Profil penulis
LIA
1.055 karya publik ditemukan.
Identifikasi Keterampilan Metakognisi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 11 Tarakan Ditinjau dari Hasil Belajar Menyelesaikan Masalah Soal Cerita SPLDV
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan metakognisi siswa dalam menyelesaikan soal cerita Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Partisipan penelitian terdiri dari empat siswa sekolah menengah pertama yang dipilih berdasarkan kinerja akademik yaitu dua siswa hasil belajar tinggi dan dua siswa hasil belajar rendah. Metode menggunakan pendekatan fenomenologi, dengan teknik pengumpulan data berupa analisis dokumen lembar jawaban siswa dan wawancara semi-terstruktur. Analisis data dilakukan melalui proses pengkodean sehingga diperoleh tema untuk mengidentifikasi indikator keterampilan metakognisi, yaitu perencanaan, pemantauan, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa hasil belajar tinggi cenderung memiliki strategi yang lebih terstruktur, mampu memahami informasi dalam soal dengan baik, serta dapat memantau dan mengevaluasi proses penyelesaian secara sistematis. Sebaliknya, siswa hasil belajar rendah menunjukkan kesulitan dalam memahami soal, merencanakan penyelesaian, dan mengevaluasi hasil kerjanya. Penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan keterampilan metakognisi dalam pembelajaran matematika, khususnya dalam menyelesaian masalah kontekstual seperti soal cerita SPLDV. Berdasarkan temuan ini, perencanaan merupakan indikator metakognisi yang paling dominan, indikator pemantauan muncul dengan intensitas sedang, dan indikator evaluasi menjadi indikator yang paling lemah dalam proses penyelesaian soal SPLDV, khususnya pada siswa dengan hasil belajar rendah. Temuan ini menegaskan pentingnya pendidikan matematika yang tidak hanya berorientasi pada jawaban akhir, tetapi juga menekankan proses berpikir siswa. Hal ini dapat diwujudkan melalui pembelajaran berbasis pemecahan masalah, pelatihan refleksi, serta pengembangan bahan ajar yang mendorong siswa untuk aktif memantau dan mengevaluasi pemikirannya sendiri.
PENGARUH KECEMASAN MATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII MTS HURRASUL AQIDAH KOTA TARAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kecemasan matematika terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII MTs Hurrasul Aqidah Kota Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Populasi yang digunakan yaitu siswa kelas VIII MTs Hurrasul Aqidah Kota Tarakan dengan teknik pengambilan sampel yaitu sampel jenuh atau seluruh anggota populasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif yang meliputi uji normalitas dan uji linieritas dan analisis statistik inferensial yang meliputi analisis regresi linier sederhana. Hasil analisis data diperoleh bahwa Y ̂=30,496-0,634X, artinya setiap kenaikan satu nilai kecemasan matematika maka akan menyebabkan penurunan kemampuan pemecahan masalah matematika sebesar 0,634. Sehingga, semakin besar nilai tingkat kecemasan matematika maka semakin kecil nilai tingkat kemampuan pemecahan masalah matematika siswanya, begitupun sebaliknya. Hal ini menunjukkan pengaruh yang negatif atau pengaruh yang berbanding terbalik. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara kecemasan matematika dengan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII MTs Hurrasul Aqidah Kota Tarakan. Besaran persentase pengaruhnya adalah sebesar 34%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel penelitian ini.
Asuhan Kebidanan Kehamilan Kombinasi Akupresur Pada Titik Perikardium 6 dan Terapi Vitamin B6 Untuk Menurunkan Frekuensi Emesis Gravidarum Ibu Hamil Primigravida Trimester I
Mual dan Muntah (emesis gravidarum) merupakan keluhan umum pada trimester pertama kehamilan yang dapat berkembang menjadi mual dan muntah berlebih (hyperemesis gravidarum) bila tidak ditangani secara optimal. Terapi farmakologis seperti vitamin B6 sering digunakan, namun pendekatan non-farmakologis seperti akupresur pada titik perikardium 6 juga berpotensi sebagai terapi komplementer untuk menurunkan frekuensi mual dan muntah. Tujuan asuhan kebidanan ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi akupresur pada titik perikardium 6 dan terapi vitamin B6 terhadap penurunan frekuensi emesis gravidarum ibu hamil primigravida trimester I. Asuhan Kebidanan ini menggunakan pendekatan studi kasus, melibatkan satu orang ibu hamil trimester I yang mengalami emesis gravidarum. Akupresur titik perikardium 6 dilakukan selama 7 menit setiap pagi hari dan Terapi B6 diberikan sesuai dengan dosis yang diberikan Puskesmas yaitu 3x1 selama 4 hari perlakuan dan pada hari kelima dilakukan evaluasi. Hasil menunjukkan adanya penurunan frekuensi emesis gravidarum, dari skor pre-test sebesar 8 (kategori sedang) dan skor post-test sebesar 5 (kategori ringan). Selain itu, berdasarkan pernyataan responden (Ny. N), ia merasakan penurunan frekuensi mual setelah dilakukan akupresur pada titik perikardium 6. Temuan ini mengindikasikan bahwa kombinasi terapi non farmakologi yaitu akupresur perikardium 6 dan terapi farmakologi yaitu vitamin B6 efektif dalam mengurangi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester pertama, sehingga dapat dinyatakan bahwa teknik akupresur titik perikardium 6 berpotensi menjadi terapi nonfarmakologis yang aman dan mudah, serta dapat dikombinasikan dengan vitamin B6 sebagai terapi standar mual muntah trimester pertama. Terapi akupresur perikardium 6 dapat dilakukan secara mandiri dengan memperhatikan titik akupresur yang tepat dan kondisi ibu untuk menghindari ketidaknyamanan.
Profil Pengetahuan Guru IPA Terkait Pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) di SMP Negeri Kota Tarakan
Pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) adalah inovasi pendidikan yang membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Pendekatan ini menghubungkan berbagai disiplin ilmu untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual dan berbasis pemecahan masalah. Guru berperan sebagai fasilitator dalam menerapkan pembelajaran interdisipliner dan berbasis proyek. Oleh karena itu, pemahaman guru terhadap STEAM menjadi faktor kunci dalam keberhasilannya di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil pengetahuan guru IPA terkait pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) di SMP Negeri Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk mengukur pengetahuan guru tentang STEAM. Hasil penelitian menunjukkan variasi yang signifikan pada setiap aspek kognitif dalam Taksonomi Anderson. Guru menunjukkan pemahaman yang baik dalam aspek mengingat (82%), menilai (78%), dan mencipta (100%), yang mengindikasikan penguasaan konsep dasar STEAM, kemampuan evaluasi pembelajaran, dan kemampuan merancang pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan STEAM. Namun, ditemukan adanya kesulitan pada aspek memahami (46%), menerapkan (47%), dan menganalisis (75%). Skor yang lebih rendah pada ketiga aspek ini mengindikasikan bahwa guru masih memerlukan penguatan dalam memahami prinsip dasar STEAM, mengintegrasikan elemen-elemen STEAM dalam pembelajaran berbasis proyek, serta menerapkan strategi kognitif yang diperlukan dalam proses pembelajaran. Secara keseluruhan, profil pengetahuan guru IPA terkait pendekatan STEAM di SMP Negeri Kota Tarakan menunjukkan bahwa 3,20% guru berada pada kategori sangat baik, 58% pada kategori baik, dan 29,10% pada kategori cukup. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun sebagian besar guru memiliki pengetahuan yang baik, pemahaman dan penerapan konsep STEAM perlu ditingkatkan secara signifikan serta diperlukan pelatihan berkelanjutan, penyediaan sumber daya, dan dukungan intensif untuk mengoptimalkan penerapan STEAM dalam pembelajaran IPA di SMP Negeri Kota Tarakan.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN READ, ANSWER, DISCUSS, EXPLAIN, CREATE (RADEC) TERHADAP LITERASI SAINS SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 2 TARAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Read, Answer, Discuss, Explain, Create (RADEC) terhadap literasi sains siswa di SMA Negeri 2 Tarakan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya tingkat literasi sains siswa yang disebabkan oleh kurangnya pengalaman dalam mengerjakan soal-soal yang menuntut penalaran mendalam. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode quasi eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah non-equivalent control group design dengan pretest-posttest. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 2 Tarakan. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling, sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas XI-A dan XI-C yang berjumlah 63 orang. Pengumpulan data literasi sains menggunakan instrumen tes berupa pilihan ganda. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah uji prasyarat, uji N-Gain, dan uji hipotesis. Uji prasyarat penelitian ini terdiri dari uji normalitas dan uji homogenitas, sedangkan untuk uji hipotesis menggunakan uji Independent Sampel T-Test. Hasil uji Independent Sampel T-Test menunjukkan bahwa terdapat pengaruh terhadap literasi sains siswa, dengan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 taraf signifikasi α= 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa penerapan model Read, Answer, Discuss, Explain, Create (RADEC) berpengaruh terhadap literasi sains siswa.
PENERAPAN KONSELING KELOMPOK DALAM MENGURANGI PERILAKU PACARAN DI SMA NEGERI 2 NUNUKAN SELATAN
Saat ini banyak sekali ditemukan fenomena perilaku pacaran pada siswa yang cenderung tinggi, walaupun ada juga pacaran cenderung rendah tetapi kenyataanya ditemukan banyak siswa yang pacaran mengarah kepada perilaku pacaran sedang. Perilaku pacaran ini tentu membawa dampak bagi siswa itu sendiri mulai dari performa belajar dan kerugian lainnya seperti resiko seksual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengurangi perilaku pacaran melalui konseling kelompok. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen desain penelitian ini adalah one group pretest-posttest dengan menggunakan teknik purposive sampling yang di bantu oleh guru BK sebanyak 6 orang siswa. Instrumen yang digunakan dalam melihat kecenderungan siswa melakukan perilaku pacaran tinggi menggunakan skala likert dengan teori menurut Suriyani (2023) tentang perilaku touching, kissing, necking, petting. Untuk menganalisis pretest-posttest menggunakan statistic nonparametrik menggunakan wilcoxon. Adapun hasilnya penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam perilaku pacaran siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan konseling kelompok. Para siswa mulai menyadari dampak negatif dari perilaku menyimpang dalam pacaran, sebuah pemahaman yang membuka mata mereka akan pentingnya batasan diri dan kesehatan mental. Mereka perlahan mengerti bahwa tindakan yang melampaui norma dan nilai-nilai yang dianut tidak hanya merusak hubungan saat ini, tetapi juga berpotensi mengisolasi dari lingkungan sosial yang positif, meruntuhkan kepercayaan diri, dan meninggalkan luka emosional yang mendalam. Kesadaran ini menumbuhkan pemahaman yang lebih baik tentang risiko kekerasan dan pelecehan dalam dinamika pacaran yang tidak sehat, serta bagaimana perilaku tersebut dapat mengaburkan fokus pada masa depan dan merusak citra diri. Maka, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh layanan konseling kelompok dalam mengurangi perilaku pacaran siswa.
KESULITAN GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SD NEGERI 003 TARAKAN
Guru memiliki peran penting dalam keberhasilan proses pembelajaran dan pencapaian hasil belajar siswa. Dalam prakteknya, implementasi pembelajaran Pendidikan Pancasila di SD Negeri 003 Tarakan masih menghadapi berbagai kesulitan bagi guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan pembelajaran Pendidikan Pancasila. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah tiga guru kelas pada fase B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengalami kesulitan dalam tiga tahap pembelajaran pendahuluan, inti, dan penutup yaitu (1) Guru mengalami kesulitan dalam melaksanakan tes diagnostik, karena adanya perbedaan pengetahuan, dan gaya belajar siswa, serta keterbatasan waktu (2) Guru menghadapi kesulitan dalam meningkatkan keaktifan siswa, akibat rendahnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran di kelas (3) Guru mengalami kesulitan dalam mengevaluasi pembelajaran, terutama pada aspek penilaian kognitif, karena perbedaan pengetahuan dan karakteristik masing-masing siswa. Temuan ini menunjukkan perlunya pelatihan dan pengembangan profesional guru agar mampu mengatasi kesulitan- kesulitan tersebut, serta meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Pancasila yang efektif dan sesuai kebutuhan siswa.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MENGGUNAKAN MEDIA KARTU PADA SISWA KELAS 1-B SDN 031 Tarakan
Membaca merupakan salah satu sarana bagi peserta didik untuk mempelajari suatu hal yang belum diketahui dan dapat memperluas pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa menggunakan media kartu. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas I B SDN 031 Tarakan tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 22 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan tes. Berdasarkan hasil observasi guru pada siklus I yaitu 69% berkategori tinggi. Kemudian dilanjutkan pada siklus II menjadi 93% berkategori sangat tinggi. Adapun hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I yaitu sebesar 67% berkategori sedang, kemudian dilanjutkan pada siklus II menjadi 85% berkategori tinggi. Hasil membaca permulaan siswa pada siklus I pada aspek membaca huruf sebesar 47% berkategori rendah dan aspek membaca kata sebesar 43% berkategori rendah. Kemudian dilanjutkan pada siklus II pada aspek membaca huruf menjadi 77% berkategori tinggi dan aspek membaca kata sebesar 73% berkategori tinggi. Hal ini sesuai dengan indikator keberhasilan yaitu ≥ 70% dengan kategori tinggi. Reading is one of the means for students to learn something that is not yet known and can expand knowledge. This study aims to examine the improvement of students' beginning reading skills using card media. The type of research used was Classroom Action Research (PTK) which was conducted in 2 cycles, each cycle consisting of 4 stages, namely: planning, implementation, observation and reflection. The subjects of this study were students of class I B SDN 031 Tarakan in the 2024/2025 academic year, totaling 22 students. The data collection techniques used were observation, documentation and tests. The results of teacher observation in cycle I were categorized as high (69%). Then, in cycle II, the results included a very high category (93%). The results of student activity observations in cycle I were 67% in the medium category, then in cycle II the results reached 85% in the high category. The results of students' beginning reading in cycle I, especially in the aspect of reading letters of 47% in the low category and the aspect of reading words of 43% in the low category. Then, in cycle II, the aspect of reading letters reached 77% in the high category and the aspect of reading words was 73% in the high category. This is in accordance with the success indicator which is > 70% with a high category.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN MANUSIA KELAS V SDN 002 TARAKAN
Penelitian ini menggunakan penelitian dan pengembangan sebagai metodologi penelitian. Dalam penelitian dimaksudkan untuk melihat kelayakan video pembelajaran yang dikaji dari validasi ahli media dan materi. Selain itu juga dilakukan penelitian untuk mengetahui ketertarikan siswa terhadap video pembelajaran pada materi sistem pernapasan manusia kelas V. Dalam penelitian mengimplementasikan pendekatan ADDIE yang melalui 5 langkah sistematis, ialah Analisis (Analysis), Desain (Design), Pengembangan (Development), Implementasi (Implementation) dan Evaluasi (Evaluation). Hasil validasi ahli media sebesar 91% termasuk kategori sangat layak dan ahli materi sebesar 73% termasuk kategori layak. Analisis terhadap validasi ahli bahwa media video pembelajaran sangat layak diterapkan pada proses pembelajaran. Kemudian, analisis data uji coba terbatas menunjukkan hasil 95% sementara itu uji lapangan 93%. Secara keseluruhan, hasil angket ketertarikan siswa pada tahap uji coba terbatas serta uji lapangan mengindikasikan video pembelajaran materi sistem pernapasan manusia kelas V SDN 002 Tarakan sangat menarik bagi siswa.
Efektifitas dan Produktivitas Pembiayaan Perbankan Terhadap Sektor Ekonomi di Provinsi Kalimantan Timur
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas dan produktivitas pembiayaan perbankan berupa kredit perbankan terhadap sektor ekonomi di Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder hasil publikasi Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur. Pada penelitian ini menggunakan data time series dari tahun 2019-2023. Dalam penelitian ini menggunakan alat analisis Incremental Capital Output Rasio (ICOR), Produktivitas, Pemetaan Tipologi klassen dan Perencanaan Kebutuhan Modal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sektor yang paling efektif adalah sektor administrasi pemerintah, pertahanan dan jaminan sosial wajib dengan nilai rata-rata sebesar 0,01 dan sektor yang paling tidak efektif adalah sektor pengadaan listrik dan gas dengan nilai rata-rata sebesar 38,76 dan sektor jasa lainnya tang memiliki nilai -26,15. Kemudian berdasarkan hasil analisis produktivitas, sektor yang memiliki nilai produktivitas yang tinggi adalah sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib dengan nilai rata-rata produktivitas sebesar Rp 7.143,53 dan sektor dengan nilai produktivitas yang rendah adalah sektor jasa lainnya dengan nilai rata-rata produktivitas sebesar Rp. 0,25. Pada hasil analisi Tipologi Kalssen, pemetaan efektivitas dan produktivitas sektor yang terklasifikasi sebagai sektor produktif dan efektif selama 5 tahun terakhir adalah sektor administrasi pemerintaha, pertahanan dan jaminan sosial wajib; sektor jasa keuangan dan asuransi; informasi dan komunikasi; jasa pendidikan; serta pertambangan dan penggalian sedangkan sektor yang tidak efektif dan tidak produktif adalah sektor real estate; sektor jasa perusahaan; sektor pengadaan listrik dan gas; serta sektor jasa lainnya. Berdasarkan hasil analisis proyeksi kebutuhan modal pada skenario I dengan target pertumbuhan sebesar 5% dibutuhkan modal sebesar Rp 432 Miliar. Kemudian pada skenario II dengan target pertumbuhan sebesar 8% dibutuhkan modal sebesar Rp 759 Miliar. Kemudian pada skenario III dengan target pertumbuhan sebesar 10% dibutuhkan modal sebesar Rp 1,01 Triliun.
PENGGUNAAN CARD BASED PAYMENTS DAN E-MONEY TERHADAP JUMLAH UANG BEREDAR (M1) DI INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan instrumen pembayaran non-tunai, yaitu Kartu Debit/ATM, Kartu Kredit, dan E-Money, terhadap jumlah uang beredar di Indonesia yang terdiri atas dua komponen utama, yaitu uang kartal dan uang giral (M1). Latar belakang penelitian ini didasari oleh transformasi sistem pembayaran yang semakin digital akibat kemajuan teknologi dan kebijakan nasional non-tunai yang dicanangkan oleh Bank Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda menggunakan data time series tahunan selama periode 2014–2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kartu Debit/ATM berpengaruh positif dan signifikan terhadap uang kartal dan uang giral secara parsial dan simultan. Kartu Kredit berpengaruh negatif dan signifikan terhadap uang kartal, namun memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap uang giral, baik secara parsial maupun simultan. Sementara itu, E-Money tidak berpengaruh signifikan terhadap uang kartal secara parsial, tetapi menunjukkan pengaruh signifikan secara simultan. E Money juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap uang giral baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini memperlihatkan bahwa masing-masing instrumen pembayaran memiliki karakteristik berbeda dalam memengaruhi struktur uang beredar. Secara keseluruhan, transformasi sistem pembayaran non-tunai memberikan dampak yang berarti terhadap dinamika moneter di Indonesia. Oleh karena itu, penting bagi otoritas moneter untuk terus mendorong adopsi sistem pembayaran digital sebagai upaya memperkuat efektivitas kebijakan moneter dan meningkatkan efisiensi sistem keuangan nasional.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI PADI SAWAH DIDESA SALIMBATU KEC TANJUNG PALAS TENGAH
Strategi pengembangan yang terjadi di Desa Salimbatu adalah rendahnya penguasaan teknologi, karena petani masih belajar melalui media online. Selain itu, keterbatasan modal menjadi kendala, karena petani masih mengandalkan sumber pendanaan sendiri tanpa adanya jaminan ketersediaan modal di setiap musim. Pengelolaan padi sawah juga belum optimal, dengan berbagai kekurangan yang masih perlu diperbaiki. Penelitian ini bertujuan : (1) Mengetahui faktor internal pengembangan usahatani padi sawah di Desa Salimbatu. (2) Mengetahui faktor eksternal pengembangan usahatani padi sawah di Desa Salimbatu. (3) Merumuskan strategi pengembangan usahatani padi sawah di Desa Salimbatu. Penelitian ini melibatkan 15 responden yang terlibat dalam usahatani padi sawah, analisis data yang digunakan yaitu SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi SO (Strengths – Opportunities) merupakan pendekatan yang tepat untuk mengembangkan usahatani padi sawah di Desa Salimbatu, dengan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki untuk memanfaatkan peluang yang ada. Langkah-langkah yang dapat diterapkan meliputi peningkatan kuantitas dan kualitas padi melalui teknologi pertanian modern, diversifikasi usaha untuk memperluas pasar dan mengurangi risiko, serta penggunaan bibit unggul yang tahan terhadap perubahan cuaca, hama, dan penyakit. Implementasi strategi ini diharapkan dapat memperkuat posisi usahatani padi sawah di desa tersebut dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usaha tani sayuran sawi hijau, kangkung dan bayam di kecamatan Tarakan Barat.
Penelitian ini berjudul “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Usaha Tani Sayuran Sawi Hijau, Kangkung dan Bayam di Kecamatan Tarakan Barat”. Pokok permasalahan dalam penelitian ini diuraikan dalam dua rumusan masalah yaitu : 1) Bagaimana karakteristik petani sayuran sawi hijau, kangkung dan bayam di Tarakan barat ? 2) Bagaimana pengaruh faktor-faktor produksi secara parsial terhadap produksi usaha tani sayuran sawi hijau, kangkung dan bayam di Tarakan barat ? Adapun lokasi dan waktu penelitian terkhusus dilakukan dalam wilayah Kecamatan Tarakan Barat dengan waktu yang dimulai pada bulan Februari 2025. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan Teknik non- probability sampling yaitu purposive sampling. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa Observasi, Wawancara dan Kuesioner serta Dokumentasi. Hasil penelitian yang didapatkan oleh peneliti yaitu : 1) Karakteristik petani sayuran sawi hijau, kangkung dan bayam di Tarakan barat dibagi menjadi tiga karakteristik yaitu a. karakteristik berdasarkan jenis kelamin, karakteristik ini menunjukkan bahwa petani laki-laki lebih mendominasi dengan persentasi 57% sedangkan petani Perempuan dengan persentasi 43%. b. karakteristik berdasarkan usia, karakteristik ini menunjukkan bahwa mayoritas petani berada pada rentang usia 33-39 tahun. c. karakteristik berdasarkan Tingkat Pendidikan, berdasarkan karakteristik ini bahwa Pendidikan terakhir petani berada dalam persentase SD (30%), SMP (37%) dan SMA (33%). 2) Faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap tanaman sawi hijau, kangkung dan bayam adalah lahan untuk tanaman sawi hijau, pestisida untuk tanam kangkung dan bayam.
Penegakan Hukum Terhadap Korban Penganiayan Mahasiswa Baru selama masa Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru
Hubungan status gizi dengan perkembangan balita usia 12-24 bulan berdasarkan kuesioner pra skrining perkembangan (KPSP) di Puskesmas Sebengkok Kota Tarakan
Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Tingkat Pengangguran dan Bantuan Sosial terhadap Tingkat Kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), tingkat pengangguran dan bantuan sosial terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan regresi data panel. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang meliputi Indeks Pembangunan Manusia, pengangguran dan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Utara tahun 2017-2023 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Utara. Berdasarkan hasil perhitungan regresi data panel dengan menggunakan Program E-Views 12 menunjukkan bahwa secara parsial, IPM berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan tingkat pengangguran berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara. Sementara itu, bantuan sosial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara. Secara simultan, ketiga variabel yaitu IPM, tingkat pengangguran, dan bantuan sosial berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara.
ASUHAN KEBIDANAN KEHAMILAN PADA Ny. R TRIMESTER III DENGAN KECEMASAN MELALUI PENERAPAN KOMBINASI PRENATAL YOGA DAN MUSIK RELAKSASI DI PUSKESMAS SEBENGKOK KOTA TARAKAN
Kecemasan pada ibu hamil trimester III merupakan kondisi umum yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan ibu dan janin. Penanganan kecemasan secara non-farmakologis, seperti melalui kombinasi prenatal yoga dan musik relaksasi, dapat menjadi alternatif intervensi yang efektif dan aman. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi prenatal yoga dan musik relaksasi terhadap tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III. Penelitian ini merupakan studi kasus terhadap satu orang responden, yaitu Ny. R, ibu hamil usia kehamilan 35 minggu yang mengalami kecemasan sedang. Intervensi diberikan tiga kali dalam 2 minggu, dengan durasi setiap sesi 30–45 menit. Instrumen pengukuran kecemasan menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), dengan pengukuran pre-test dan post-test. Hasil pengukuran menunjukkan adanya penurunan skor HARS dari 24 (kecemasan sedang) menjadi skor 13 (kecemasan ringan) setelah intervensi. Responden juga menyampaikan adanya peningkatan kualitas tidur, penurunan rasa gelisah, dan peningkatan rasa percaya diri dalam menghadapi persalinan. Kombinasi prenatal yoga dan musik relaksasi terbukti adanya perubahan dalam penurunan tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai bagian dari asuhan kebidanan yang mudah diterapkan di layanan kesehatan primer. Diperlukan studi kasus lanjutan dengan desain eksperimental dan jumlah sampel yang lebih besar untuk mendukung generalisasi hasil.
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS PENERAPAN PIJAT PAYUDARA UNTUK MEMPERLANCAR ASI
ABSTRAK ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS PENERAPAN PIJAT PAYUDARA UNTUK MEMPERLANCAR ASI Masa nifas merupakan periode penting dalam kehidupan ibu yang membutuhkan perhatian khusus, terutama terkait produksi Air Susu Ibu (ASI). Salah satu masalah yang umum terjadi adalah ASI yang tidak lancar. Pijat payudara merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat membantu memperlancar pengeluaran ASI dengan merangsang hormon oksitosin. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif kepada ibu nifas hari ke-3 dengan keluhan ASI tidak lancar melalui penerapan teknik pijat payudara. Metode yang digunakan adalah studi kasus terhadap satu responden di Puskesmas Malinau Seberang dengan intervensi berupa edukasi menyusui, pijat payudara yang dilakukan 1–2 kali per hari sebanyak 3–4 kali per minggu, serta anjuran konsumsi makanan bergizi dan menyusui secara rutin. Hasil studi menunjukkan adanya peningkatan produksi ASI setelah intervensi dilakukan. Ibu menyatakan ASI mulai keluar lebih banyak, bayi tampak lebih puas setelah menyusu, dan keluhan tidak lancarnya ASI berkurang. Kesimpulannya, pijat payudara terbukti efektif sebagai upaya untuk memperlancar ASI pada ibu nifas dan dapat dijadikan salah satu intervensi dalam praktik asuhan kebidanan.
Penegakan Hukum Terhadap Korban Penganiayan Mahasiswa Baru Selama Masa Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penegakan hukum terhadap mahasiswa baru terhadap korban penganiayaan mahasiswa baru selama masa pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru. Serta untuk mengetahui jenis-jenis perlindungan hukum terhadap korban penganiayaan mahasiswa baru selama penerimaan mahasiswa baru dan bagaimana mekanisme perlindungan dan penegakan hukum terhadap tindak pidana penganiayaan mahasiswa baru selama penerimaan mahasiswa baru. Seluruh data yang diperoleh dalam penelitian, baik data primer dan data sekunder akan dianalisis secara analisis kualitatif. Selain itu dideskripsikan, dengan menelaah permasalahan yang ada, mengambarkan, menguraikan hingga menjelaskan permasalahan-permasalahan untuk memperoleh gambaran yang baik, jelas, dan memberikan selengkap mungkin tentang objek yang diteliti dalam hal ini menggambarkan bagaimana penegakan hukum terhadap korban penganiayaan mahasiswa baru selama masa pengenalan kehidupan mahasiswa baru. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis berkesimpulan bahwa penegakan hukum terhadap mahasiswa baru terhadap korban penganiayaan mahasiswa baru selama masa pengenalan kehidupan mahasiswa baru ialah penegasan perlindungan preventif dan perlindungan represif serta bagaimana mekanisme perlindungan dan penegakan hukum tersebut sebagai upaya pecegahan dan penanganan agar tidak terjadi lagi tindak pidana penganiyaan mahasiswa baru selama masa pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru.