Analisis Pendapatan Usaha Tani dan Hasil Olahan Jambu Biji (Psidium Guajava L.) (Studi Kasus Jambu Organik Bulungan (JOB) Farm di Selimau Kelurahan Tanjung Selor Timur)
A
Profil penulis
83 karya publik ditemukan.
A
A
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran DOMCERMA (Ludo Sistem Pencernaan Manusia) Di Kelas V-A SDN 015 Tarakan. Berdasarkan observasi awal, ditemukan masalah pada kegiatan pembelajaran yaitu siswa cenderung pasif dan siswa terlihat jenuh saat belajar. Hal ini disebabkan kurang adanya media yang menarik digunakan guru pada saat proses pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE, yang terdiri dari lima tahapan: Analysis, Design, Development, Implemention, Evaluation. Hasil penelitian menunjukkan media pembelajaran DOMCERMA yang dikembangkan memiliki kelayakan berdasarkan validasi dari ahli media dan materi. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media presentase sebesar 83% dan ahli materi memperoleh presentase sebesar 83%. Selain itu terdapat hasil dari angket respon guru dan siswa dimana media pembelajaran DOMCERMA dinyatakan sangat menarik digunakan dalam proses pembelajaran dengan presentase yang diperoleh pada angket respon guru uji coba terbatas dan uji coba lapangan 84% dan 80%, sedangkan angket respon siswa pada uji coba terbatas memperoleh sebesar 91% dan uji coba lapangan memperoleh presentase sebesar 93% dimana dikategorikan sangat menarik
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk pemerolehan bahasa pada anak usia 2,6 tahun pada aspek fonologi (proses substitusi, aferesis dan sinkop) dengan kajian psikolinguistik. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah anak usia 2,6 tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, Teknik Observasi, Teknik Wawancara, Teknik Simak Libat Cakap, Teknik Pancing, Teknik rekam, dan Teknik Catat dengan menggunakan metode padan untuk analisis datanya. Berdasarkan hasil dan pembahasan pada penelitian ini terdapat 24 data dengan 105 ujaran yang dihasilkan oleh sumber data AQM. Pada penelitian ini Nasya menghasilkan 105 ujaran seperti penghilangan bunyi fonem, dengan jenis penghilangan berupa apheresis, bunyi-bunyi yang dihilangkan seperti bunyi /b/, /c/, /d/, /e/, /g/, /i/, /j/, /k/, /l/, /m/, /n/, /p/, /r/, /s/, /t/, dan /ng/, sinkop, penghilangan ini meliputi bunyi /b/, bunyi /i/, bunyi /k/, bunyi /p/, dan bunyi /s/. terdapat pula penggantian bunyi fonem seperti, substitusi oral menjadi nasal, peluncuran /l/ menjadi /y/, substitusi peluncuran /r/ menjadi /y/, peluncuran vokalisasi, penghambatan /s/ menjadi /c/, dan pengedepanan /k/ menjadi /t/. Anak usia 2,6 tahun pada tahap ini anak sudah mampu untuk mengucapkan dua kata dan mulai untuk berbagai makna kata, mempunyai dorongan untuk berkata-kata secara tiba-tiba dan cenderung mampu membuat beberapa kata. Pemerolehan bahasa pada anak harus di perhatikan secara baik dari lingkungan formal maupun informalnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sumber data AQM pada usia 2,6 tahun masih berada pada tahap perkembangan dan artikulasi yang belum sempurna.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran DOMCERMA (Ludo Sistem Pencernaan Manusia) Di Kelas V-A SDN 015 Tarakan. Berdasarkan observasi awal, ditemukan masalah pada kegiatan pembelajaran yaitu siswa cenderung pasif dan siswa terlihat jenuh saat belajar. Hal ini disebabkan kurang adanya media yang menarik digunakan guru pada saat proses pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE, yang terdiri dari lima tahapan: Analysis, Design, Development, Implemention, Evaluation. Hasil penelitian menunjukkan media pembelajaran DOMCERMA yang dikembangkan memiliki kelayakan berdasarkan validasi dari ahli media dan materi. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media presentase sebesar 83% dan ahli materi memperoleh presentase sebesar 83%. Selain itu terdapat hasil dari angket respon guru dan siswa dimana media pembelajaran DOMCERMA dinyatakan sangat menarik digunakan dalam proses pembelajaran dengan presentase yang diperoleh pada angket respon guru uji coba terbatas dan uji coba lapangan 84% dan 80%, sedangkan angket respon siswa pada uji coba terbatas memperoleh sebesar 91% dan uji coba lapangan memperoleh presentase sebesar 93% dimana dikategorikan sangat menarik
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum terhadap laki-laki yang menjadi korban tindak pidana kekerasan seksual dalam perspektif hukum positif di Indonesia. Seluruh data yang diperoleh dalam penelitian, baik data primer dan data skunder akan dianalisis dengan menggunakn teknik analisis kualitatif. Selain itu dideskripsikan, dengan menelah permasalahan yang ada menggambarkan, menguraikan hingga menjelaskan permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis berkesimpulan bahwa isu kekerasan seksual kerap dianggap hanya menyasar perempuan sebagai korban, sehingga laki-laki seringkali terabaikan dalam system hukum maupun masyarakat. Melalui pendekatan normatif yuridis, penelitian ini menganalisis peraturan perundang-undangan seperti Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), KUHP, dan Undang-Undang Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), yang telah mengadopsi pendekatan non-diskriminatif dan menjamin hak korban tanpa memandang jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun perlindungan hukum secara normatif telah tersedia bagi laki-laki, tantangan masih muncul dalam implementasi, terutama terkait stigma sosial, kurangnya kesadaran, dan keterbatasan akses layanan korban. Oleh karena itu, diperlukan penguatan edukasi hukum, pelatihan aparat penegak hukum, serta peningkatan layanan pendampingan korban yang berpihak pada semua korban tanpa diskriminasi gender.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum terhadap laki-laki yang menjadi korban tindak pidana kekerasan seksual dalam perspektif hukum positif di Indonesia. Seluruh data yang diperoleh dalam penelitian, baik data primer dan data skunder akan dianalisis dengan menggunakn teknik analisis kualitatif. Selain itu dideskripsikan, dengan menelah permasalahan yang ada menggambarkan, menguraikan hingga menjelaskan permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis berkesimpulan bahwa isu kekerasan seksual kerap dianggap hanya menyasar perempuan sebagai korban, sehingga laki-laki seringkali terabaikan dalam system hukum maupun masyarakat. Melalui pendekatan normatif yuridis, penelitian ini menganalisis peraturan perundang-undangan seperti Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), KUHP, dan Undang-Undang Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), yang telah mengadopsi pendekatan non-diskriminatif dan menjamin hak korban tanpa memandang jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun perlindungan hukum secara normatif telah tersedia bagi laki-laki, tantangan masih muncul dalam implementasi, terutama terkait stigma sosial, kurangnya kesadaran, dan keterbatasan akses layanan korban. Oleh karena itu, diperlukan penguatan edukasi hukum, pelatihan aparat penegak hukum, serta peningkatan layanan pendampingan korban yang berpihak pada semua korban tanpa diskriminasi gender.
Proyek pembangunan perumahan membutuhkan manajemen waktu yang baik agar dapat selesai tepat waktu dan sesuai anggaran. Perumahan Mandiri Regency merupakan salah satu proyek pembangunan di Kota Tarakan yang menghadapi tantangan dalam perencanaan jadwal proyek, terutama akibat faktor cuaca dan sistem perencanaan yang masih dilakukan secara manual. Untuk meningkatkan efisiensi proyek, digunakan metode Critical Path Method (CPM) dan Project Evaluation and Review Technique (PERT) dalam penjadwalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah jalur kritis dalam jaringan kerja proyek, aktivitas yang termasuk dalam jalur kritis, serta membandingkan durasi penyelesaian proyek menggunakan metode CPM dan PERT. Hasil analisis menunjukkan bahwa jalur kritis dalam proyek terdiri dari aktivitas A, B, C, D, E, H, dan K, dengan total durasi penyelesaian proyek menggunakan metode CPM selama 102 hari dan metode PERT selama 106 hari. Perbedaan ini disebabkan oleh pendekatan perhitungan yang digunakan, di mana CPM menggunakan estimasi waktu deterministik sementara PERT mempertimbangkan variabilitas durasi aktivitas proyek.
Proyek pembangunan perumahan membutuhkan manajemen waktu yang baik agar dapat selesai tepat waktu dan sesuai anggaran. Perumahan Mandiri Regency merupakan salah satu proyek pembangunan di Kota Tarakan yang menghadapi tantangan dalam perencanaan jadwal proyek, terutama akibat faktor cuaca dan sistem perencanaan yang masih dilakukan secara manual. Untuk meningkatkan efisiensi proyek, digunakan metode Critical Path Method (CPM) dan Project Evaluation and Review Technique (PERT) dalam penjadwalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah jalur kritis dalam jaringan kerja proyek, aktivitas yang termasuk dalam jalur kritis, serta membandingkan durasi penyelesaian proyek menggunakan metode CPM dan PERT. Hasil analisis menunjukkan bahwa jalur kritis dalam proyek terdiri dari aktivitas A, B, C, D, E, H, dan K, dengan total durasi penyelesaian proyek menggunakan metode CPM selama 102 hari dan metode PERT selama 106 hari. Perbedaan ini disebabkan oleh pendekatan perhitungan yang digunakan, di mana CPM menggunakan estimasi waktu deterministik sementara PERT mempertimbangkan variabilitas durasi aktivitas proyek.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk pemerolehan bahasa pada anak usia 2,6 tahun pada aspek fonologi (proses substitusi, aferesis dan sinkop) dengan kajian psikolinguistik. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah anak usia 2,6 tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, Teknik Observasi, Teknik Wawancara, Teknik Simak Libat Cakap, Teknik Pancing, Teknik rekam, dan Teknik Catat dengan menggunakan metode padan untuk analisis datanya. Berdasarkan hasil dan pembahasan pada penelitian ini terdapat 24 data dengan 105 ujaran yang dihasilkan oleh sumber data AQM. Pada penelitian ini Nasya menghasilkan 105 ujaran seperti penghilangan bunyi fonem, dengan jenis penghilangan berupa apheresis, bunyi-bunyi yang dihilangkan seperti bunyi /b/, /c/, /d/, /e/, /g/, /i/, /j/, /k/, /l/, /m/, /n/, /p/, /r/, /s/, /t/, dan /ng/, sinkop, penghilangan ini meliputi bunyi /b/, bunyi /i/, bunyi /k/, bunyi /p/, dan bunyi /s/. terdapat pula penggantian bunyi fonem seperti, substitusi oral menjadi nasal, peluncuran /l/ menjadi /y/, substitusi peluncuran /r/ menjadi /y/, peluncuran vokalisasi, penghambatan /s/ menjadi /c/, dan pengedepanan /k/ menjadi /t/. Anak usia 2,6 tahun pada tahap ini anak sudah mampu untuk mengucapkan dua kata dan mulai untuk berbagai makna kata, mempunyai dorongan untuk berkata-kata secara tiba-tiba dan cenderung mampu membuat beberapa kata. Pemerolehan bahasa pada anak harus di perhatikan secara baik dari lingkungan formal maupun informalnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sumber data AQM pada usia 2,6 tahun masih berada pada tahap perkembangan dan artikulasi yang belum sempurna.
Tujuan penelitian adalah menguji pengaruh kualitas produk dan pelayanan terhadap kepuasan serta loyalitas pelanggan di Kopi Jon House. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Data diperoleh melalui kuesioner yang diisi oleh 280 responden, menggunakan metode analisis Structural Equation Modeling (SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan (T-statistik = 3,647; P = 0,000), namun pengaruhnya terhadap loyalitas pelanggan tidak signifikan (T- statistik = 1,578; P = 0,115). Sebaliknya, kualitas pelayanan berpengaruh signifikan baik terhadap kepuasan pelanggan (T-statistik = 7,159; P = 0,000) maupun loyalitas pelanggan (T-statistik = 2,428; P = 0,015). Selain itu, kepuasan pelanggan terbukti meningkatkan loyalitas pelanggan secara signifikan. Berdasarkan temuan ini, peningkatan kualitas produk dan layanan dapat mempertahankan pelanggan serta meningkatkan daya saing bisnis café dalam pasar yang dinamis. serta disarankan agar Kopi Jon House terus meningkatkan kualitas pelayanan dapat melalui inovasi, pelatihan staf, dan pengembangan suasana kafe yang nyaman untuk menarik dan mempertahankan pelanggan. Selain itu, diversifikasi menu dan promosi strategis dapat menjadi langkah untuk meningkatkan daya saing di pasar.
Tujuan penelitian adalah menguji pengaruh kualitas produk dan pelayanan terhadap kepuasan serta loyalitas pelanggan di Kopi Jon House. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Data diperoleh melalui kuesioner yang diisi oleh 280 responden, menggunakan metode analisis Structural Equation Modeling (SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan (T-statistik = 3,647; P = 0,000), namun pengaruhnya terhadap loyalitas pelanggan tidak signifikan (T- statistik = 1,578; P = 0,115). Sebaliknya, kualitas pelayanan berpengaruh signifikan baik terhadap kepuasan pelanggan (T-statistik = 7,159; P = 0,000) maupun loyalitas pelanggan (T-statistik = 2,428; P = 0,015). Selain itu, kepuasan pelanggan terbukti meningkatkan loyalitas pelanggan secara signifikan. Berdasarkan temuan ini, peningkatan kualitas produk dan layanan dapat mempertahankan pelanggan serta meningkatkan daya saing bisnis café dalam pasar yang dinamis. serta disarankan agar Kopi Jon House terus meningkatkan kualitas pelayanan dapat melalui inovasi, pelatihan staf, dan pengembangan suasana kafe yang nyaman untuk menarik dan mempertahankan pelanggan. Selain itu, diversifikasi menu dan promosi strategis dapat menjadi langkah untuk meningkatkan daya saing di pasar.
.
Ruas jalan Pangeran Aji Iskandar merupakan jalur utama yang menghubungkan Kecamatan Tarakan Utara dan Kecamatan Tarakan Barat dengan lalu lintas yang padat, terutama dari kendaraan berat. Lalu lintas berat ini berpotensi menyebabkan kerusakan lebih cepat pada jalan akibat beban berlebih (overload). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penurunan umur sisa (remaining life) dan tingkat kerusakan jalan dengan menggunakan dua metode analisis yang memberikan gambaran menyeluruh tentang dampak beban berlebih. Penghitungan dilakukan melalui data lalu lintas harian rata-rata (LHR), vehicle damage factor (VDF), dan equivalent single axle load (ESAL). Berdasarkan hasil perhitungan umur sisa dan tingkat kerusakan menunjukan bahwa setiap tahunya mengalami penurunan. Pada LHR jampuncak menunjukkan bahwa umur sisa perkerasan pada kondisi normal hingga tahun keenam (2029) adalah 11,96% dengan tingkat kerusakan mencapai 88,04%. Namun, dengan penambahan beban 10%, umur sisa jalan pada tahun awal (2024) menjadi negatif, yaitu -13,50%, dan tingkat kerusakan mencapai 113,50%. Pada LHR kendaraan total, umur sisa jalan hingga tahun keenam (2029) adalah 3,04% dengan tingkat kerusakan 96,96%. Penambahan beban 10% mengakibatkan umur sisa perkerasan turun menjadi -39,26% pada tahun 2024, dengan tingkat kerusakan mencapai 139,26%. Penelitian ini menunjukkan bahwa beban lalu lintas yang berlebihan secara signifikan mengurangi umur jalan dan mempercepat tingkat kerusakan, sehingga diperlukan perawatan yang lebih sering untuk menjaga kondisi jalan tetap optimal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model Guided-Discovery Learning (GDL) berpengaruh terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis (KPMM) Siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain penelitian non-equivalent control group pretest-postest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII MIPA SMA Negeri 3 Tarakan. Pengambilan sampel dilakukan dengan random-intact group. Sampel dalam penelitian ini adalah XII MIPA I sebagai kelas eksperimen dan XII MIPA 2 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dengan menggunakan tes tertulis dalam bentuk uraian terstruktur. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Analisis deskriptif meliputi rata-rata (mean), nilai per indikator, dan standar deviasi. Analisis inferensial meliputi uji normalitas, homogenitas, dan uji hipotesis yang menggunakan metode statistik nonparametrik yaitu uji Mann Whitney dikarenakan data yang tidak berdistribusi normal. Berdasarkan hasil uji hipotesis untuk melihat ada tidaknya pengaruh perlakuan dalam hal ini model GDL terhadap KPMM siswa adalah dengan hasil uji perbedaan N-Gain score antara kelas ekperimen dan kelas kontrol, dimana nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0,000 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan yang signifikan pada N-gain skor KPMM antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model GDL dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model konvensional. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model Guided-Discovery Learning berpengaruh terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa.
Family planning is a program that helps families plan the number and spacing of children they have, and is a form of strategy that supports the acceleration of reducing the maternal mortality rate (MMR). The contraceptive method most popular with WUS in Indonesia is the hormonal method, namely injectable contraception. One of the obstacles often experienced by Aksepto Kb injections is anxiety that arises before the injection is carried out. One way to reduce anxiety before an injection is with the Slow Deep Breathing Technique. Slow Deep Breathing is a non-pharmacological action in the form of breathing exercises that are done slowly and deeply. The aim of this research is to determine the effect of giving the Slow Deep Breathing Technique to reduce the anxiety of KB injection acceptors at the Karang Rejo Community Health Center in 2024. This research method is quantitative research with a research design using a quasi-experimental method (quasi experiment) without pre-test and post-test control (self-control) with a sample of 67 respondents. The anxiety measuring tool uses the HARS scale. Data analysis was carried out using the Wilcoxon test. Results: anxiety before the Slow Deep Breathing intervention was at an anxiety score of 14-20, as many as 67 (100%) respondents were in the mild anxiety category. After the intervention, the average anxiety score was in the not anxious category, namely 14 with 59 (88.1%) and 8 (11.9%) mildly anxious. There is a significant effect of Slow Deep Breathing on reducing the anxiety of injectable Kb acceptors (p value 0.001) where the value is smaller than the specified significance level, namely α = 0.05, this shows that Ho is rejected. So there is an influence of giving the Slow Deep Breathing Technique on the Anxiety Level of KB Injection Acceptors at the Karang Rejo Community Health Center in 2024
Family planning is a program that helps families plan the number and spacing of children they have, and is a form of strategy that supports the acceleration of reducing the maternal mortality rate (MMR). The contraceptive method most popular with WUS in Indonesia is the hormonal method, namely injectable contraception. One of the obstacles often experienced by Aksepto Kb injections is anxiety that arises before the injection is carried out. One way to reduce anxiety before an injection is with the Slow Deep Breathing Technique. Slow Deep Breathing is a non-pharmacological action in the form of breathing exercises that are done slowly and deeply. The aim of this research is to determine the effect of giving the Slow Deep Breathing Technique to reduce the anxiety of KB injection acceptors at the Karang Rejo Community Health Center in 2024. This research method is quantitative research with a research design using a quasi-experimental method (quasi experiment) without pre-test and post-test control (self-control) with a sample of 67 respondents. The anxiety measuring tool uses the HARS scale. Data analysis was carried out using the Wilcoxon test. Results: anxiety before the Slow Deep Breathing intervention was at an anxiety score of 14-20, as many as 67 (100%) respondents were in the mild anxiety category. After the intervention, the average anxiety score was in the not anxious category, namely 14 with 59 (88.1%) and 8 (11.9%) mildly anxious. There is a significant effect of Slow Deep Breathing on reducing the anxiety of injectable Kb acceptors (p value 0.001) where the value is smaller than the specified significance level, namely α = 0.05, this shows that Ho is rejected. So there is an influence of giving the Slow Deep Breathing Technique on the Anxiety Level of KB Injection Acceptors at the Karang Rejo Community Health Center in 2024
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis pengendalian kualitas dengan menggunakan metode seven tools pada petani rumput laut didesa liang bunyu kecamatan sebatik barat kabupaten nunukan. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif. Dalam penelitian ini sampel digunakan secara acak yang diambil selama 13 kali produksi dan diambil menggunakan metode stratified random sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode seven tools yang terdiri dari lembar pengecekan, diagram alur, histogram, diagram pareto, peta kendali, diagram penyebar, dan diagram sebab akibat. Hasil dari penelitian menemukan bahwa terdapat empat jenis kecacatan terdiri dari tiram, berlumut, rontok dan kurus dengan presentase kurus 0,2521%, berlumut 0,1932%, rontok 0,0756% dan tiram 0,0630%. Faktor yang mempengaruhi rumput laut cacat terdiri dari faktor manusia, metode pengeringan manual dan faktor yang paling berpengaruh adalah faktor manusia. Berdasarkan diagram penyebar diketahui bahwa faktor manusia memiliki hubungan dengan jumlah cacat rumput laut dan peta kendali diketahui bahwa permasalahan cacat pada rumput laut masih dalam keadaan terkendali.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model Guided-Discovery Learning (GDL) berpengaruh terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis (KPMM) Siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain penelitian non-equivalent control group pretest-postest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII MIPA SMA Negeri 3 Tarakan. Pengambilan sampel dilakukan dengan random-intact group. Sampel dalam penelitian ini adalah XII MIPA I sebagai kelas eksperimen dan XII MIPA 2 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dengan menggunakan tes tertulis dalam bentuk uraian terstruktur. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Analisis deskriptif meliputi rata-rata (mean), nilai per indikator, dan standar deviasi. Analisis inferensial meliputi uji normalitas, homogenitas, dan uji hipotesis yang menggunakan metode statistik nonparametrik yaitu uji Mann Whitney dikarenakan data yang tidak berdistribusi normal. Berdasarkan hasil uji hipotesis untuk melihat ada tidaknya pengaruh perlakuan dalam hal ini model GDL terhadap KPMM siswa adalah dengan hasil uji perbedaan N-Gain score antara kelas ekperimen dan kelas kontrol, dimana nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0,000 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan yang signifikan pada N-gain skor KPMM antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model GDL dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model konvensional. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model Guided-Discovery Learning berpengaruh terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Sikap, Norma Subjektif dan Efikai Diri terhadap Niat Berwirausaha Wanita dengan menggunakan pendekatan teori Theory Planned Behavior. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswi Universitas Borneo Tarakan sebanyak 280 mahasiswi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengukuran variabel pada penelitian ini menggunakan skala likert. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah SEM (Structural Equation Modeling) dengan alat bantu software LISREL 8.80. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Norma Subjektif tidak berpengaruh terhadap Niat Berwirausaha Wanita, 2) Norma Subjektif berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap, 3) Sikap berpengaruhh positif dan signifikan terhadap Niat Berwirausaha Wanita, 4) Efikasi Diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap, dan 5) Efikasi Diri berpengaruh positif terhadap Niat Berwirausaha Wanita.