram. Laju pertumbuhan spesifik tertinggi terdapat pada perlakuan 0,5 ml/50g (P3) dengan berat rata-rata 3,51 gram dan terendah pada perlakuan kontrol (tanpa probiotik) dengan berat rata-rata 2,88 gram. Pertumbuhan panjang tertinggi terdapat pada perlakuan 0,5 ml/50g dengan panjang rata-rata 2,47 cm dan terendah terdapat pada perlakuan kontrol (tanpa probiotik) dengan panjang rata-rata 1,92 cm. Kondisi kualitas air, suhu, pH, DO dan amoniak masih dalam kisaran normal.

Pengaruh Pemberian probiotik EM-4 pada pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan nila (Oreochromis niloticus)

2020 · Thesis ·

Ikan nila merupakan salah satu hasil budidaya air tawar yang diminati masyarakat karena memiliki keunggulan yaitu memiliki rasa yang spesifik, daging padat dan mudah didapatkan serta harga yang relatif murah. Namun budidaya ikan nila memiliki kelemahan yaitu penggunaan pakan yang menghabiskan 60-70 % dari total produksi yang dikeluarkan. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik EM-4 pada pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan nila. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Penelitian ini dilakukan selama 35 hari. Hasil uji menunjukan pertumbuhan berat mutlak dan berat spesifik tidak berbeda nyata (p>0,05) namun berbeda nyata terhadap panjang mutlak ikan nila (p0,05). Pertumbuhan relatif tertinggi terdapat pada perlakuan 0,5 ml/50g (P3) dengan berat rata-rata 3,58 gram dan terendah terdapat pada perlakuan Kontrol (tanpa probiotik) dengan berat rata-rata 2,51 gram. Laju pertumbuhan spesifik tertinggi terdapat pada perlakuan 0,5 ml/50g (P3) dengan berat rata-rata 3,51 gram dan terendah pada perlakuan kontrol (tanpa probiotik) dengan berat rata-rata 2,88 gram. Pertumbuhan panjang tertinggi terdapat pada perlakuan 0,5 ml/50g dengan panjang rata-rata 2,47 cm dan terendah terdapat pada perlakuan kontrol (tanpa probiotik) dengan panjang rata-rata 1,92 cm. Kondisi kualitas air, suhu, pH, DO dan amoniak masih dalam kisaran normal.