2026 · Book ·
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL TERHADAP BULLYING FISIK SISWA DI KELAS VII SMP NEGERI 9 TARAKAN Pengaruh Layanan Bimbingan Klasikal Terhadap Bullying Fisik Siswa di Kelas VII SMP Negeri 9 Tarakan. Bullying fisik adalah bullying yang dilakukan secara langsung dan di lakukan yang mengarah ke anggota fisik korban, beberapa dari tindakan bullying fisik adalah berupa memukul, menendang, mendorong, menjambak, mencubit. Jenis Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen yaitu desain penelitian Pre-eksperimental design dengan model One Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa angket. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa adanya bullying fisik antara siswa kelas VII seperti mencakar, menggigit dan menampar. Populasi penelitian ini adalah 250 siswa kelas VII di SMP Negeri 9 Tarakan dan menggunakan metode Simple Random Sampling untuk pengambilan sampel, yang menjadi sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 siswa. Pada pemberian pretest pada siswa yang berjumlah 32 siswa yang menjadi sampel dalam penelitian ini hasilnya menunjukkan terdapat kategori tinggi. Sedangkan pada pemberian posttest menunjukkan hasil kategori sedang dan rendah. Adapun hasil dari uji hipotesis menggunakan uji wilcoxon mendapatkan hasil bahwa Asymp.Sig.(2-tailed) bernilai 0,000. Kerena nilai 0,000 lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa “Ha diterima”. Artinya ada perbedaan antara hasil bullying fisik untuk pretest dan posttest, sehinggga dapat disimpulkan pula bahwa “Terdapat pengaruh bimbingan klasikal terhadap bullying fisik siswa di kelas VII SMP Negeri 9 Tarakan”.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL TERHADAP BULLYING FISIK SISWA DI KELAS VII SMP NEGERI 9 TARAKAN Pengaruh Layanan Bimbingan Klasikal Terhadap Bullying Fisik Siswa di Kelas VII SMP Negeri 9 Tarakan. Bullying fisik adalah bullying yang dilakukan secara langsung dan di lakukan yang mengarah ke anggota fisik korban, beberapa dari tindakan bullying fisik adalah berupa memukul, menendang, mendorong, menjambak, mencubit. Jenis Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen yaitu desain penelitian Pre-eksperimental design dengan model One Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa angket. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa adanya bullying fisik antara siswa kelas VII seperti mencakar, menggigit dan menampar. Populasi penelitian ini adalah 250 siswa kelas VII di SMP Negeri 9 Tarakan dan menggunakan metode Simple Random Sampling untuk pengambilan sampel, yang menjadi sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 siswa. Pada pemberian pretest pada siswa yang berjumlah 32 siswa yang menjadi sampel dalam penelitian ini hasilnya menunjukkan terdapat kategori tinggi. Sedangkan pada pemberian posttest menunjukkan hasil kategori sedang dan rendah. Adapun hasil dari uji hipotesis menggunakan uji wilcoxon mendapatkan hasil bahwa Asymp.Sig.(2-tailed) bernilai 0,000. Kerena nilai 0,000 lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa “Ha diterima”. Artinya ada perbedaan antara hasil bullying fisik untuk pretest dan posttest, sehinggga dapat disimpulkan pula bahwa “Terdapat pengaruh bimbingan klasikal terhadap bullying fisik siswa di kelas VII SMP Negeri 9 Tarakan”.
2024 · Book ·
Pemantauan kualitas air sungai perlu dilakukan secara berkala untuk mengetahui kesesuaian ketersediaan air tersebut dari segi kualitas dengan peruntukannya. Salah satu cara menentukan status mutu air yaitu dengan cara menggunakan metode indeks pencemaran. Indeks pencemaran dapat digunakan untuk menilai tingkat pencemaran dan memberikan Gambaran mengenai seberapa tercemarnya suatu perairan sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan status mutu air menggunakan metode indeks pencemaran di Sungai Bengawan. Penentuan status mutu mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 27 Tahun 2021 tentang indeks kualitas lingkungan hidup dan hasil pengukuran kualitas air dibandingkan dengan Baku Mutu sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 pada Lampiran VI tentang baku mutu air sungai dan sejenisnya, serta penentuan kelas air mengacu pada Peraturan Walikota Tarakan Nomor 04 Tahun 2010 tercantum pada Lampiran II. Pengambilan sampel dilakukan pada saat air surut sebanyak 5 stasiun dan 15 titik. Parameter yang digunakan yaitu fisika dan kimia seperti TSS, pH, DO, BOD, COD, Nitrat dan Fosfat. Hasil pengukuran TSS yaitu 15-50 mg/L, pH yaitu 5,98-6,34, DO yaitu 4,8-7,2 mg/L, BOD yaitu 0,3-6,4 mg/L, COD yaitu 16-64 mg/L, Nitrat yaitu 0,35-1,18 mg/L dan Posfat yaitu 0,10-0,20 mg/L. Hasil indeks pencemaran menunjukkan Sungai Bengawan masuk ke dalam kategori cemar ringan sedangkan indeks kualitas air menujukkan Sungai Bengawan masuk ke dalam katagori cemar sedang.
2024 · Thesis ·
Pemantauan kualitas air sungai perlu dilakukan secara berkala untuk mengetahui kesesuaian ketersediaan air tersebut dari segi kualitas dengan peruntukannya. Salah satu cara menentukan status mutu air yaitu dengan cara menggunakan metode indeks pencemaran. Indeks pencemaran dapat digunakan untuk menilai tingkat pencemaran dan memberikan Gambaran mengenai seberapa tercemarnya suatu perairan sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan status mutu air menggunakan metode indeks pencemaran di Sungai Bengawan. Penentuan status mutu mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 27 Tahun 2021 tentang indeks kualitas lingkungan hidup dan hasil pengukuran kualitas air dibandingkan dengan Baku Mutu sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 pada Lampiran VI tentang baku mutu air sungai dan sejenisnya, serta penentuan kelas air mengacu pada Peraturan Walikota Tarakan Nomor 04 Tahun 2010 tercantum pada Lampiran II. Pengambilan sampel dilakukan pada saat air surut sebanyak 5 stasiun dan 15 titik. Parameter yang digunakan yaitu fisika dan kimia seperti TSS, pH, DO, BOD, COD, Nitrat dan Fosfat. Hasil pengukuran TSS yaitu 15-50 mg/L, pH yaitu 5,98-6,34, DO yaitu 4,8-7,2 mg/L, BOD yaitu 0,3-6,4 mg/L, COD yaitu 16-64 mg/L, Nitrat yaitu 0,35-1,18 mg/L dan Posfat yaitu 0,10-0,20 mg/L. Hasil indeks pencemaran menunjukkan Sungai Bengawan masuk ke dalam kategori cemar ringan sedangkan indeks kualitas air menujukkan Sungai Bengawan masuk ke dalam katagori cemar sedang.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Padi gunung sejatinya merupakan padi yang ditanam dilahan kering. Di sadari, untuk meningkatkan peran perbesaran nasional masih banyak tantangan dan kendala. Desa Long Beluah merupakan salah satu Desa penghasil padi gunung setiap tahunnya maka dari itu peneitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui apa saja jenis/varietas padi gunung, bagaimana sistem usahatani nya dan berapakah pendapatan petani berdasarkan jenisnya. Metode pengumpulan sampel menggunakan purposive samping artinya peneliti menentukan kriteria mana saja yang di pilih sebagai sampel. Kriteria yang di maksud adalah petani yang memiliki pengalaman usaha tani minimal 1 tahun dan memiliki luas lahan 1 ha. Hasil yang diperoleh jenis/varietas padi yang biasa ditanam di Desa Long Beluah ada 12 macam yaitu padi Cina, Punan, Libang, Pui, Miau, Siam, Ketan, Batu Bulan, Telang Osan, Kayan, dan Angga dengan sistem usaha tani Persiapan lahan, Persiapan benih, Penanaman, Perawatan dan Panen. Berdasarkan analisis pendapatan usahatani padi gunung di Desa Long Beluah padi yang paling banyak ditanam adalah padi Cina sebanyak 23.100.00/kg dengan rata-rata produksi 607.89 kg/ha. Penerimaan yang diperoleh Rp. 47.186.400 dan rata-ata pendapatan yang diperoleh petani padi gunung di Desa Long Beluah sebesar 35.100.679.00/ha untuk satu kali musim panen.
2023 · Thesis ·
Padi gunung sejatinya merupakan padi yang ditanam dilahan kering. Di sadari, untuk meningkatkan peran perbesaran nasional masih banyak tantangan dan kendala. Desa Long Beluah merupakan salah satu Desa penghasil padi gunung setiap tahunnya maka dari itu peneitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui apa saja jenis/varietas padi gunung, bagaimana sistem usahatani nya dan berapakah pendapatan petani berdasarkan jenisnya. Metode pengumpulan sampel menggunakan purposive samping artinya peneliti menentukan kriteria mana saja yang di pilih sebagai sampel. Kriteria yang di maksud adalah petani yang memiliki pengalaman usaha tani minimal 1 tahun dan memiliki luas lahan 1 ha. Hasil yang diperoleh jenis/varietas padi yang biasa ditanam di Desa Long Beluah ada 12 macam yaitu padi Cina, Punan, Libang, Pui, Miau, Siam, Ketan, Batu Bulan, Telang Osan, Kayan, dan Angga dengan sistem usaha tani Persiapan lahan, Persiapan benih, Penanaman, Perawatan dan Panen. Berdasarkan analisis pendapatan usahatani padi gunung di Desa Long Beluah padi yang paling banyak ditanam adalah padi Cina sebanyak 23.100.00/kg dengan rata-rata produksi 607.89 kg/ha. Penerimaan yang diperoleh Rp. 47.186.400 dan rata-ata pendapatan yang diperoleh petani padi gunung di Desa Long Beluah sebesar 35.100.679.00/ha untuk satu kali musim panen.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini berjudul Perlindungan Terhadap Konsumen Pengguna Produk Kosmetika Bercollagen Dalam Perspektif Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Penerapan dan pengawasan terhadap standar mutu dan kualitas dari produk kosmetik, posisi konsumen tidak terlindungi, sehingga banyak terjadi kasus suatu produk kosmetik yang dibeli masyarakat dengan tujuan untuk mendapatkan hasil berupa kecantikan yang sempurna malah merugikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan terkait perlindungan hukum terhadap konsumen atas produk kosmetika bercollagen menurut UUPK Nomor 8 Tahun 1999, dan bentuk tanggung jawab dari pelaku usaha terkait peredaran kosmetika bercollagen. Metode penelitian yang di gunakan adalah penelitian hukum normatif. Bahan Hukum yang di pergunakan terdiri dari bahan hukum primer dan sekunder. Hasil penelitian: Pertama, ada dua sarana perlindungan hukum yaitu perlindungan hukum preventif dimana upaya ini untuk memberikan perlindungan hukum yang diberikan oleh Pemerintah melalui pengawasan kosmetik bercollagen dengan tujuan untuk mencegah terjadinya pelanggaran, BPOM wajib melakukan pengawasan dan pembinaan kepada pelaku usaha untuk memastikan keamanan dan terjaminnya perlindungan konsumen sebelum pelaku usaha mendistribusikan produk kosmetik ke pasaran dan perlindungan hukum represif dimana upaya ini untuk memberikan perlindungan hukum yang bertujuan untuk menyelesaikan sengketa yang terjadi akibat perbedaan kepentingan. Perbedaan kepentingan bisa dari apa yang menjadi keinginan dan harapan konsumen sebagai pengguna kosmetik, melalui BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen). Kedua, pelaku usaha bertanggungjawab mutlak atas kerugian yang dialami oleh konsumen akibat mengomsumsi produk kosmetik ilegal tersebut dengan cara mengganti kerugian sesuai UUPK Nomor 8 Tahun 1999 pasal 19 dan pasal 24.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul Perlindungan Terhadap Konsumen Pengguna Produk Kosmetika Bercollagen Dalam Perspektif Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Penerapan dan pengawasan terhadap standar mutu dan kualitas dari produk kosmetik, posisi konsumen tidak terlindungi, sehingga banyak terjadi kasus suatu produk kosmetik yang dibeli masyarakat dengan tujuan untuk mendapatkan hasil berupa kecantikan yang sempurna malah merugikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan terkait perlindungan hukum terhadap konsumen atas produk kosmetika bercollagen menurut UUPK Nomor 8 Tahun 1999, dan bentuk tanggung jawab dari pelaku usaha terkait peredaran kosmetika bercollagen. Metode penelitian yang di gunakan adalah penelitian hukum normatif. Bahan Hukum yang di pergunakan terdiri dari bahan hukum primer dan sekunder. Hasil penelitian: Pertama, ada dua sarana perlindungan hukum yaitu perlindungan hukum preventif dimana upaya ini untuk memberikan perlindungan hukum yang diberikan oleh Pemerintah melalui pengawasan kosmetik bercollagen dengan tujuan untuk mencegah terjadinya pelanggaran, BPOM wajib melakukan pengawasan dan pembinaan kepada pelaku usaha untuk memastikan keamanan dan terjaminnya perlindungan konsumen sebelum pelaku usaha mendistribusikan produk kosmetik ke pasaran dan perlindungan hukum represif dimana upaya ini untuk memberikan perlindungan hukum yang bertujuan untuk menyelesaikan sengketa yang terjadi akibat perbedaan kepentingan. Perbedaan kepentingan bisa dari apa yang menjadi keinginan dan harapan konsumen sebagai pengguna kosmetik, melalui BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen). Kedua, pelaku usaha bertanggungjawab mutlak atas kerugian yang dialami oleh konsumen akibat mengomsumsi produk kosmetik ilegal tersebut dengan cara mengganti kerugian sesuai UUPK Nomor 8 Tahun 1999 pasal 19 dan pasal 24.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kelayakan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif ditinjau dari validasi ahli materi, ahli media dan ahli bahasa, serta kemenarikan ditinjau dari angket respon guru dan angket respon siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) mengacu pada model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan penelitian yakni Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yakni pedoman wawancara, lembar validasi, angket respon guru dan angket respon siswa. Penelitian ini dilakukan di kelas V-C SDN 005 Tarakan. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli materi sebesar 80%, ahli media, 81,25%, ahli bahasa 83,33 dan rata-rata persentase skor validasi dari ketiga validator sebesar 81,52%. Hasil validasi dari ahli materi, media dan bahasa menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis multimedia interaktif layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Kemudian hasil angket respon guru 93,75%, respon siswa uji coba terbatas sebesar 93,98%, respon siswa uji coba lapangan sebesar 96,11% dan rata-rata persentase skor 94,61%. Hasil angket respon guru dan angket respon siswa menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis multimedia interaktif sangat menarik. Berdasarkan hasil validasi ahli materi, ahli media dan bahasa, respon guru serta respon siswa pada uji coba terbatas dan uji coba lapangan, maka media pembelajaran berbasis multimedia interaktif dinyatakan layak dan menarik digunakan dalam proses pembelajaran
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kelayakan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif ditinjau dari validasi ahli materi, ahli media dan ahli bahasa, serta kemenarikan ditinjau dari angket respon guru dan angket respon siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) mengacu pada model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan penelitian yakni Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yakni pedoman wawancara, lembar validasi, angket respon guru dan angket respon siswa. Penelitian ini dilakukan di kelas V-C SDN 005 Tarakan. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli materi sebesar 80%, ahli media, 81,25%, ahli bahasa 83,33 dan rata-rata persentase skor validasi dari ketiga validator sebesar 81,52%. Hasil validasi dari ahli materi, media dan bahasa menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis multimedia interaktif layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Kemudian hasil angket respon guru 93,75%, respon siswa uji coba terbatas sebesar 93,98%, respon siswa uji coba lapangan sebesar 96,11% dan rata-rata persentase skor 94,61%. Hasil angket respon guru dan angket respon siswa menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis multimedia interaktif sangat menarik. Berdasarkan hasil validasi ahli materi, ahli media dan bahasa, respon guru serta respon siswa pada uji coba terbatas dan uji coba lapangan, maka media pembelajaran berbasis multimedia interaktif dinyatakan layak dan menarik digunakan dalam proses pembelajaran
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERAN GENDER DALAM NIAT BERWIRAUSAHA (Studi Kasus Pada Mahasiswa Universitas Boreno Tarakan) Rosalina Debiyani Dr. Syahran, S.E., M.Sc Penelitian ini bertujuan untuk menguji variable yang terdapat pada Theory of planned behavior yaitu sikap, norma subyektif, dengan menambahkan variable pendidikan kewirausahaan dan variable gender sebagai pemoderasi. Sampel menggunakan metode purposive sampling sebanyak 290 mahasiswa. Analisis statistic menggunakan SEM (Structural Equation Modeling) yang dioperasikan menggunakan Software PLS versi 3.0. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variable sikap, dan pendidikan kewirausahaan berpengaruh positif terhadap niat berwirausaha. Norma subyektif tidak berpengaruh terhadap niat berwirausaha dan Tidak terdapat pengaruh Gender terhadap sikap dalam niat berwirausaha jika gender dijadikan pemoderasi.