Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: DAS sesayap
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

POTENSI MUSUH ALAMI PADA PENGELOLAAN TANAMAN PADI DI AREAL WILAYAH DAS SESAYAP KABUPATEN TANA TIDUNG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

natural enemies' potential as natural controller in sesayap DAS area of Tana Tidung district must be investigated. the purpose of this study was to identify the most common form of natural enemy and the relationship between natural enemies and rice farming locations in the DAS Sesayap, particularly in tana tidung regency. data was collected from tideng pale, gunawan, sesayap hilir, rian, and tana merah. traps, swing nets, and yellow tray traps were used to sample each place five times. the results revealed that the insect group's natural enemies included 32 families, 44 genera, 44 species, and 836 individuals there were 11 families 12 genera, 13 species , and 347 individual species in the araneae family. delichoderus taschenbergi (24,7%) was the most numerous predatory insect species, followed by chlaenius nigricans (19,9%) and anoplolepis gracilipes (17,8%). predator natural adversaries were frequently linked to gunawan and rian's places. meanwhile, the site of bandan bikis had a corellations with parasitoid natural enemies. furthermore, natural enemies had a weaker relationship with the tana merah and tideng pale places than with other sites.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

INVENTARISASI HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN PADI DI WILAYAH DAS SESAYAP KABUPATEN TANA TIDUNG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengetahuan tentang data hama dan penyakit tanaman padi merupakan bagian penting dari strategi pengendalian organisme pengganggu tersebut (OPT). Penelitian ini bertujuan; (1) mengetahui jenis hama dan penyakit yang dominan pada tanaman padi, serta upaya pengendalian hama dan penyakit pada tanaman padi di wilayah DAS Sesayap, khususnya Kabupaten Tana Tidung. Lokasi pengambilan data di Tideng Pale, Gunawan, Sesayap Hilir, Rian, dan Tana Merah. Tiap-tiap lokasi dilakukan pengambilan sampel sebanyak 5 (lima) titik dengan menggunakan perangkap jebak, perangkap nampan kuning, dan wawancara. Serta, pengamatan langsung terhadap gejala penyakit dan pengelolaan OPT. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 15 spesies hama kelompok insekta, 4 hama non insekta, dan 2 gejala penyakit. Nilai indeks kekayaan (R), kemerataan (E), dan keankeragaman (H’) hama insekta tertinggi di lokasi Gunawan (R=2.74., E=0.84, dan H’=2.27). Indeks kesamaan menunjukkan Tideng Pale dan Gunawan memiliki kesamaan komposisi spesies tertinggi (100%). Spesies Leptocorisa oratoria (walang sangit) dan Arphia conspersa (belalang) memiliki hubungan erat dengan habitat di Tideng Pale dan Gunawan. Penyakit tanaman bercak coklat tertinggi di Tana Merah, dengan nilai intensitas kerusakan tidak mutlak sebesar 79.2%. Selanjutnya, pengelolaan dilakukan dengan pemilihan benih, pemupukan, pengaturan jarak tanam, dan penggunaan pestisida yang masih bertumpu pada penggunaan pestisida sintetik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail