2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Permasalahan Tingkat Pengangguran Terbuka masih menjadi isu penting dalam pembangunan ekonomi daerah, terutama karena berkaitan dengan kebijakan pemerintah, kualitas SDM, serta kebijakan upah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, Pengaruh Belanja Modal, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Upah Minimum Provinsi (UMP) terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan secara parsial maupun simultan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Tahun 2017-2024. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi data panel dengan menggunakan program software Eviews 13 dengan model terbaik (FEM). Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan (1) Secara parsial Belanja Modal tidak berpengaruh dan tidak signifikian terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di kalimantan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan Tahun 2017-2024, Sedangkan Upah Minimum Provinsi (UMP) berpengaruh dan signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan Tahun 2017-2024. (2) Secara simultan Belanja Modal, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Upah Minimum Provinsi (UMP) berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan Tahun 2017-2024.
2026 · Book ·
Siput air tawar merupakan salah satu organisme yang banyak ditemukan pada ekosistem perairan dan berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Kalimantan utara memiliki banyak sungai dan anak sungai yang berpotensi menjadi habitat bagi berbagai jenis siput air tawar. Namun data awal mengenai siput air tawar di wilayah ini masih terbatas. Penelitian ini penting dilakukan yang didasarkan pada minimnya data mengenai siput air tawar di wilayah penelitian, dan perubahan kondisi habitat perairan berpotensi mempengaruhi keberadaan siput air tawar bahkan hilangnya spesies tertentu sebelum keberadaan spesies teridentifikasi. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui morfometri siput air tawar. Metode penelitian ini menggunakan line transek, dengan tiga transek pada setiap stasiun yang ditempatkan pada bagian tepian kiri, tengah, dan tepian kanan anak sungai. Setiap transek terdiri atas tiga plot berukuran 1x1m. Pengambilan sampel dilakukan dengan menelusuri area plot penelitian dan mengumpulkan siput air tawar yang ditemukan pada berbagai substrat yang terdapat di dalam plot serta melakukan pengukuran parameter lingkungan yang meliputi suhu, pH, oksigen terlarut (Dissolved Oxygen), kecerahan air, dan kecepatan arus. Hasil penelitian ditemukan lima spesies siput air tawar, yaitu Sulcospira testudinaria, Clea nigricans, Filopaludina javanica, Pila saxea, dan Radix rubiginosa. Setiap spesies menunjukkan perbedaan karakter morfologi dan morfometri pada ukuran serta bentuk cangkang dan operkulum yang digunakan sebagai dasar dalam proses identifikasi.
2026 · Thesis ·
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengawasan pemerintah daerah terhadap pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Malinau berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Malinau Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pelayanan Kesehatan Yang Berkelanjutan serta menganalisis sanksi apabila terjadi pelanggaran dalam pelayanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Sumber bahan hukum terdiri atas bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan nonhukum yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan pemerintah daerah dilakukan oleh Bupati melalui pejabat yang ditunjuk dan perangkat daerah bidang kesehatan. Objek pengawasan meliputi perizinan, tata laksana standar pelayanan, standar kinerja tenaga pelayanan kesehatan, sarana dan prasarana, serta standar operasional prosedur pelayanan kesehatan. Perda telah memberi dasar kewenangan, tetapi masih membutuhkan aturan teknis, indikator pengawasan, koordinasi lintas perangkat daerah, dan harmonisasi dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 serta Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024. Sanksi yang dapat dikenakan berupa peringatan lisan, peringatan tertulis, denda, penutupan sementara, pencabutan izin, dan penutupan kegiatan. Penerapan sanksi harus mematuhi asas legalitas, proporsionalitas, kecermatan, transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan hak pasien.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil minat belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sampel sebanyak 78 siswa dari populasi sebanyak 348 siswa. Data dikumpulkan melalui angket yang disusun menggunakan skala likert. Skala likert yang digunakan terdiri atas lima pilihan jawaban dari setiap butir pernyataan, yaitu Sangat Setuju, Setuju, Kurang Setuju, Tidak Setuju, Sangat Tidak Setuju. Instrumen penelitian mencakup empat indikator yaitu: (1) keinginan untuk belajar IPA, (2) rasa senang dalam belajar IPA, (3) keterlibatan emosi dalam belajar IPA, dan (4) kecenderungan aktivitas terkait dengan materi pelajaran IPA. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis deskriptif persentase. Hasil menunjukkan bahwa minat belajar siswa masuk dalam kategori cukup berminat (64,75%). Indikator keinginan untuk belajar IPA memperoleh persentase sebesar 66% (cukup berminat), indikator rasa senang dalam belajar IPA mencatat persentase terendah sebesar 59% (cukup berminat), sedangkan indikator keterlibatan emosi dalam belajar IPA dan kecenderungan aktivitas terkait dengan materi pelajaran IPA masing-masing mencapai 67% (cukup berminat).
2026 · Thesis ·
Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, memiliki ekosistem perairan tawar yang penting bagi masyarakat dan berbagai jenis keanekaragaman hayati ikan, namun habitat alaminya terancam oleh aktivitas tambang batubara dan alih fungsi lahan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis ikan serta mengukur indeks kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi di Sungai Semendurut, Sembuak, dan Bengalun, Kabupaten Malinau. Penelitian berlangsung selama tiga bulan (Februari–April 2026) menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui survei dan observasi lapangan. Sampel ikan diambil dengan jala, pukat, pancing, dan speargun pada tiga lokasi pengamatan, sementara parameter lingkungan yang diukur meliputi suhu, pH, oksigen terlarut, kecepatan arus, dan kecerahan. Analisis data memakai indeks Shannon-Wiener (H'), indeks Odum (E), dan indeks Simpson (C). Hasil menunjukkan 262 individu ikan tertangkap, terdiri dari 20 spesies, 18 genus, dan 10 famili, dengan Cyprinidae sebagai famili terbanyak dan Purut (Lobocheilos falcifer) sebagai spesies dominan (64 individu). Nilai H' berkisar 1,11–2,06 (kategori sedang), E berkisar 0,49–1, dan C berkisar 0,20–0,32 (kategori rendah), menandakan ekosistem perairan di lokasi penelitian masih relatif baik tanpa dominansi spesies tertentu yang berlebihan.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi indikator penting dalam menilai derajat kesehatan masyarakat serta kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak. Meskipun cakupan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal di wilayah kerja Puskesmas Sebengkok telah menunjukkan hasil yang baik, kasus kematian bayi masih ditemukan sehingga diperlukan upaya pelayanan yang berkesinambungan melalui pendekatan Continuity of Care (CoC). Memberikan asuhan kebidanan komprehensif secara berkesinambungan (Continuity of Care) pada ibu mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, neonatus, hingga pelayanan keluarga berencana sebagai upaya mendukung peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak. Studi kasus dengan pendekatan deskriptif menggunakan manajemen asuhan kebidanan yang dilaksanakan secara komprehensif dan berkesinambungan. Subjek penelitian adalah satu orang ibu yang mendapatkan asuhan mulai masa kehamilan trimester III, persalinan, nifas, bayi baru lahir, neonatus, hingga pelayanan keluarga berencana. Data diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Asuhan kebidanan komprehensif dilaksanakan sesuai standar pelayanan pada setiap periode, meliputi antenatal care, pertolongan persalinan, perawatan nifas, pelayanan neonatus, serta konseling dan pelayanan keluarga berencana. Selama pelaksanaan asuhan tidak ditemukan komplikasi yang bermakna. Kondisi ibu dan bayi tetap dalam keadaan fisiologis, kebutuhan dasar terpenuhi, serta ibu mampu memahami edukasi yang diberikan mengenai perawatan diri, perawatan bayi, pemberian ASI eksklusif, tanda bahaya, dan pemilihan metode kontrasepsi. Penerapan asuhan kebidanan komprehensif dengan pendekatan Continuity of Care dapat dilaksanakan secara optimal sesuai standar pelayanan serta berperan dalam deteksi dini faktor risiko, pencegahan komplikasi, dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi.
2026 · Book ·
Asuhan kebidanan komprehensif merupakan pelayanan yang diberikan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga keluarga berencana (KB) untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi serta mendeteksi komplikasi secara dini. Laporan ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. R usia 25 tahun G1P0A0 di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan dengan pendekatan Continuity of Care (COC). Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan Continuity of Care. Asuhan dilakukan secara berkesinambungan sejak kehamilan usia 37 minggu 5 hari, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan studi literatur yang didokumentasikan menggunakan metode SOAP. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama masa kehamilan kondisi ibu dan janin dalam keadaan baik. Pada proses persalinan ditemukan ketuban pecah dini sehingga dilakukan rujukan ke rumah sakit dan persalinan berlangsung secara sectio caesarea. Bayi lahir hidup berjenis kelamin perempuan dengan berat badan 2.900 gram dan panjang badan 47 cm. Masa nifas berlangsung normal tanpa komplikasi, proses involusi uterus berjalan baik, dan pemberian ASI berlangsung lancar. Bayi baru lahir dalam kondisi sehat dengan pertumbuhan dan perkembangan sesuai usia. Pada pelayanan keluarga berencana, Ny. R memilih kontrasepsi implant sebagai metode KB pascasalin. Kesimpulan dari asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. R menunjukkan bahwa pelayanan Continuity of Care dapat terlaksana dengan baik mulai dari kehamilan hingga keluarga berencana. Pelayanan yang berkesinambungan membantu pemantauan kondisi ibu dan bayi secara optimal serta mendukung deteksi dini komplikasi.
2026 · Thesis ·
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi indikator penting dalam menilai derajat kesehatan masyarakat serta kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak. Meskipun cakupan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal di wilayah kerja Puskesmas Sebengkok telah menunjukkan hasil yang baik, kasus kematian bayi masih ditemukan sehingga diperlukan upaya pelayanan yang berkesinambungan melalui pendekatan Continuity of Care (CoC). Memberikan asuhan kebidanan komprehensif secara berkesinambungan (Continuity of Care) pada ibu mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, neonatus, hingga pelayanan keluarga berencana sebagai upaya mendukung peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak. Studi kasus dengan pendekatan deskriptif menggunakan manajemen asuhan kebidanan yang dilaksanakan secara komprehensif dan berkesinambungan. Subjek penelitian adalah satu orang ibu yang mendapatkan asuhan mulai masa kehamilan trimester III, persalinan, nifas, bayi baru lahir, neonatus, hingga pelayanan keluarga berencana. Data diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Asuhan kebidanan komprehensif dilaksanakan sesuai standar pelayanan pada setiap periode, meliputi antenatal care, pertolongan persalinan, perawatan nifas, pelayanan neonatus, serta konseling dan pelayanan keluarga berencana. Selama pelaksanaan asuhan tidak ditemukan komplikasi yang bermakna. Kondisi ibu dan bayi tetap dalam keadaan fisiologis, kebutuhan dasar terpenuhi, serta ibu mampu memahami edukasi yang diberikan mengenai perawatan diri, perawatan bayi, pemberian ASI eksklusif, tanda bahaya, dan pemilihan metode kontrasepsi. Penerapan asuhan kebidanan komprehensif dengan pendekatan Continuity of Care dapat dilaksanakan secara optimal sesuai standar pelayanan serta berperan dalam deteksi dini faktor risiko, pencegahan komplikasi, dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Asuhan kebidanan komprehensif merupakan pelayanan yang diberikan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga keluarga berencana (KB) untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi serta mendeteksi komplikasi secara dini. Laporan ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. R usia 25 tahun G1P0A0 di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan dengan pendekatan Continuity of Care (COC). Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan Continuity of Care. Asuhan dilakukan secara berkesinambungan sejak kehamilan usia 37 minggu 5 hari, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan studi literatur yang didokumentasikan menggunakan metode SOAP. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama masa kehamilan kondisi ibu dan janin dalam keadaan baik. Pada proses persalinan ditemukan ketuban pecah dini sehingga dilakukan rujukan ke rumah sakit dan persalinan berlangsung secara sectio caesarea. Bayi lahir hidup berjenis kelamin perempuan dengan berat badan 2.900 gram dan panjang badan 47 cm. Masa nifas berlangsung normal tanpa komplikasi, proses involusi uterus berjalan baik, dan pemberian ASI berlangsung lancar. Bayi baru lahir dalam kondisi sehat dengan pertumbuhan dan perkembangan sesuai usia. Pada pelayanan keluarga berencana, Ny. R memilih kontrasepsi implant sebagai metode KB pascasalin. Kesimpulan dari asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. R menunjukkan bahwa pelayanan Continuity of Care dapat terlaksana dengan baik mulai dari kehamilan hingga keluarga berencana. Pelayanan yang berkesinambungan membantu pemantauan kondisi ibu dan bayi secara optimal serta mendukung deteksi dini komplikasi.
2026 · Book ·
ABSTRACK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap jurnalis dalam hak memperoleh informasi, serta untuk mengidentifikasi kendala-kendala hukum yang dihadapi oleh jurnalis dalam memperoleh informasi publik di Indonesia. Jurnalis memiliki peran sentral dalam pilar demokrasi demi menjaga transparansi, fungsi kontrol sosial, dan akuntabilitas pemerintahan. Namun pada praktiknya, jurnalis masih sering menghadapi tindakan intimidasi, kekerasan, hingga kriminalisasi saat menjalankan tugas profesionalnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Sumber data yang digunakan meliputi bahan hukum primer seperti Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta Kode Etik Jurnalistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap jurnalis terbagi menjadi bentuk preventif dan represif. Secara yuridis, Pasal 4 Ayat (3) UU Pers secara tegas menjamin hak pers untuk mencari dan memperoleh informasi, yang diperkuat dengan sanksi pidana dalam Pasal 18 Ayat (1) bagi siapa saja yang sengaja menghambat tugas jurnalistik. Kendala hukum yang dihadapi jurnalis meliputi adanya ketidakselarasan penafsiran (ambiguitas) pasal-pasal dalam UU ITE yang berpotensi mengkriminalisasi jurnalis, intervensi kepentingan sepihak, serta batasan informasi yang dikecualikan dalam Pasal 17 UU KIP yang sering disalahgunakan oleh badan publik untuk menutup akses informasi. Diharapkan aparat penegak hukum dapat meningkatkan sinergi perlindungan represif yang tegas bagi pelaku kekerasan terhadap jurnalis, serta pentingnya penguatan profesionalisme jurnalis dalam menaati Kode Etik Jurnalistik.
2026 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur tindak pidana pemberian keterangan tidak benar dalam dokumen persyaratan calon legislatif serta menentukan batas antara pelanggaran administratif pemilu dan pertanggungjawaban pidana dalam proses pencalonan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya dugaan pemberian keterangan yang tidak benar mengenai status mantan terpidana dalam dokumen pencalonan legislatif pada kasus Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum primer, sekunder, dan tersier dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian keterangan tidak benar dalam dokumen pencalonan legislatif dapat dipidana apabila memenuhi unsur Pasal 263 dan Pasal 266 KUHP, yaitu adanya kesengajaan, keterangan yang tidak sesuai dengan fakta, dan tujuan memperoleh akibat hukum tertentu. Sebaliknya, pelanggaran administratif tidak serta-merta menjadi tindak pidana karena hukum pidana merupakan ultimum remedium. Batas antara keduanya ditentukan oleh terpenuhinya unsur kesalahan, sifat melawan hukum, dan potensi kerugian yang ditimbulkan
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap jurnalis dalam hak memperoleh informasi, serta untuk mengidentifikasi kendala-kendala hukum yang dihadapi oleh jurnalis dalam memperoleh informasi publik di Indonesia. Jurnalis memiliki peran sentral dalam pilar demokrasi demi menjaga transparansi, fungsi kontrol sosial, dan akuntabilitas pemerintahan. Namun pada praktiknya, jurnalis masih sering menghadapi tindakan intimidasi, kekerasan, hingga kriminalisasi saat menjalankan tugas profesionalnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Sumber data yang digunakan meliputi bahan hukum primer seperti Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta Kode Etik Jurnalistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap jurnalis terbagi menjadi bentuk preventif dan represif. Secara yuridis, Pasal 4 Ayat (3) UU Pers secara tegas menjamin hak pers untuk mencari dan memperoleh informasi, yang diperkuat dengan sanksi pidana dalam Pasal 18 Ayat (1) bagi siapa saja yang sengaja menghambat tugas jurnalistik. Kendala hukum yang dihadapi jurnalis meliputi adanya ketidakselarasan penafsiran (ambiguitas) pasal-pasal dalam UU ITE yang berpotensi mengkriminalisasi jurnalis, intervensi kepentingan sepihak, serta batasan informasi yang dikecualikan dalam Pasal 17 UU KIP yang sering disalahgunakan oleh badan publik untuk menutup akses informasi. Diharapkan aparat penegak hukum dapat meningkatkan sinergi perlindungan represif yang tegas bagi pelaku kekerasan terhadap jurnalis, serta pentingnya penguatan profesionalisme jurnalis dalam menaati Kode Etik Jurnalistik.
2026 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media video animasi berbasis etnopedagogi pada materi kearifan lokal Kota Tarakan sebagai media pembelajaran yang valid, praktis, dan layak digunakan dalam pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek uji coba terdiri atas 1 orang guru kelas dan 28 peserta didik kelas V-B SDN 006 Tarakan. Instrumen yang digunakan meliputi lembar validasi ahli media, ahli materi, ahli bahasa, serta angket respon guru dan peserta didik. Hasil validasi menunjukkan persentase rata-rata 96% pada aspek materi, 96% pada aspek media, dan 100% pada aspek bahasa, yang ketiganya termasuk kategori sangat valid. Uji coba lapangan menunjukkan respon yang sangat positif dengan perolehan rata-rata tingkat kepraktisan mencapai 95,71%, yang terdiri dari respon guru kelas sebesar 95% dan respon kelompok peserta didik sebesar 96%, sehingga masuk dalam kategori sangat praktis. Respons tersebut mengindikasikan bahwa video animasi ini mudah dipahami, menarik, serta efektif dalam meningkatkan antusiasme belajar peserta didik terhadap identitas budaya lokalnya. Dengan demikian, video animasi berbasis etnopedagogi yang dikembangkan dinyatakan valid, praktis, dan layak digunakan sebagai media pembelajaran, khususnya pada materi kearifan lokal seperti Rumah Baloy Adat Tidung, Tari Jepen, Batik Tarakan, dan Festival Iraw Tengkayu, serta berpotensi mendukung pembelajaran yang lebih interaktif, aktif, dan bermakna.
2026 · Thesis ·
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur tindak pidana pemberian keterangan tidak benar dalam dokumen persyaratan calon legislatif serta menentukan batas antara pelanggaran administratif pemilu dan pertanggungjawaban pidana dalam proses pencalonan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya dugaan pemberian keterangan yang tidak benar mengenai status mantan terpidana dalam dokumen pencalonan legislatif pada kasus Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum primer, sekunder, dan tersier dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian keterangan tidak benar dalam dokumen pencalonan legislatif dapat dipidana apabila memenuhi unsur Pasal 263 dan Pasal 266 KUHP, yaitu adanya kesengajaan, keterangan yang tidak sesuai dengan fakta, dan tujuan memperoleh akibat hukum tertentu. Sebaliknya, pelanggaran administratif tidak serta-merta menjadi tindak pidana karena hukum pidana merupakan ultimum remedium. Batas antara keduanya ditentukan oleh terpenuhinya unsur kesalahan, sifat melawan hukum, dan potensi kerugian yang ditimbulkan
2026 · Book ·
Nelayan pancing di Kota Tarakan merupakan salah satu pelaku utama sektor perikanan tangkap yang berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat pesisir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah biaya, lama waktu berkerja, dan jarak tempuh berpengaruh terhadap produksi nelayan pancing di kota Tarakan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode survei dan studi kepustakaan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket/kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian ini secara parsial biaya dan lama waktu berkerja berpengaruh signifikan dengan masing- masing nilai signifikansi 0,000 0,05 dan 0,005 0,05 berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi nelayan pancing di kota Tarakan. Sementara itu, jarak tempuh dengan nilai signifikansi 0,081 > 0,05 berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nelayan pancing di kota Tarakan. Secara simultan, ketiga variabel memiliki nilai probabilitas F sebesar 0,000 0,05 sehingga berpengaruh signifikan terhadap produksi nelayan pancing di kota Tarakan. Nilai koefisiensi determinasi (R2) sebesar 84,3 sedangkan sisanya 15,7 dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peningkatan biaya dan lama waktu berkerja dapat meningkatkan hasil produksi nelayan pancing di kota Tarakan, sedangkan jarak tempuh tidak berpengaruh terhadap produksi nelayan pancing di kota Tarakan.
2026 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis microsite pada materi pewarisan sifat di kelas 9 SMP yang dinilai layak berdasarkan penilaian validator ahli dan praktisi, serta menganalisis respons siswa terhadap tingkat kemenarikan media tersebut. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan menggunakan model Richey & Klein. Dalam penelitian ini, validasi melibatkan validator ahli yang menilai tiga aspek, yaitu aspek media, aspek materi, dan aspek bahasa, serta praktisi atau guru. Hasil validasi ahli pada aspek media menunjukkan persentase sebesar 95,00% dengan kriteria sangat layak, pada aspek materi sebesar 93,07% dengan kriteria sangat layak, dan pada aspek bahasa sebesar 96,00% dengan kriteria sangat layak, serta penilaian praktisi menghasilkan persentase 99,23% dengan kriteria sangat layak. Uji coba produk yang dilakukan kepada 12 orang siswa kelas 9 memperoleh persentase sebesar 85,43% dengan kriteria sangat menarik. Berdasarkan hasil uraian seluruh nilai persentase yang diperoleh, maka media pembelajaran interaktif berbasis microsite pada materi pewarisan sifat dinyatakan telah memenuhi kriteria sangat layak dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Selain itu, hasil uji coba media terhadap siswa menunjukkan bahwa respons siswa terhadap media tersebut berada pada kriteria sangat menarik.
2026 · Book ·
.
2026 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh brand image, service quality, dan promotion terhadap purchase decision konsumen McDonald's di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 154 responden yang pernah melakukan pembelian di McDonald’s Kota Tarakan. Data dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji t, dan koefisien determinasi dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand image dan service quality berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap purchase decision, sedangkan promotion berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase decision konsumen McDonald’s di Kota Tarakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa promosi menjadi faktor yang paling berpengaruh dalam mendorong keputusan pembelian konsumen.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media video animasi berbasis etnopedagogi pada materi kearifan lokal Kota Tarakan sebagai media pembelajaran yang valid, praktis, dan layak digunakan dalam pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek uji coba terdiri atas 1 orang guru kelas dan 28 peserta didik kelas V-B SDN 006 Tarakan. Instrumen yang digunakan meliputi lembar validasi ahli media, ahli materi, ahli bahasa, serta angket respon guru dan peserta didik. Hasil validasi menunjukkan persentase rata-rata 96% pada aspek materi, 96% pada aspek media, dan 100% pada aspek bahasa, yang ketiganya termasuk kategori sangat valid. Uji coba lapangan menunjukkan respon yang sangat positif dengan perolehan rata-rata tingkat kepraktisan mencapai 95,71%, yang terdiri dari respon guru kelas sebesar 95% dan respon kelompok peserta didik sebesar 96%, sehingga masuk dalam kategori sangat praktis. Respons tersebut mengindikasikan bahwa video animasi ini mudah dipahami, menarik, serta efektif dalam meningkatkan antusiasme belajar peserta didik terhadap identitas budaya lokalnya. Dengan demikian, video animasi berbasis etnopedagogi yang dikembangkan dinyatakan valid, praktis, dan layak digunakan sebagai media pembelajaran, khususnya pada materi kearifan lokal seperti Rumah Baloy Adat Tidung, Tari Jepen, Batik Tarakan, dan Festival Iraw Tengkayu, serta berpotensi mendukung pembelajaran yang lebih interaktif, aktif, dan bermakna.
2026 · Thesis ·
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil minat belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sampel sebanyak 78 siswa dari populasi sebanyak 348 siswa. Data dikumpulkan melalui angket yang disusun menggunakan skala likert. Skala likert yang digunakan terdiri atas lima pilihan jawaban dari setiap butir pernyataan, yaitu Sangat Setuju, Setuju, Kurang Setuju, Tidak Setuju, Sangat Tidak Setuju. Instrumen penelitian mencakup empat indikator yaitu: (1) keinginan untuk belajar IPA, (2) rasa senang dalam belajar IPA, (3) keterlibatan emosi dalam belajar IPA, dan (4) kecenderungan aktivitas terkait dengan materi pelajaran IPA. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis deskriptif persentase. Hasil menunjukkan bahwa minat belajar siswa masuk dalam kategori cukup berminat (64,75%). Indikator keinginan untuk belajar IPA memperoleh persentase sebesar 66% (cukup berminat), indikator rasa senang dalam belajar IPA mencatat persentase terendah sebesar 59% (cukup berminat), sedangkan indikator keterlibatan emosi dalam belajar IPA dan kecenderungan aktivitas terkait dengan materi pelajaran IPA masing-masing mencapai 67% (cukup berminat).