2025 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis siswa berdasarkan gender pada materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) di kelas V SDN 004 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik purposive sampling. Subjek penelitian berjumlah enam siswa yang terdiri dari tiga siswa laki-laki dan tiga siswa perempuan, masing-masing mewakili kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui tes penalaran matematis dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan tinggi, baik laki-laki maupun perempuan, mampu memenuhi sebagian besar indikator penalaran matematis, seperti menyampaikan pernyataan matematika secara tertulis, lisan, atau gambar, memprediksi proses penyelesaian dan jawaban, serta menarik kesimpulan logis. Siswa dengan kemampuan sedang menunjukkan pemahaman yang cukup baik pada sebagian soal, tetapi mengalami kesalahan karena kurang teliti dalam membaca soal atau keterbatasan waktu. Sementara itu, siswa dengan kemampuan rendah umumnya hanya mampu menyampaikan pernyataan matematika, namun belum lengkap, dan mengalami kesulitan dalam memprediksi penyelesaian serta menarik kesimpulan. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa laki-laki cenderung lebih tinggi kemampuan penalaran dan komunikasi. Namun, kemampuan penalaran matematis siswa laki-laki dan perempuan dalam tiap kategori (tinggi, sedang, rendah) memiliki pola yang serupa, dengan perbedaan kecil dalam jenis kesalahan yang dilakukan. Hasil ini dapat menjadi masukan bagi guru dalam merancang pembelajaran yang memperhatikan perbedaan karakteristik siswa berdasarkan gender dan tingkat kemampuan.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis siswa berdasarkan gender pada materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) di kelas V SDN 004 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik purposive sampling. Subjek penelitian berjumlah enam siswa yang terdiri dari tiga siswa laki-laki dan tiga siswa perempuan, masing-masing mewakili kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui tes penalaran matematis dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan tinggi, baik laki-laki maupun perempuan, mampu memenuhi sebagian besar indikator penalaran matematis, seperti menyampaikan pernyataan matematika secara tertulis, lisan, atau gambar, memprediksi proses penyelesaian dan jawaban, serta menarik kesimpulan logis. Siswa dengan kemampuan sedang menunjukkan pemahaman yang cukup baik pada sebagian soal, tetapi mengalami kesalahan karena kurang teliti dalam membaca soal atau keterbatasan waktu. Sementara itu, siswa dengan kemampuan rendah umumnya hanya mampu menyampaikan pernyataan matematika, namun belum lengkap, dan mengalami kesulitan dalam memprediksi penyelesaian serta menarik kesimpulan. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa laki-laki cenderung lebih tinggi kemampuan penalaran dan komunikasi. Namun, kemampuan penalaran matematis siswa laki-laki dan perempuan dalam tiap kategori (tinggi, sedang, rendah) memiliki pola yang serupa, dengan perbedaan kecil dalam jenis kesalahan yang dilakukan. Hasil ini dapat menjadi masukan bagi guru dalam merancang pembelajaran yang memperhatikan perbedaan karakteristik siswa berdasarkan gender dan tingkat kemampuan.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan mengenai Apakah putusan perkara Nomor 05/Pid.Sus-Anak/2022/PN.Tar. telah menerapkan asas kepentingan terbaik bagi anak dan Ratio Decidendi terhadap putusan perkara Nomor 05/Pid.Sus-Anak/2022/PN.Tar. dengan telah menetapkan pasal 71 Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak. Metode penelitian menggunakan penelitian hukum normatif dengan mengkaji sumber bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder serta dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Penjatuhan pidana penjara terhadap anak seharusnya dihindari, karena penjara dapat menyebabkan stigmatisasi, dehumanisasi, dan kesulitan bagi anak dalam melanjutkan kehidupan yang produktif di masyarakat dan tindakan hakim dalam menjatuhkan pidana penjara tidaklah tepat. Alternatif lain seperti pendekatan rehabilitasi, pembinaan, dan pemberian kesempatan kedua bagi anak yang terlibat dalam tindak pidana seharusnya dipertimbangkan. Penjatuhan sanksi pidana pengawasan oleh hakim merupakan respons yang lebih sesuai karena memberikan kesempatan bagi anak untuk mendapatkan pembinaan dan perlindungan yang diperlukan dalam pertumbuhan dan perkembangannya. dalam putusan Nomor 05/Pid.Sus-Anak/2022/PN.Tar, hakim tidak mempertimbangkan dengan baik asas kepentingan terbaik bagi anak. Hakim menjatuhkan hukuman pidana penjara selama empat bulan tanpa mempertimbangkan sisi lain dari terdakwa yang masih muda dan berpotensi untuk dibina. Hakim juga tidak mempertimbangkan hak anak untuk mendapatkan rehabilitasi sosial sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media gambar dapat mengatasi kesulitan membaca siswa di SDK Frater Don Bosco Tarakan. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian tindakan bimbingan dan konseling (PTBK) dengan menggunakan model siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahap , yaitu Perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, test, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa pada di siklus I siswa cukup senang dan semangat dalam belajar dengan menggunakan media gambar. Walaupun masih banyak kekurangan pada siklus I dikarenakan mereka sebelumnya belum pernah merasakan pembelajaran yang bervariasi seperti penggunaan media gambar pada dasarnya dikategorikan belum cukup baik. Sedangkan Pada siklus II terjadi peningkatan dimana siswa tertarik dengan media gambar dan ada pendampingan intensif dari peneliti sehingga siswa mampu mengerjakan tugas yang diberikan guru dengan tuntas, tertib dan kondusif.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan mengenai Apakah putusan perkara Nomor 05/Pid.Sus-Anak/2022/PN.Tar. telah menerapkan asas kepentingan terbaik bagi anak dan Ratio Decidendi terhadap putusan perkara Nomor 05/Pid.Sus-Anak/2022/PN.Tar. dengan telah menetapkan pasal 71 Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak. Metode penelitian menggunakan penelitian hukum normatif dengan mengkaji sumber bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder serta dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Penjatuhan pidana penjara terhadap anak seharusnya dihindari, karena penjara dapat menyebabkan stigmatisasi, dehumanisasi, dan kesulitan bagi anak dalam melanjutkan kehidupan yang produktif di masyarakat dan tindakan hakim dalam menjatuhkan pidana penjara tidaklah tepat. Alternatif lain seperti pendekatan rehabilitasi, pembinaan, dan pemberian kesempatan kedua bagi anak yang terlibat dalam tindak pidana seharusnya dipertimbangkan. Penjatuhan sanksi pidana pengawasan oleh hakim merupakan respons yang lebih sesuai karena memberikan kesempatan bagi anak untuk mendapatkan pembinaan dan perlindungan yang diperlukan dalam pertumbuhan dan perkembangannya. dalam putusan Nomor 05/Pid.Sus-Anak/2022/PN.Tar, hakim tidak mempertimbangkan dengan baik asas kepentingan terbaik bagi anak. Hakim menjatuhkan hukuman pidana penjara selama empat bulan tanpa mempertimbangkan sisi lain dari terdakwa yang masih muda dan berpotensi untuk dibina. Hakim juga tidak mempertimbangkan hak anak untuk mendapatkan rehabilitasi sosial sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media gambar dapat mengatasi kesulitan membaca siswa di SDK Frater Don Bosco Tarakan. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian tindakan bimbingan dan konseling (PTBK) dengan menggunakan model siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahap , yaitu Perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, test, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa pada di siklus I siswa cukup senang dan semangat dalam belajar dengan menggunakan media gambar. Walaupun masih banyak kekurangan pada siklus I dikarenakan mereka sebelumnya belum pernah merasakan pembelajaran yang bervariasi seperti penggunaan media gambar pada dasarnya dikategorikan belum cukup baik. Sedangkan Pada siklus II terjadi peningkatan dimana siswa tertarik dengan media gambar dan ada pendampingan intensif dari peneliti sehingga siswa mampu mengerjakan tugas yang diberikan guru dengan tuntas, tertib dan kondusif.