Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

SH

303 karya publik ditemukan.

2026: 782025: 662024: 532023: 522022: 312021: 122020: 10

PERAN LEMBAGA ADAT SEBAGAI MEDIATOR DALAM PENYELESAIAN SENGKETA BATAS DESA DI KABUPATEN MALINAU

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penyelesaian persoalan yang dilakukan oleh lembaga adat dilakukan secara nonlitigasi, penyelesaiannya dilakukan diluar pengadilan dengan menggunakan hukum adat sebagai dasar hukumnya, termasuk dalam penyelesaian sengketa batas Desa di Kabupaten Malinau. Lembaga adat, dalam konteks ini, memiliki posisi strategis karena memegang legitimasi sosial dan historis di mata masyarakat adat. Dalam berbagai kasus, lembaga adat berperan sebagai mediator atau fasilitator dalam upaya penyelesaian sengketa, dengan pendekatan yang lebih fleksibel, komunikatif, dan berlandaskan pada prinsip keadilan restoratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kedudukan lembaga adat dan eksistensi dalam mediasi terhadap kasus sengketa batas desa di Kabupaten Malinau adalah Berdasarkan dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa pada Pasal 95 menjelaskan bahwa pemerintah desa dan masyarakat desa dapat membentuk lembaga adat desa. Sementara pada Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2018 mengatur bahwa lembaga adat desa dapat dibentuk oleh pemerintah desa dan masyarakat desa dengan memenuhi persyaratan berasaskan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, aktif mengembangkan nilai dan adat istiadat setempat, berkedudukan di desa setempat, keberadaannya bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat desa, memiliki kepengurusan yang tetap, memiliki sekretariat yang bersifat tetap, dan tidak berafiliasi kepada partai politik. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kekuatan kesepakatan dan mediasi yang dilakukan lembaga adat dalam penyelesaian kasus sengketa batas desa di Kabupaten Malinau, adalah melalui proses negosiasi baik di tingkat desa maupun antardesa, keberadaan tokoh-tokoh masyarakat yang melakukan peran utama dalam penyelesaian sengketa batas desa. Di tingkat desa penyelesaian sengketa dilaksanakan melalui musyawarah untuk membahas permasalahan batas dengan desa tetangga dan mencari alternatif yang dapat diterima oleh seluruh masyarakat

BURDEN DAN STRATEGI KOPING FAMILY CAREGIVER PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE YANG MENJALANI HEMODIALISIS

2026 · Thesis ·

Chronic Kidney Disease, penyakit kronis yang memerlukan hemodialisis jangka panjang dan berdampak pada family caregiver. Tuntutan perawatan berkelanjutan dapat menimbulkan beban finansial, fisik, sosial, emosional, dan perawatan, serta diperlukan strategi koping yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi burden family caregiver dan strategi koping family caregiver pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisis. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross sectional deskriptif. Kuesioner Zarit Burden Interview (ZBI) digunakan untuk mengukur burden family caregiver dan kuesioner Brief Cope digunakan untuk mengukur strategi koping family caregiver. Sampel penelitian berjumlah 133 responden yang mendampingi pasien hemodialisis dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami burden ringan sebanyak 84 responden (63,2%) dan strategi koping yang paling banyak digunakan yaitu emotion-focused coping dengan nilai median 24 (minimum 13 dan maksimum 34). Sebagian besar family caregiver pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisis mengalami burden pada tingkat ringan dan cenderung menggunakan emotion-focused coping sebagai strategi utama dalam menghadapi tuntutan perawatan jangka panjang.

Tingkat Efektivitas Tepung Maggot Dengan Tepung Ikan Sebagai Pakan Alternatif Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Bandeng (Chanos chanos)

2026 · Book ·

Ikan bandeng (Chanos chanos) merupakan komoditas perikanan air payau bernilai ekonomi tinggi yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Salah satu kendala utama dalam budidaya ikan bandeng adalah tingginya biaya pakan akibat ketergantungan terhadap tepung ikan sebagai sumber protein. Tepung maggot dari larva Black Soldier Fly (Hermetia illucens) berpotensi menjadi alternatif sumber protein karena kandungan nutrisinya yang tinggi dan mudah diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan tepung maggot dan tepung ikan, baik secara tunggal maupun kombinasi, terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan bandeng. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, yaitu A (tepung maggot 100%), B (maggot 75% + tepung ikan 25%), C (maggot 50% + tepung ikan 50%), D (maggot 25% + tepung ikan 75%), dan E (tepung ikan 100%) sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan D memberikan hasil terbaik dengan pertumbuhan berat mutlak 0,038 g, panjang mutlak 2,0 cm, nilai FCR 0,99, dan tingkat kelangsungan hidup 85%. Uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada pertumbuhan berat, panjang, dan FCR, sedangkan tingkat kelangsungan hidup tidak berbeda nyata. Disimpulkan bahwa kombinasi tepung maggot 25% dan tepung ikan 75% merupakan formulasi pakan terbaik yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan ikan bandeng. Tepung maggot dapat digunakan sebagai bahan pakan alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap tepung ikan tanpa menurunkan performa pertumbuhan.

FEAR OF MISSING OUT DAN DAMPAK DARI IMPULSIVE BUYING BEHAVIOR DI ERA DIGITAL: BUKTI DARI NEGARA INDONESIA DAN MALAYSIA

2026 · Book ·

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Fear of Missing Out, Social Media Engagement, dan Digital Advertising Exposure terhadap Impulsive Buying Behavior dengan Emotional Arousal sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner tertutup berskala Likert lima poin, yang disebarkan kepada 250 responden pengguna aktif media sosial dan e-commerce di Indonesia dan Malaysia dengan teknik non-purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fear of Missing Out berpengaruh positif dan signifikan terhadap Emotional Arousal dan Impulsive Buying Behavior. Emotional Arousal berpengaruh positif terhadap Impulsive Buying Behavior serta berperan sebagai mediator dalam hubungan antara Fear of Missing Out dan Impulsive Buying, sementara Social Media Engagement dan Digital Advertising Exposure juga berpengaruh positif terhadap Emotional Arousal, dan Digital Advertising Exposure tidak berpengaruh langsung terhadap Impulsive Buying Behavior. Penelitian ini merekomendasikan agar penelitian selanjutnya menambahkan variabel moderasi seperti self-control, atau mindfulness, serta memperluas cakupan responden guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perilaku pembelian impulsif di era digital.

THE EFFECT OF COMMUNICATIVE LANGUAGE TEACHING METHOD IN IMPROVING THE STUDENTS ENGLISH SPEAKING SKILLS AT EIGHTH GRADE OF SMP MUHAMMADIYAH 2 TARAKAN

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This study aims to examine the effectiveness of the Communicative Language Teaching (CLT) method, using role-play activities with random cards, on the speaking skills of eighth-grade students at SMP Muhammadiyah 2 Tarakan. The research method used was quantitative with a quasi-experimental design. The research sample consisted of 42 students divided into an experimental class (20 students) and a control class (22 students). The research instrument used was a speaking test covering five aspects: pronunciation, grammar, vocabulary, fluency, and comprehension. The results showed a significant increase in the experimental class, with a mean score of 23.40 to 52.40, while the control class only increased from 25.45 to 28.73. The Mann-Whitney U test showed a p-value of 0.000 ( 0.05), with the mean rank of the experimental class (31.40) being much higher than that of the control class (12.50). In addition, the effect size test results showed a value of -0.7755, which is categorised as a High Effect or significant influence. It proved that the application of CLT through role play is effective in improving students' speaking skills compared to conventional methods.

FEAR OF MISSING OUT DAN DAMPAK DARI IMPULSIVE BUYING BEHAVIOR DI ERA DIGITAL: BUKTI DARI NEGARA INDONESIA DAN MALAYSIA

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Fear of Missing Out, Social Media Engagement, dan Digital Advertising Exposure terhadap Impulsive Buying Behavior dengan Emotional Arousal sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner tertutup berskala Likert lima poin, yang disebarkan kepada 250 responden pengguna aktif media sosial dan e-commerce di Indonesia dan Malaysia dengan teknik non-purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fear of Missing Out berpengaruh positif dan signifikan terhadap Emotional Arousal dan Impulsive Buying Behavior. Emotional Arousal berpengaruh positif terhadap Impulsive Buying Behavior serta berperan sebagai mediator dalam hubungan antara Fear of Missing Out dan Impulsive Buying, sementara Social Media Engagement dan Digital Advertising Exposure juga berpengaruh positif terhadap Emotional Arousal, dan Digital Advertising Exposure tidak berpengaruh langsung terhadap Impulsive Buying Behavior. Penelitian ini merekomendasikan agar penelitian selanjutnya menambahkan variabel moderasi seperti self-control, atau mindfulness, serta memperluas cakupan responden guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perilaku pembelian impulsif di era digital.

Tingkat Efektivitas Tepung Maggot Dengan Tepung Ikan Sebagai Pakan Alternatif Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Bandeng (Chanos chanos)

2026 · Thesis ·

Ikan bandeng (Chanos chanos) merupakan komoditas perikanan air payau bernilai ekonomi tinggi yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Salah satu kendala utama dalam budidaya ikan bandeng adalah tingginya biaya pakan akibat ketergantungan terhadap tepung ikan sebagai sumber protein. Tepung maggot dari larva Black Soldier Fly (Hermetia illucens) berpotensi menjadi alternatif sumber protein karena kandungan nutrisinya yang tinggi dan mudah diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan tepung maggot dan tepung ikan, baik secara tunggal maupun kombinasi, terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan bandeng. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, yaitu A (tepung maggot 100%), B (maggot 75% + tepung ikan 25%), C (maggot 50% + tepung ikan 50%), D (maggot 25% + tepung ikan 75%), dan E (tepung ikan 100%) sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan D memberikan hasil terbaik dengan pertumbuhan berat mutlak 0,038 g, panjang mutlak 2,0 cm, nilai FCR 0,99, dan tingkat kelangsungan hidup 85%. Uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada pertumbuhan berat, panjang, dan FCR, sedangkan tingkat kelangsungan hidup tidak berbeda nyata. Disimpulkan bahwa kombinasi tepung maggot 25% dan tepung ikan 75% merupakan formulasi pakan terbaik yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan ikan bandeng. Tepung maggot dapat digunakan sebagai bahan pakan alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap tepung ikan tanpa menurunkan performa pertumbuhan.

ANALISIS FAKTOR KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPAS PADA SISWA KELAS III-B SDN 017 TARAKAN

2026 · Book ·

Kesulitan ini muncul karena siswa yang kurang dalam memahami materi atau konsep dan juga media pembelajaran yang kurang memadai, seperti penggunaan gambar dan benda konkret. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab kesulitan belajar siswa dalam pembelajaran IPAS pada siswa kelas III-B SDN 017 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sampel data dari penelitian ini sebanyak 6 siswa, yang mana peneliti mengambil berdasarkan nilai terendah siswa pada materi metamorfosis. Data dalam penelitian dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, angket, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor internal yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa meliputi, sikap siswa positif terlihat dari aktifnya mereka bertanya dan menyelesaikan tugas, meskipun ada yang cenderung pasif. Minat siswa berada di tingkat sedang, meningkat saat ada penggunaan media menarik, tetapi menurun ketika materi sulit atau membosankan. Motivasi siswa juga bervariasi, banyak yang semangat dan tekun, namun beberapa kurang aktif. Faktor eksternal meliputi, lingkungan belajar umumnya mendukung, meski ada masalah seperti silau cahaya yang mengganggu fokus. Metode ceramah yang sering digunakan membuat siswa bosan sehingga partisipasi siswa menjadi kurang di dalam pembelajaran. Fasilitas pembelajaran seperti video pembelajaran dan gambar sudah digunakan, namun untuk alat peraga masih kurang dalam penggunaannya sehingga pembelajaran masih kurang optimal. Guru diharapkan dapat mengelola metode dan fasilitas pembelajaran agar siswa tidak kesulitan dalam memahami materi IPAS.

Peran Guru Dalam Meningkatkan Minat Membaca Siswa Kelas III-C SDN 006 Tarakan

2026 · Book ·

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam meningkatkan minat membaca siswa kelas III-C di SDN 006 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder, dan informan pada penelitian ini meliputi guru wali kelas III- C dan 4 siswa kelas III-C. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk minat membaca siswa. Yaitu sebagai kreator, guru mengadakan kegiatan membaca sepuluh menit dan lomba membaca. Fasilitator memberikan kemudahan kepada siswa dalam membaca dengan menyediakan fasilitas untuk mempermudah membaca siswa. Motivator memberikan penguatan kepada siswa agar dapat menimbulkan dorongan dan semangat dalam membaca dan Evaluator membantu siswa dengan mengadakan evaluasi terhadap minat membaca siswa.

ANALISIS FAKTOR KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPAS PADA SISWA KELAS III-B SDN 017 TARAKAN

2026 · Thesis ·

Kesulitan ini muncul karena siswa yang kurang dalam memahami materi atau konsep dan juga media pembelajaran yang kurang memadai, seperti penggunaan gambar dan benda konkret. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab kesulitan belajar siswa dalam pembelajaran IPAS pada siswa kelas III-B SDN 017 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sampel data dari penelitian ini sebanyak 6 siswa, yang mana peneliti mengambil berdasarkan nilai terendah siswa pada materi metamorfosis. Data dalam penelitian dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, angket, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor internal yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa meliputi, sikap siswa positif terlihat dari aktifnya mereka bertanya dan menyelesaikan tugas, meskipun ada yang cenderung pasif. Minat siswa berada di tingkat sedang, meningkat saat ada penggunaan media menarik, tetapi menurun ketika materi sulit atau membosankan. Motivasi siswa juga bervariasi, banyak yang semangat dan tekun, namun beberapa kurang aktif. Faktor eksternal meliputi, lingkungan belajar umumnya mendukung, meski ada masalah seperti silau cahaya yang mengganggu fokus. Metode ceramah yang sering digunakan membuat siswa bosan sehingga partisipasi siswa menjadi kurang di dalam pembelajaran. Fasilitas pembelajaran seperti video pembelajaran dan gambar sudah digunakan, namun untuk alat peraga masih kurang dalam penggunaannya sehingga pembelajaran masih kurang optimal. Guru diharapkan dapat mengelola metode dan fasilitas pembelajaran agar siswa tidak kesulitan dalam memahami materi IPAS.

Deskripsi Peran Guru Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Kelas V-A Melalui Tata Tertib Di SDN 006 Tarakan

2026 · Book ·

Disiplin merupakan sikap mental yang dimiliki oleh individu dalam mengatur diri dan hakikatnya mencerminkan rasa ketaatan dan kepatuhan dalam menaati peraturan-peraturan yang ada guna meningkatkan karakter moral dan nilai-nilai yang baik dalam diri individu. Oleh karena itu kedisiplinan itu sangatlah penting diterapkan dimanapun khususnya di lingkungan sekolah. Dalam kaitan ini maka dibutuhkan peran guru dalam meningkatkan karakter kedisiplinan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam meningkatkan kedisiplinan siswa kelas V-A melalui tata tertib di SDN 006 Tarakan. Untuk mencapai tujuan diatas, digunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Instrumen kunci dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi dokumen. Adapun tahapan analisis data dilakukan dengan cara yaitu: 1) data reduction, 2) data display, 3) conclusion. Dari hasil penelitian ini dapat dipahami bahwa dalam meningkatkan kedisiplinan siswa dibutuhkan peran aktif guru yaitu peran guru sebagai pendidik dan pengajar, peran guru sebagai model dan teladan, peran guru sebagai motivator, peran guru sebagai pembimbing dan evaluator.

ANALISIS FAKTOR MUAT (LOAD FACTOR) TERHADAP KONDISI ARUS NORMAL DAN ARUS PUNCAK PADA SPEEDBOAT TARAKAN – TANJUNG SELOR (Studi Pada Pelabuhan Tengkayu I Kota Tarakan)

2026 · Book ·

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor muat (load factor) pada transportasi laut speedboat rute Tarakan – Tanjung Selor, khususnya pada dua kondisi operasional yaitu arus puncak dan arus normal. Fokus penelitian berada di Pelabuhan Tengkayu I Kota Tarakan. Latar belakang dari studi ini adalah pentingnya efisiensi transportasi laut sebagai penunjang mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi wilayah. Load factor menjadi indikator utama dalam menilai efisiensi penggunaan kapasitas angkut speedboat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui observasi lapangan dan dokumentasi manifest penumpang. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan load factor antara kondisi arus puncak dan arus normal. Pada arus puncak, tingkat keterisian penumpang mendekati kapasitas maksimal, sedangkan pada arus normal tingkat keterisian cenderung lebih rendah. Temuan ini memberikan implikasi terhadap pengelolaan jadwal keberangkatan dan strategi tarif yang dapat diterapkan operator agar operasional speedboat lebih efisien dan ekonomis. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pihak pengelola pelabuhan, operator transportasi laut, dan pemangku kebijakan dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi antar wilayah.

Hubungan Strategi Koping Dengan Resiliensi Pada Mahasiswa Baru Rantau Universitas Borneo Tarakan

2026 · Book ·

Mahasiswa rantau menghadapi berbagai tantangan adaptasi, seperti tekanan akademik, perubahan lingkungan, dan keterbatasan dukungan sosial, yang dapat menurunkan kemampuan penyesuaian diri. Strategi koping yang efektif diperlukan agar mahasiswa mampu mempertahankan resiliensi dalam menghadapi situasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara strategi koping dengan resiliensi pada mahasiswa rantau di Universitas Borneo Tarakan. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 1.211 responden, dengan sampel berjumlah 300 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling dan instrumen berupa kuesioner strategi koping (Brief-COPE) serta kuesioner resiliensi (CD-RISC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa rantau Universitas Borneo Tarakan, mayoritas berjenis kelamin perempuan dan berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Sebagian besar menggunakan strategi koping adaptif (80,7%), sementara tingkat resiliensi terbagi merata antara kategori tinggi dan rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara strategi koping dan tingkat resiliensi (p = 0,001). Mahasiswa yang menggunakan strategi koping adaptif cenderung memiliki resiliensi tinggi, sedangkan mereka yang menggunakan strategi koping maladaptif lebih banyak menunjukkan resiliensi rendah. Dengan demikian, penggunaan strategi koping adaptif berperan penting dalam meningkatkan resiliensi mahasiswa rantau di Universitas Borneo Tarakan. Kata kunci: Mahasiswa Rantau, Resiliensi, Strategi Koping. Migrant students face various adaptation challenges, including academic pressure, environmental changes, and limited social support, which may reduce their ability to adjust effectively. Effective coping strategies are therefore required to enable students to maintain resilience in dealing with these challenges. This study aimed to examine the relationship between coping strategies and resilience among migrant students at Universitas Borneo Tarakan. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted. The study population consisted of 1,211 respondents, with a sample of 300 respondents selected using proportionate stratified random sampling. Data were collected using the Brief COPE questionnaire to assess coping strategies and the Connor–Davidson Resilience Scale (CD-RISC) to measure resilience. The results showed that the majority of migrant students at Universitas Borneo Tarakan were female and predominantly enrolled in the Faculty of Teacher Training and Education. Most participants employed adaptive coping strategies (80.7%), while levels of resilience were evenly distributed between high and low categories. The findings demonstrated a significant relationship between coping strategies and resilience levels (p = 0.001). Students who employed adaptive coping strategies tended to exhibit higher resilience, whereas those who relied on maladaptive coping strategies were more likely to demonstrate lower resilience. These findings indicate that the use of adaptive coping strategies plays an important role in enhancing resilience among migrant students at Universitas Borneo Tarakan. Keywords: Migrant Students; Resilience; Coping Strategies

Hubungan Strategi Koping Dengan Resiliensi Pada Mahasiswa Baru Rantau Universitas Borneo Tarakan

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mahasiswa rantau menghadapi berbagai tantangan adaptasi, seperti tekanan akademik, perubahan lingkungan, dan keterbatasan dukungan sosial, yang dapat menurunkan kemampuan penyesuaian diri. Strategi koping yang efektif diperlukan agar mahasiswa mampu mempertahankan resiliensi dalam menghadapi situasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara strategi koping dengan resiliensi pada mahasiswa rantau di Universitas Borneo Tarakan. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 1.211 responden, dengan sampel berjumlah 300 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling dan instrumen berupa kuesioner strategi koping (Brief-COPE) serta kuesioner resiliensi (CD-RISC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa rantau Universitas Borneo Tarakan, mayoritas berjenis kelamin perempuan dan berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Sebagian besar menggunakan strategi koping adaptif (80,7%), sementara tingkat resiliensi terbagi merata antara kategori tinggi dan rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara strategi koping dan tingkat resiliensi (p = 0,001). Mahasiswa yang menggunakan strategi koping adaptif cenderung memiliki resiliensi tinggi, sedangkan mereka yang menggunakan strategi koping maladaptif lebih banyak menunjukkan resiliensi rendah. Dengan demikian, penggunaan strategi koping adaptif berperan penting dalam meningkatkan resiliensi mahasiswa rantau di Universitas Borneo Tarakan. Kata kunci: Mahasiswa Rantau, Resiliensi, Strategi Koping. Migrant students face various adaptation challenges, including academic pressure, environmental changes, and limited social support, which may reduce their ability to adjust effectively. Effective coping strategies are therefore required to enable students to maintain resilience in dealing with these challenges. This study aimed to examine the relationship between coping strategies and resilience among migrant students at Universitas Borneo Tarakan. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted. The study population consisted of 1,211 respondents, with a sample of 300 respondents selected using proportionate stratified random sampling. Data were collected using the Brief COPE questionnaire to assess coping strategies and the Connor–Davidson Resilience Scale (CD-RISC) to measure resilience. The results showed that the majority of migrant students at Universitas Borneo Tarakan were female and predominantly enrolled in the Faculty of Teacher Training and Education. Most participants employed adaptive coping strategies (80.7%), while levels of resilience were evenly distributed between high and low categories. The findings demonstrated a significant relationship between coping strategies and resilience levels (p = 0.001). Students who employed adaptive coping strategies tended to exhibit higher resilience, whereas those who relied on maladaptive coping strategies were more likely to demonstrate lower resilience. These findings indicate that the use of adaptive coping strategies plays an important role in enhancing resilience among migrant students at Universitas Borneo Tarakan. Keywords: Migrant Students; Resilience; Coping Strategies